Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 274


__ADS_3

Reino membuka pagar rumah Arindah dan masuk begitu saja tanpa permisi. Dia mempercepat langkahnya. Dan di halaman depan itu ada mobil Arindah dan satu mobil lainnya, mobil mewah berwarna blue metalic, yang Reino tidak tahu milik siapa, tetapi dia tidak akan terlalu memikirkannya. Reino tetap masuk dan berjalan menuju pintu rumah itu.


Sampai di depan pintu, Reino juga kembali tidak mengucapkan permisi dan langsung membuka pintu itu. Membuat orang-orang yang ada di dalam langsung menengok ke belakang. Reino mendapati di rumah itu selain ada Arindah dan kedua orang tua nya, ada juga Vino, lelaki yang kemarin lusa dia lihat bersama Arindah dan Naufal.


"Kau lagi ada disini.... " Teriak Reino.


Arindah, orang tua nya dan juga Vino langsung berdiri ketika melihat Reino masuk ke dalam rumah dan berteriak. "Reino... Kenapa kau disini???" Tanya Arindah sambil melangkah mendekati Reino.


"Aku yang harusnya bertanya, kenapa dia ada disini???" Tanya Reino dengan suara meninggi.


"Ini rumah orang tua ku dan juga rumahku, jadi siapapun boleh datang kesini, dan kenapa kau masuk ke rumah orang tanpa permisi??? Mana etika mu???" Tanya Arindah setengah berteriak.


"Aku ingin bertemu dengan Naufal...!" Ucap Reino masih dengan suara meninggi.


Arindah membuang muka, mengernyit kemudian memanggil pengasuh Naufal, agar bisa membawa Naufal ke kamar. Pengasuh Naufal berlari dan menggendong Naufal sekaligus membawa mainan pemberian dari Vino. Kemarahan Reino semakin memuncak karena Naufal di bawa naik ke lantai dua. Reino ingin mengejar tetapi Vino dengan sigap menghalangi nya. "Setidaknya bersikaplah dengan sopan di rumah orang lain.. " Ucap Vino.


"Aku datang untuk menemui anakku, jadi bisakah kau tidak ikut campur, ini masalahku dengan keluarga ini, kau orang luar, jadi jangan ikut campur... "


"Tidak ada yang melarangmu menemui Naufal, tetapi jika sikapmu arogan seperti ini dan berteriak-teriak seperti di hutan, apa itu pantas??? Naufal masih kecil dan dia bisa mengikuti apa saja yang di lihat dan di dengar oleh nya... Jadi sebagai orang tua, kau harus menjaga sikapmu di depan Naufal... " Ucap Vino lagi.


"Diamlah...!" Teriak Reino.


Arindah menarik pergelangan tangan Vino. Vino pun memundurkan langkahnya. Arindah kembali berhadapan dengan Reino. "Ada apa kau kesini??? Masalah apa lagi yang ingin kau buat??? Apa tidak cukup kau mempermalukan ku lagi seperti kemarin lusa??? Kau harusnya bersyukur karena aku tidak melaporkan mu balik atas fitnah mu padaku dan Vino dan juga pencemaran nama baik, tetapi aku tidak ingin memperpanjang masalah denganmu, jadi aku mengurungkan niatku untuk melakukan itu... "

__ADS_1


"Aku datang untuk mengingatkanmu, jika kau masih tetap tidak mau kembali denganku dan tetap memilih untuk menikah dengan lelaki itu... !!" Reino menunjuk ke arah Vino. "Aku akan mengajukan hak asuh Naufal agar jatuh kepadaku, karena sebagai seorang ibu, kau tidak becus mengurusnya dan lebih mengutamakan nafsu mu menikah dengan laki-laki lain... "


Arindah membuang muka sambil mendengus kesal. Reino masih saja bersikap sama. "Oh ya ampun... Kenapa sikapmu selalu saja seperti ini???"


