Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
SPESIAL EPISODE


__ADS_3

Dua minggu kemudian......


Vita berada di dalam taksi, dia sedang dalam perjalanan menuju rumah Vitto untuk menemui Sanne. Hubungannya dengan Vitto dan Vino sudah semakin membaik, dan dia sangat merasa senang sekali. Begitu juga hubungannya dengan Rana dan Arindah. Kedua menantu nya itu sangat luar biasa baik dan hampir setiap hari mereka saling berkomunikasi mengenai berbagai hal termasuk menanyakan keadaan Naufal dan Sanne.


Vita merasa sangat menyesal pernah menilai buruk Rana. Ternyata menantunya itu sangat luar biasa baik, dan perhatian serta penuh cinta. Hampir setiap hari Rana selalu mengirimkan makanan, baik itu kue ataupun makanan lainnya ke rumahnya. Terkadang kue yang berasal dari bakery milik Rana sendiri terkadang Rana juga membuatnya sendiri makanan yang di kirimkan itu. Hal yang sama juga di lakukan Arindah. Dia sering mengirim hadiah dan juga makanan. Sepertinya Arindah dan Rana selalu mengatur jika ingin mengirim makanan, karena jika Rana tidak mengirimkannya maka akan datang makanan dari Arindah. Hal itu membuat Vita tidak pernah memasak.


Vita bersyukur bahwa Tuhan masih memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali mencurahkan seluruh perhatiannya untuk anak-anaknya, menantu dan kedua cucu nya. Dia sekarang hanya ingin berbahagia dengan keluarga nya. Meskipun dia tentu tidak akan kembali lagi bersama manta suami nya. Dia sudah terlalu meninggalkan banyak luka padanya. Dan Vita ingin juga meminta maaf langsung pada Andri, tetapi dia tahu saat ini mantan suami nya itu sedang tidak berada disini. Entah kemana Vitto dan Vino membawa nya. Sejak lebih dari satu tahun yang lalu Andri tidak pernah terlihat lagi, dan tidak ada yang tahu dia dimana.


"Biarkan Papa menggendong cucu Papa yang cantik itu..!" Pinta Papa Vitto kepada Rana. Dia baru saja datang dari bandara dan di jemput oleh Vitto dan Vino.


Rana mengangguk dan memberikan Sanne kepada Papa mertua nya. "Dia langsung bangun ketika Papa datang... Tahu jika Kakeknya ingin menggendongnya... " Ucap Rana.


"Papa sangat merindukan kedua cucu Papa dan yang satu nya lagi belum datang.. Apa masih lama Vin???" Tanya Papa nya.


"Sudah ada di dekat sini Pa... Sebentar lagi akan sampai...


Aku sudah meminta pada Arindah agar Naufal hari ini libur saja sekolahnya tetapi Arindah tidak mengijinkannya, karena Naufal akan pulang bersamaan denganPapa, jadi lebih baik dia sekolah dan sepulangnya akan langsung di jemput dan di antar kesini.. "


"Istrimu memang benar... Naufal harus tetap sekolah, toh Papa nanti juga akan bertemu dengannya setiap hari selama Papa disini.. " Ucap Papa Vino.


"Papa benar..." Gumam Vino sambil terkekeh.


"Manis sekali... Kenapa dia seperti Vitto versi perempuan???" Ujar Tuan Andri.


"Mama juga mengatakan itu saat kesini.. " Sahut Rana.

__ADS_1


"Vita datang kesini??? Kapan???" Tanya nya lagi.


"Beberapa waktu yang lalu, datang kesini dan bertemu dengan kami semua, membawa hadiah untuk Sanne dan Naufal.. " Jawab Rana.


Papa Vino dan Vitto pun tersenyum. "Baguslah jika dia datang dan menemui cucu nya.. "


"Opa....!!!!" Teriak Naufal tiba-tiba dari luar dan dia berlari masuk ke dalam rumah memeluk Opa nya yang sedang menggendong Sanne.


"Eh awas-awas ada adik... " Ucap Vino agar Naufal tidak langsung memeluk Opa nya dan berhati-hati. Naufal pun hanya memeluk lengan kiri Opa nya.


"Hei cucu Opa yang paling tampan sudah pulang dari sekolah???"


Naufal mengangguk. "Ya... Aku pulang di jemput Mama dan ada Oma.. Itu Oma... " Naufal menunjuk ke pintu dimana ternyata Arindah dan Vita datang bersamaan. Tadi saat mau masuk ke perumahan ini, Arindah melihat Mama mertua nya itu baru turun dari taksi. Dan dia langsung mengajak untuk masuk bersamaan sehingga datang kesini pun bersama.


Langkah kaki Vita terhenti ketika dia melihat ada mantan suaminya yang sedang duduk dan menggendong Sanne. Vita menelan ludahnya tetapi kemudian dia kembali melangkah masuk ke dalam ruangan keluarga di rumah Vitto dan Rana.


"Mama... Kenapa tidak memberitahu kalau datang???" Tanya Rana. Dia berdiri dan mengalami ibu mertua nya.


"Mama kebetulan lewat dan ingin mampir..! Dan bertemu dengan Arindah di depan.. "


"Duduklah... Kebetulan Papa dan Tante juga baru sampai..." Ucap Rana. Vita melempar senyum lalu menghampiri Anne.


