Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 130


__ADS_3

"Hai sayang....!" Sapa Angel, dia langsung menghampiri Vino dan duduk di depan lelaki itu sambil tersenyum. "Sorry, jalanan sedikit macet...!"


"It's okay... Makanan juga belum di antar, aku memesan makanan yang biasanya...!" Ucap Vino.


"Aku sudah panik karena kau terus menelepon...!"


Vino tertawa. "Sorry, itu karena aku ingin segera bertemu denganmu... Bagaimana??? Apa kau sudah memutuskan akan memilih bulan berapa untuk pernikahan kita??? Supaya aku bisa menyiapkan segalanya....!"


"Kita butuh persiapan yang baik dan tidak perlu tergesa-gesa juga, kurasa 3 bulan juga sudah cukup, bagaimana???" Tanya Angel.


"Baiklah 3 bulan lagi kita menikah....!"


Angel tersenyum meraih tangan Vino kemudian mengecupnya. Angel mengatakan pada Vino bahwa dia ingin sekali pernikahannya di adakan secara outdoor menghadap ke pantai. Itu adalah kebanyakan pernikahan yang diinginkan oleh orang. Dan saat ini sudah banyak sekali tempat yang bisa menyediakan hal seperti itu. Angel meminta Vino agar menyerahkan seluruh persiapan kepadanya saja sementara Vino bisa fokus dengan pekerjaannya.erjanji akan mulai mencari WO terbaik untuk menyiapkan pernikahannya. Angel juga akan mencari venue yang bagus dan desainer terbaik juga. Semuanya Angel akan mengurusnya, dan Vino tidak perlu mengkhawatirkan apapun dan terima beres saja.


"Kau memang yang terbaik sayang, oke aku serahkan semuanya padamu, cari semuanya yang terbaik ya... Jangan khawatirkan tarifnya, seluruh pernikahan kita aku akan menanggungnya, aku akan mentransfer uang 250jt untuk memberi DP awal, setelah itu aku akan memberimu lagi untuk persiapan lainnya...!" Ujar Vino bersemangat.

__ADS_1


Angel tersenyum seolah kail dan umpan yang dipasangnya langsung disambar oleh ikan. "Ah tidak perlu buru-buru sayang.... Masih lama juga kan???"


"Tidak apa... Kau cari yang bagus dan harga serta tempatnya cocok kau bisa langsung memberi WO nya DP...!"


"Baiklah..... Akan ku pastikan pernikahan kita akan menjadi yang terbaik dan termewah, aku sangat mencintaimu.... Kau juga terbaik....!" Puji Angel dengan suara manja sensual ciri khasnya.


Vino memandangi Angel dengan penuh kelembutan. Kekasih yang sangat dicintainya selama ini. Membayangkan bahwa sebentar lagi mereka akan menikah pun membuat Vino merasa seperti terbang. Ada kebahagiaan yang tidak bisa terukirkan di hati Vino, dan semua itu pasti dirasakan oleh semua orang yang akan menikah termasuk dirinya. Menikah dengan orang yang dicintai kemudian memiliki bayi yang menggemaskan adalah dambaan setiap orang. Vino tidak bisa membayangkan betapa lucunya nanti jika dia dan Angel memiliki bayi, mengingat dia sangat tampan dan Angel juga cantik. Terlebih lagi Vino sangat menyukai anak kecil dibalik tampilannya dan wajah yang dingin itu. Vino sering sekali membayangkan bisa menggendong bayinya sendiri, kemudian dia akan sepenuhnya mencurahkan seluruh perhatian dan cintanya pada bayinya itu. Semua pasti akan terasa sangat menyenangkan. Hidupnya akan semakin sempurna saja.


Di tempat lain, Vitto sedang makan siang dengan Papanya. Mereka tidak ikut bergabung dengan Vino yang ingin makan siang dengan Angel. Meskipun setelah ini mereka akan mengantar Papa mereka ke pengadilan untuk mendaftarkan perceriannya. Setelah makan siang mereka sudah mengatur janji dengan pengacara.


"Hampir saja Rana bertemu dengan Angel...!" Gumam Vitto setelah menutup panggilannya dengan Mario, bodyguard Rana.


"Ya, aku mengijinkan Rana keluar sebentar untuk berbelanja, kami tidak memiliki stok bahan makanan dirumah...!"


"Mereka tidak bertemu kan??? Tadi Papa mendengar Vino sedang mengatur janji makan siang dengan Angel?" Papa Vitto terlihat penasaran.

