
"Ehhh Bagaimana sidangmu tadi Ran???" Tanya Vitto mencoba membuka obrolan agar dia dan Rana tidak salah tingkah setelah kejadian tadi.
"Lancar.... Mediasi kami gagal.... Kau kapan datang? Aku buatkan minum ya???" Rana lekas berbalik arah dan menuju dapur. Dia mengontrol dirinya dan sebenarnya tidak berhenti mengutuk dirinya sendiri karena teledor.
Tidak ingin suasana semakin canggung, Vitto pun menyusul Rana Dia harus mencairkan suasana yang ada. "Bagaimana Vino??? Apa saja yang dia katakan saat mediasi itu???" Tanya Vitto lagi sambil duduk di kursi mini bar yang ada di dapurnya.
Rana menuang air putih di gelas untuk dirinya sendiri dan gelas lainnya, kemudian menyodorkannya pada Vitto.
"Dia menangis meminta ku kembali, dia juga kembali seperti dulu saat mendekatiku, dimana dia merayu dan berbicara lemah lembut kepadaku...!"
Vitto meminum air digelas itu sampai habis, sementara Rana memilih duduk disampingnya. "Itulah yang aku khawatirkan, dia akan bersikap sama dan kau bisa terjerat lagi dengan mulut manisnya!"
Rana terkekeh. "Cukup sekali saja aku tertipu dengan pesonanya, tidak untuk kedua kalinya.... Maybe, aku dulu terlalu bahagia dengan perhatian serta kebaikannya sehingga aku bisa masuk ke perangkapnya....!"
"Apa hanya karena dia menghujanimu dengan kasih sayang atau ada alasan lain kau menikahinya, mungkin karena dia kaya???"
Rana tersenyum. "Sama sekali tidak, aku tidak pernah memiliki niat untuk menikahi pria kaya, aku memutuskan mengiyakan ajakan Vino menikah adalah karena aku berpikir dia alki-laki yang baik, jika kenyataannya dia kaya aku anggap itu hanya bonus saja....!"
"Kau memang terlihat bukan perempuan matre hahaha.... Aku lapar sekali, apa ada makanan??? Jika tidak aku akan menyuruh Tania membeli makan diluar...!" Ucap Vitto.
"Tidak perlu, aku akan memasak untukmu juga untuk Tania dan Roni, kau mandi saja, penampilanmu buruk sekali...!" Ejek Rana sambil tertawa.
__ADS_1
"Shiiit....!!!" Vitto mengumpat tetapi sepertinya dia memang berantakan karena saat akan kesini dia tidak mandi, dan hanya mencuci muka.
Vitto kemudian meninggalkan Rana untuk ke kamarnya. Memang benar, dia harus mandi lebih dulu dan badannya juga sangat lengket. Suasana hati Rana sedang baik saat ini, mungkin nanti saja dia memberitahu Rana mengenai kondisi Jeany.
Sementara itu Rana membuka kulkas, menyiapkan berbagai bahan untuk dia masak. Sebenarnya dia sendiri merasa lapar, sedangkan tadi dia malas dan memilik ngemil saja sambil menonton serial yang dibintangi oleh Vitto.
Ketika memotong sayuran, Rana meraba bibirnya, bibirnya yang tadi tidak sengaja menyentuh bibir Vitto. Wajah Rana kembali merona mengingat kecerobohannya tadi, bisa-bisanya dia melakukan hal seperti itu. Rana tidak bisa membayangkan apa yang tadi ada di pikiran Vitto setelah bibir mereka saling menyentuh.
Vitto mandi cukup lama sekali, dan saat dia keluar kamar menuju dapur, aroma masakan dari Rana langsung tercium. Entah masakan apa yang dibuat oleh Rana, tetapi baunya begitu harum dan menggugah selera.
"Apa yang kau masak? Bau nmnya enak sekali???" Tana Vitto.
"Baiklah....!"
Vitto ke dapur untuk mengambil nasi, sementara Rana memanggil 2 bodyguardnya yang berjaga di depan. Mereka berempat kemudian menikmati makan siang yang terlambat itu. Tidak banyak yang Rana masak, hanya nasi dan tumisan daging saja, tetapi itu cukup untuk menghilangkan rasa lapar mereka.
