Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 32


__ADS_3

Rana membangunkan Vino yang masih tidur, hari sudah siang dan Rana sendiri sudah rapi dan siap untuk berangkat ke Bakerynya. Vino mengerjapkan matanya, dia ternyata tadi benar-benar tertidur, padahal dia tidak ada niat untuk tidur.


"Hai sayang...! Kau sudah rapi saja??? Hoamz....!" Tanya Vino sambil menguap.


"Iya...! Kau tidur nyenyak sekali....! Kau mau pulang atau ikut denganku???" Tanya Rana.


"Aku ikut saja...! Aku akan menghubungi supirku agar dia membawa barangku pulang dan bisa mengantar kita!"


Rana mengangguk kemudian menyuruh Vino agar mandi dan bersia. Sementara dia akan menyiapkan makan siang.


Setelah Rana keluar dari kamarnya, Vino kembali mengecek ponselnya dan dia tersenyum ketika mendapat kabar bahwa Jeany kecelakaan. Itulah hal yang dia harapkan, agar Jeany tidak lagi berulah untuk merusak semua rencananya. Membaca pesan itu tentu saja Vino langsung melaporkannya pada Angel. Semua sudah beres, kali ini tinggal menyiapkan pernikahannya saja dengan Rana, sebelum pengganggu yang satunya datang yaitu Vitto. Vino sendiri tidak bisa memastikan kapan saudaranya itu akan datang, dan dia kembali harus selalu bersiap untuk hal yang satu itu. Mengingat Vitto akan memulai lagi aktifitasnya sebagai seorang aktor untuk film terbarunya dalam waktu dekat. Sebenarnya Vino bisa saja menanyakan hal itu langsing pada Vitto atau manager Vitto sayangnya Vino enggan berurusan dengan mereka, dan itu hanya akan membuang waktunya saja.


"Sore nanti Ve akan menjemputmu dan membawamu ke designer langganannya, kau bisa memilih design untuk baju pernikahanmu...!"Ujar Vino sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Baju pernikahan??? Ku rasa tidak perlu, tidak ada yang akan hadir juga kan???"


"Ya tetap saja kau harus terlihat cantik, kau pilih saja yang mana kesukaanmu, kalau ada yang sudah cocok langsung bawa pulang saja...!"


"Iya deh.... Aku ikut saja...! Gimana makanannya enak???" Tanya Rana.


"Masakanmu mana ada yang tidak enak...! Aku sangat menyukainya...!" Puji Vino. Memang untuk soal masakan Rana, Vino mengacungi jempol, Rana memang ahli dalam hal itu.

__ADS_1


Vino pun mencoba mengambil hati Rana, jika nanti mereka sudah menikah, Vino akan membuat restoran dan akan memperbesar usaha bakery Rana. Sehingga Rana bisa memfokuskan passionnya dibidang kuliner. Mendengar itu Rana senang, dan Vino sebenarnya tidak perlu melakukan itu karena dia sudah memiliki tabungan untuk memperbesar usaha bakerynya.


Vino tersenyum dan berkata bahwa nanti dia tetap akan membantu usaha Rana sebagai tanggung jawabnya karena Rana nanti akan menjadi istrinya. Tetapi tentu saja Vino tidak akan melakukan itu, setelah menjadi suami Rana dia tentu akan berfokus untuk menghancurkan kehidupan Rana secara perlahan, dan itu akan membuat hatinya merasa senang.


★★★★


Sore tiba, Veronica datang ke bakery Rana dan akan mengajak Rana untuk pergi ke butik milik temannya. Veronica akan membawa Rana untuk memilih baju pengantin yang diinginkannya. Rana akhirnya pergi dengan Veronica.


"Ve...! Tadi pagi terjadi masalah di rumahku...!"


Veronica yang fokus mengemudi langsung menoleh ke arah Rana yang duduk disebelahnya. "Masalah??? Masalah apa??" Tanya Veronica pura-pura tidak tahu.


"Jeany, dia mengatakan padaku bahwa dia menuduhmu dan Vino memiliki hubungan khusus bukan hubungan sepupu, dan kalian juga melakukan photoshoot bersama!"


"Itulah Ve... Aku sendiri tidak tahu kenapa Jeany bisa mengatakan hal itu tentang kalian...! Dan Vino menunjukkan padaku bahwa Jeany mengiriminya pesan, Jeany ternyata menyukai Vino dan dia mengirimi Vino pesan menjelek-jelekkanku, aku sangat kecewa sekali....!"


