
Akhirnya, proses mediasi berakhir, dan sesuai denga apa yang di harapkan oleh Vitto dan Vino dimana proses itu gagal dan akan berlanjut ke beberapa sidang berikutnya hingga putusan keluar. Seperti yang sudah di duga bahwa Vita masih berpura-pura berusaha ingin mempertahankannya dan tentu saja itu sia-sia saja karena sudah bulat bahwa Papa Vino dan Vitto tidak mau.
"Vit... Aku dan Papa akan pulang sekarang...!" Ucap Vino.
"Iya... Terserah kau saja.... Lalu bagaimana dengan pakaianmu yang ada di rumah ku????" Tanya Vitto balik.
"Ah biarkan saja, kami pasti akan kesana lagi kapan-kapan...!"
"Oke baiklah....!" Gumam Vitto kemudian dia memeluk Vino dan Papanya sebelum akhirnya mereka berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.
Vino pulang ke rumahnya bersama sang Papa, sementara Vitto tentu saja akan pulang ke rumah Rana. Bahkan dia sekarang bisa bebas untuk tidak di kejar waktu pulang ke rumahnya sendiri dan bisa menginap sesukanya di rumah yang ditinggali Rana karena Vino sudah tidak tinggal di rumahnya.
★★★★
Setelah sekitar satu jam, akhirnya Vitto bisa menembus kemacetan dan sampai di rumah Rana. Dia membawa masuk mobilnya ke garasi setelah bodyguarnya membuka pintu garasi. Mobil Vitto masuk dan garasi langsung di tutup lagi. Vitto berlari memasuki rumah, menuju halaman belakang. Dan dari bawah dia bisa melihat Rana sedang berada di dapur. Vitto lekas naik ke tangga dan menghampiri Rana.
Di tempat lain, Vita dan pengacaranya mendatangi sebuah tempat, dimana dia sudah ditunggu oleh beberapa wartawan yang sengaja di undangnya sebelumnya untuk melakukan konferensi pers terkait dengan masalah rumah tangganya dan kedua putranhmya yang sudah bersikao tidak adil terhadapnya.
****
"Heeeiiii..... Ada apa ini....???? Baunya harum sekali.... Hmmm... Kenapa banyak beruang mungil juga disini.... Apa yang sedang kau lakukan???" Tanya Vitto.
"Kau sudah pulang???"
Vitto tersenyum dan mengangguk kemudian mencomot kue bulat berwarna hijau itu dan memakannya.
__ADS_1
"Hei... Itu belum selesai, aku belum meletakkan butter cream diatasnya, kenapa kau sudah memakannya???" Protes Rana.
"Ini saja sudah enak, dan rasanya??? Hmmmm seperti klepon tapi aku tahu ini adalah Choux bukan klepon..!" Gumam Vitto.
Rana terkekeh. "Iya kau benar itu memang Choux tetapi aku mengkreasikannya dengan rasa Klepon, bagaimana enak tidak???"
"Wah...... Kau memang luar biasa dan rasanya juga lazieeesss...!" Puji Vitto, tetapi dia merasa heran dengan banyaknya Choux pastry yang dibuat oleh Rana. "Kenapa kau membuat sebanyak ini sayang? Siapa yang akan memakannya???" Tanya Vitto.
Rana tersenyum. "Tadi aku menyuruh Tania berbelanja bahan-bahan membuat ini juga menyuruhnya membeli beberapa box, tiba-tiba saja aku teringat dengan Kyros, Kyra, Gienka dan Louis jadi aku ingin mengirim ini untuk merema, tidak apa-apa kan???"
"Astaga... Kau ini.... Bisa-bisanya terbesit ide seperti ini, lalu kau akan memanggil kurir untuk mengantar ini???"
"Ada Mario, biar dia yang mengantarnya, toh rumah Cahya dan Chitra berdekatan dan rumah Elea juga berada di kompleks sini, aku juga akan membungkusnya untuk Ibunya Cahya yang ada di depan...!" Ujar Elea.
Vitto tertawa dan mengusap kasar kepala Rana. "Aku membayar Mario mahal-mahal untuk menjaga rumah ini dan menjaga keamananmu, kau malah menjadikannya kurir, dasar...!"
