Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 175


__ADS_3

Vitto sudah sampai di rumah Jeany. Dia di persilahkan masuk oleh Art keluarga Jeany dan dengan sopan menyalami kedua orang tua Jeany yang menyambutnya di ruang tamu. "Bagaimana keadaan Jeany om??" Tanya Vitto.


"Dia sudah semakin membaik, terima kasih kau dan Papamu sudah memberikan pelayanan rumah sakit yang paling terbaik, sehingga Jeany pulih lebih awal...!"


Vitto tersenyum. "Jangan berlebihan memuji Om, adikku sudah melakukan kesalahan yang begitu besar dan aku serta Papa harus menanggung semua kesalahannya, baik pada Rana ataupun Jeany... Oh iya, boleh aku bertemu Jeany???"


"Tentu saja, kami akan mengantarmu, Rana juga sedang bersamanya...!"


Mama Jeany mengantar Vitto ke kamar Jeany, dan Rana terlihat sedang duduk dan mengobrol bersama Jeany yang terbaring. Vitto menghampiri keduana, sedangkan Mama Jeany meninggalkan mereka bertiga.


"Hai Jean... Bagaimana kabarmu???" Tanya Vitto..


"Aku baik... Terima kasih sudah datang kesini menjengukku... Eh tapi sepertinya tujuanmu bukan untuk menjengukku melainkan menjemput Rana...! Iya kan???"


Vitto terkekeh. "Keduanya benar....! Hahaha senang sekali kau sudah bisa kembali dan kodisimu semakin membaik...!"


"Aku ingin sekali cepat sembuh, aku sudah terlalu lama terbaring dan meninggalkan semua aktifitasku juga restoranku... Sedih dan kesal sekali rasanya...!"

__ADS_1


"Jika kau berfikir positif dan keinginan sembuhmu besar kau juga pasti akan mendapat kesembuhan lebih cepat...!"


"Amin...! Duduklah...!" Pinta Jeany.


Vitto menarik kursi yang ada di depan meja rias Jeany dan duduk di sebelah Rana. Mereka kemudian mengobrol.


★★★★


Angel ternyata sudah sampai di rumah Vino dan menunggu laki-laki itu sampai. Vino memintana untuk datang ke rumah saja dan membahas kelanjutan persiapan pernikahan mereka. Selama permasalahan terjadi kemarin, Vino dan Angel memilih untuk tidak bertemu lebih dulu, mengingat Vino sedang enggan berurusan dengan wartawan jika dia keluar dari rumah. Itulah kenapa Vino meminta pada Angel agar tidak bertemu lebih dulu. Kali ini permasalahan sudah mulai membaik dan Angel datang kesini karena di minta Vino.


Angel sendiri sebenarnya juga ikut pusing mengenai apa yang saat ini terjadi pada Jason dan Vita. Dia sama sekali tidak menyangka jika ada foto yang tersebar saat Jason memeluk Vita di depan temoat tinggal mereka saat ini. Angel sendiri mencoba mengulik hal itu dari Vino, sayangnya Vino tidak banyak mengatakan mengenai hal itu. Vino hanya memberitahunya bahwa dia tidak tahu menahu soal foto itu dan juga terkejut saat itu muncul di media. Itu juga adalah bukti bahwa segala tuduhan yang sedang di mainkan oleh Mamanya adalah fitnah, dimana pun kejahatan tidak akan bisa menang melawan kebenaran. Lambat laun semuanya akan terbuka dengan sendirinya. Itulah yang di katakan Vino kepadanya. Setelah mendengar itu, ada sedikit ketakutan yang di rasakan oleh Angel, membuatnya berpikir untuk segera mengakhiri semua ini dan menyelesaikan misi terakhirnya untuk mendapatkan uang dari Vino setelah itu bisa pergi meninggalkan lelaki itu sebelum semua kejahatannya terbongkar.


Mobil Vino memasuki halaman rumahnya, dan penjaga bergegas membantu Papa Vino dengan mengambil kursi roda yang ada di bagasi mobil. Vino teraenyum ketika melihat mobil Angel sudah terparkir disini. Dia lekas membawa Papanya masuk ke dalam rumah. Melihat kedatangan Vino dan Papanya, Angel yang duduk di ruang tamu langsung berdiri dan menyapa sopan Papa Vino.


