Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 150


__ADS_3

Vino tersenyum. Tidak bisa dipungkiri lagi, sering sekali Vino mendengar mengenai Aditya dan kebaikannya. Dibalik sikap dinginnya, Aditya memang memiliki kebaikan, tetapi juga terkenal dengan sikap kerasnya dan bagaimana dia memberi pelajaran kepada orang-orang yang berani mengusik keluarganya, Aditya terkenal kejam tetapi kekejamannya itu hanya dilakukan ketika terjadi sesuatu yang menurutnya perlu dilakukan dan tidak asal-asalan. Aditya baik sekali mau membantu Vitto dan tidak meminta imbalan, yang artinya Vitto pasti dekat sekali dengannya.


Vino berdiri di depan pintu utama kantornya menunggu supirnya membawa mobilnya.


"Vino......!" Teriak seprang wanita, membuat Vino dan Papanya langsung menoleh ke sumber suara.


Tatapan Vino menajam ketika menemukan Mamanya berjalan menghampirinya.


Vita medekati Vino dan suaminya. "Papa...! Bisakah Papa mencabut atau membatalkan gugatan Papa, Mama tidak ingin bercerai Pa....!"


"Berhentilah membuat drama....!" Ujar Vino.


"Vino... Kenapa kau tidak mengerti juga, Mama ingin kembali dan berikan Mama kesempatan sekali lagi sayang..." Suara Vita sedikit meninggi membuat semua orang yang berlalu lalang disekitarnya langsung menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Vita... Ini kantor, ada banyak orang disini, jangan membuat keributan...!" Sahut Papa Vino mencoba menghentikan istrinya.


Vino membuang muka, muak harus berhadapan lagi dengan Mamanya. Vino mengambil ponselnya dan menghubungi supirnya agar lekas membawa mobilnya. "Kau ini lama sekali, cepat kesini. ....!!" Ungkap Vino kesal pada supirnya.


"Vino please sayang.....! Mengertilah Mama, sekali saja.... Tolong maafkan Mama...!" Ucap Vita lagi, airmatanya pun mulai mengalir dan tatapan orang-orang masih tertuju kepadanya.


Tak lama, sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti di depan. Itu adalah mobil Vino. Tanpa banyak bicara, Vino mendorong kursi roda Papanya untuk membawanya masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Mamanya. Vino menahan diri untuk tidak meledak karena disekitar ada banyak orang.


Melihat mobil Vino datang, dengan cepat Vita berusaha menghalangi Vino dengan duduk bersimpuh di depan kursi roda suaminya. Vita kembali berakting menangis dan memelas untuk menarik simpati orang-orang.


"Mama berhentilah, dan cepat menyingkir... Aku dan Papa harus pulang....!"


"Mama tidak akan pergi sebelum kalian mau menuruti keinginan Mama.... Tolong Vino....!"

__ADS_1


Vino membelokkan kursi roda Papanya untuk menghindari Mamanya, tetapi ternyata Mamanya tidak mau menyerah dan tetap menahan kursi roda itu agar dia dan Papanya tidak bisa meninggalkan tempat ini.


Vino yang kesal pun memundurkan kursi roda Papanya. "Wanita ini memang sudah kehilangan kewarasannya....!" Gumam Vino kesal.


Vita tidak menyerah. "Vino.......!!!! Jangan terus bersikap kurang ajar pada Mama, setidaknya sekali saja dengarkan dan turuti Mama....!"


"Pergilah sekarang dan jangan menghalangi jalanku....!" Teriak Vino dengan kesal.


"Tidak.....!!!! Mama tidak akan memberi kalian jalan... Berjanjilah dulu bahwa gugatan itu akan kalian cabut.... Please Vino sayang.....!!!"


Vino tidak menggubris dan memanggil security agar menjauhkan Mamanya dari kursi roda Papanya. Security pun bergegas menuruti keinginan Vino meskipun dia sebenarnya ragu dan merasa tidak enak. Tetapi dia harus melakukannya.


Saat security menariknya, Vita semakin berteriak sedangkan Vino langsung membantu Papanya masuk ke dalam mobil. Vita berusaha keras menyingkirkan Security itu dan dia berlari menghampiri Vino lagi. Kali ini Vita bersimpuh dan melingkarkan kedua tangannya di kaki Vino.

__ADS_1


Vita menangis histeris dan terus memohon kepada Vino dengan permintaan yang masih sama meminta Vino mencabut gugatan cerai itu. Vita menangis histeris. Kali ini Vino sudah tidak bisa menahan kekesalannya, dengan keras dia berusaha melepaskan oegangan Mamanya dari kakinya, tidak sengaja justru kaki Vino menendang Mamanya hingga wanita itu terpental ke belakang. Vino kemudian masuk ke dalam mobil dan menyuruh supir agar lekas membawanya pulang. Vino tidak peduli dengan Mamanya, dia benar-benar malu sudah dilihat oleh para staffnya karena ulah Mamanya.


__ADS_2