
"Lebih baik kau beritahu Vitto saja... " Gumam Arindah.
"Apa harus sekarang??? Maksudku sekarang Vitto sepertinya sedang sibuk menyiapkan keberangkatannya ke Swiss kan??? Apa tidak lebih baik setelah dia kembali saja... " Ujar Vino.
"Kalau kau memberitahu nya sekarang justru Vitto bisa memikirkan sesuatu nanti nya.. "
"Bagaimana jika nanti itu justru mengganggu pikirannya dan merusak mood nya saat berbualan madu...???" Tanya Vino meragu.
"Aku rasa tidak untuk nantinya, akan tetapi jika memberitahu sekarang, ada waktu untuk Vitto berpikir... Kau hubungi dia dan beritahu jika Clara datang mencari nya... Ayo..!!"
"Tapi mungkin Vitto sudah tahu, itulah kenapa dia meminta orang-orang yang ada di rumahnya untuk memberitahu Clara bahwa dia tidak ada di rumah...! " Vino menimpali lagi.
"Bisa jadi Vitto memang tidak ada di rumahnya, mungkin mereka ada di rumah Rana... Vitto kan sering kesana..!" Ucap Arindah.
"Tidak mungkin... Rumah Rana kan aku sewakan pada orang lain, tidak mungkin mereka disana... " Vino kembali membantah.
Arindah tersenyum. "Memangnya kau tahu selama ini Rana tinggal dimana??? Kau tidak tahu kan??? Hahaha.. "
"Vitto menyembunyikannya, bagaimana aku bisa tahu... "
__ADS_1
Arindah tertawa. "Itulah jawabannya.... Kau tidak tahu, jadi jangan menyimpulkan apapun... Vitto menyewa sebuah rumah di sebuah cluster yang punya penjagaan super ketat. hingga tidak semua orang bisa masuk sembarangan tanpa ijin dari pemilik rumah yang ingin di kunjungi... Itulah kenapa ketika kau mencari Rana, kau tidak bisa menemukannya.. Ayo hubungi Vitto sekarang?? Mungkin dia ada disana.. "
Vino mengangguk dan mengambil ponsel yang ada di saku celana nya.
Sementara itu, Vitto sedang bersantai menonton televisi di ruang keluarga setelah sarapan. Sedangkan Rana masih ada di dapur untuk menyelesaikan pekerjaan nya membereskan peralatan makan yang tadi dia dan Vitto gunakan serta merapikan kamar. Siang nanti mereka akan berangkat dan semua persiapan sudah selesai tadi malam, sehingga saat ini mereka bisa bersantai sebentar. Idaat sedang fokus menonton televisi, ponsel Vitto berbunyi. Di meraihnya dari atas meja. Dan adiknya yang menghubungi nya. "Ya...!!???" Ucap Vitto.
"Kau ada dimana????" Tanya Vino langsung.
"Ada di rumah lah... Kenapa??? Kau mau datang??? Kau bilang kemarin kalau pagi ini kau ada meeting penting, kenapa mau datang???"
"Bukan... Aku bukannya akan ke rumahmu... Eh tapi kau ada di rumah yang mana??? Rumahmu atau rumah Rana???" Tanya Vino.
Vino menghela napasnya. "Jangan berpikir buruk tentangku, aku hanya ingin memastikan kau ada dimana, karena si Clara baru saja datang ke kantor dan mencarimu..."
Vitto terlonjak dan langsung berdiri. "Apa.....?????? Clara..???"
"Ya.... Dia datang kesini, mencarimu karena dia datang ke rumahmu dan kau tidak ada disana, aku pikir kau yang sengaja memberitahu orang-orang di rumahmu untuk melarang dia masuk, tetapi Arindah bilang mungkin saja kau memang tidak di rumahmu tetapi di rumah Rana... Seperti biasa dia berbicara melantur dan membuat mood ku rusak.. Aku mengusirnya dan dia sepertinya belum menyerah, dia sepertinya akan mencarimu di apartemen-apartemen milikmu.."
Vitto berjalan keluar menuju area kolam renang. "Kau serius????" Suara nya terdengar pelan.
__ADS_1
"Tentu saja serius, kau pikir aku berbohong???? Aku memberitahumu agar kau bisa berhati-hati dengannya, jangan sampai dia membuat kau dan Rana dalam masalah besar, mengingat masalalu mu dengannya yang tidak pernah berakhir karena kau selalu dan terus saja datang pada nya, aku rasa dia tidak Terima dengan oernikahanmu, itulah kenapa dia datang lagi kesini setelah pergi... "
"Ohhhh... Shiiiiitttt........!!!!! Kenapa dia harus kembali.... Shiiiittt..!!!" Gerutu Vitto.
