Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 339


__ADS_3

Di tengah malam, Arindah terlonjak dan terbangun dari tidurnya. Dia sedikit terkejut dan melihat ke arah jam dinding. Jam itu sudah menunjukkan lebih dari jam dua belas malam. Arindah mencoba mengingat sesuatu, dan tadi dia sedang menunggu Vino di ruang ganti tetapi dia malah ketiduran karena merasa lelah sekali. Pekerjaannya di rumah sakit sangat banyak dan dia juga harus melakukan dua operasi caesar sehingga sangat menguras tenaga dan pikirannya, hanya beristirahat sebentar. Itulah kenapa tadi di sofa dia langsung terlelap saat menunggu Vino selesai mandi.


Arindah melihat ke arah kanan, ternyata Naufal masih tertidur, akan tetapi tidak mendapati keberadaan Vino. Arindah memutar pandangannya dan menemukan Vino sedang duduk di kursi kerja nya menatap laptopnya. Lelaki itu sepertinya belum tidur. Arindah mengernyit karena di jam seperti ini, suami nya masih sibuk bekerja, tetapi kemudian Arindah tersenyum. Menyadari bahwa Vino mungkin hari ini di sibukkan dengan hal lain sehingga pekerjaannya tidak bisa dia selesaikan tadi dan membuatnya harus begadang untuk mengerjakannya sekarang.


Arindah beranjak dari tempat tidur, dan berjalan menghoiri Vino. Dia memeluk lelaki itu dari belakang dan mendaratkan kecupan manis di pipi Vino. "Kau sedang apa??? Kenapa belum tidur??? Ini sudah jam berapa???" Tanya Arindah.


Vino menoleh dan tersenyum. "Ini jam berapa??? Kenapa kau malah bangun, bukannya beristirahat...???"


"Aku terbangun karena tadi aku ketiduran di ruang ganti, dan saat bangun aku sudah ada di tempat tidur... Kau yang membawaku ya??? Maaf, aku menunggumu mandi sampai ketiduran, mungkin karena aku sangat lelah sekali..."


Vino tersenyum dan menghela Arindah dalam pelukannya lalu mendudukkan istrinya menyamping di atas paha nya. "Aku tahu kau sangat lelah, itulah kenapa aku tidak tega membangunkanmu.. "


"Kau bangunkan juga tidak apa... Kau sedang mengerjakan apa???? Kenapa belum juga tidur???" Tanya Arindah.


"Ini baru selesai... Dan aku akan menyusulmu tidur, tetapi kau malah bangun... "


Arindah tersenyum. "Jika ada seorang istri bangun tengah malam, artinya dia ingin menawarkan sesuatu kepada suaminya..."


Vino mengernyit. "Menawarkan sesuatu??? Menawarkan apa???" Tanya Vino bingung.


Arindah berdiri dan duduk kembali di paha Vino, mengatur lagi posisi nya sehingga dia duduk berhadapan dengan Vino. "Istri yang baik adalah istri yang menawarkan dirinya pada suaminya, tanpa perlu menunggu suaminya menginginkannya, ataupun dia meminta pada suaminya, tetapi menawarkan diri secara sukarela... Kau mau tidak??? Kalau tidak mau, aku akan kembali tidur, jika mau aku akan menunggu mu di ruang biasa....!!"


Vino tersenyum malu sambil menepuk keningnya. "Astaga... Ku pikir menawarkan apa...??? Kalau kau menginginkannya tentu saja aku akan memberikannya.. "


Arindah menggelengkan nya. "Aku tidak meminta, aku menawarkan nya padamu... Ada perbedaan jauh antara meminta dan menawarkan... Jika meminta itu seperti pengemis, tetapi jika menawarkan itu seperti seorang penjual yang menawarkan barang jualannya... Beda arti... Dan aku menawarkan diriku, bayarannya hanyalah dirimu... "


Vino terkekeh dan memegang kedua kepala Arindah. Mengecup lembut bibir istrinya. "Oke... Aku mengerti... Sorry sorry.... Aku tidak akan salah mengartikannya lagi.... Kau menawarkan dirimu pada suami mu, bagaimana bisa suamimu akan menolaknya. . Istriku sangat cantik, tubuhnya sangat indah dan luar biasa, dan selalu memberikan pelayanan yang luar biasa pada suaminya, tentu sebagai suaminya aku tidak akan pernah bisa menolaknya.. Aktifitas yang menyenangkan dan memuaskan harus selalu di lakukan setiap harinya...." Vino memegang kedua payu'dara Arindah, mereemasnya dan mengecupnya bergantian. "Aku akan menyimpan data ku dulu dan mematikan laptopku, tunggu aku di ruang biasa... " Ucap Vino dan mendaratkan kecupan di bibir Arindah.