__ADS_1


Vitto menggeleng. "Tidak Pa, Tania bergerak cepat menyuruh Mario menjauhkan Rana dari supermarket...! Mungkin si Angel mampir ke supermarket sebelum menemui Vino.... Perempuan gila itu benar-benar menyebalkan....! Apa Vino sudah mengatakan pada Papa bahwa dia akan menikahinya dalam waktu dekat ini???"


Papa Vitto mengangguk. Kemarin Vino sudah memberitahunya perihal.putranya itu ingin menikahi Angel dalam waktu dekat. Hatinya ingin sekali menolak dan mengatakan segalanya pada Vino tentang Angel tetapi dia menahan diri. Dia masih ingin mengetahui apalagi yang sedang direncanakan oleh Angel dengan menerima tawaran Vino dan akhirnya mau menikah dengan Vino. Mengenai rencana penjebakkan Angel juga sudah dia siapkan tinggal mengeksekusinya dengan melibatkan Vino secara langsung, dan adanya Vitto di perusahaan membuat Pak Andri semakin yakin bahwa rencananya ini akan berhasil. Vitto akan membantunya dalam hal ini.


"Tetapi sejujurnya Vitto sangat meragukan hal ini, maksud Vitto adalah Angel pasti sedang merencanakan sesuatu lagi dengan hal ini, karena Vino kemarin bilang bahwa sebelum mereka pergi liburan, Angel jelas menolak mentah-mentah ajakan Vino itu, tetapi lihatlah sekarang???? Papa pasti bisa menilainya sendiri...!" Ujar Vitto dengan kesal.


Papa Vitto terkekeh. "Lalu apa kau pikir Papa juga tidak berpikir sama sepertimu??? Papa juga memikirkan hal itu, semua terlalu mendadak, itu sebabnya Papa mengiyakan saja ketika adikmu mengatakan hal itu, Papa hanya ingin menyelidiki sejauh apa langkah atau keputusan yang sedang di rencanakan oleh Angel... Kita lihat saja akan seperti apa nantinya, tetapi Papa akan menjamin bahwa pernikahan ini nanti tidak akan pernah terlaksana....!"


"Jika pernikahan ini benar-benar terlaksana, keluarga kita akan hancur untuk kedua kalinya, kita sudah bisa membuang Mama tetapi tidak mungkin kita akan membiarkan perempuan licik seperti Angel masuk lagi dalam keluarga kita...!"


Papa Vitto mengangguk. Angel sudah banyak sekali melakukan kebohongan sejak awal, dan selama ini dia tidak bisa berbuat apapun untuk memisahkan Vino dari perempuan licik seperti Angel itu. Tidak ada lagi yang bisa dia gambarkan mengenai Vino selain kata bodoh untuk putranya itu, bodoh untuk segala cinta, kasih sayang dan semua yang diberikan pada Angel. Vino terlihat bodoh sekali karena tidak pernah mau melihat kebusukan yang dimiliki Angel. Vino dibutakan oleh cintanya yang berlebihan pada Angel, sehingga melupakan pikiran warasnya agar tidak terlalu mempercayai perempuan itu sepenuhnya.


"Orang Papa selalu mengikuti Angel, gerak gerik Angel selalu mereka awasi, kau bisa tenang, siapapun yang menemui Angel akan dipantau dan akan langsung dikabarkan kepada Papa, jadi kau tidak perlu khawatir Vit...!" Ucap Papa Vitto.


"Aku yakin Papa bisa mengatasi pernikahan itu agar tidak terjadi, dan kita bisa mengumpulkan banyak bukti untuk membungkap perempuan gila itu....! Jika butuh apapun, Papa bisa memberitahuku....! Dan bagaimana dengan rencana kita untuk menjebak pria tua itu???" Tanya Vitto.

__ADS_1


"Papa sudah menyiapkan rencananya, besok Papa akan menyodorkan berkasnya pada Vino, jika dia setuju kita akan langsung menghubungi perusahaan pria itu, jika perlu kita akan langsung terbang kesana untuk menemuinya dan menawarkan rencana kerja sama perusahaan kita, setelah semua beres kita bisa mengundangnya kesini dan permainan kita akan berlanjut untuk menjebak Angel juga....! Aku yakin ketika pria itu datang kesini, dia pasti akan menemui Angel mengingat Angel sudah seperti selirnya....!"


"Aku berharap Tuhan mau mendukung rencana kita ini, dan menyelamatkan keluarga kita dari bencana yang lebih besar lagi...!" Ucap Vitto penuh tekad.


__ADS_2