Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 171


__ADS_3

Rana dan Vitto duduk di kursi yang ada di tepi kolam renang. Rana mengajak Vitto mengobrol untuk menghibur laki-laki itu agar tidak berlaru-larut dalam kemarahannya. Dan sepertinya itu berpengaruh karena Vitto tampaknya mulai mengabaikan berita yang saat ini sedang dibahas oleh banyak orang. Sementara diam-diam Rana membaca komentar-komentar buruk yang di tujukan kepada Vino dan Vitto. Membacanya membuat Rana merasa kesal dan jengkel juga, karena orang-orang itu seolah hanya bisa melihat satu sisi saja tanpa melihat kebenaran yang ada. Sementara Vitto tidak berhenti mendapatkan pesan dan telepon dari nomor tidak di kenal, sementara beberapa pesan itu dari teman-teman Vitto yang mencoba menanyakan kebenaran berita itu, sisanya mengaku wartawan dan juga entah siapa dan pertanyaannya adalah sama. Vitto nengabaikan semua itu dan tadi sempat memerintahkan Mario untuk membelikan kartu perdana baru, Vitto akan mengganti nomor ponselnya sementara waktu. Mario masih belum kembali jadi Vitto menunggunya untuk beberapa saat.


"Vino video call...!" Ucap Vitto yang mengalihkan Rana dari lamunannya.


"Video call???" Tanya Rana mencoba memastikan lagi.


Vitto mengangguk. "Iya...!"


"Ya sudah angkat saja aku akan berpindah posisi...!" Ujar Rana kemudian turun dari kursi dan beralih duduk di depan Vitto yang sebelumnya di sampingnya. Vino sepertinya tidak akan curiga tentang keberadaan Vitto, mengingat saat ini Vitto duduk tepat di depan tembok berwarna putih.


Vitto tersenyum, dan ketika Rana sudah berpindah, dia pun mengangkat panggilan dari Vino. "Iya Vin....!"


"Keadaan semakin memburuk Vit, dari cctv aku bisa melihat semakin banyak wartawan yang berada di depan rumah.!"


"Mereka tidak akan menyerah...!" Ujar Vitto.


"Aku juga sama sekali tidak bisa keluar rumah.. Shiiittt....!"


"Tidak ada pilihan lain Vin, aku berpikir mungkin kita bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Mama, dan menjelaskan segalanya agar mereka tidak semakin menggila....!" Ucap Vitto mencoba memberi saran.


"Tidak perlu....!" Sahut Papa Vitto dan Vino yang ternyata duduk di sebelah Vino.


"Kenapa Pa???" Tanya Vitto heran.


Papa Vino dan Vitto itupun menjelaskan bahwa dia tidak ingin kedua putranya itu justru berbalik menyerang Mama mereka, karena itu akan semakin memperkeruh keadaan. Tidak elok juga harus membahas permasalahan keluarga di depan orang banyak apalagi mengenai sebuah hubungan keluarga dimana Vino dan Vitto adalah anak dari Vita. Akan semakin terlihat buruk juga jika saling menyerang, orang-orang akan semakin berpikir buruk tentang Vino dan juga Vitto.


"Sudahlah... Jangan khawatirkan apapun, persidangan perceraian akan terus berjalan, ada saatnya kita menunjukkan bukti itu di persidangan.. Diam itu emas, kebenaran pasti akan terungkap nantinya di persidangan...!" Ucap Papa Vino dan Vitto lagi.


"Tapi Pa, bukankah itu butih waktu berminggu-minggu, begini saja Vitto sudah harus mengalami penolakan dari sebuah brand, bagaimana jika Vitto dihapus dari Brand Ambassador produk lainnya...???" Tanya Vitto lagi.


"Kenapa kau khawatir untuk hal kecil seperti itu Vit??? Papa tahu itu pasti berat untukmu, tetapi sabar saja untuk saat ini, tidak perlu mengatakan apapun atau menjelaskan apapun, kita hanya perlu tahu apa sebenarnya yang diinginkan oleh Mama mu dengan melakukan hal ini...!"

