
"Hai Pa....!" Vitto menghampiri Papanya yang sedang mengobrol dengan Vino di halaman belakang.
Vitto terlihat sudah rapi dan siap untuk bepergian. Ya, dia akan menemui Rana di rumah Aditya. Tetapi Vitto tidak ingin Vino mengetahui kemana dia akan pergi. Vitto ingin sekali memberitahu Papanya mengenai yang terjadi kemarin tetapi masih belum ada waktu untuk berbicara berdua. Vitto akan menceritakannya nanti jika Vino sedang tidak bersama Papanya.
"Mau kemana???" Tanya Vino.
Vitto duduk. "Aku ada pemotretan untuk sebuah brand, kau tidak sedang akan pergi kan???"
"Tidak.... Memangnya kau akan pulang jam berapa???"
"Tidak tahu, mungkin malam, bagaimana dengan kondisi rumah???" Tanya Vitto.
"Aman, aku sudah memanggil penjaga sebanyak 4 orang disana, kamar juga terkunci..."
"Lalu kenapa kau tinggal disinj dan tidak pulang saja, biarkan Papa saja yang disini....!" Gerutu Vitto.
"Cihhh.....! Terserah aku lah...! Apa masalah mu??? Kau juga sering datang dan menginap dirumahku tanpa ijinku....!" Vino menimpali dengan tatapan mencela pada Vitto.
"Kau pandai sekali membalikkan keadaan.... Ban9ke....!!!" Vitto kemudian berdiri. "Aku harus berangkat takut terlambat, kau jaga Papa dengan baik....!"
"Pergilah, dan jangan lupa kembalikan gaun tidur itu pada pemiliknya....!" Ejek Vino yang lamgsung mendapat pelototan dari Vitto.
Vino tertawa dan tidak memperdulikan kekesalan kakaknya. Vitto berpamitan pada Papanya lalu pergi. Dia sudah berjanji pada Rana, dan dia harus segera kesana. Rana tadi mengatakan jika akan membuat kue bersama dengan Cahya. Vitto juga ingin merasakan kue itu, rasanya pasti sangatlah lezat karena Rana tidak pernah gagal dalam membuat kue. Vitto juga sudah sangat merindukannya, biasanya setiap hari bertemu dan kali ini mereka harus berpisah lagi.
__ADS_1
*****
"Well, sudah beres.... Elea sedang berada di luar dengan suaminya dan juga Gienka, mereka akan mampir nanti... Chitra juga akan segera kesini dengan Louis....!" Gumam Cahya pada Rana.
Senyuman Rana melebar. Dia merasa senang sekali akan bertemu dengan sahabat-sahabat Cahya, yang sepertinya adalah orang-orang yang baik. Rana tidak sabar bertemu dengan mereka lalu berkenalan. Ponselnya bergetar, sebuah pesan masuk. Rana mengambilnya dan ternyata itu pesan dari Vitto, sebuah voice note dari lelaki itu yang mengatakan jika saat ini sedang dalam perjalanan kesini.
"Vitto ya???" Tanya Cahya pada Rana.
"Iya, dia sedang dijalan menuju kesini....!" Jawab Rana.
"Wah bakal rame.... Hahaha oh iya bagaimana jika kita juga menyiapkan makan siang, kau belum lelah kan???"
Rana menggelengkan kepalanya, dia sangat siap sekali. Memasak dan berkutat di dapur sudah jadi rutinitasnya sehari-hari dan tidak pernah ada kata lelah untuknya karena itu hal yang sangat menyenangkan dan disukainya. Rana pun merapikan kue-kue yang tadi dibuatnya dengan Cahya, memindahkannya ke meja dapur disisi lain. Dan akan mulai menyiapkan lagi bahan untuk membuat makan siang.
Jason akhirnya sampai di rumah tempat dimana Vita saat ini tinggal. Jason meminta agar taksi yang ditumpanginya agar masuk ke halaman menuju ke depan garasi. Mendengar suara mobil datang, Vita bergegas membuka pintu dan keluar dari rumah. Senyumnya mengembang saat lelaki itu keluar dari taksi. Jason sangat tampan dan sangat Vita rindukan. Jason memakai celana jeans, jaket kulit hitam, Tshirt warna lutih dan kacamata hitam, membuat Vita benar-benar meleleh dibuatnya.
Vita berlari dan memeluk Jason mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali bertemu dengan laki-laki itu. Jason membalas pelukan Vita meskipun diam-diam dia mengernyit dan enggan untuk melakukannya. Sementara supir taksi mengeluarkan koper Jason dari bagasi Taksinya kemudian Jason membayarnya. Setelah taksi pergi, Vita bergegas mengajak Jason untuk masuk ke dalam rumah. Dia sudah menyiapkan makanan jntuk lelaki itu.