"Baiklah... Aku akan menunggumu... Jangan lam-lama, nanti aku bisa tertidur lagi... " Arindah beranjak dan mengedipkan sebelah matanya dengan nakal.


Vino hanya bisa senyum-senyum melihat bagaimana cara istrinya menggoda nya. Nakal sekaligus menggemaskan. Sayang sekali mereka sudah menikah sekitar satu minggu, tetapi belum pernah bercinta di tempat tidur, kecuali saat di hotel. Karena dia dan Arindah tidak mau mengganggu tidur pulas Naufal. Selain itu, saat berciinta, mereka berdua sama-sama Iiar sehingga sudah pasti akan menimbulkan banyak gerakan dan Vino sangat menyukai suara desahaan Arindah, sehingga hal itu tentu bisa mengganggu tidur Naufal. Dan besok kamar akan mulai di renovasi sehingga Naufal nanti bisa lebih cepat tidur di kamarnya sendiri.


Vino menyimpan file pekerjaannya dan mematikan laptopnya. Hasratnya sudah mulai naik saat Arindah tadi menawarkan diri kepadanya. Benar-benar sangat luar biasa bercinta dengan istri sendiri, kepuasan yang di dapat jauh berbeda dengan du saat dia bercinta dengan Angel. Kepuasan hanya 50% dan juga mendapat kesenangan saja, sedangkan setelah bercinta dengan Arindah, Vino mendapatkan 100% kepuasan, mendapat kebahagiaan karena hal itu adalah sebuah kewajiban, kesenangan dan tentu juga adalah sebuah ibadah.


Vino masuk ke ruang ganti nya, dan tersenyum mendapati Arindah berdiri di depan cermin, tetapi di lantai ada b'ra dan juga ceIana daIam milik Arindah. Meskipun masih memakai gaun tidur, Vino tahu jika istrinya itu baru saja melepaskan pakaian daIamnya tanpa melepaskan gaun tidurnya. Vino menutup pintu dan berjalan menghampiri Arindah. Dia langsung memeluk istrinya itu dari belakang, dan kedua tangannya menangkap dia gundukkan kenyaI di dada Arindah yang hanya di lapisi oleh gaun tidur suteera berwarna cokelat muda. Vino mencium leher Arindah dan berbisik di telinga perempuan itu. "Aku menawarkan si kembar yang begitu kenyaI ini kepadaku, dan sekarang tentu sudah jadi milikku jadi kau tidak boleh memprotes nya jika aku melakukan apapun terhadap barang yang sudah jadi milikku.. Dan istriku yang luar biasa ini seperti nya benar-benar sudah siap untukku..." Bisik Vino dengan suara napas tersenggal menahan gejoIak hasratnya.


"Aku sudah ingin menawarkannya sejak tadi, tapi kau mandi lama sekali, dan aku tidak bisa menahan kantukku, jadi akhirnya aku tertidur..."


Vino mendesak kan tubuhnya lagi dan menciumi leher Arindah. "Jika tadi kau tidak tidur, aku pasti tidak akan menyelesaikan pekerjaanku, karena aku sibuk menggauIi istriku dan setelah itu aku akan tidur dengan pulas, kemudian pekerjaanku terbengkalai dan besok di kantor akan semakin menumpuk... Aku akan mengutamakan bercinta dengan istriku daripada pekerjaanku, meskipun endingnya merepotkan, tapi tidak masalah..." Ucap Vino.


"Aku akan terus menggodamu sehingga kau lupa yang lainnya, dan hanya fokus terhadapku..."

__ADS_1


Vino terkekeh. "Boleh saja... Dan jika kau sudah memutuskan itu, maka aku juga harus memutuskan sesuatu untukmu... Kau harus siap 24jam jika aku menginginkanmu, dimana pun itu, tetapi tentu aku tidak egois, aku tidak akan meminta nya ketika kau sedang sibuk bekerja mengurus pasien mu... Kau bisa tenang..." Vino kembali mendaratkan kecupan-kecupan di leher Arindah dan pipi serta bibirnya. Tangannya juga tidak berhenti mereemas payu*dara Arindah membuat perempuan itu menggeliat.