Roni berbincang dan menjelaskan kepada Vitto, mengenaiaporan dari temannya yang satu lagi, bahwa sebuah mobil tadi mengikuti Rana ketika keluar dari pengadilan. Dan sampai saat ini menurut pantuannya, mobil itu masih stay di depan hotel tempat Rana berhenti. Mereka bisa memastikan bahwa mobil itu pasti berisi anak buah dari Vino yang sengaja dikirim untuk membuntuti Rana. Mendengar itu, Vitto menyuruh Roni dan temannya agar selalu waspada dan tetap mengawasi gerak-gerik mereka, karena yang utama tetaplah membuat Rana aman dalam persembunyiannya. Vitto yakin sekali bahwa Vino tidak akan mudah menyerah dan akan terus berusaha menemukan Rana.
Vitto menyuruh Tania untuk pulang hari ini dan besok pagi bisa kembali bertugas lagi. Tugas menjaga Rana hari ini sudah selesai, sementara Roni tetap berjaga di depan sampai nanti bodyguard penggantinya datang. Meskipun Rana tidak akan keluar dari apartemen selain ketika menghadiri sidang, tetapi Vitto tetap harus memastikan keamanan Rana.
Setelah makan siang, Tania berpamitan untuk pulang dan akan kembali esok hari, sementara Roni juga keluar untuk kembali berjaga di depan. Vitto membantu Rana membereskan piring dan gelas kotor membawanya ke dapur. Mereka berdampingan mencuci piring itu.
__ADS_1
"Kau bilang akan syuting juga menghindariku untuk benerapa waktu, lalu kenapa kau kesini???" Tanya Rana pada Vitto yang berada di sebelahnya.
"Aku akan kembali malam nanti, atau besok pagi, aku meminta ijin cuti sehari dengan alasan sakit hehe...!"
"Kau tidak terlihat seperti orang yang sedang sakit??? Jadi apa tujuanmu menemuiku???"
"Aku ingin bertemu denganmu, karena aku merindukanmu....!" Sahut Vitto yang langsung membuat Rana menoleh kearahnya dengan tatapan tajam tetapi Rana diam. Vitto tahu, Rana saat ini pasti terkejut dengan apa yang baru saja dia katakan.
Melihat ekspresi Rana itu, Vitto langsung tertawa terbahak-bahak. "Wajahmu serius sekali.... Aku hanya bercanda....! Jangan dimasukkan hati...! Hahaha aku kesini ingin berbicara sesuatu denganmu, tetapi lebih baik kita bicara diruang tengah saja....!"
"Bicara apa??? Sepertinya serius sekali???" Tanya Rana penasaran tetapi dia lekas membilas tangannya dan berjalan mengikuti Vitto ke ruang tengah.
Mereka berdua duduk dan Vitto meminta Rana agar tidak panik setelah mendengar apa yang akan diaampaikan olehnya. Ini adalah mengenai Jeany, dimana anak huah Vitto sudah mendapatkan informasi keberadaan dari Jeany dan keluarganya sekarang. Info yang di dapatkan oleh anak buah Vitto ini berasal dari seseorang yang dekat dengan Edward, dimana Edward cukup tahu mengenai kondisi dari Jeany saat ini.
"Entah kenapa saat itu aku jadi teringat saat kau bercerita tentang Edward yang juga ikut membohongimu ketika Jeany ingin membuktikan bahwa Vino menjebakmu, jadi ku pikir tidak ada salahnya aku juga mengorekninfo tentang Edward itu" Gumam Vitto.
"Jadi informasi apa yang anak buahmu dapat dari edward? Dimana Jeany sekarang dan bagaimana kondisinya???" Tanya Rana lagi.
Vitto menghela napasnya. "Seperti yang sebelumnya aku katakan padamu, Jeany mengalami kecelakaan yang cukup parah, dan sampaj saat ini dia masih koma, mengenai dimana dia dirawat sekarang, dia menjalanimperawatan intensif di sebuah rumah sakit di Singapura, hanya saja Edward tidak memberitahu rumah sakit mana, kurasa keluarga Jeany sengaja merahasiakan hal itu...."
Rana menangis, dia menggoyangkan lengan Vitto, meminta agar Vitto mencari tahu keberadaan Jeany lagi. Rana tidak bisa harus diam seperti ini, dia harus menemui Jeany. Vitto memeluk Rana dan menenangkannya, dia kembali berjanji akan berusaha mencari informasi mengenai Jeany, jika perlu Vitto bisa memanggil edward langsung untuk bertemu dengan Rana, hanya saja Vitto meminta Rana sedikit bersabar. Jika proses perceraiannya dengan Vino selesai, dia akan langsung menghubungi Edward dan meminta penjelasan dari lelaki itu nantinya.
__ADS_1