Di kejauhan, seseorang langsung mengambil beberapa gambar ketika taksi yang ditumpangi Jason masuk ke halaman rumah, juga saat Jason keluar dari taksi serta Vita yang menyambut Jason. Ya, dia memang ditugaskan Vitto untuk mengawasi seluruh gerak-gerik Vita selama 24 jam, bergantian dengan temannya yang satu lagi. Setiap gerak-gerik Vita dia harus memotretnya lalu melaporkannya pada Vitto. Dan dia juga sudah tahu ciri-ciri Jason dari foto yang pernah di tunjukkan oleh Vitto sebelumnya. Tdak salah lagi, laki-laki yang baru datang itu adalah Jason, selingkuhan dari Vita mamanya Vitto.
Kemarin dia mendapatkan teguran dan kemarahan dari Vitto karena sudah lalai, dimana kemarin dia tidak datang ke tempat ini untuk melaksanakan tugasnya dan tidak memberitahu Vitto jika dia ijin karena sedang tidak enak badan. Ternyata kemarin Vita pergi keluar rumah dan mendatangi rumah adik dari Vitto kemudian berulah dengan mengikuti Vitto sampai apartemennya. Sebuah kesalahan besar yang dilakukannya dan Vitto benar-benar marah sekali karena bosnya itu harus menanggung masalah besar akibat ulahnya. Dia berharap dengan menunjukkan ini, Vitto mau memaafkan keteledoran dan kesalahannya kemarin.
"Bagaimana kabarmu sayang????" Tanya Vita yang terus bergelendotan di lengan Jason tanoa mau melepasnya.
__ADS_1
"Seperti yang kau lihat sendiri, aku baik-baik saja tetapi sangat merindukanmu...!" Jawab Jason.
"Kau pasti lapar, makan dulu baru setelah itu mandi....!"
"Harusnya mandi dulu baru makan, tetapi tidak masalah, aku juga merindukan masakanmu....! Oh iya, rumah ini cukup bagus, seleramu memang selalu oke....!" Puji Jason.
"Iya tentu saja, aku yang memilihnya, dibelakang juga ada kolam renang, kau sangat menyukai jika kita bercinta di kolam renang, kita nanti harus melakukannya....!" Vita semakin mempererat pelukannya pada Jason.
"Woow.... Itu ide bagus...!"
Vita tersenyum manja dan mengecup bibir Jason, kemudian menyuruh laki-laki itu agar duduk dan dia akan menyiapkan makanannya.
****
Vitto menepikan mobilnya ketika dia mendapat pesan suara dari orang suruhannya yang dia tugasi untuk memantau Mamanya. Kemarin dia marah besar karena orang itu tidak memberitahunya jika dia tidak pergi ke tempat tinggal Mamanya ubtuk mengawasinya, sehingga kekacauan itu terjadi kemarin. Orang itu memberitahu jika dia mendapatkan foto terbaru dari Mamanya. Dan entah foto apa yang akan dikirim oleh orang itu padanya. Vitto memilih untuk menepikan mobilnya sebentar agar dia bisa melihat foto yang akan dikirim itu.
..."Sebuah taksi masuk ke halaman rumah bu Vita, dan seorang laki-laki keluar dari sana, bisa saya pastikan itu adalah Jason bos...!"...
Begitulah pesan yang dikirim oleh anak bjah Vitto kepada Vitto kemudian disusul dengan beberapa foto yang menunjukkan seseorang keluar dari taksi lalu berpelukan dengan sang Mama. Vitto memperhatikan dengan sangat baik dan membenarkan bahwa itu memang Jason. Laki-lami brengsek yang sudah menghancurkan keluarganya selama ini. Jason yang juga memiliki hubungan dengan Angel. Laki-laki itu dipenuhi dengan keburukan dan entah niat jahat apalagi yang sedang direncanakannya. Ternyata Mamanya tidak berubah, apa yang dikatakannya kemarin bahwa dia tidak ingin berpisah dengan Papanya adalah hal bullshit, karena sekarang justru Jason datang lalu menyambutnya dengan romantis. Mamanya sangat licik dan penuh kepalsuan, beruntungnya dia dan Vino tidak terpengaruh sama sekali dengan airmata buaya Mamanya kemarin. Mamanya masih sama dan tidak berubah.
"F*ck.....! Ternyata dia benar-benar berani datang kesini....!!! Dasar dua manusia serakah dan sama-sama brengs*k.....!" Gerutu Vitto.
"Akan aku pastikan bahwa hudup kalian akan hancur, benar-benar hancur setelah ini, kau tidak akan pernah mendapatkan apapun lagi dariku dan Vino Ma.... Kau benar-benar licik...! Aku tidak akan pernah memaafkanmu selamanya...." Gumam Vitto kesal.
__ADS_1