Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 128


__ADS_3

Rana mengambil buah-buahan yang diinginkannya, seperti delima yang menjadi faforitnya, juga apel, pisang, stroberi dan lainnya, semua diambilnya. Bahkan Rana mengambil 5 buah Delima yang cukup besar.


"Anda mengambilnya banyak sekali???" Tanya Tania seraya tersenyum pada Rana.


Rana terkekeh. "Aku sangat menyukainya, baik itu aku peras buahnya atau langsung aku makan...!"


"Kakak saya dulu ketika hamil juga mengkonsumsi banyak buah delima, katanya bisa mengurangi resiko cacat bayi...!"


"Benarkah??? Aku tidak tahu itu, tetapi dari dulu aku memang suka dengan buah ini...!"


Tania tersenyum, kemudian melirik ke sekeliling, melihat-lihat buah yang lainnya. "Disana ada semangka dan Melon, apa anda ingin membelinya???" Tanya Tania pada Rana menunjuk ke arah tumpukkan buah semangka yang menggoda.


"Ya, aku juga menginginkannya, kau saja tolong ambilkan, aku ingin mengambil buah anggur di ujung sana...!" Ucap Rana.


"Baiklah akan saya ambilkan...!" Kata Tania dan pergilah dia kesana, sementara Rana berjalan menuju anggur yang berada di ujung diikuti oleh Mario yang mendorong trollinya.


Tania memukul-mukul semangka yang di pegangnya untuk memastikan bahwa semangka itu sudah tua dan tidak berwarna putih. Hingga tidak sengaja sikutnya menyenggol seseorang membuat orang itu memekik. "auuuuwww.....!!!"


Tania menoleh dan hendak meminta maaf tetapi mulutnya terbuka ketika mendapati seorang perempuan cantik yang wajahnya tidak asing lagi baginya. Ini pertama kalinya dia melihat langsung perempuan ini tetapi dia langsung bisa mengenalinya karena Vitto pernah menunjukkan foto perempuan ini padanya. Siapa lagi jika bukan Angel kekasih dari Vino. "Astaga... dia ada disini...!" Gumam Tania dalam hati tetapi dia langsung tersadar.


"Ah maaf maaf, saya tidak sengaja, sekali lagi saya minta maaf..!" Ucap Tania dengan cepat.


"It's okay...!" Suara Angel terdengar ketus.


Tania mencoba tersenyum sambil menundukkan kepalanya dan diam-diam melirik ke arah Rana yang sedang memilih anggur di ujung bersama dengan Mario. Sangat gawat sekali jika sampai Angel bertemu dengan Rana, dia harus bisa segera membawa Rana pergi sebelum Angel menyadarinya. Tania mengucap maaf sekali lagi kemudian mengatakan permisi pada Angel dan menjauh dengan segera.

__ADS_1


"Mario....!!" Tania memghubungi Mario via telepon.


"Ya...!" Jawab lelaki bertubuh besar itu.


"Gawat, ada nona Angel disini, jangan sampai dia melihat nona Rana, bawa nona Rana ke mobil segera, tinggalkan belanjaannya dan aku akan mengurusnya disini... Cepat...!"


"Kau ada dimana?"


"Aku ada di selatan, bawa nona Rana menjauh dari arah selatan, karena ada nona Angel...!"


"Oke... Oke...!"


Mario melepaskan pegangannya pada gagang troli dan mendekati Rana kemudian berbisik. "Maaf nona Rana, kita harus segera pergi dari sini, saya akan mengantar anda ke mobil, biarkan Tania yang mengurus belanjaannya...!"


"Saya akan jelaskan nanti, setidaknya menurutlah dengan saya, atau tuan Vitto akan memecat saya dan Tania...!"


Seolah mengerti ada sesuatu yang salah, Rana tidak banyak bertanya lagi dan langsung menuruti permintaan Mario. Dikawal Mario, Rana pun mencari jalan dari sisi lain untuk keluar dari supermarket. Mario ataupun Tania pasti melihat keberadaan Vino disini, itu sebabnya mereka memintanya agar segera pergi dari tempat ini.


