Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 134


__ADS_3

Vitto masuk ke kawasan apartemennya dan menuju basement untuk memarkir mobilnya. Vitto masih tidak menyadari jika dia diikuti oleh Mamanya. Sementara Mama Vitto tidak menyangka jika Vitto mendatangi apartemen bukan rumah. Vita berpikir bahwa mungkin saja ini adalah apartemen Vitto, mengingat selain memiliki rumah, putranya itu juga memiliki beberapa apartemen untuk ditinggali, dan bisa jadi ini adalah salah satunya. Vita menyuruh supirnya untuk tetap mengikuti Vitto masuk.


Vitto memarkir mobilnya, dan seperti biasa, Vitto memakai maskernya juga kacamata hitamnya baru setelah itu dia turun dari mobilnya. Vitto berjalan dengan santainya dan dia sempat menoleh ketika melihat sebuah mobil juga masuk ke area parkir. Disaat itulah Vita langsung membungkuk, menyembunyikan dirinya ketika menyadari Vitto melihat mobil yang ditumpanginya. Vitto kembali melanjutkan langkahnya tanpa curiga sama sekali dan berpikir mungkin itu adalah mobil penghuni apartemen.


Setelah mobil berhasil mendapat parkir, Vita bergegas turun, dan dengan penuh kehati-hatian, Vita mengikuti Vitto dari kejauhan. Vitto ternyata berdiri di depan lift dan menekan tombolnya menuju lantai 19 tepat dimana unitnya berada kemudian menunggu sampai pintu lift itu terbuka dan masuk. Vita mengawasinya dengan seksama meskipun dia sedikit berada jauh dari putranya itu. Dia juga melihat ada lift satu lagi disisi kanan. Vita bergegas menuju lift itu sambil setengah berlari dan menekan tombol 19 agar dia tidak kehilangan Vitto, berharap lift utu kosong sehingga dia bisa naik denga lancar.


Vitto keluar dan berjalan menuju unit miliknya yang berada di paling ujung. Dia sudah sangat lapar sekali dan tidak sabar bertemu dengan Rana. Tadi saat dijalan Rana memberi tahu jika dia sudah selesai memasak dan tinggal menunggu Vitto pulang. 2 bodyguardnya sedang duduk berjaga di depan pintu, melihat Vitto datang mereka lekas berdiri dan menyapanya.


"Semuanya aman kan???" Tanya Vitto.


"Aman Tuan...!" Jawab Mario.


Vitto mengangguk, kemudian tersenyum. "Baguslah, ayo masuk, kita makan siang bersama...!"


Mario dan Tania mengangguk, Vitto kemudian membuka pintu dan masuk. Bersamaan dengan itu pintu lift satunya terbuka dan Vita berada disana. Di ujung dia melihat Vitto membuka pintu, Vita mengernyit ketika dia mendapati ada bodyguard yang sebelumnya pernah ditemuinya saat di Bandar, itu bodyguard yang sama dengan yang menghalangi jalannya ketika ingin membuntuti Vitto. Vita memastikan bahwa itu pasti unit milik Vitto.


Tania mengikuti Vitto masuk ke dalam apartemen disusul oleh Mario, tetapi refleks saja Mario menoleh ke arah lift yang terbuka. Vita bergegas bersembunyi di pojokan lift sambil menekan tombol 1 agar pintu tertutup dan dia bisa kembali turun. Vita mengernyit berharap Mario tidak bisa mengenalinya karena itu akan sangat berbahaya sekali. Mario melihat seseorang yang familiar sedang berada di lift itu, tetapi Mario tidak begitu jelas melihatnya sehingga dia tidak bisa memastikan itu siapa. Mario pun masuk menyusul Vitto dan Tania.


"Akhirnya kau sampai juga, aku lapar sekali kau tau???" Protes Rana.

__ADS_1


"Kalau lapar harusnya kau makan duluan...!"


"Aku ingin melakukannya tetapi tadi kau yang memintaku agar menunggumu....!"


"Oke baiklah aku yang salah... Aku juga lapar sekali lebih baik kita langsung makan saja...!" Ujar Vitto.


Mereka berempat kemudian duduk di kursi dan semua makanan sudah di masak oleh Rana.


"Kau jadi ke Singapura kapan???" Tanya Rana memulai obrolannya dengan Vitto.


"Kenapa???" Tanya Vitto balik.


"Hanya sehari saja, setelah urusan selesai kami akan langsung pulang... Ini pergi bukan untuk liburan tetapi hanya karena urusan lekerjaan saja...!" Jawab Vitto.


"Ya sudah kau hati-hati saja... Aku senang kalau kau pergi cuma sebentar .!" Gumam Rana sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Kenapa? Apa kau takut merindukanku jika aku pergi lama-lama...??? Iya kan???"