__ADS_1


Vitto terdiam dan tampak memikirkan semua ucapan Papanya. Selalu saja Papanya memintanya dan Vino untuk tidak melakukan hal yang yang berkaitan dengan menyerang atau bermasalah dengan sang Mama. Papanya meminta agar tenang dan bersabar untuk sementara waktu ini dan membiarkan semuanya mengalir. Kebenaran pasti nanti akan terungkap di persidangan perceraian mereka. Ya, itu memang sudah pasti, dan Vitto sendiri juga sudah menyiapkan beberapa bukti mengenai Mamanya dan Jason, yang terakhir adalah foto saat Jason datang menemui Vita.


"Pa, tapi semuanya akan semakin memburuk dan apakah Papa pikir Mama akan mau berhenti melakukan kekonyolan ini???" Tanya Vitto lagi.


"Biarkan saja....! Yang jelas jangan sampai kau berkonflik di depan banyak orang dengan Mamamu, mengenai rekaman suaramu dan Mamamu di apartemen itu hanya suara saja, tapi tentu di apartemen itu ada rekaman cctv nya, suruh orang untuk meminta rekaman itu, dan kita akan membicarakan langkah selanjutnya nanti....!" Ujar Papa Vitto lagi.


"Baiklah Pa....!"


Ponsel pun beralih dipegang Vino saat ini. "Vit...! Saat ini aku sendiri masih heran dengan siapa yang merekam kejadian saat di depan kantor itu bukan rekaman cctv melainkan dari ponsel, siang nanti aku akan menyuruh seluruh staf tanpa terkecuali untuk datang ke kantor dan akan membahas mengenai rekaman itu, pasfi dari salah satu mereka yang sudab mengambilnya dan bagaimana bisa Mama mendapatkan rekaman itu, harus kita selidiki...!" Ucap Vino.


"Tapi hari ini hari sabtu Vin, semua kan sedang libur???"" Tanya Vitto.


Vino menggeleng. Dia tahu hari ini hari sabtu dan itu hari libur, tetapi dia tidak bisa diam seperti ini, dan harus segera mengecek segalanya. Sangat kurang ajar jika ada staf yang melakukan hal seperti ini kepadanya dan Vino tidak bisa memaafkannya. Vino akan keluar dari rumah lewat pjntu belakang dan akan ke kantornya dengan rencana yang sudah dia susun sejak tadi.


"Apa aku perlu kesana juga???" Tanya Vitto.


"Tidak perlu, kau publik figur, aku takut orang bisa mengenalimu, kau di rumah saja... Btw kau sekarang ada di rumahmu kan???" Tanya Vino.


"Kau ada di luar??? Bagaimana jika seseorang memberitahu keberadaan mu???"


"Tidak... Tempat ini cukup aman untukku, ada untungnya juga aku tidak berada di rumah...!"


"Baiklah kau hati-hati..!" Vino menutup panggilannya.


★★★★


Beberapa hari kemudian....


Situasi semakin memanas, karena Vita seperti seorang selebriti bari yang wajahnya setiap hari muncul di televisi dan di wawancarai berbagai pihak, dan selalu muncul dengan kesedihannya. Vitto dan Vino sendiri enggan untuk melihat televisi tetapi mereka tetap mengikuti apa saja yang sedang dilakukan Vita, dimana memang orang suruhan Vitto selalu mengikuti Vita kemana pun wanita itu pergi. Tidak lagi terlihat memang Jason yang keluar dari tempat tinggal mereka seperti sebelumnya, tetapi orang suruhan Vitto yakin bahwa Jason masih berada di dalam rumah itu.


