
"Sayang...!" Panggil Vitto pada Rana yang saat ini sedang duduk di depan meja rias melepas hiasan di rambutnya.
"Ya..???" Jawab Rana.
"Aku ke kamar utama dulu ya?? Aku ingin mengambil pakaian disana, gerah kalau harus memakai kemeja, aku ingin ganti pakaian saja...!"
"Baiklah.. Tapi jika kamar itu sudah di rapikan, jangan di acak-acak, tidak enak dengan dekorator yang sudah menghiasnya. Hehehe...!"
Vitto tertawa. "Ya masa aku harus mengacak-acaknya sendiri, nanti malam kita harus mengacak-acaknya kamar itu bersama-sama supaya lebih seru...! Bagaimana???" Vitto mengedipkan matanya dengan nakal pada Rana.
"Kau ini... Sudah sana ambil pakaianmu.. Tapi sebenarnya kau bisa memakai jubah mandi saja, di kamar mandi seperti nya ada..!"
Vitto tersenyum genit, mendekati Rana. "Memakai jubah mandi??? Supaya lebih gampang ya???"
Rana mengernyit. "Lebih gampang??? Lebih gampang apanya???" Tanya nya bingung.
Vitto terus tersenyum berganti-ganti, dan tiba-tiba saja dia menarik Rana ke dalam pelukannya. Rana memekik, tetapi dengan cepat Vitto membekap mulutnya. "Lebih gampang apa ya??? Lebih gampang jika kau ingin bermain dan menggodaku..! Seperti ini misalnya." Vitto tiba-tiba menggerakkan tuubuh Rana ke tuubuhnya.
"Kenapa??" Tanya Rana bingung.
Vitto tertawa. "Ah aku lupa... Kau masih memakai gaun, jadi kau tidak bisa merasakan kalau di bawah sini ada yang tegang...!" Vitto meraih pergelangan tangan Rana dan mengarahkannya agar menyentuh miliknya. "Dia sedikit tegang setiap dekat denganmu..!"
Rana tertawa dan memukul bahu Vitto. "Kau ini... Paling bisa cari kesempatan...! Sudah sana pergi ambil bajumu..!"
Vitto menggelengkan kepala nya. "Bagaimana kalau kita mulai saja malam pertama nya??? Tidak ada siapapun disini, Mua nya juga akan kesini satu jam lagi, kita bisa manfaatkan itu untuk bermain sebentar...!"
"Vitto... Kau ini...!"
"Hahaha aku hanya bercanda sayang, di luar banyak orang, aku takut mereka mendengar dessah*nmu, kalau kita bermain dan kau menahan suaramu kan tidak seru, karena aku sangat menyukai suaramu yang s*ksi itu ketika kau merasakan kenikmatan karena perbuatanku..!" Vitto kembali mengedipkan matanya menggoda.
Wajah Rana memerah, dan refleks memukul bahu Vitto. "Berhentilah bercanda... Ambil pakaianmu, dan juga pakaianku, kita ke belakang, aku ingin lihat persiapannya...!"
__ADS_1
"Pakaian yang mana?? Kau membawa banyak pakaian..!"
"Ada dress hijau di bagian atas, ambil yang itu saja..!"
"Oke..!" Vitto mendaratkan kecupan di dahi Rana lalu pergi keluar kamar.
Rana kembali duduk di depan meja rias, melepas antingnya. Dia benar-benar bahagia sekali. Menyandang status baru dan juga memulai kehidupan yang baru bersama lelaki yang sangat dia cintai. Vitto luar biasa, tampan baik dan sangat mencintai nya, membuat Rana ingin selalu bersyukur kepada Tuhan yang sudah mengirimkan Vitto di saat yang tepat.
****
Vito sudah mengganti pakaiannya dan membawa pakaian milik Rana yang tadi sudah di minta oleh perempuan itu. Gaun pendek berwarna hijau. Vitto masuk ke kamar, dan Rana duduk di depan meja rias, sibuk menyisir rambutnya yang sudah di gerai. "Sayang, ini pakaianmu... Kau ganti dulu, aku akan ke belakang, nanti kau menyusul saja disana, atau kalau kau lelah kau bisa istirahat saja disini..!" Ucap Vitto.
Rana meletakkan sisir yang di pegangnya, berdiri dan menghampiri Vitto mengambil pakaian miliknya. "Thanks.. Kau ke belakang, aku akan menyusul nanti... Aku bisa beristirahat disana..!"
"Oke..!" Vitto mengusap kepala Rana lembut lalu meninggalkan istrinya.