Rana dan Mario akhirnya berhasil keluar dari supermarket, bergegas mereka menuju tempat parkir. Mario membuka pintu mobil dan menyuruh Rana masuk kemudian tidak perlu keluar dengan alasan apapun. Mario juga meminta supir agar menyusul Tania membantuembawa dan mengyrus belanjaan di dalam supermarket sementara dia akan menjaga Rana disini.


"Mario... Tetapi aku belum membeli sayuran...!" Protes Rana.


"Anda list saja sayuran apa yang harus di beli dan kirim ke Tania biar dia yang membelinya nanti..!"


Rana mendengus kesal. Dia keluar untuk belanja pertama kalinya dan baru menikmatinya sebentar, malah seperti ini. Ini sangat menyebalkan tetapi tidak ada pilihan lain untuknya. Ini konsekuensi yang harus ditanggungnya. Tetapi Rana tahu ini untuk kebaikannya juga.

__ADS_1


Mario berdiri di luar mobil menjaga Rana sambil menghubungi Tania agar lekas menyelesaikan belanjanya.


"Astaga.... Kartunya kan aku bawa... Nanti bagaimana Tania membayar tagihan belanjaan sebanyak itu????" Gumam Rana.


Dia pun mengetuk kaca mobil dan Mario menoleh, Rana menurunkan sedikit kaca di pintu mobil. "Aku lupa, kartu kredit milik Vitto ada disini, nanti bagaimana Tania membayar seluruh belanjaan itu??" Tanya Rana.


"Tidak perlu khawatir nona, biar Tania meminjami anda dulu untuk membayarnya, nanti anda bisa mengembalikannya saat sudah pulang...!"


Rana tersenyum. "Ah iya, kalian kemarin baru saja gajian, jadi ku rasa cukup untuk membayar belanjaan itu, oke...!"


Mario membalas senyum Rana, menganggukkan kepalanya kemudian dia mekinta Rana agar menutup lagi kaca mobilnya sementara dia akan menghubungi Tania untuk hal pembayaran belanjaan.


Rana menyandarkan kepalanya di jok mobil. Ada perasaan kesal dihatinya, suasana hati yang awalnya bahagia pun berubah menjadi sangat menyebalkan sekali. Rana mengambil ponselnya dan membuka aplikasi permainan yang sering dimainkannya ketika merasa sedang bosan sekali.


****


Angel keluar membawa sekantung belanjaan, dan dia langsung menuju area parkir. Dia harus segera menemui Vino, sebentar lagi sudah jam makan siang, laki-laki itu pasti akan menunggunya dan menyuruhnya segera datang. Menyebalkan sebenarnya tetapi Angel harus terus berpura-pura bersikap baik.


Belum juga sampai di parkiran, ponsel Angel berbunyi, sudah dipastikan itu adalah Vino. Angel terus berjalan menuju mobilnya sambil merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya. Angel mendapatkan ponselnya tetapi tidak langsung mengangkatnya karena dia akan mengangkatnya di dalam mobilnya saja yang terletak tidak jauh lagi. Diluar panas.


Saat hendak sampai ke mobilnya, langkah Angel terhentid ketika dia melihat seorang laki-laki bertubuh besar berdiri di samping mobilnya. "Ditengah panas seperti ini, kenapa ada orang bodoh yang berdiri disitu???" Gumam Angel tetapi kemudian dia terus mendekat ke mobilnya.


Saat sudah dekat, laki-laki itu terlihat terkejut melihat Angel tetapi diam saja, sementara Angel menatapnya dari atas sampai bawah. Angel merasa kesal karena lelaki itu terus saja menatapnya dengan ekspresi datar, membuatnya kesal. Karena ponselnya tidak mau berhenti berdering, Angel pun mengangkatnya dengan wajah kesal. "Ya, Vino sayang, aku baru saja keluar dari supermarket dan akan menuju kesana, tunggu aku 30 menit lagi oke???" Ujar Angel.


Di dalam mobil, Rana mendengar suara yang sangat dikenalnya yang ada di luar. Rana yang sedang sibuk dengan ponselnya pun langsung mengalihkan pandangannya ke depan, dan dia langsung dikejutkan dengan keberadaan Angel yang berdiri memandangi Mario. "Ya Tuhan, itu kan Angel???" Gumam Rana.

__ADS_1


__ADS_2