
Beberapa hari kemudian.......
Arindah mendorong kursi roda Papa mertua nya, sedangkan Vino mendorong troli berisi koper miliknya berisi pakaiannya dan Arindah juga kebutuhan Naufal, dan koper Papa nya. Naufal tampak anteng duduk di tumpukan koper yang ada di troli. Mereka berjalan keluar dari pintu kedatangan di bandara Zurich Swiss. Mereka akhirnya sampai setelah menempuh perjalanan sekitar hampir 24 jam.
Mereka sebelum nya berangkat saat malam hari. Pergi dari rumah secara diam-diam. Bahkan Arindah hanya mengatakan pada orang tua nya jika dia ingin pergi berbulan madu ke Maldives, tidak mengatakan yang sebenarnya. Karena begitu mendadak hingga cerita yang cukup nyang itu belum sempat Arindah jelaskan. Sedangkan Vino juga meninggalkan pekerjaan nya begitu saja di kantor dan hanya bilang pada sekretaris nya bahwa dia sedang sakit. Vitto juga sudah menunggu mereka di luar.
Sampai di luar pintu kedatangan, Vino mengambil ponsel nya dan menghubungi kakak nya karena dia tidak mendapati Kakak nya ada di sekitar pintu kedatangan. "Kau dimana brengseekk??? Kami sudah ada di luar tetapi tidak melihatmu... " Tanya Vino dengan raut muka kesal, karena Vitto mengatakan jika sudah sampai sejak tadi tetapi kakak nya malah tidak ada.
Vitto tertawa. "Kalian sudah keluar??? Sorry sorry, aku ada di coffeeshop.. Oke, tunggu sebentar aku akan menyusul... "
"Cepatlah....!!"
"Oke-oke.... "
"Kau ini, kenapa marah-marah...??? Vitto ke toilet mungkin..." Sahut Arindah.
"Dia malah ke coffeeshop... Ada-ada saja..." Ucap Vino.
"Dia pasti haus, sudah menunggu kita, biarkan saja.. Kau ini..."
"Oiii... " Vitto setengah berlari melambaikan tangannya pada Vino, dan menghampiri nya. "Ahh sorry sorry, aku harus sekali jadi aku ke coffeeshop... Sudah lama ya???" Tanya Vitto.
"Tidak kok Vit, baru saja...!!" Jawab Arindah.
__ADS_1
Vitto tersenyum dan memeluk Papa nya, senang karena mereka sudah datang dalam keadaan baik. Vitto kemudian mendekati Naufal kemudian mengajak bocah itu tos. "Hai anak ganteng... Kau mau ini???" Vitto menawarkan minuman pada Naufal. "Kau suka ini kan??? Ambil lah... " Vitto mengambil satu gelas minuman berwarna cokelat yang adalah salah satu minuman favorit Naufal. "Aku juga membeli untuk kalian, bisa kalian minum di mobil, Oke kita ke depan dan aku akan mengambil mobil di parkiran... "
"Rana tidak ikut???" Tanya Arindah.
"Ah tidak Ndah, dia ada di rumah, lagipula mobilnya tidak cukup nanti jika dia ikut, hanya muat empat orang.. BMW x6.. Kalian merubah jadwal sih, aku belum sempat meminta ganti mobil... Oke ayo ke depan... "
Vitto pun berlari lagi ke arah tempat parkir mobil. Sedangkan Vino dan lainnya berjalan keluar.
Tak lama, sebuah mobil BMW berwarna blue metalic berhenti di depan Vino dan lainnya. Vitto keluar dan bergegas membantu memindahkan koper ke dalam bagasi. Arindah mengangkat Naufal dan memasukkannya ke dalam mobil, kemudian Vino membantu Papa nya masuk ke dalam mobil. Setelah itu berganti membantu Vitto memasukkan koper ke bagasi. Setelah selesai, mereka berdua masuk ke dalam mobil. Vitto kemudian mengemudikan mobilnya. Duduk di sebelahnya adalah Papa nya, sedangkan di kursi penumpang belakang, ada Vino dan Arindah yang memangku Naufal.
"Nice car...." Ucap Vino memuji interior mobil yang di pakai oleh Vitto. "Kau menyewa mobil yang begitu keren... "
"Bukan menyewa.... Ini milik Aditya, dan ini di gunakan setiap hari untuk mengantarku dan Rana jalan-jalan... Ada supirnya juga sebenar nya, tetapi karena jadwal ku untuk berkeliling sudah selesai, supir nya kembali beraktifitas di kantor nya... Dan dia meninggalkan mobil ini untuk aku pakai... "
"Kau bilang ingin membeli Porsche???"