Meskipun tidak menyukai Angel dan sudah mengetahui segala kejahatan perempuan itu, Papa Vino membalas sapaannya lalu meminta agar Vino membawanya ke kamar dulu. Dia ingin beristirahat sebelum nanti mandi. Vino pun meminta Angel agar menunggu sebentar karena dia akan membawa Papanya ke kamar lalu akan kembali ke ruang tamu lagi.


Setelah beberapa menit, akhirnya Vino kembali dan menemui Angel. Kemudian mengajak kekasihnya itu untuk mengobrol di halaman belakang saja. Angel pun berdir dari sofa dan pergi ke halaman belankang bersama dengan Vino.

__ADS_1


Mereka memilih duduk di kursi kayu yang melingkar yang ada di tepian kolam renang. Vino menggenggam kedua jemari Angel, menciumnya lembut untuk mengungkapkan kerinduannya pada perempuan yang sangat dicintainya itu. "Persiapan pernikahan kita sempat terganggu, aku minta maaf untuk hal itu ya???" Ucap Vino.


"Tidak masalah... Aku mengerti dengan apa yang sedang terjadi di keluargamu, aku senang kau dan Vitto bisa melewati dan membuktikan bahwa kalian tidaklah bersalah... Lagipula kita masih memiliki banyak waktu untuk melanjutkan semua persiapannya...!" Ujar Angel.


"Kau benar.... Jadi sudah sampai mana persiapannya???" Tanya Vino.


Angel menghela napasnya dan tersenyum. "Kau kemarin melihatku ada di Restoran Titans, aku ada disana untuk melihat ballroom yang biasa di gunakan untuk pernikahan dan aku juga melihat bagian outdoor yang juga sering digunakan untuk pesta, itu sangat bagus sekali, aku juga mendapat informasi dari mereka bahwa mereka juga memiliki hotel yang ada di pulau dewata yang menyediakan tempat pesta di pinggir pantai, itu juga tidak kalah menarik, bagaimana jika kita mengadakan pesta dua kali, disana dan disini???"


Angel kembali tersenyum dan melanjutkan lagi ucapannya. "Eh maksudku, disana kita mengadakan untjk teman dan sahabat kita serta keliarga, private party, tetapi yang disini untuk rekanan bisnismu, kau pastj memiliki banyak sekali rekanan bisnis, tidak mungkin jika kau tidak mengundang mereka juga kan??? Bagaimana???" Tanya Angel lagi.


Vino terdiam dan tampak berpikir. Mengadakan pesta pernikahan dua kali, itu terdengar berlebihan tetapi dia pernah mendapati teman-temannya melakukan itu juga bahkan ada yang sampai tiga kali juga. Rekanan bisnisnya memang banyak sekali baik yang ada disini juga yang ada di luar pulau juga luar negeri. Private party di adakan di tepian pantai, seperti yang pernah diinginkannya dan mengundang rekanan bisnis juga harus dilakukan. Itu memang ide yang bagus, Angel memang luar biasa, dua memberikan ide yang briliant.


Vino tersenyum dan mengangguk. "Itu ide bagus, aku menyetujuinya, kau atur saja...!" Ujar Vino.


"Aku sudah mengatur segalanya, tetapi kau tetap harus bertemu dan membantuku memilih konsep pestanya, maksudku kita harus mengkonsepkannya bersama-sama, tidak.bisa jika hanya sendiri...!"


"Iya iya... Terserah kau saja sayang....!"

__ADS_1


Angel tersenyum sumringah. Dia berhasil lagi membohongi Vino. Dan setelah ini Vino pasti akan memberinya uang lagi untuk mengurus segala keperluan itu. Apalagi ini dua tempat yang artinya uang yang akan di dapatkan akan lebih banyak dari sebelumnya. Sangat mudah untuk mempermainkan orang yang cinta mati kepadanya. Vino memang cerdas dalam hal bisnis tetapi sangat bodoh dalam memaknai sebuah cinta. Dan Angel suka itu, suka memperainkan Vino dan uangnya.


__ADS_2