Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 137


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi oleh Vitto dan Rana akhirnya sampai disebuah kawasan perumahan mewah, dan kali ini berhenti tepat di depan sebuah rumah yang sangat mewah dan besar dengan gerbang yang cukup tinggi. Gerbang yang cukup tertutup, tetapi kesan mewahnya tetap terlihat, seolah menandakan bahwa pemiliknya bukanlah orang sembarangan dan sangat menjaga privasi rumah dan keluarganya dari orang luar. Supir Vitto menekan klakson untuk memberitahu pemilik atau penjaga rumah itu bahwa ada tamu yang datang. Tak lama gerbang itu terbuka sedikit yang hanya bisa dilewati oleh satu orang saja. Pria berpakaian security keluar kemudian menutup kembali gerbang itu.


"Kok di tutup lagi ya??? Apa kita tidak diijinkan masuk??" Tanya Rana bingung.


Vitto terkekeh. "Begitulah cara Aditya menjaga privasi keluarganya, semua orang harus mendapat ijinnya untuk masuk, tidak bisa sembarangan jika bukan orang-orang terdekatnya yang biasa datang....! Tania... Kau keluarlah dan beritahu pada security itu bahwa kita sudah mendapat ijin dari Aditya... Jika dia ingin menghubungi Aditya untuk memastikan, kau tunggu saja...!" Ujar Vitto.


"Baik Tuan...!" Jawab Tania.


Tania hendak keluar dari mobil untuk memberitahu security itu siapa yang datang tetapi tiba-tiba saja gerbang kembali di buka dari dalam. Aditya keluar dan memberitahu securitynya agar membuka gerbang dan membiarkan mobil itu masuk. Tadi sebelum amsuk ke perumahan ini, Vitto sudah menghubungi Aditya jadi Aditya terlihat sudah bersiap untuk menyambutnya. Vitto menyuruh supirnya agar menurunkan kaca mobil sedikit saja sehingga Aditya bisa melihatnya.


"Hai Dit.....!" Vitto menyapa dan melambaikan tangannya pada Aditya.


Aditya kemudian tersenyum dan menyuruh security nya agar membuka gerbang dan membiarkan mobil Vitto masuk. Mobil Vitto masuk, disusul sebuah motor yang dikendarai oleha Mario bodyguard Vitto yang juga masuk, setelah itu gerbang langsung ditutup kembali oleh security. Di halaman rumah yang luas itu, Vitto dan Rana melihat Cahya istri Aditya yang sedang bermain dengan si kembar bersama dengan kedua orang tua Aditya. Vitto mengenal mereka dengan baik. Dugaan Rana benar bahwa rumah itu pastilah sangat cantik di dalamnya ketika tadi pertama kali dia melihatnya dari luar gerbang, dan ketika masuk memang benar. Halaman depannya begitu luas hingga mungkin bisa di tempati oleh lebih dari 15 mobil. Vitto mengajak Rana keluar mobil dan menyapa keluarga Aditya.


Aditya setengah berlari menghampiri mobil Vitto, Cahya juga berjalan menghampiri Vitto, sedangkan si kembar berlari mengejarnya di susul oleh orang tua Aditya. Vitto menyalami Aditya dan memeluk teman baiknya itu. Rana juga melakukan hal yang sama pada Cahya.


"Bagaimana kabarmu Rana...??? Senang sekali kita bisa bertemu lagi dan akhirnya kau datang juga ke rumah kami...!" Ucap Cahya dengan senyum manisnya menyapa Rana.


"Aku baik....! Aku juga senang akhirnya bisa datang ke rumah kalian....!" Rana tersenyum kemudian menoleh ke belakang mendapati Kyros dan Kyra berlari ke arahnya. Rana berjongkok dan mencium kening si kembar bergantian. "Hai anak-anak manis... Apa kalian masih mengingatku???" Tanya Rana seraya mengusap kepala Kyros dan Kyra.


"Aunty Rana...!" Kyros berucap dengan gemasnya membuat Rana kembali mendaratkan ciuman di pipi kedua bocah itu. Rana kemudian berdiri tersenyum pada orang tua Aditya.


"Rana... Kenalkan ini adalah kedua mertuaku, mereka orang tua Aditya...!" Ujar Cahya.


Dengan sopan Rana menyalami keduanya bergantian dan memperkenalkan diri. Setelah itu, Vityo juga menghampiri kedua orang tua Aditya dan melakukan hal yag sama.

__ADS_1


"Vitto... Sudah lama sekali kau tidak pernah datang kesini lagi...!" Ucap Papa Aditya, Tuan Harry Sahasya.


"Vitto pasti sangat sibuk dengan syutingnya...!" Timpal Nyonya Harry.


"Begitu sibuknya hingga dia juga tidak datang saat pernikahanku...!" Sela Aditya.