"Hmmmm..... Oke bisa di terima.... Aku akan siap kapan pun jika suamiku menginginkanku... Dan begitu juga denganku, jika aku menawarkan diriku padamu, kau harus menuruti nya, kapanpun dan dimana pun itu, tapi tenang aku tidak akan menawarkan diri jika kau sedang meeting dengan klien atau staf mu... "


Vino tertawa dan semakin mempererat pelukannya, semakin gemas dengan kenakalan Arindah. "Hmmmm... Oke bisa di Terima... Aku akan siap kapan pun jika istriku menawarkan dirinya... " Vino menirukan jawaban Arindah tadi dan mereka berdua tertawa.


"Aku sudah jadi milikmu, jadi kau bisa melakukan apapun yang jadi milikmu, hanya saja kau harus memperlakukan nya dengan baik sehingga selain puas memilikiku dan melayaniku, aku juga puas dengan pelayanan mu.. "


"Tentu saja.... Dan aku sudah pernah bilang padamu saat malam pengantin kita, jika kau mengatakan siap menyerahkan dirimu padaku, maka aku akan membuatmu tidak bisa lepas dariku... Dan sekarang kau bisa membuktikan sendiri kan bahwa kau selalu menginginkanku karena ketagihan, dan aku selalu bisa memuaskanmu...!!" Vino kembali mengecup pipi Arindah.


"Karpetnya baru saja di ganti.. " Bisik Arindah sambil menunjuk ke arah karpet bulu berwarna abu-abu yang memang sepertinya baru di ganti oleh pelayan.Karena sebelumnya karpetnya berwarna putih.


Vino melihat ke arah bawah dan karpetnya memang di ganti. "Kau ingin kita bermain di lantai???" Tanya Vino.


"Ya....!!" Jawab Arindah.


"Baiklah... Sesuai permintaan tuan putriku yang cantik... Beberapa hari ke depan, kita akan mencoba bercinta di ranjang kita, jika kamar Naufal sudah beres...." Vino membalikkan badan Arindah, kembali memeluknya dan mencium bibirnya dengan begitu agresiif. Arindah juga membalas ciuman itu.


Dengan hati-hati Vino mendorong Arindah ke belakang sambil memegangi nya, sampai akhirnya Arindah berbaring di atas karpet bulu yang lembut itu. Vino kembali mencium bibir Arindah, lidahnya menelusup masuk dan bermain dengan lidah Arindah yang hangat. Selain lidah, jemari Vino juga menaikkan gaun tidur Arindah, dan menelusup masuk ked alam gaun itu, meraih pay*dara Arindah, dan mereemas nya dengan gemas, membuat Arindah menggeliat kenikmatan.


Vino melepaskan ciumannya dan beralih turun mencium leher Arindah, turun lagi mengusap-isapkan wajahnya di dada Arindah yang kenyal. Arindah menggeliat dengan napas tersenggal, sementara Vino mengangkat gaun istrinya itu sampai di atas pay*dara nya, sehingga dia gundukan kenyal itu terpampang jelas di depan wajahnya.


"Sangat Indah... Seperti nama mu... Ini milikku.. " Ucap Vino dan Vino kembali menenggelamkan wajahnya di dada Arindah, setelah itu dia membuka mulutnya dan menyesap putiing sebelah kiri milik istrinya. Arindah semakin menggeliat dan mengerrang. Vino menyesapnya seperti anak kecil yang sedang menyuusu pada Ibu nya. Jemari Vino mereemas pay*dara Arindah sebelah kanan, tidak membiarkan pay*dara itu di anggurkan.


Arindah kemudian membalikkan badannya membelakangi Vino, dan lelaki itu beralih menjiIati punggungnya, mengangkat lagi gaun tidurnya ke atas. Kedua lengan Vino juga melingkar di dada Arindah, dan menekan-nekan buahdada Arindah. Sementara Arindah berusaha mengangkat gaun tidurnya ke atas dan melepaskannya. Arindah kemudian melemparnya begitu saja. Kini dia tidak lagi mengenakan apapun.


.


Vino membalikkan lagi badan Arindah dan mereka sekarang berhadapan. Vino mencium dan meIumat bibir istrinya lagi dan lagi, lalu turun mengecup ke dagu, leher, pay*dara, turun ke perut dan kali ini turun ke bagian vag'ina milik Arindah.