"Ah tidak jadi.... Sekarang aku punya anak, Porsche tidak cocok.... Kau saja yang beli..." Vino meminum es kopi yang tadi di belikan oleh Vitto.
"Aku belum terpikirkan...!!! Tetapi sempat ada yang menawari ku blue Porsche, aku belum melihatnya karena sibuk dengan persiapan pernikahan ku kemarin... Tapi entahlah aku akan coba melihat nya nanti... "
"Kau harus membeli nya... Ngomong-ngomong bisakah kau berhenti di restoran, sumpah aku lapar sekali.... Aku tidak begitu tertarik makanan di pesawat... Kita cari restoran terdekat... " Pinta Vino.
"Makan di rumah saja, Rana sudah memakai untuk kalian.. Dalam satu jam kita akan sampai... "
__ADS_1
"Oke baiklah jika seperti itu...." Gumam Vino.
"Vit... Kau sudah begitu banyak meminta pada Aditya... Kita banyak merepotkan nya.... Pikirkanlah sesuatu untuk membalas semua kebaikan nya pada kita selama ini... " Ucap Papa Vitto.
"Aku sedang memikirkan nya Pa, tetapi bingung sekali, dia punya segala hal, hingga rasa nya sangat sulit untuk memberikan apa kepada nya... Setidak nya kalian bantulah aku untuk berpikir sesuatu...
Vino tertawa. "Aku pun juga sedang memikirkan nya.... Tetapi yang terpikirkan olehku hanya lah menaikkan investasi kita dengan HS Enterprise... Lebih banyak lagi menjalin kerja sama dengan mereka.... Karena apa yang bisa kita berikan pada Aditya??? Dia memiliki segala nya... Sulit sekali rasa nya.. Hahaha.. "
Selama perjalanan menuju ke Lungern, mereka berbincang berbagai hal tetapi tidak langsung membahas mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Vitto menahan diri, karena ingin berfokus mengemudi dan tidak ingin apa yang di dengar nya nanti mempengaruhi konsentrasi nya, karena hal itu pastilah akan membuat dia marah atau emosi mendengar nya. Jadi Vitto mencoba menahan diri, begitu juga dengan Vino yang memilih untuk tidak membahas hal itu sekarang. Selain karena dia dalam keadaan lelah setelah perjalanan jauh, Vino juga tidak ingin menambahkan kemarahan nya saat ini. Dan akan bercerita ketika sampai di rumah saja.
Arindah tertidur selama perjalanan karena merasa lelah sekali. Dan Vino mengambil alih Naufal dan memangku nya. Bocah itu tidak tertarik untuk tidur seperti Mama nya karena sibuk memperhatikan jalanan dan juga bertanya berbagai hal pada Vino tentang apa yang di lihat nya. Dengan sabar Vino menjawab dan mencoba memahami setiap ucapan Naufal yang memang belum lancar merangkai kata-kata nya.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, akhirnya sampai lah mereka di rumah milik Aditya yang di tinggalin oleh Vitto dan Rana selama mereka liburan di Swiss. Vino membangunkan istri nya dan mengatakan jika mereka sudah sampai. Arindah pun bangun. Vitto keluar mobil, bagasi di buka dan mengeluarkan barang-barang bawaan Vino dan yang lainnya. Rana terlihat keluar dari dalam rumah. Vino membuka pintu mobil bersama Naufal. Begitu juga dengan Arindah.
Melihat Arindah, Rana langsung memeluk nya. Mengungkapkan kerinduan mereka setelah lebih dari satu minggu tidak bertemu. Vino menurunkan Naufal dan bocah itu berlari ke arah Arindah dan Rana. Dengan gemas, Rana berjongkok memeluk Naufal serta menciumi nya. Sedangkan Vitto mengeluarkan kursi roda Papa nya lebih dulu dan membantu nya keluar dari mobil.
" Astaga aku rindu sekali pada kalian berdua... " Ucap Rana, kemudian dia menghampiri Papa mertua nya yang baru saja keluar dari dalam mobil.
Rana menyalami dan menciuk tangan Papa mertua nya. "Papa apa kabar???" Tanya Rana.
"Papa baik... Bagaimana denganmu...??"
"Aku juga sangat baik... Ayo kita masuk... " Ajak Rana. Kemudian mendorong kursi roda Papa mertua nya. Vitto dan Vino sibuk mengeluarkan koper dari bagasi. Rana mengajak Arindah masuk ke dalam rumah.
__ADS_1