Vitto terkekeh. "Itu salahmu sendiri, kau memberitahuku 3hari sebelum pernikahanmu dan saat itu aku sedang berada di luar negeri untuk mendaki, parah sih aku berpikir bahwa kau tidak lagi menganggapku teman saat itu hahaha....!"


"Oke oke aku memang bersalah... Ayo masuk, kita mengobrol di dalam....!" Aditya mengangkat Kyra dan menggendong putrinya itu, sementara Vitto juga menggendong Kyros. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah Aditya.


Aditya mempersilahkan Rana dan Vitto duduk, sementara Cahya ke dapur untuk membuatkan minum. Rana dibuat takjub dengan rumah Aditya, rumah ini hampir mirip dengan rumah Vino, tetapi lebih besar. Rana menjadi teringat ketika dia pertama kali datang ke rumah Vino saat pesta itu, itu juga menjadi pertemuan pertamanya dengan Vitto secara tidak sengaja.


"Well....! Ariel nanti akan kesini, aku sudah memberitahunya jika kau ingin bertemu dan berbicara dengannya...! Sebenarnya ada apa? Apa kau mau membatalkan atau merubah rumah yang sesang kau bangun???" Tanya Aditya pada Vitto.


"Mama membuat masalah, dia mengikutiku sampai ke apartemenku dimana Rana tinggal disana, aku mengkhawatirkan Rana jadi aku mengajaknya untuk segera pergi, dan aku butuh tempat tinggal baru untuk sementara sambil menunggu rumah Rana jadi, kau bilang Ariel memiliki banyak properti, jadi ku pikir aku ingin meminta bantuannya agar hari ini juga bisa mencarikan Rana tempat, ya you know lah Dit, aku ingin privasi dan tidak ingin orang lain tahu mengenai kondisi Rana, aku pasti kesulitan untuk mendapatkan yang aku inginkan....!"


"Semoga Ariel bisa membantumu...! Tapi aku rasa Ariel akan bisa membantu, kau jangan khawatir....!"


Cahya membawa nampan berisi minuman dan camilan, mempersilahkan Vitto dan Rana untuk meminumnya. Cahya ikut bergabung duduk bersama mereka di ruang tamu. "Mama dan Papa kemana???" Tanya Cahya pada Aditya.


"Ke atas, sudah waktunya anak-anak mandi...!"


"Owh....!"


Cahya menoleh ke Rana yang ada di sampingnya. "Bagaimana? Apa kau masih merasa mual ketika pagi???"

__ADS_1


Rana mengangguk. "Iya masih"


"Sabar dulu, nanti pasti ilang kok...! Oh iya ke atas yuk, ke kamar anak-anak siapkan pakaian mereka, sekalian kita bisa mengobrol...!"


Rana melirik ke arah Vitto, lelaki itu mengangguk memberinya ijin. Dan Aditya juga mempersilahkan Rana agar ikut Cahya sehingga mereka bisa akrab.


Di tempat lain, Vino membawa masuk mobilnya ke halaman rumah Vitto. Dia tadi baru saja mengantar Angel pulang, dan dia sekarang buruh berbicara dengan kakaknya mengenai keributan yang tadi siang dibuat oleh sang Mama. Vino turun dari mobil dan menuju pintu lalu menekan bel yang ada. Tak lama ART rumah Vitto membuka pintu. "Eh den Vino...!" Sapanya.


"Vitto ada Bi???" Tanya Vino.


Art itu terdiam. Vitto tidak pernah pulang kesini, terakhir kali adalah dengan Rana setelab itu tidak pernah datang lagi. Tetapi dia teringat oesan Vitto bahwa dia tidak boleh memberitahu siapapun termasuk Vino mengenai Rana. "Ah den Vitto belum pulang, sudah pergi sejak tadi...!" Ucapnya berbohong.


"Apa dia tidak mengatakan akan pergi kemana? Atau dia ada di apartemennya???"


"Tidak tahu....!" Jawab Art itu singkat.


Vino masuk begitu saja dan duduk di sofa kemudian mengambil ponsel di saku celananya dan menghubungi Vitto.


Sementara itu Vitto yang sednag mengobrol dengan Aditya teralihkan oleh bunyi ponselnya. Vitto mengernyit dan memberitahu Aditya jika Vitto menelepon. "Ya...!" Jawab Vitto ketus.


"Kau ada dimana? Aku sekarang ada di rumahmu...!"


"Di rumahku??? Kenapa kau kesana???" Tanya Vitto.


"Memangnya kenapa? Tidak boleh... Cepat pulang.. Kau ada dimana memangnya???"

__ADS_1


"Aku tidak ada di rumah, bukankah tadi aku bilang bahwa aku akan menemui seseorang...!"


"******, kau bilang kau akan menemui seseorang dan makan siang, ini sudah sore, aku akan menyusulmu, dimana kau sekarang??? Ini penting kita perlu bicara...!" Vini menggerutu dan terdengar memaksa untuk segera bertemu dengan Vitto.


__ADS_2