Reino terkekeh dan melempar senyum ejekan pada Arindah. "Berhentilah sok suci Arindah....! Aku tahu betapa busuknya dirimu sebenarnya, kau selalu menolak untuk kembali dengan ku selama ini, karena kau tidak mau kehilangan sumber uangmu kan??? Kau membungkus bejatnya dirimu itu dengan kepolosan dan title dokter mu, padahal kau sebenarnya adalah peIacuur yang cerdas dan mencari target para pria kaya hanya untuk menguasai uang mereka, iya kan????"


Plaaaakkkk......


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Reino, meninggalkan bekas memerah disana. Arindah benar-benar terlihat sangat marah sekali dengan Reino. Lelaki ini sangat keterlaluan, dan berani mengatakan hal buruk tentang dirinya. Hati Arindah benar-benar sakit sekali. "Hentikan omong kosongnya itu Reino..!!!! Kau keterlaluan sekali... " Seru Arindah.


Bukannya tersadar, Reino justru kembali tertawa. "Kenapa kau terlihat marah sekali????? Apa karena ucapanku itu benar? Bahwa kau selama ini menjual dirimu, untuk menghidupi keluargamu??? Kau menjual dirimu pada laki-laki kaya seperti laki-laki yang ada di belakangmu itu???"


"Reino....!!! Jagalah ucapanmu itu, tidak sepatutnya kau merendahkan ibu dari anakmu dengan ucapanmu...!" Sela Vino.


"Aku tidak merendahkannya, aku hanya berbicara sesuai fakta, kau terlihat seperti laki-laki cerdas tetapi kenapa kau mau dan mudah sekali di tipu oleh Arindah, tampilan dan wajahnya memang terlihat polos, tetapi dia adalah peIacur yang cerdik, dan kau masih ingin menikahi nya????"


Papa Arindah berdiri tepat di depan Reino dengan tatapan tajam, dipenuhi dengan emosi sehingga membuatnya langsung menarik kerahasiaan kemeja Reino. "Kau sudah melewati batas... Berani sekali kau mengatakan hal hina seperti itu kepada putriku????? Tutup mulutmu dan pergilah dari rumahku.. Kau sudah mempermalukan Arindah kemarin dan hampir membuatnya jatuh dalam masalah yang besar, aku sudah mencoba menahan kemarahanku ketika mendengar itu, dan sekarang kau berulah lagi dengan mengatakan hal buruk kepada putriku... Sebelum aku semakin emosi lebih baik pergilah dari rumahku, dan jangan coba berani mengancam keluargaku...!!!"


"Apa yang aku lakukan kemarin tdaklah salah, bagaimana bisa seorang perempuan berada di dalam kamar dengan laki-laki yang bukan suami nya??? Mereka berdua sudah sama-sama dewasa, jadi sudah pasti mereka melakukan sesuatu yang sangat di sukai oleh orang dewasa yaitu berhubungan badan... Siapa pun pasti akan berpikir seperti itu, jadi bagaimana aku bisa salah dalam mengartikan hal semacam itu???? Tidak ada ikatan apapun dan kedua nya berada di kamar, sudah pasti Arindah seperti seorang pelacuur.... "


Tiba-tiba saja sebuah dorongan keras mendarat di wajah Reino hingga membuat lelaki itu jatuh ke lantai. "Kurang ajar kau....!!!" Teriak Vino.


Vino duduk berjongkok menatap Reino dengan penuh kemarahan. Dan menarik kerahasiaan kemeja Reino. "Sekali lagi kau mengatakan hal buruk tentang Arindah, aku tidak akan segan-segan menghajar mulai bahkan membunuhmu... Jaga mulutmu itu, jangan kurang ajar dan merendahkan seorang perempuan, jika kau tidak tahu kebenarannya.... Lihatlah dirimu...!!! Kau harusnya sadar diri kenapa Arindah selalu menolak ajakanmu untuk kembali, itu karena sikapmu yang buruk seperti ini yang membuatnya enggan kembali lagi denganmu, sejauh aku mengenalnya, dia adalah perempuan yang baik dan sekalipun tidak pernah melakukan hal yang menyakiti orang lain.... Jadi camkan ucapanku baik-baik, jangan sampai aku mendengar sesuatu yang buruk lagi tentang Arindah dari mulutmu, atau kau akan berurusan denganku... " Ancam Vino lalu mendorong Reino ke belakang.