Vino tersenyum ketika Arindah menekuk kedua lurutnya, serta membuka kedua paha nya. Mendapat ijin, Vino pun menenggelamkan wajahnya di wilayah v istrinya. Kali ini Vino menggunakan lidahnya untuk bermain di kIitoris istrinya itu. MenjiIati nya naik turun, dan juga menelusup masuk ke Iubang kenikmatan milik Arindah.


"Ohhhh...... Shiiittt..... Jangan berhenti, please please please....!" Suara Arindah tersenggal dan dia menekan kuat kepala Vino agar lelaki itu tidak melepaskan lidahnya. Vino terus bermain di bawah sana dan Arindah terus menggeliat, hingga beberapa saat kemudian tubuh Arindah menegang dan dia menekan kepala Vino lalu mengerang panjang menikmati orgaasme nya.


Vino mengangkat wajahnya mendongak ke atas dan melempar senyumnya yang begitu tampan saat melihat wajah Arindah yang terengah menikmati puncak kenikmatannya. Vino merangkak ke atas sambil menciumi perut hingga dada Arindah lalu mengecup bibir istrinya lagi. Dia memeluk perempuan itu laku menggulingkan tubuh nya dan kali ini bergantian Arindah yang berada di atasnya.


"Giliran kau yang bekerja sayang... " Titah Vino pada Arindah.


Arindah menganggukkan kepala nya, dan dia mencium bibir suaminya dengan sangat agresiif, sambil membuka kancing baju tidur laki itu. Ciuman Arindah pun beralih ke leher, dada, perut Vino. Arindah tersenyum nakal dan perlahan menurunkan ceIana tidur Vino berserta ceIana daIamnya. Baru di turunkan sedikit, pe'nis Vino langsung berdiri tegak, menandakan bahwa sejak tadi sudah ingin terlepas dari sangkarnya. Arindah pun menurunkan ceIana itu secara perlahan hingga akhirnya Vino tidak lagi mengenakan apapun selain atasan baju tidur yang hanya kancingnya di buka.


Arindah memegang pe'nis Vino, dan mendongak menatap lelaki itu. "Ini milikku, dan seterusnya hanya akan menjadi milikku... " Ucapnya dengan suara bernada sensuaI.

__ADS_1


Vino pun tersenyum. "Itu memang hanya milikmu, jadi kau bisa melakukan apapun padanya yang bisa membuatmu senang.."


Arindah menjiIati milik Vino itu dari pangkal hingga ke atas. Detik itu juga Vino mengerraang. "Ohhhh...!"


Arindah membuka mulutnya dan mulai menguIum pe'nis suaminya itu, lalu jemarinya juga bergerak naik turun mengusap dan memencet milik Vino.


"Ohhhh f*ck.......!!!!! Oh gosh.....!!" Ucap Vino sambil mengangkat kepala nya dan memegang rambut Arindah dan menutupi wajah perempuan itu, karena Vino ingin melihat ekspresi istrinya ketika bermain dengan pe'nisnya. Mulut Arindah terus bergerak naik dan turun begitu juga dengan jemari nya, senang mendapati suara Vino yang seperti sangat menikmatinya. Vino menekan-nekan kepala istrinya. "Ohhhh shiiittt.... Yes baby.... Ohhh okay... Good Girl... Ohhh " Racau nya lagi, dan Arindah sesekali menatap ke arahnya sambil tersenyum.


Cukup lama Arindah bermain dengan milik Vino, sampai akhirnya lelaki itu memintanya untuk berhenti. Arindah pun berhenti dan merangkak naik ke atas tubuh Vino. Arindah memegang milik Vino, dan mengarahkannya ke vaa'gina nya, berusaha untuk menenggelamkannya, sedangkan mulut Vino berusaha menguIum buah da'da Arindah.


"Aaahhhhh....!!!" Dessah keduanya bersamaan saat milik mereka menyatu. Arindah memeluk Vino, dan menenggelamkan wajahnya di leher lelaki itu. Dan Vino mulai bergerak naik turun, dengan ritme pelan.


"Emmmm.... Ahhhhhh ohhhh....." Racau Arindah dan dia mengangkat kepala nya untuk mencium bibir Vino.


Vino membalas ciuman itu dan dia bergerak dengan ritme yang semakin cepat. "Kau suka sa... yang....??? Ahhh... " Tanya Vino dengan suara da. napas tersenggal.