***
Vino dengan santainya masuk ke dalam membawa ransel berisi barang-barangnya. Dia memasuki area villa. Villa itu terlihat sangat cantik. Yang Vino ketahuilah ini adalah villa milik Aditya Sahasya, yang tidak lain adalah rekanan bisnisnya sekaligus teman dekat Vitto.
"Tania...!" Panggil Mario pada Tania yang ada di sebelahnya.
"Ya..!" Jawab Tania.
"Lihat itu, tuan Vino... Untuk apa dia datang kesini, undangan kan jam 4 sore, ini masih jam 2.. Masuklah dan beritahu tuan Vitto.." Titah Mario pada Tania.
"Iya itu memang tuan Vino, aku akan masuk dan memberitahu tuan Vitto..! Hentikan dia, jangan sampai masuk sebelum mendapat ijin tuan Vitto.." Tania kemudian masuk ke dalam Villa.
Tania berjalan cepat dan hendak menuju kamar yang di gunakan Vitto dan Rana beristirahat. Tetapi ternyata Tania melihat Vitto sedang berjalan ke arah belakang villa. Tania lekas menghampiri Vitto dan memberitahu jika di luar ada Vino yang datang.
"Dia ada disini???" tanya Vitto tidak percaya.
__ADS_1
"Iya tuan..!" jawab Tania.
"Untuk apa dia kesini? Ya sudah tunggu disini, jika Rana keluar dari kamar, suruh dia masuk lagi, katakan jika aku melarangnya keluar sampai aku lbali menemui nya nanti, aku akan ke depan.. " Ujar Vitto.
"Baik tuan, saya akan berjaga disini.."
Vitto meninggalkan Tania dan lekas menuju ke depan. Vitto bingung, kenapa Vino ada disini dan jika berniat datang, kenapa harus sekarang. Dimana jelas tertulis bahwa acara akan di lakukan jam 4 sore.
Vino berjalan menuju pintu, dan dia terhenti ketika mmihat Mario berdiri di depannya. Mario menyapa. "Selamat siang Tuan Vino, ini masih jam dua, acara di mulai pukul empat..!"
Vino tersenyum. "Aku tahu...!"
"Jika anda sudah tahu, kenapa datang sekarang?? Tempat masih di persiapkan jadi lebih baik anda datang nanti saja jam empat sore..!"
Vino tersenyum sinis. "Kenapa aku harus selalu bertemu denganmu, kau ini menyebalkan sekali.. "
"Tugas saat menjaga nona Rana, jadi dimana ada nona Rana, disitulah saya akan ada, seharusnya anda mengerti itu..!"
"Oke terserah apa katamu saja, yang jelas aku ingin masuk dan beristirahat..." Vino terlihat mulai jengkel dengan Mario.
"Istirahat?? Ini bukan tempat untukmu beristirahat..!" Sahut Vitto dari dalam. Lelaki itu berjalan menghampiri Mario dan Vino yang ada di luar pintu. "Undangan jam empat, masih ada 2 jam lagi, lebih baik kau pergi..!" Ucap Vitto dengan nada yang tidak bersahabat, mengarahkan ke sikap ketus.
"Oh Hai pengantin baru...!" Ejek Vino. "Sorry aku baru datang, dan tidak menghadiri acara akad nikah mu... Oh iya dimana kamarku??? Aku ingin beristirahat, ku dengar kau menyiapkan kamar untuk seluruh tamu undangan, jadi aku sekarang ingin beristirahat sebelum acara jam 4 nanti...!"
"Kau bisa pergi ke Grand Gold Hotel jika ingin beristirahat, bukan disini.. Semua tamu ada disana."
"Grand Gold Hotel??? Tidak tidak... Aku akan tinggal disini saja, malas jika harus ke hotel itu, lagipula aku sudah sampai disini, jadi biarkan aku tinggal disini, Papa juga ada disini kan???" Tanya Vino lagi.
"Aku bilang semua tamu undangan ada di hotel, bukan disini, jika kau ingin istirahat, pergi saja ke hotel, jika tidak memiliki uang untuk ke hotel, Mario akan mengantarmu..!"
"Tidak...! Aku bilang aku tidak mau istirahat di hotel, aku ingin istirahat disini, pemandangannya sepertinya lebih bagus, aku tinggal disini saja ya??? Aku tidak apa tidur di sofa jika disini tidak ada kamar untukku... Apapun alasannya aku akan tetap tinggal disini..." Vino memaksa dan mengabaikan ucapan Vitto. Dia langsung menyingkirkan tubuh Mario dan melenggang masuk ke dalam Villa dengan santainya. Hal itu tentu saja membuat Vitto marah.
__ADS_1