__ADS_1


"Memangnya kau siapa??? Berani mengancamku??? Kau belum terikat dengan Arindah, kau belum menjadi suami nya.. Lalu apa kau pikir, aku akan takut dengan ancaman mu??? Kau tidak memiliki hak apapun atas Arindah...!"


Vino yang tadi sudah berdiri lun kembali duduk berjongkok dan menatap Reino. "Aku calon suami nya, aku akan segera menikah dengannya, jadi sudah tanggung jawabku untuk menjaga nya dari orang yang berusaha menghancurkannya" Ancam Vino lagi.


"Baru calon suami nya, kau belum terikat apapun, dan sekarang kau sudah sok sekali, memangnya kapan kau akan menikahi nya??? Besok.?? Lusa??? Atau kapan??? Sampai kau berani sekali menyebut dirimu calon suaminya dan akan menikahi nya???"


Vino terdiam dan masih menatap Reino dan kembali tertawa mengejek. "Aku pikir aku dan Arindah nanti harus mengundangmu ke pernikahan kami, aku penasaran sekali bagaimana reaksimu ketika melihat kami menikah, dan Naufal akan memanggilku Papa... Aku penasaran dengan reaksi mu... Tunggu saja dalam seminggu ini undangan pernikahanku dengan Arindah akan di kirim ke rumahmu, aku akan menikahi Arindah 2 minggu lagi, jadi aku harap kau datang dan aku pastikan pesta pernikahanku dengan Arindah akan sangat meriah, uangku terlalu banyak, sayang sekali kalau tidak di gunakan untuk berfoya-foya merayakan pernikahanku dengan Arindah... Kau harus datang oke...??? Sekarang pergilah dari rumah ini...!!" Ucap Vino dengan penuh keyakinan sambil tersenyum mengejek ke arah Reino.


Reino berdiri dengan marah dan tanpa permisi, langsung pergi begitu saja. Sementara Arindah di buat terkejut dengan ucapan Vino pada Reino tentang pernikahan.


"Vin.... Kau berhasil membuatnya pergi, tetapi bagaimana jika jika menagih undangan itu, tidak mungkin kita membuat undangan palsu karena dia pasti akan marah jika mengetahui undangan itu palsu dan tidak ada pernikahan sebenarnya, dia pasti akan mengganggu ku lagi???" Tanya Arindah.


"Siapa yang bilang jika aku akan membuat undangan palsu???" Tanya Vino balik.


"Maksudmu???" Arindah heran.


"Kau hanya akan bisa membungkam Reino jika aku benar-benar melakukan apa yang aku katakan tadi..."


"Melakukan yang kau katakan tadi???? Kita menikah maksudmu??" Tanya Arindah.


Vino mengangguk. "Ya.... Kita menikah... Setelah itu kau akan benar-benar terbebas dari Reino, dan dia tidak akan berani mengganggu mu lagi.. Aku akan memastikan keamanan mu dan Naufal..." Jawab Vino dengan entengnya.


"Kita menikah?????" Tanya Arindah lagi.

__ADS_1


"Iya, tadi aku bilang seperti itu, kenapa kau bertanya lagi, kita akan menikah dua minggu lagi... " Ucap Vino meyakinkan.


Arindah terperanjat, karena berpikir itu mungkin hanyalah ancaman agar Reino pergi dan berhasil, tidak mungkin juga Vino akan menikahi nya.


__ADS_2