Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 359


__ADS_3

"Apa....?????!!" Seru Arindah yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar nya.


"Aku mencintaimu... Aku membutuhkanmu untuk terus bersamamu sepanjang hidupku, aku tidak bisa jauh darimu. aku sadar bahwa semua itu terjadi karena aku mencintai mu..."


Arindah terdiam dan menatap Vino tajam. Seolah ingin mencari kebenaran di mata lelaki itu. Vino mencintai nya. Kata mencintai yang sebelumnya tidak pernah lagi Arindah dengar dari seseorang kepada nya. "Vi.... No.... Apa yang baru sa...ja ka. u ka..ta..kan????" Suara Arindah tercekat, tetapi tidak di pungkiri bahwa hatinya merasa bahagia sekali dengan apa yang baru saja di katakan oleh Vino kepada nya.


"Aku mencintai mu....!!! Apa itu masih kurang jelas lagi????" Tanya Vino yang terlihat cukup geli dan sedikit jengkel dengan ekspresi Arindah. Tetapi Vino memahami bahwa mungkin Arindah sangat terkejut dengan ucapannya tadi.


Arindah tersenyum. "Ka..u... Kenapa mengatakan itu??? Ahhh... Maksudku.. Bagaimana bisa kau mengatakan itu... " Arindah terlihat salah tingkah, senang bercampur gugup. Wajahnya juga memerah.


"Memang nya aku tidak boleh mengatakan itu pada istriku... Aku hanya mengungkapkan apa yang ada di hatiku saat ini... Dan apa salah aku jujur padamu???" Tanya Vino.


Arindah menggelengkan kepala nya. "Tidak... Tidak... Aku hanya terkejut saja.... Ehhh kau segera lah mandi, dan beristirahat....! Aku ... Aku... Aku akan melihat Naufal di luar... Mandi lah... " Arindah hendak meninggalkan Vino tetapi Vino dengan cepat menahan nya.


"Kau mau kemana??? Naufal aman bersama dengan Vitto dan Rana... Aku mengatakan mencintaimu dan bagaimana kau bisa pergi begitu saja tanpa membalas pernyataan ku tadi???" Vino memegang kedua bahu istri nya dan menataonya tajam.


"Ah tidak bukan begitu.. Aku takut Naufal merepotkan Vitto dan Rana.."


"Tidak akan... Putra kita sangat cerdas dan menggemaskan, Rana dan Vitto akan senang bersama nya... Bagaimana dengan pernyataan ku tadi???? Katakan sesuatu???" Pinta Vino.


Arindah semakin memerah. "Aku tidak tahu harus mengatakan apa..."


"Apa karena kau terlalu bahagia sehingga tidak membalas ungkapan cintaku kepadamu???"


"Aku hanya tidak menyangka saja kau secepat itu mengatakannya, aku tidak tahu bagaimana menjelaskan perasaanku saat ini... Speechless... "


"Lalu menurutmu kapan waktu yang tepat untuk aku mengungkapkannya??? Setiap hari aku bertemu denganmu, saat aku bangun tidur, wajahmu yang pertama aku lihat dan yang terakhir aku lihat sebelum aku tidur... Setiap pagi kau bangun untuk membuat sarapan, mengurus Naufal dan menyiapkan segala nya sebelum aku pergi ke kantor, walaupun kau juga sibuk dengan pekerjaanmu, tetapi kau selalu melakukan tugas sebagai seorang istri dan seorang ibu dengan baik, melayani ku sepenuh hati, dan membayangkan mu dulu begitu tulus memendam perasaan mu kepadaku,membuatku yakin bahwa kau memang di kirim Tuhan untuk selalu bersamaku, lalu bagaimana aku tidak akan jatuh cinta padamu..???"

__ADS_1


Arindah menatap Vino dan dia tidak tahu harus mengatakan apa. Dia sendiri bingung dengan perasaannya pada lelaki itu. Apakah dia juga sudah kembali mencintai Vino atau tidak. Karena dia saat ini hanya menikmati peranan nya sebagai seorang istri, dan berusaha untuk menahan diri untuk tidak menuntut banyak pada Vino. Karena dia tidak mau suatu saat nanti menjadi patah hati, jika dia mengungkapkan perasaannya lebih dulu. Dan ingin menumbuhkan nya secara perlahan sama seperti dulu. Tetapi kali ini Vino lebih dulu mengungkapkan nya. Arindah tidak menyangka secepat itu padahal usia pernikahan mereka terbilang masih beberapa minggu belum genap satu bulan.


