Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 286


__ADS_3

Sepulang dari kediaman Cahya, Arindah harus mengantar pulang Naufal lebih dulu dan dia akan berangkat ke rumah sakit. Sebenarnya Naufal menolak untuk pulang karena Naufal sangat senang bisa bermain dengan Kyra dan Kyros tetapi Arindah harus mengajak putranya pulang, karena dia takut terlambat ke rumah sakit. Dia ada jadwal praktik siang jadi ada waktu untuknya bisa beristirahat di pagi hari dan memilih untuk bertemu Cahya. Arindah merasa lebih baik setelah berbicara dengan Cahya, dan mendengarkan beberapa nasehat dari perempuan itu. Arindah memikirkan dengan baik setiap ucapan Cahya dan dia harus mengambil keputusan untuk menerima ajakan Vino menikah atau menolaknya. Arindah berharap keputusannya ini adalah yang terbaik.


Arindah mengambil ponselnya dan mengetik sebuah pesan.


..."Vin... Aku ingin bertemu denganmu malam nanti sekaligus makan malam di Rainbow Resto jam 8 malam... Aku akan menunggu mu disana..."...


Arindah kemudian mengirim pesan itu pada Vino.


★★★★


Vitto tengkurap di atas ranjang massage. Dia sedang di pijat oleh terapis dari villa. Sementara Rana sedang asyik berenang di kolam renang. Vitto merasa badannya pegal-pegal termasuk bagian pinggangnya. Wajar, karena ini adalah honey moon dan tidak ada hal lain yang bisa di lakukan selain bercinta dan jalan-jalan serta menikmati berbagai fasilitas yang tersedia di villa ini. Semalam, Vitto lagi-lagi memakan permen pemberian Aditya yang sebelumnya masih tersisa setengah setelah setengahnya kemarin sudah dia konsumsi. Hal itu membuatnya dan Rana tidak tidur hampir semalaman. Sehingga hari ini Vitto butuh relaksasi sebentar dan membuatnya memanggil terapis massage yang ada di villa ini.


Sekitar satu jam, Vitto akhirnya selesai di massage. Vitto tidak lupa memberi tip pada terapis laki-laki yang tadi memijatnya. Setelah terapis itu pergi, Vitto keluar dan menghampiri Rana yang ada di kolam renang. Vitto memilih duduk bersila di atas jaringan yang ada di sisi kolam renang. Vitto tersenyum memandangi Rana yang sibuk berenang.


Rana muncul dari dalam air dan sedikit terkejut mendapati Vitto sedang duduk menatapnya. "Ehhh sudah selesai ya???" Tanya Rana yang langsung berjalan di dalam air menghampiri Vitto.


"Aku masih merasa pegal sebenarnya...!" Ucap Vitto berbohong.


"Lah kalau masih pegal kenapa kau meminta berhenti???" Tanya Rana.


"Sudah satu jam lebih, kasihan terapis nya berdiri terlalu lama..."


"Kan sudah pekerjaannya sayang.. Nanti kau juga bisa memberikannya uang tip.."


"Aku sudah memberi nya, dan mungkin memang massage nya memang sudah seperti itu, sekitar satu jam, lagipula wajar saja jika aku masih pegal-pegal, setiap hari aku harus berolahraga denganmu tanpa mengenal waktu, apalagi setiap malam kita bisa melakukannya berjam-jam..." Vitto berucap sambil mengangkat kedua alisnya bergantian.


Wajah Rana memerah dan dia langsung memukul paha Vitto. "Kau ini... Lagipula bukan salahku jika kau pegal, kau sendiri yang memilih memakan permen itu, padahal semalam aku sudah melarangmu..."


"Tetapi dengan permen itu kau merasa sangat di puaskan, betul tidak???" Vitto mengangkat lagi kedua alisnya yang membuat wajah Rana semakin memerah. "Kau tersipu, artinya iya... Benarkan???"


"Iya... Kau sangat memuaskanku... Itu sangat luar biasa.. Kau seperti tidak ada habisnya untuk meminta lagi dan lagi, aku senang karena kau juga sepertinya sangat menyukai nya... Tugas seorang istri adalah membuat suami nya selalu bahagia lahir bathin..."

__ADS_1


Vitto membungkuk dan mencium bibir Rana. "Karena aku masih pegal, kau sekarang yang harus bertanggung jawab dan berganti memijatku.... Ayo naik dan pijat aku.."


Rana mengangguk dan dia naik dari atas kolam renang, pergi ke shower untuk membilas badannya, sementara Vitto memilih masuk lebih dulu.