"Anne... Kau ada disini juga??? Bagaimana kabarmu???" Tanya Vita pada mantan adik iparnya itu.


"Aku baik.. " Jawabnya datar.

__ADS_1


"Sudah lama kita tidak bertemu...!" Ucap Vita lagi. Tetapi kemudian dia melempar senyum pada mantan suami nya. "Papa apa kabar???" Tanya nya tetapi kemudian dia lekas meralat ucapannya. Dia sudah tidak ada hak lagi untuk memanggil mantan suami nya dengan sebutan Papa. "Kau apa kabar???" tanya Vita lagi.


"Aku baik...! Senang melihatmu disini, kau datang pasti untuk bertemu dengan cucumu..! Duduklah..!!" Titah Papa Vino dan Vitto pada Mantan istrinya itu. Sanne tiba-tiba menangis, Rana pun mengambil bayi nya dari Papa mertua nya. Tahu bahwa bayinya itu pasti sedang kelaparan.


Vita menatap mantan suami nya. Tampak meragu. Tetapi kemudian duduk berjongkok di depan Ayah dari kedua anaknya itu sambil menangkup kan kedua telapak tangannya. "Aku minta maaf padamu atas semua kesalahan yang selama ini aku lakukan... Kau adalah orang yang paling banyak tersakiti olehku.. Dan aku sangat membutuhkan maafmu agar aku bisa menjalani kehidupanku dengan nyaman... Aku sudah menyesali segala perbuatan ku, dan aku tidak akan mengulangi nya lagi, karena aku ingin berbagai dengan anak-anak ku, menantu dan cucu-cucu ku, aku sudah tua dan ingin mereka nanti mengenangku sebagai ibu yang baik, bukan ibu yang buruk... " Vita mulai terisak.


"Kau sudah memberikan pengajaran yang begitu luar biasa kepada Vitto dan Vino selama ini, menjadikan mereka berdua orang yang berguna, dan selalu menghormati orang tua. Mereka memaafkan kesalahanku, menerimaku kembali sebagai ibu mereka, padahal jika di pikirkan kesalahanku sangatlah tidak termaafkan... Kau tetap dan selalu mengajarkan mereka untuk menghormati ibu nya, meski tahu begitu buruknya sikap ibunya selama ini.... Kau mengajarkan nilai moral yang luar biasa untuk anak-anak kita, tetapi lihatlah diriku, aku hanya selalu menyakiti kalian setiap waktu, hidupku tidak pernah bahagia seratus persen selama ini... " Ujar Vita.


"Tetapi ketika kedua putra kebanggaan ku memaafkan ku, menerima ku lagi, dan kedua menantuku juga seperti malaikat, aku benar-benar merasa kan bahagia yang sesungguhnya, apalagi dengan kehadiran kedua cucuku yang juga luar biasa ini, tetapi semua akn terasa lebih sempurna lagi jika kau mau memberiku maaf untuk semuanya??? Aku tidak akan pernah meminta bisa kembali denganmu, aku merasa malu untuk hal itu, tetapi aku hanya butuh maaf darimu saja... Aku mohon maaf kan aku..!???" Vita tiba-tiba bersujud di kaki Papa Vino dan Vitto sambil terisak.


"Vita... Kenapa kau seperti ini, berdirilah... Aku mohon jangan seperti ini... " Ucap Tuan Andri sambil berusaha untuk mengangkat kepala mantan istrinya agar tidak mencium kaki nya.


"Tolong maafkan aku.. "


"Vitto, Vino, angkat Mama kalian, jangan biarkan dia seperti ini..!!"


Vino dan Vitto berdiri dan menghampiri Mama nya meminta Mama nya agar berdiri. Vita terus terisak dan penyesalan begitu jelas terlihat di mata nya. "Tolong maafkan aku..???" Pinta nya lagi.


"Aku sudah memaafkanmu sejak lama, karena aku tahu bahwa memaafkan adalah kewajiban setiap manusia.. Aku senang pada akhirnya kau menyadari kesalahanmu dan menjadi pribadi yang baik.. Jadi jangan pernah lagi melakukan kesalahan yang sama, kasihanilah kedua anak kita, mereka selama ini sudah terlalu menderita atas ulahmu, tetapi mereka memiliki hati yang luas untuk memaafkanmu, jadi aku harap kau mengetahui itu... Aku sudah memaafkanmu... "


"Terima kasih.... Atas semua yang sudah kau lakukan untuk menjaga Vitto dan Vino selama ini.... Aku merasa malu padamu.... Terima kasih juga kau sudah memaafkanku... "


"Ya, sekarang waktu nya untuk berbahagia dengan mereka... selalu lah jadi orang yang lebih baik lagi setiap harinya...!"


Vita menangis dan dia memeluk Vitto dan Vino. Meluapkan kebahagiaannya karena dia telah di maafkan oleh orang-orang yang pernah dia lukai. Vita tidak ingin apapun lagi saat ini, dia hanya butuh dekat dengan anak-anaknya saja. Ingin berbahagia dengan mereka. Bebannya saat ini sudah berkurang setelah meminta maaf. Berharap Tuhan juga mau mengampuni segala kesalahannya. Dan benar jika ada orang hilang bahwa harta terbaik di dunia ini adalah keluarga. Vita bersyukur karena keluarga nya begitu luar biasa baik. Dia tidak akan lagi mengecewakan kebaikan dan kepercayaan mereka.

__ADS_1


__ADS_2