"Hubunganmu dengannya tidak pernah berakhir sejak dulu, walaupun kau punya kekasih, dulu kau masih sering mendatangi nya, dan sekarang dia berbalik mendatangi dan mencarimu... Sejak dulu aku sudah sering memperingatkan mu agar kau memulai untuk menjalani hubungan yang berkomitmen juga memakai hati, sehingga ketika hubungan itu berakhir, ya semua akan berakhir begitu saja, tetapi kau terlalu santai dengan asmara mu, meski kau memiliki kekasih kau tetap saja membutuhkan Clara, mendatanginya dan seperti itu saja terus.."
"Shiiittt..... Bagaimana dia bisa datang lagi kesini...??"
Vino tersenyum. "Tentu saja bisa, dia ular dan pengacau seperti Angel, perempuan-perempuan seperti mereka itu berbahaya karena berbisa... Lebih baik sekarang pikirkan sesuatu agar membuat Clara tidak lagi mengganggumu... Masih ada waktu berpikir, Ku hanya ingin memperingatkan mu saja, tapi kau masih tetap harus menikmati bulan madu mu dengan baik bersama Rana..." Ujar Vino.
Vitto menghela panjang napasnya. "Oke thanks... Kau sudah memberitahuku... Dan aku memang harus memikirkan sesuatu tentang Clara... Aku tidak mau ini jadi merusak kebhagiaanku dengan Rana...."
"Oke.... Tetapi jangan terlalu di pikirkan juga, fokuslah berbahagia dengan Rana, nikmati honeymoon kalian dengan baik... Aku harus ke ruang meeting sekarang... Aku tutup dulu.. " Vino menutup panggilannya.
Vitto terlihat sangat gusar, kesal bercampur marah. Sudah lebih dari satu tahu Clara pergi ke luar negeri dan tinggal disana. Dan sekarang perempuan itu kembali lagi kesini dan mencari nya. Sejak kepergian Clara itu, Vitto memang tidak lagi pernah berhubungan atau komunikasi dengan perempuan itu, karena memang di antara dirinya dan Clara tidak ada hubungan apapun atau jalinan asmara apapun, hanya sekedar saling membutuhkan saja dan akan ada satu sama lain. Sehingga Vitto sendiri tidak terlalu peduli dengan ikatan apapun. Hal itu memang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Dan Vitto mengakui bahwa dia memang tidak bisa lepas dari Clara. Akan tetapi pada akhirnya dia menyadari kesalahannya dan tidak lagi pernah menghubungi Clara, sampai Clara akhirnya pergi dan tinggal di Filipina.
Satu tahun terakhir ini, sebelum akhirnya dia bertemu dengan Rana, Vitto mulai membersihkan dirinya dari hal-hal negatif. Menanggalkan segala kesenangan dan kebiasaan berfoya-foya, dugem hingga mabuk-mabukan seperti sebelumnya. Dia lebih sering mengisi waktu kosongnya dengan menjelajah alam. Itu memang sudah menjadi hobi nya sejak dulu, akan tetapi dia setahun hampir dua tahun terakhir memang lebih sering pergi ke luar negeri mendaki gunung-gunung yang ada disana. Setidaknya itu hiburan untuk dirinya dan juga menghindarkan nya dari hal berbau negatif serta berfokus pada pengobatan Papa nya yang saat itu tinggal di Paris.
Dan setelah bertemu dengan Rana, Vitto semakin berusaha merubah dirinya dan ingin berfokus pada karir, serta sudah mulai memikirkan untuk memiliki istri dan juga anak. Itulah kenapa dia sangat bersemangat mengejar kepercayaan Rana, serta mulai berkomitmen untuk sebuah hubungan dan akhirnya benar-benar bisa menikahi perempuan yang sangat di cintai nya itu. Rana kali ini menjadi fokusnya, dan dia sangatlah mencintai perempuan itu. Tetapi sepertinya kali ini dia di hadapkan pada sebuah masalah besar.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Vitto merasa takut, bahwa kehadiran Clara akan membuat kepercayaan Rana padanya berkurang. Vitto takut Clara akan membongkar semua masa lalu nya dan bagaimana hubungan mereka dulu. Vitto sadar sekali atas segala kesalahannya dan dulu dia seperti menjadikan Clara sebagai peIacur tetapnya, memberi Clara uang setelah perempuan itu memuaskan nya, dan sekarang hal itu jadi boomerang untuknya sendiri. Vitto bingung bagaimana harus menjelaskan pada Rana. Karena dia yakin, Clara datang lagi pasti untuk sebuah alasan.