Vitto mengangguk, dan dia melepaskan jasnya, kemudian melepas kancing lengan kemejanya dan melipatnya. Lalu membantu Rana dengan meletakkan tiga kue berbeda ke box yang sudah memiliki sekat. Setelah itu Rana mulai meletakkan krim di atas kue-kue itu. Rana juga meletakkan sesuatu seperti kapsul yang terbuat dari plastik berisi cairan warna cokelat diatas Choux berwarna hijau yang tadi rasanya seperti klepon itu. "Apa itu???" Tanya Vitto.
"Ini cairan gula merah... Rasa kleponnya akan semakin terasa nanti...!"
"Aiihhh... Ada-ada saja, terus ini permen kotak untuk apa???" Tanya Vitto lagi.
"Itu untuk diletakkan di atas Choux rasa cokelatnya...!" Jawab Rana.
Vitto tidak habis pikir, sebegitu kreatifnya Rana. Tetapi memang harus kreatif sih ketika menjadi seseorang yang terjun di dunia kuliner seperti ini. Vitto merasa beruntung sekali bisa memiliki Rana yang sangat pandai memasak dan membuat berbagai kue lezat. Vitto yakin, ketika bakery Rana yang sudah selesai di renovasi nanti pasti Rana akan semakin sibuk dengan bisnisnya dan akan semakin kreatif untuk berinovasi. Itu hal yang sangat bagus.
__ADS_1
"Eh jangan lupa, kirim buat Ariel juga...!" Ujar Vitto.
"Ah iya lupa, iya deh, tenang masih cukup kok...!" Timpal Rana. "Oh iya, bagaimana mediasi nya tadi???"
"Sesuai rencana...!" Gumam Vitto.
Kemudian dia menceritakan segalanya pada Rana tentang apa yang tadi terjadi di pengadilan. Mamanya tetap bersikeras ingin mempertahankan rumah tanggannya. Hanya saja sudah berkomitmen dari awal bahwa Vitto, Vino dan Papanya tetap bersikeras tidak mau dan menolak ajakan itu. Tidak ada juga pembahasan mengenai apa yang di dapatkan Vitto tentang Jason yang datang menemui Mamanya. Vitto merasa itu tidak perlu di bahas lebih dulu dan akan menjadi boomerang sendiri untuk Mamanya nanti jika terus berulah. Vitto harus bisa menjaga itu semua sampai nanti waktunya tiba untuk mengungkap segalanya. Sekarang dia hanya ingin proses perceraian ini berjalan lancar. Mengenai bukti foto tentang Jason dan Mamanya, Vitto hanya akan mengungkapkannya jika diperlukan nantinya. Yang jelas sekarang adalah hanya menunjukkan beberapa bukti mengenai masalalu mamanya yang membawa uang dan aset perusahaan milik Papa Vitto dan Vino yaitu pak Andri.
"Apa Mamamu kekeh untuk mempertahankannya seperti kemarin???" Tanya Rana.
"Dia hanya berkata tidak ingin berpisah tetapi aku bisa melihat jelas di matanya bahwa dia sama sekali tidak ingin ada yang harus di perbaiki,.. Kesal sekali...!" Gerutu Vitto.
"Kau dan Papa hanya perlu sabar sajja kalau begitu...!"
"Diperlukan kesabaran yang luas untuk menghadapi orang seperti Mama...!" Gumam Vitto.
Tugasnya untuk.meletakkan kue buatan Rana ke Box sudah selesai. Rana juga sudah mulai membuat hiasan berupa butter krim di atas kue kue itu dan menancapkan kapsul kecil berisi cairan gula merah ke atas kue rasa klepon itu, lalau meminta Vitto meletakkan potongan daun oandan juga diatasnya suoaya lebih cantik. Rana jjga meletakkan permen susu cokelat berbentuk kitak yang menggemaskan itu diatas kue dengan rasa dan isian krim cokelat di dalamnya.
Rana mengibas-ibaskan kedua telapak tangannya dan tersenyum puas karena sudah selesai membuat dan menghias kue buatannya itu, dibantu oleh Vitto. Terlihat cantik sekali dan siapapun tidak akan bisa menolaknya untuk tidak memakannya.
.
"Ahhh selesai juga..." Gumam Rana.
__ADS_1
"Good job sayang...! Kau bekerja dengan sangat baik..." Vitto memeluk Rana dan mencium pipi perempuan yang sangat dicintainya itu. Vitto berharap kebahagiaan ini akan terus berlangsung dan dia bisa selalu membahagiakan Rana.