Kekacauan itu tentuk berdampak besar bagi karir Vitto di entertaint, dimana 50% dari brand yang menjadikan Vitto sebagai Brand Ambasadornya memutuskan kontrak mereka dengan Vitto juga film yang sejujurnya akan tayang beberapa bulan ke depan juga terancam gagal. Mereka berpikir bahwa apa yang dilakukan Vitto sangat tidak baik dan tidak patut di contoh, bahkan mereka mengancam tidak akan lagi pernah bekerja sama dengan Vitto. Sayangnya Vitto smtidak terlalu mempermasalahkan hal itu, bahkan Vitto berbalik menyerang brand-brand itu bahwa dia juga sama sekali tidak tertarik untuk kembali lagi dengan mereka. Vitto langsung mengatakan hal itu kepada pihak mereka melalui managernya yang langsung menyambungkan itu pada Vitto. Dimana Vitto mengatakan jika masalah ini berakhir, para brand itu pasti akan menyesal sudah mengambil keputusan yang salah memilih memutus kontrak dengannya, bukan Vitto yang rugi tetapi mereka sendiri lah yang akan rugi. Itulah janji Vitto dan dia sama sekali tidak takut apapun.

__ADS_1


Hal yang sama juga terjadi pada Vino, dimana nilai saham perusahaan Vino juga mengalami penurunan hingga hampir 60%. Beberapa investor serta klien yang akan bekerja sama dengan perusahaan Vino membatalkan dan menarik investasi mereka dari perusahaan Vino. Rata-rata dari mereka adalah perusahaan yang sebelumhya belum mengetahui mengenai masalah yang dulu pernah melanda keluarga Vino Prakarsa. Vino sendiri sempat dibuat pusing oleh hal itu, tetapi Papanya terus berusahan untuk meyakinkan Vino agar tidak panik dan tetap menjalankan perusahaan seperti biasa. Setiap hari Vino juga harus di ousingkan dengan berbagai cara untuk menghindari wartawan yang masih saja mengejarnya. Bahkan Vino dan Papanya kemarin harus keluar rumah melalui pintu belakang di tengah malam, dan mereka pergi meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu dan tinggal di tempat yang tidak di ketahui oleh siapapun, dan itu atas saran dari Vitto.


Vino juga harus menggunakan mobil lain untuk aktifitas di kantornya dan juga harus masuk dan keluar dari pintu khusus di perusahaannya. Vino melarang Papanya dan juga Vitto untuk ke kantor, dan membiarkannya sendirian saja untuk mengurus kantor, Vitto dan Papanya bisa membantunya bekerja dari rumah.


Sebenarnya Vitto dan Vino juga sudah tahu alasan di balik semua ini, bahwa ternyata Mamanya sengaja merangkai kebohongan dan penjebakan ini hanya agar Vitto dan Vino menyerah dan menuruti keinginan Mamanya. Semua masalah ini hanyalah akal licik dari Mama mereka agar mereka berdua mau datang dan memohon untuk Mamanya mau berhenti mengatakan hal konyol tentang keluarga mereka di depan banyak orang. Dan tentu saja hal itu semakin membuat Vitto dan Vino enggan untuk menanggapi masalah ini terlalu jauh, bahkan mereka saat ini diam-diam sudah menyiapkan cara untuk membuat Mamanya bungkam, itu akan dilakukan mereka tanpa harus memberitahu Papa mereka juga tanpa menyerang secara langsung. Vitto dan Vino sudah mengumpulkan segalanya dan itu akan dilakukan beberapa hari ke depan secara perlahan, dan satu persatu. Vitto tentu akan memanfaatkan beberapa orang penggemarnya, meminta bantuan mereka untuk melakukan ini, dimana masih banyak dari mereka memberikan dukungannya pada Vitto.


Di tempat lain, Vita sedang menikmati wine bersama dengan Jason di tempat tinggal mereka. Kebahagiaan mereka beberapa hari ini sangat jelas sekali. Rencana Jason ternyata berhasil dan itu mengangkat nama Vita akhir-akhir ini, bahkan Vita juga bisa mendapatkan uang hasil mondar-mandirnya keliling wawancara di beberapa televisi. Itu sedikit cukup membuatnya dan Jason bisa mengadakan pesta kecil untuk mereka berdua. Dan saat ini Vita masih menunggu reaksi dan menunggu dihubungi oleh Vino dan Vitto, sayangnya sampai sekarang kedua putramya itu belum juga menghubunginya. Padahal Vita sudah mendapat banyak informasi jika saat ini perusahaan Vino sedang mengalami kegoncangan dengan hadirnya masalah ini. Bahkan setiap hari dia membaca ribuan komen yang menghujat Vitto, sayangnya Vitto memilih menghilangkan akunnya, tetapi itu sepertinya tidak berpengaruh dengan komentar orang di beberpaa akun yang membahas masalah ini. Karir Vitto saat ini juga sudah berantakan. Vita senanv sekali melihatnya, jika ini terus berlanjut, tentu Vitto dan Vino akan segera menghubunginya dan memintanya untuk berhenti melakukan ini dan membersihkan nama baik mereka. Vita hanya perlu menunggu itu.