"Hmmmm...... Ya.... Ohhhhhhh..... Please please please....... Jangan berhenti, astaagaaa...... Ohhhhhh..... "


Vino mengangkat punggungnya dan memegang pay*dara Arindah lalu mengisap dan menguIumnya lagi sambil terus bergerak.


"Ahh ya ampun Vin....... Nikmaaat sayang... Ohhhh shiiittt..... Ahhhhh... "


Vino terus bergerak sangat cepat hingga akhirnya tubuh istrinya menegang dan juga mengerang panjang menandakan Arindah mencapai lagi puncaknya untuk kedua kali. Napas Arindah tereengah.


"Kita berbaring miring sayang... Kita lakukan menyamping, kau suka gaya ini kan???" Tanya Vino.


Arindah mengangguk lalu melepaskan diri dan mengatur posisinya hal yang sama juga di lakukan oleh Vino. Mereka berbaring menyamping dengan Arindah membelakangi Vino. "Angkat sebelah kaki mu sayang!!! " Perintah Vino. Arindah melakukannya.


Vino pun menggunakan lengannya untuk bantal Arindah dan sebelah tangannya lagi memegang pe'nis nya dan menggerakkannya ke atas dan ke bawah sebelum akhirnya memasukkannya ke Iubang kenikmatan milik istrinya. "Aaahhhhh... " Dessah kedua nya.


"Bergerak memutar!!" Pintar Vino lagi.


Dengan napas tersenggal dan suara yang juga tersenggal karena kenikmatan. Arindah pun menggerakkan pingguI nya memutar sambil mendesah. Mereka berdua berciuman, kemudian Vino bergantian bergerak dengan ritme cepat seraya jemarinya memainkan kIitoris Arindah. Hal itu membuat percintaan mereka semakin terasa luar biasa nikmat.


Vino menggenggam jemari Arindah dengan tangan kirinya yang juga di gunakan sebagai bantal oleh Arindah. Sedangkan kali ini jemari Vino sebelah kanan beralih ke pay*dara Arindah. Vino terus bergerak dengan ritme cepat, hingga bunyi sentuhan dari kulit mereka berdua terdengar keras, semakin menambah sensasi panas yang mendera keduanya. Baik Arindah dan juga Vino tidak berhenti mendesaah, mengerrang hingga setengah berteriak karena rasa dan sensasi nya begitu luat biasa nikmat.


setelah puas dengan posisi itu, tanpa perintah Vino, Arindah berganti posisi duduk di atas Vino tanpa melepaskan milik mereka. Arindah membelakangi Vino, dan duduk mengaangkang. Vino pun mengerti dan mulai bergerak naik turun, tidak lagi pelan tetapi langsung bergerak dengan ritme sangat cepat hingga suara sentuhan kulit mereka begitu keras seperti suara tepuk tangan dengan di iringi desaahan kedua nya. "Astaaaggggaaa.... Ya ampun...... Ohhhh ya... Hmmmpppttt......... "


Kepala Vino mulai pening, menandakan bahwa dia akan mencapai puncaknya. "Menghadapi ke aku sayang.... Kita raih puncak itu bersamaan.. Oke???" Perintah Vino lagi pada Arindah dan dia berhenti bergerak. Arindah pun memutar tubuhnya secara perlahan masih tanpa melepaskan milik Vino dari nya.


Arindah menghadapi ke arah Vino dan suaminya itu kembali bergerak dengan cepat. Jemari kedua nya saling bertautan dan terus mendesaah nikmat. Hingga akhirnya Vino sudah tidak bisa lagi menahan dirinya, begitu juga dengan Arindah. Tubuh mereka menegang dan akhirnya mengeeraang panjang sebagian tanda melepaskan puncak kenikmatan diri masing-nasing. Arindah langsung terkulai lemas di atas tubuh Vino dengan napas yang tersenggal beradu dengan napas Vino.

__ADS_1


"Oh... Shiiitt... Ini luar biasa sayang.... Terima kasih... " Ucap Vino sambil mengecup pipi Arindah dan memeluk istrinya yang masih ada di atasnya.


"Terima kasih juga karena selalu memberikan hal yang luar biasa ini.... " Ujar Arindah. Mereka berdua masih di posisi sama sambil mengatur napas masing-masing sebelum nanti kembali ke kamar dan beristirahat.


__ADS_2