"Kau diam???? Apa kau menolak perasaanku???" Tanya Vino, lalu dia tersenyum miring. "Ah iya, aku tahu, kau pasti belum mencintai ku... Tidak apa-apa, kali ini bergantian, jika dulu kau menungguku membalas perasaanmu, kali ini aku yang akan menunggu kau membalas perasaanku... Tetapi aku harap, kau tidak membuatku harus menunggu lama... Aku minta maaf sedikit egois untuk saat ini, memkntamu agar jangan terlalu lama membalas cintaku, tetapi aku dulu mengabaikanmu selama bertahun-tahun... Aku harap kau memahami sikapku yang egois ini... " Ucap Vino, dan Arindah masih terdiam, tanpa mengatakan apapun.


"Aku ingin memberitahumu satu hal, bahwa aku mengungkapkan ini karena aku memang menyukai pribadi mu dan aku sudah mulai bergantung padamu, aku tidak bisa jauh darimu, dan aku yakin itu adalah perasaan cinta yang sesungguhnya.. Itulah kenapa aku mengungkapkannya padamu, bukan karena hal lain seperti kau sudah menjadi istriku atau karena kau selalu melayani ku sebagai istri yang baik, tetapi karena aku sudah sangat bergantung padamu, dan aku tidak bisa jauh darimu, dan selalu ingin di dekatmu setiap waktu... Kebersamaan kita dan apa yang sudah kau lakukan, membuatku mulai menyukai dan mencintaimu... Aku akan menunggu hari itu... Aku harus mandi dan ingin beristirahat... Aku sangat mencintaimu.. " Ucap Vino kemudian mengecup kening Arindah dengan lembut.


Vino hendak beranjak dan meninggalkan Arindah untuk ke kamar mandi, tetapi Arindah menahannya. Dan tanpa intruksi Arindah memegang kedua pipi Vino dan mencium bibir lelaki itu. "Aku sudah mencintaimu sejak lama, aku berhenti karena memang aku harus berhenti mencintaimu, aku harus mencintai suamiku yang dulu..... Setelah semua nya berakhir, akhirnya Tuhan mengembalikan cinta pertamaku lagi padamu, dia mengatakan ingin menikahi ku, bagaimana aku bisa menolaknya sedangkan hatiku dulu hanya untuknya.... Aku sudah menunggu moment ini, dan akhirnya kau mengungkapnya, tentu saja aku tidak akan bisa dan mampu menolaknya... Sejak dulu aku selalu menginginkanmu, sekarang ada jalan untuk itu, lalu bagaimana bisa aku melewatkan ungkapan cinta darin suamiku???? Aku juga mulai mencintaimu lagi setelah sekian lama... " Ujar Arindah.


"Kau juga mencintaiku???" Vino memeluk Arindah. "Mulai saat ini, kita tidak boleh saling jauh... karena aku tidak bisa jauh darimu.... Thanks sayang... Aku sangat bahagia sekali, dan untuk cintanya selama ini, juga aku berterima kasih padamu.... "


Vino melepaskan pelukannya dan dia pergi ke arah pintu, mengunci pintu itu dari dalam, juga melihat ke jendela. Ada sebuah remote control di atas bantal, Vino langsung tahu itu remote apa karena bentuknya kecil, otomatis bukan remote television tetapi remot control untuk menutup gorden jendela, Vino menekannya dan benar saja, gorden perlahan turun. Kemudian Vino mendekati Arindah lagi dan dia langsung mencium bibir Arindah. Perempuan itu juga membalasnya. Bibir mereka juga saling berpaguttan satu sama lain, lidah mereka berjalinan di dalam. Vino membawa Arindah mendekati tempat tidur. Masih berciuman Vino menarik Arindah ke atas ranjang, dan mereka berdua bergumuI disana. Tentu saja bukan hanya berciuman saja, hal yang wajib di lakukan suami istri ketika berada di sebuah kamar adalah harus bercinta. Mereka larut dalam romansa penuh cinta dan berakhir bercinta di atas ranjang. Vino tidak peduli bahwa mereka ada di satu rumah dengan Vitto, karena Vitto pasti akan mengerti.