###


"Maaf pak Aditya...!" Maysa masuk ke ruangan Aditya dan menyodorkan berkas kepata bos nya itu.


"Dewan direksi meminta agar diadakan meeting untuk membahas mengenai pembatalan kerja sama dengan Prakarsa Corporate...!" Ucap Maysa.


Aditya menatap Ariel yang saat ini duduk di depannya, kebetulan Ariel juga berada di kantornya saat ini. "Astaga....! Padahal sudah aku katakan bahwa itu tidak perlu di lakukan, tidak perlu ada pemutusan kerja sama, konyol sekali... Ya sudah atur saja nanti sore...!"


"Baik Pak...!" Maysa kemudian pergi meninggalkan ruangan Aditya.


"Aku tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi, parah sih sampai saham Prakarsa Corp turun sedrastis itu...!" Gumam Aditya.


"Media terlalu membesar-besarkan masalah ini, padahal ya ku pikir ini tidak seharusnya terjadi juga...!" Timpal Ariel.


"Itulah yang ku pikirkan juga..! Ya tetapi mungkin mereka tidak tahu mengenai apa yang sebenarnya terjadi, kalau kita ya santai saja karena kita tahu mana yang benar, aku hanya kasihan kepada Vitto dan Adiknya, bersusah payah Vino membesarkan perusahaan itu lagi dan sekarang malah menjadi seperti ini lagi..!"


"Nyonya Vita sangat konyol, setiap hari aku terus melihatnya muncul di media sosial dengan akting tangisan dan kesedihannya itu, aku rasa wanita itu berhak mendapatkan piala oscar pertamanya karena akting luar biasanya hahaha" Cela Ariel sambil tertawa.


"Kau benar...! Parah sih, Vitto sampai harus kehilangan beberapa kontrak kerjanya dengan beberapa brand, filmnya juga batal ditayangkan, semalam aku berbicara dengannya, dan dia menjelaskan segalanya, bahkan dia juga sempat bertanya padaku apakah aku akan memutus kerjasama dengan perusahaan Vino, tetapi tentu saja aku mengatakan tidak akan melakukan itu, karena aku yakin kebenaran pasti akan terungkap nantinya sehingga Vitto dan Vino bisa membersihkan nama baik mereka lagi...!" Ujar Aditya.


"Sama, Vitto juga sempat mengirimiku pesan dan bertanya hal yang sama, dan jawabanku juga sama denganmu Dit.! Ya aku bisa mengerti ke khawatirannya, mengingat kedua perusahaan kita sama-sama besar dan cukup berpengaruh pastilah ada ketakutan yang dirasakan Vitto dan Vino..!" Ariel menimpali lagi.


Aditya dan Ariel sebagai seorang teman dan juga rekanan bisnis bisa merasakan apa yang saat ini sedang di alami oleh keluarga Vitto. Terlbih lagi mereka tahu bahwa ini hanyalah sebuah kekonyolan yang dilakukan oleh Mama Vitto dan Vino yang tujuannya hanya untuk menarik simpati banyak orang. Padahal jelas ini adalah hal yang salah bahkan bisa membuat malu sendiri jika sampai kebohongan dan permainan Vita di bongkar oleh Vino dan Vitto. Aditya dan Ariel merasa kasihan kepada Vino dan Vitto, dan mereka hanya bisa memberi dukungan dan doa semoga masalah ini segera berakhir.

__ADS_1


__ADS_2