Setelah membilas tubuhnya dengan air di shower, Rana mengambil handuk kimono dan memakai nya kemudian menyusul Vitto yang sudah masuk di dalam villa.


Lelaki itu sudah tengkurap lagi di atas ranjang massage. "Kau ingin di pijat di bagian mana??" Tanya Rana kemudian dia mengambil minyak.


"Di punggung saja sayang, dan di pinggang..." Jawab Vitto.


"Oke mr. Vitto... As you wish..." Rana kemudian sedikit demi sedikit menuang kan minyak essential di punggung Vitto. Dan perlahan mulai memijat suaminya itu.


Telapak tangan Rana yang halus bergerak naik turun di punggung Vitto membuat lelaki itu mengeraang karena kenikmatan. Vitto sengaja melakukannya karena dia tentu punya rencana lain dengan menyuruh Rana memijatnya. Cukup lama Rana memijat punggung Vitto, dan Vitto meminta agar Rana turun untuk memijat pinggangnya karena di bagian sana lah yang masih terasa sakit.


"Enak???" Tanya Rana sambil terus memijat.


"Ya... Tangan istriku begitu lembut dan pijatannya tidak kalah dengan terapis yang tadi.


"Tidak percaya ya sudah....!" Vitto tiba-tiba membalik tubuhnya dan sekarang dalam posisi berbaring. Di saat itu Rana baru menyadari jika Vitto tidak mengenakan celana dan tadi di tutupi oleh handuk saja. Dan ketika Vitto berbaring, terlihat jelas seluruh tubuhnya. Lelaki itu memandangi Rana yang sedang terfokus pada bagian tengah tubuhnya. Miliknya berdiri tegak karena sejak tadi sudah erreksi ketika Rana mulai memijatnya.


"Dia juga ingin di pijat... Pijat lah..." Perintah Vitto sambil menunjuk ke arah mr. P nya yang sedang tegak berdiri.


Rana melirik ke arah Vitto, lelaki itu tersenyum dan meraih tangan kanan Rana kemudian membimbingnya menyentuh miiliknya yang sedang menegang itu.


Rana selalu terpukau dengan itu, berdiri tegak, panjang, besar dan berurat. Sehingga Rana benar-benar di buat gila ketika di masukin oleh Vitto.


"Kok bengong??? Ayo pijat..." Perintah Vitto lagi, membuat Rana terlonjak dan mengangguk.


Tangan Rana pun mulai bergerak naik turun, karena telapak tangannya masih berminyak, hal itu justru membuat sensasi berbeda yang di rasakan oleh Vitto. "Ohhhh.... Shiiitt..... Ya sayang.... Jangan berhenti, dan lebih cepat....." Ucap Vitto sambil terus mendeesah menikmati permainan tangan dari istrinya. "Ahhhh Yes.... Good Girl... Hmmmppp.... "


Cukup lama Rana melakukan itu, sampai akhirnya Vitto meminta nya untuk berhenti. Vitto kemudian turun dari ranjang dan mencium bibir Rana dengan kasar sambil terus mendesak agar tubuh mereka lebih dekat lagi. Vitto melepaskan handuk kimono yang di pakai Rana. Vitto mencoba membuka atasan biikini yang di pakai Rana. Vitto duduk berjongkok membuka kedua kaki Rana dan langsung melepaskan bawahan biikini yang dipakai oleh istrinya itu.

__ADS_1


Setelah Rana tidak mengenakan apapun, Vitto mengangkat dan membaringkan Rana di atas ranjang massage. Sementara tanpa di minta, Rana menekuk kedua lututnya dan membuka kedua kaki nya memberi Vitto jalan. Vitto tersenyum dan memuji keberanian Rana, lalu mulai bermain dengan lidahnya di milik Rana yang ada bawah sana. Rana bergeliat merasakan apa yang di lakukan oleh Vitto, sensasi aneh bercampur nikmat menjadi satu. Rana sangat menyukai ketika Vitto melakukan ini. "Aaa... Hmmmmpppttt.... Terus sayang... Jangan berhenti.... Lidahnya lebih masuk lagi Sssshhhhh...!" Pintar Rana yang langsung di laksanakan oleh Vitto.


Vitto mengangkat kepala nya dan tersenyum, melihat ekspresi istrinya yang sepertinya sangat menikmati permainannya. Vitto pun kembali menunduk dan bermain lagi di area sensiitif istrinya.


"Oh ya Ampun..... Vitto sayang.....!!!" Teriak Rana lagi dan dia semakin menekan kepala Vitto, agar Vitto tidak menghentikan kegiatannya.


