Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 215


__ADS_3

Vitto mengetuk pintu kamar Rana kemudian masuk setelah di ijinkan. Aditya sudah berpamitan pergi sekitar beberapa jam yang lalu. Jeany dan Cahya masih berada disini, bahkan Kyra dan Kyros juga tadi di antar oleh Ibunya Cahya kesini. Kedua bocah itu tengah asyik bermain di lantai.


"Titip Rana ya Ca, Jean??? Aku harus ke rumah Vino sekarang, jika tidak dia akan terus mengganggu ku...! Aku akan usahakan kembali lebih cepat...!"


"Hati-hati, dan bilang pada Vino jangan sampai dia juga menyertakan video yang ada di kamar hotel itu, kau juga sudah janji bahwa kau akan menghilangkan video itu setelah Vino melihatnya...!" Ujar Rana.


Vitto tersenyum. "Ya, aku jika tidak.mungkin membiarkannta mneyertakan video itu, oke aku pergi dulu...! Hai Ky hai Ra..." Vitto menghampiri Kyra dan Kyros kemudian duduk berjongkok mentap kedua bocah itu yang sedang melempar senyum ke arahnya.


"Hai Uncle Vitto...!" Ucap Kyros.


"Uncle harus pergi sebentar, kalian bermainlah disini dan awasi aunty Rana agar tidak jalan-jalan karena perutnya sedang sakit, marahi dia jika dia nakal, oke???"


"Oke...!" Jawab Kyros dan Kyra bersamaan.


"Good boy... Good Girl...!" Vitto mencium kening kedua bocah itu kemudian melakukan tos dengan tangan mereka. Vitto kemudian pergi meninggalkan kamar Rana.


Sampai di garasi, Vitto memanggil Mario dan meminta Mario mengikuti nya di belakang dengan mobil yang dia belikan untuk Rana, sementara membiarkan Tania yang berjaga di rumah ini. Vitto sudah mempersiapkan sesuatu untuk berjaga-jaga, itulah kenapa dia mengajak Mario.


"Bagaimana dengan Mama nya Angel dan juga Jason Ran?? Jika nanti Angel sudah di atasi oleh Vino???" Tanya Jeany tiba-tiba.

__ADS_1


Rana menggelengkan kepala nya. "Aku sendiri pernah menanyakan itu pada Vitto Jean, tetapi Vitto pun tidak tahu, karena Jason dan juga Mama nya Angel berada di luar negeri dan Om Andri masih mencoba menemukan keberadaan mereka sekarang.!" Jawab Rana.


"Ada ratusan negara di dunia ini, bagaimana akan menemukan mereka???" Gumam Jeany.


"Sebenarnya mengenai tempat tinggal Jason dan juga Mama nya Vitto serta Vino yaitu tante Vita, mereka sudah mengetahui nya, sayangnya tante Vita masih disini dan belum kembali ke luar negeri, jika saja dia kembali, tentu akan mudah menangkap Jason!"


"Tetapi kan jika Angel sudah tertangkap tentu polisi akan memaksa Angel membuka mulut mengatakan dimana keberadaan Jason dan Mama nya...!" Cahya menimpali.


"Kelicikan keluarga itu sudah mendarah daging Ca, mereka bisa saja melindungi satu sama lain, orang seperti mereka pasti sudah memikirkan konsekuensi yang akan terjadi nantinya, bisa saja mereka sudah bersiap..!" Ujar Jeany.


"Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi, satu yang pasti kita hanya perlu berharap bahwa mereka bertiga bisa segera di tangkap bersamaan, sehingga keluarga Prakarsa bisa mendapat keadilan atas segala yang sudah terjadi pada mereka.." Gumam Cahya.


★★★


Mobil Vitto memasuki halaman rumah Vino. Dia keluar dari mobil dan langsung masuk kesana. Ternyata Vino sudah duduk di ruang tamu bersama Papa nya, mereka sudah menunggu nya karena tadi Vitto sudah memberi mtahu jika dia sudah di jalan untuk ke rumah ini.


"Katakan padaku rencana apa yang sudah kau susun untuk menangani Angel???" Tanya Vitto.


"Berikan flashdisk itu...!" Pinta Vino.

__ADS_1


"Katakan dulu rencana mu baru aku akan memberikannya padamu...!"