"Iya deh biar kau senang... Hehehe...! Kenapa kau terlihat seperti sedang kesal??? Apa semua baik-baik saja????" Rana mulai menelisik karena wajah Vitto terlihat tidak seperti biasanya, meskipun lelaki itu berusaha menutupinya.

__ADS_1


Vitto pun menceritakan mengenai kedatangan tadi ke rumah dan membuat keributan disana. Mamanya memakinya, memaki Vitto juga Papanya dengan kata-kata kasar. Itu terjadi karena Mamanya menolak untuk diceraikan dan tetap menginginkan agar diveri kesempatan dan kembali lagi dengan mereka. Tetapi tentu saja dia dan Vino tidak bisa begitu saja mempercayainya. Selama ini sudah banyak kebohongan yang dilakukan oleh Mamanya.


Mendengar mengenai Mama Vitto, Mario pun langsung teringat dengan seseorang yang ada di dalam lift tadi. Ya, orang itu terlihat sekilas seperti Mama Vitto. Pikiran tidak enak pun menggelayuti Mario dan dia harus menyampaikan itu pada Vitto. Jika benar itu adalah Mama dari Vitto, artinya adi ada yang mengikuti Vitto saat pulang.


"Tuan Vitto, maaf... Mendengar cerita anda tentang Mama anda, saya jadi terpikirkan oleh seseorang yang sekilas tadi saya kihat di lift, dia seperti mama anda....!" Ujar Mario.


"Apa....????!" Seru Vitto terkejut.


"Iya tuan, tadi saya sekilas melihat seorang wanita di lift sebelah setelah anda keluar, pitu lift terbuka tetapi orang di dalamnya tidak keluar, saya seperti pernah melihatnya, dan baru ingat saat anda bercerita tentang mama anda, saya takut beliau sengaja mengimuti anda sampai kesini...!"


"Shiiiittt.....!!!" Gerutu Vitto. Dia kemudian meminta pada Mario agar nanti mereka ke ruangan controlling apartemen untuk mengecek cctv dan memastikan apakah itu benar Mamanya atau tidak. Vitto terlihat khawatir dan merasa kesal dengan dirinya sendiri karena marah dia tidak fokus dan teledor tidak berhati-hati, padahal biasanya dia selalu memastikan segalanya dengan baik.


Di tempat lain, Angel mengatakan pada Vino bahwa dia ingin ke kamar mandi. Vino pun menyuruh kekasihnya itu agar memakai kamar mandi yang ada di kamar atas. Bergegaslah Angel kesana. Sebenarnya Angel ingin menghubungi Jason atau Mamanya dan menceritakan apa yang baru saja terjadi tadi antara Vita dan keluarga Vino. Karena Angel bisa melihat dengan jelas kemarahan yang saat ini sedang dirasakan oleh Vino, Vitto dan Papanya. Seperti tidak ada pengampunan untuk apa yang sudah Vita dulu lakukan. Angel harus segera memberitahu mengenai hal ini agar mamanya atau Jason bisa mencari cara bagaimana bisa mengatasi semua ini, dan Vita bisa mendapatkan uang lagi dari suami dan kedua anaknya, sehingga nanti Jason bisa kembali memanfaatkan Vita sebelum meninggalkan dan mencampakkan perempuan itu.


Angel masuk ke kamar tamu yang ada di atas. Angel tidak lupa menutup pintu kamar itu dari dalam baru kemudian berjalan menuju kamar mandi. Angel kembali menguncinya. Saat di dalam kamar mandi, Angel mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Mamanya. Ketika panggilannya di jawab oleh sang Mama, Angel pun mulai menceritakan semua yang dilihat dan didengarnya tadi serta meminta saran sang Mama apa yang harus dilakukannya atau apa yang harus dilakukan oleh Jason pada Vita. Menuntut sesuatu dari keluarga Vino akan sangat susah dilakukan saat ini karena mereka sama sekali tidak mau mentolerir kesalahan Vita di masa lalu.


"Sebenarnya mama sudah menduga ini akan terjadi, tetapi kau tidak perlu khawatir, Mama sudah menemukan ide yang bagus untuk membuat mereka bungkam dan pada akhirnya menuruti kemauan Vita, Mama akan menghubungi Jason setelah ini...!" Ucap Mama Angel.


Angel mengernyit dan bingung dengan apaa yang dimaksud oleh sang Mama. "Maksud Mama apa??? Aku tidak mengerti???"

__ADS_1


"Angel Sayang... Sebuah drama babak baru akan di mulai untuk keluarga Prakarsa... Mereka akan dibuat malu dan akan banyak kehilangan.... Vita akan mendapatkan yang dia inginkan, lalu Jason akan mengambilnya dan membuangnya... Kau fokus saja pada persiapan pernikahanmu, serahkan semua pada Mama dan Jason...!"


__ADS_2