"Kau menyukainya???" Tanya Vitto dengan suara tidak jelas.


"Ya... Aku menyukai nya...!" Suara Rana tersenggal dan tiba-tiba tubuhnya menegang, mencengkeram rambut Vitto. Dan Rana mengerrang panjang, menandakan bahwa dia mencapai puncaknya.


Vitto mengangkat lagi kepala nya dan mengubah posisinya menjadi duduk. Menatap Rana sambil tersenyum kemudian naik di atas Rana. Vitto mencium leher Rana dan perlahan turun ke gundukan menggoda milik Rana. Vitto kemudian memeluk Rana sambil menikmati dan merasakan pemandangan indah yang ada di depannya, lalu dengan hati-hati dan penuh antisipasi dia mengecup serta membuka mulutnya dan mendekat ke dua gundukan yang menggoda itu. Tidak langsung memasukkan ke mulutnya tetapi dia memilih memainkannya lebih dulu dengan lidahnya. Rana mendongakkan kepalanya sambil memejamkan matanya menikmati sensasinya.


"Shhhh..... Shhhh.....!!!! Jangan berhenti melakukannya sayang....!!! Astaga.... lidahmu nikmat sekali....!!! Ah...!"


Rana mulai kehilangan akal sehatnya karena terlalu menikmati apa yang dilakukan suaminya. Tangannya meraih jemari Vitto dan membimbing suaminya itu agar bisa memainkan miliknya yang satu lagi dengan jemarinya. Cukup lama Vitto melakukan itu hingga akhirnya Rana kembali menegang dan mengerang panjang, menandakan bahwa istrinya itu telah mencapai puncaknya lagi padahal dia baru melakukan pemanasan kecil. Rana memeluk Vitto dan napasnya sedikit tersenggal.


Vitto turun dan meminta Rana juga turun.


"Aku akn berbaring dan kau diatasku! Bergeraklah sesukamu, pelan atau cepat semua terserah padamu" Perintahnya pada Rana.


Rana menuruti keinginan suaminya itu, Vitto naik ke ranjang massage lagi, berbaring disana, kemudian di susul oleh Rana. Dengan hati-hati Rana duduk di atas perut Vitto dan perlahan dia sedikit turun ke antara paha lelaki itu. Dengan lembut dan hati-hati, Rana menenggelamkan dirinya dengan Vitto. Suara erangan dari mulut mereka terdengar begitu merdu bagaikan musik yang menambah suasana menjadi lebih hangat. Rana memeluk Vitto dan dagunya bertumpu di pundak kanan suaminya itu. Rana bergerak naik turun, gerakan itu membuat sesi penyatuan mereka terasa lebih berbeda sensasinya.


Vitto menarik kepala Rana dari pundaknya dan mendekatkan ke wajahnya. Rana terus bergerak maju mundur lalu memutar pin99ulnya dengan ritme yang tenang dan dia mulai berciuman dengan Vitto, semakin menambahkan sensasi yang luar biasa lagi. Mereka berdua larut dalam kenikmatan penyatuan ini. Rana tidak berhenti meracau, dan Vitto semakin menikmatinya. Vitto sangat senang mendengar suara Rana yang menggila karena percintaan yang mereka lakukan, karena Rana terlihat semakin menggoda.


Hingga akhirnya tubuh Rana mulai menegang lagi, melihat jika istrinya sudah akan mencapai puncaknya. Kali ini Vitto mulai bergantian bergerak, dan gerakannya semakin cepat sambil menginstruksikan pada Rana agar bisa menahannya lebih dulu sambil menunggu dirinya dan mereka bisa mencapainya secara bersamaan.


"Aku datang....! Ah.....!!!" Vitto memeluk Rana dengan sangat erat, dan Rana juga melakukan hal yang sama.


Akhirnya mereka mencapai ujung secara bersamaan. Mereka mengatur napasnya masing-masing. Vitto membaringkan Rana pelan-pelan tetapi berusaha tidak melepaskan dirinya, dan dia tengkurap di atas Rana. "Aku masih belum puas, kita harus melakukannya lagi, oke?? Tapi kita akan melakukannya di bathtub" Gumam Vitto dan Rana mengangguk. Tidak mungkin dia bisa menolak hal senikmat ini dari Vitto, penyatuan mereka terasa luar biasa dan Vitto bisa memuaskannya dengan baik. Mereka berdua turun dan berpindah ke bathtub. Dan sesi percintaan mereka berlanjut disana seolah tidak pernah merasa puas.


★★★★★

__ADS_1


__ADS_2