Vino menatap tajam Vitto, tetapi kemudian dia menjelaskan segala rencana nya untuk mempermalukan Angel sekaligus megungkapkan segala kebohongan Angel selama ini di depan banyak orang saat acara pertunangan mereka nanti. Dia sudah melakukan shoot untung video dokumenter mengenai perjalanan cinta nya dengan Angel selama ini, membuat potongan-potongan video tentang itu kemarin. Dan nanti nha dia akan menyambungkannya denga foto dan video yang selama ini di dapatkan oleh Vitto. Dengan itu Angel akan sangaat terkejut, begitu juga dengan tamu undangan yang akan hadir.


Vitto diam dan mendengarkan seksama rencana adiknya. Penjelasan Vino sama dengan yang di katakan oleh Edward pagi tadi. Vitto mengakui bahwa itu ide yang sangat bagus, karena dengan itu orang-orang juga akan tahu siapa sebenarnya Angel.


"Kau bisa melakukan itu Vin, tetapi bukan untuk video yang ada di dalam hotel, biarkan itu menjadi rahasia kita bukan untuk di konsumsi oleh orang lain, kau bisa mempermalukan Angel dengan engkhianatan yang di lakukannya, tidak untuk video pribadi nya dengan pak Sony" Ucap Vitto.


Vino tersenyum. "Tentu saja tidak Vit, aku mengerti sekali maksudmu, mengenai video di dalam kamar hotel itu tentu aku tidak akan menyertakannya, aku hanya akan mengambil video cctv di lift dan lorong hotel saja sampai mereka masuk, tidak termasuk apa yang mereka lakukan di dalam, seburuk apapun yang sudah Angel lakukan kepadaku dan keluarga kita, aku tetap memiliki hati dan perasaan untuk menghormati harga diri seorang perempuan apalagi aku sudah menghabiskan waktuku untuk mencintainya selama bertahun-tahun, dan itu tulus walaupun dia hanya mempermainkanku...!"


Vitto tersenyum. "Baguslah jika kau sudah mengerti itu, ambil ini...!" Vitto menyerahkan flashdisk miliknya kepada Vino. "Vin, berhati-hatilah, jangan sampai Angel tahu tentang semua ini dan rencana mu, walaupun lima hari itu singkat, tetapi setiap yang kau lakukan kau harus berhati-hati, kita sudah terlalu lama menunggu ini, jangan sampai semua berakhir dan mengecewakan..!"


Vino menganggukkan kepala nya. "Aku sangat mengerti sekali..! Thanks kau sudah banyak melakukan hal untuk menyelamatkanku dari Angel, jika bukan karena bantuanmu, aku pasti tidak akan menyadari segala nya karena aku terlalu mencintai nya...!"


Sekesal apapun dia terhadap Vitto tetapi kakaknya itu memang telah membantu nya dalam masalah ini. Tidak bisa di pungkiri bahwa Vitto sangat perhatian dan sangat peduli pada nya. Saat ini dia tidak bisa bertanya tentang keberadaan Rana pada Kakaknya itu karena Papa nya sedang bersama mereka. Jika dia membahas hal itu, Papa nya pasti akan melarangnya untuk tidak terlalu mengganggu Rana. Jadi Vino memutuskan untuk sekarang tidak membahas itu dengan Vitto.


Setelah mengobrol dengan Vino dan Papa nya, Vitto pun langsung berpamitan untuk pulang. Dia tidak bisa berlama-lama disini karena ada urusan yang harus di kerjakannya. Vitto kemudian pergi meninggalkan rumah Vino untuk segera kembali ke rumah Rana.


"Pa.. Vino juga harus pergi, Vino harus ke kantor Edward dan mengambil File nya, dia tadi mengabari bahwa proses editinya sudah selesai, aku harus segera menemui nya...!" Ucap Vino pada Papa nya.

__ADS_1


Vino masuk ke dalam mobilnya dan keluar dari gerbang tinggi rumahnya. Dia tidak sedang ingin menemui Edward tetapi dia tentu saja ingin membuntuti Vitto, berharap dia bisa tahu kemana Vitto pergi, karena bisa jadi kakaknya itu akan menemui Rana. Vino tidak bisa diam saja dan terus memaksa Vitto, karena Kakak nya itu pasti tidak akan pernah mau memberitahu itu. Jadi lebih baik dia mengikuti Vitto sekarang.


__ADS_2