"Mejelekkanmu??? Kenapa bisa???" Tanya Veronica lagi dengan ekpresi terkejut.


Rana kemudian menceritakan semua yang terjadi pagi tadi. Jeany yang tidak mau berhenti untuk mengatakan hal buruk tentang Vino dan Veronica. Jeany juga mengatakan bahwa keduanya sudah berbohong hingga Jeany juga mendatangkan seorang laki-laki yang dia katakan sebagai temannya. Jeany mengatakan bahwa laki-laki itu adalah saksi kuncinya tapi sayangnya laki-laki itu justru mengatakan hal yang berbeda dari ucapan Jenay.


"Ya ku rasa Vino benar, bahwa Jeany melakukan hal itu pasti untuk memisahkan kalian berdua....! Kau tahu kan Ran jika orang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan? Salah satunya itu, Jeany ingin mendapatkan Vino darimu, untungnya Vino tidak tergiur sama sekali dan tetap memilihmu.... Lalu apa yang kau lakukan setelah itu???"

__ADS_1


"Aku kecewa dengan Jeany, jadi aku mengakhiri hubungan persahabatan kami...! Aku sampai sekarang tidak menyangka jika dia melakukan hal itu padaku....!!" Ujar Rana dengan sedih.


Veronica menoleh ke Rana dan menyentuh pundaknya untuk menenangkan perempuan itu. Tetapi dalam hatinya, Veronica tersenyum menyeringai mengungkapkan kebahagiaannya karena usahanya dan Vino akhirnya berhasil. Langkah pembalasan mereka berdua semakin dekat lagi. Dia semakin tidak sabar untuk melihat penderitaan Rana nantinya. Sudah banyak sekali hal ang dia dan Vino persiapkan, mereka verdua yakin bahwa itu akan menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan sekali bisa melihat tangisan Rana meskipun hal itu tidak akan pernah bisa mengembaliman Vania lagi tetapi setidaknya Rana bisa merasakan penderitaan yang dulu dialami oleh Vania.


Hingga akhirnya mereka sampai di butik itu. Veronica memperkenalkan Rana kepada pemiliknya, karena itu milik sahabatnya, sebelumnya tentu dia sudah mewanti-wanti sahabatnya agar jangan memanggil namanya Angel tetapi Veronica ketika ada Rana. Dan pemilik butik itu mengiyakan serta tidak banyak bertanya.


Ada banyak sekali gaun pengantin yang cantik dan elegan. Veronica menyuruh Rana agar memilih gaun mana yang diinginkannya, dibantu oleh pemilik butik itu. Memilih gaun yang sudah jadi adalah pilihan yang tepat untuk pernikahan yang mendadak itu. Dan nanti Rana bisa mencobanya setelah itu pemilik butik itu akan menyesuaikan ukurannya dengan tubuh Rana.


Ada banyak gaun lebar dan gaun pernikahan yang simple. Rana pun memilih untuk memakai gaun berwarna putih itu, bukan gaun lebar yang dia pilih. Gaun itu sangat cantik dengan payet serta belahan dada rendah.


"Wow Rana... Kau memilih gaun yang pas sekali, gaun ini cantik, simple tetapi sangat elegan...!" Puji Veronica.


Rana tersenyum " Aku akan mencobanya...!" Ujar Rana kemudian.


Tak lama, Rana pun keluar dari ruang ganti dengan memakai gaun pilihannya itu. Rana terlihat cantik, dan senyum bahagianya tersungging di bibirnya. Veronica pun kembali memuji Rana.


Setelah Rana memakai gaun itu, designer pun mencoba mengukur tubuh Rana untuk mengecilkan beberapa bagian dari gaun itu agar pas ditubuh Rana.


Sementara itu kecelakaan yang dialami oleh Jeany sangatlah parah. Jeany mengalami patah tulang dan cidera kepala yang parah sekali. Saat ini Jeany sudah ditangani dirumah sakit. Mobil Jeany hancur dan tidak berbentuk lagi. Dokter sedang berusaha untuk menyelamatkan Jeany diruang operasi.


"Jika operasi ini sudah selesai, kita harus membawa Jeany untuk berobat di Singapura, dan mendapatkan perawatan terbaik disana...!" Ucap Papa Jeany kepada istrinya.

__ADS_1


Mama Jeany menyeka airmatanya. "Iya, terserah papa saja...! Kondisi putri kita begitu parah... Aku sangat mengkhawatirkannya...!"


__ADS_2