★★★★


3 jam kemudian.......


Arindah melempar senyum. "Kau sudah bangun??? Aku sedang mengambilkan mu minuman... Minumlah dulu.. " Ucap Arindah.


Vino membalas senyum istrinya dan menghampiri nya. Vino meminun jus di gelas yang di berikan Arindah. "Terima kasih... Kau bangun kenapa tidak membangunkan ku juga???" Tanya Vino.


"Kau tidur lelap sekali... Aku tidak tega membangunkanmu... Kau kenapa tidak langsung mandi???" Tanya balik Arindah.


"Aku mandi di kamar Papa saja, tidak enak pada Rana dan Vitto, mereka pasti sejak tadi ingin ke kamar, tetapi karena ada kita, mereka menahan diri.. "


Arindah tersenyum. "Iya seperti nya juga seperti itu, aku juga tidak enak pada mereka... Tadi saat aku ingin meminjam hair dryer pada Rana, dia memintaku mencari nya sendiri di kamar, dan hanya menunjukkan dimana tempatnya.. Aku lupa membawa hairdryer karena kia pergi buru-buru kemarin... " Jawab Arindah.


"Naufal mana??? Apa Vitto dan Rana belum kembali???"

__ADS_1


"Naufal sedang tidur di ruang tengah, ada Vitto disana.. "


"Oh, dia pasti lelah sekali... Aku ke kamar Papa dulu... Tolong bereskan kamar nya, tadi kita membuatnya sedikit berantakan.." Vino menekankan suara nya lalu menghabiskan minumnya dan pergi meninggalkan Arindah.


Vino berjalan ke depan, sampailah dia di ruang tengah. Mendapati Vitto duduk di lantai sedang bermain ponsel dan Naufal sedang tidur di sofa, tepat di belakang Vitto. Menyadari kedatangan seseorang, Vitto mengarahkan pandangan nya. Benar saja, itu adalah adiknya. "Hoiii... Sudah bangun???" Tanya Vitto dengan nada menggoda. "Nyenyak tidurnya??? Nyenyak dong, ada kamar kosong langsung main tancap gas... Iya kan???" Goda Vitto.


"Apa maksudmu tancap gas? mm Aku tadi tertidur di dalam, lelah sekali perjalanan seharian kemarin... " Jawab Vino dengan suara sedikit jengkel dan berpura-pura tidak terjadi apapun. Karena bisa malu sekali dia pada Vitto.


"Eleehhh, sok sekali... Jujur juga tidak apa... Tidak usah malu-malu.. Pintu kamar terkunci dari dalam, gorden tertutup dan tadi baru saja Arindah menanyakan hairdryer milik Rana, hahaha biasa nya kalau ada perempuan bangun tidur langsung mandi dan keramas, sudah pasti dia baru saja selesai di bolak-balik oleh suami nya... Kalau gorengan di bolak balik di wajan, kalau istri di bolak balik di ranjang..." Vitto menggoda Vino dengan mengangkat alisnya sambil senyum-senyum mengejek.


"Diamlah... Brengsek.... " Gerutu Vino.


"Aku sm dan Rana seperti nya harus pergi dari rumah ini sesegera mungkin, supaya kau dan Arindah bisa bebas dan tidak sungkan menggunakan kamar itu.... Kau senang kan???"


"Diamlah brengseeekkk... Senang sekali kau menggoda ku...."


Vitto justru tertawa terbahak-bahak. Dan Rana muncul bersama dengan Papa mertua nya. Rana baru saja mengajak Papa nya berkeliling di depan rumah.


"Rana sayang...!!!" Panggil Vitto.


"Ya??? Ada apa???" Tanya Rana.


"Kita seperti nya harus segera pergi dari rumah ini, supaya kamar nya bisa di gunakan oleh pengantin yang baru, Vino dan Arindah.... Dan nanti malam lebih baik kita tidur disini saja, biar Vino tidur dengan Arindah di dalam.... Tidak apa-apa kan???" Tanya Vitto pada Rana masih dengan nada menggoda Vino.


"Ya, tidak apa... Vino juga pasti lelah dan butuh tidur dengan nyaman... "


Wajah Vino merah padamu menahan malu. Sementara Vitto tertawa terbahak-bahak. Rana melempar senyumnya dan Papa mereka juga smter

__ADS_1


__ADS_2