Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 218


__ADS_3

"Pagi pak Vitto...!" Sapa Davica dengan ramah. Sudah berhari-hari dia tidak melihat lelaki ini ke kantor. Yang dia dengar adalah Vitto sedang sakit setelah bepergian dari luar kota. Davica juga tahu bahwa pekerjaan di kantor ini bagi Vitto pastilah tidak terlalu penting mengingat ini oerusahaan milik keluarga Vitto, dan Vitto bisa sebebas-bebas nya mau masuk kapan saja dan libur kapan saja pasti tidak akan pernah jadi masalah yang besar untuk Vino dan Papa nya.


Seperti biasa, Vitto tidak menanggapi sapaan Davica dan berlalu begitu saja memasuki ruangannya. Davica mendengus kesal, bergumam tidak karuan di dalam hati karena sikap Vitto yang begitu dingin dari awal sampai saat ini. Apakah sebegeti marahnya Vitto terhadap nya atas kejadian tempo hari atau memang seperri itu watak nya sejak awal, tetapi tidak, Vitto bersikap begitu ramah terhadap beberapa staf disini, Davica bisa melihat nya. Dan hanya kepada nya saja Vitto bersikap seperti itu.


Davica mengambil beberapa berkas di meja nya kemudian dia akan memberikan nya pada Vitto. Lagi-lagi dia tetap harus bersikap baik meskipun Vitto sangatlah menyebalkan. Davica mengetuk pintu ruangan Vitto, dia menunggu beberapa detik tetapi tidak ada jawapan dari dalam yang menyuruhnya masuk. Ini sudah biasa terjadi dan Davica tetap harus masuk, baginya bodoh amat mendapat ijin atau tidak. Bukan salahnya nanti jika sampai ada sesuatu pekerjaan yang salah yang tidak di lakukannya hanya karena dia harus menurut terhadap Vitto. Pilihannya hanyalah tetap mengerjaakan pekerjaannya sesuai porsi.


"Ini beberapa berkas yang harus pak Vitto tanda tangani juga harus bapak periksa, ini sudah menumpuk bebebrapa hari jadi cukup banyak." Ucap Davica kemudian dia kembali lagi keluar dari ruangan Vitto.


Vitto menghela napasnya panjang. Sudah lebih dari seminggu dia tidak masuk ke kantor dan pekerjaan nya menumpuk. Dia harus memeriksa berkas-berkas ini kemudian siang nanti mengahadiri meeting dengan klien, karena Vino hari ini dan besok tidak masuk begitu juga dengan Papa nya, alhasil Vitto harus menghandle semua nya untuk sementara.


Setelah pertunangan Vino besok. Vitto sendiri akan melakukan kesibukannya lagi melanjutkan apa yang sempat tertunda. Dia sebenarnya ingin melakukan syuting itu kemarin atau hari ini tetapi dia juga tidak ingin melewatkan moment langka pertunangan Vino dan Angel, itulah kenapa dia harus menunggu itu selesai baru nanti pergi.


Φ¤Φ¤Φ¤

__ADS_1


Sore harinya, setelah pagi tadi ke kantor polisi di temani oleh pengacara nya. Vino menjemput Angel di rumahnya untuk mengecek venue tempat pertunangan mereka besok malam. Saat ini Angel bergelayut manja pada Vino. Mereka berjalan di lobi sebuah hotel mewah menuju tempat yang akan mereka gunakan untuk acara pertunangan mereka besok. Vino dan Angel akan mengecek langsung persiapannya. Vino terus mencoba bersikap romantis kepada Angel seperti yang selama ini dia lakukan. Rupanya itu berhasil dan Angel sama sekali tidak curiga.


Sampai di venue, pengerjaan memang sedang di lakukan. Pemasangan hiasan bunga serta hal lainnya juga dalam pengerjaan. Vino kemudian menghampiri EO yang juga ada disana kemudian mengobrol menegnai persiapan yang sedang berlangsung. Sementara Angel berkeling dan mencoba mengatur beberapa peletakan bunga di beberapa sudut agar terlihat lebih bagus.


Sampai akhirnya Angel kembali mendekat ke Vino setelah melihat lelaki itu sedang berdiri sendirian memperhatikan sekeliling. Angel mendekat dan memeluk Vino dengan manja. "Persiapannya luar biasa sekali ya sayang... Aku sangat tidak sabar untuk besok... Astaga... Akhirnya kita akan bertunangan lalu menikah....! Aku sangat bahagia sekali..." Gumam Angel sambil menyandarkan kepala nya di dada Vino.


"Sejak dulu aku sudah ingin melakukan semua ini tetapi kau selalu saja menolaknya, dan sekarang kau terlihat bahagia sekali...!" Ucao Vino.


Angel terkekeh. "Ya, aku sangat menyesali nya kenapa tidak sejak dulu aku menerima ajakanmu untuk menikah, tetapi tidak masalah juga sih mau sekarang atau kemarin, yang jelas kita tetap akan menikah juga kan pada akhirnya...!"


"Sama saja sih....!" Jawab Angel.


"Bagaimana dengan gaunmu untuk besok???" Tanya Vino lagi.

__ADS_1


"Ready sayang.... Setelah ini kita kesana, aku harus fitting untuk terakhir kalinya...!"


Vino melihat jam tangannya. "Sekarang saja, sudah hampir jam lima, kita pergi sekarang...! Oh iya, sebenarnya aku masih bingung kenapa kau memilih desainer yang berbeda untuk gaun pertunangan dan pernikahan??? Bukankah seharusnya di orang yang sama saja... Toh mereka juga pasti bisa membuat gaun apapun...! Kenapa harus seperti itu???" Tanya Vino mencoba menelisik dan penasaran dengan jawaban Angel.


Vino sebelumnya sudah pernah di kenalkan kepada salah satu orang yang di oercayai Angel untuk membuat gaun pernikahan. Angel memperkenalkan bahwa itu adalah temannya seorang designer yang sebelumnya pernah bekerja di salah satu butik kenamaan kemudian setahun ini memiliki butik sendiri. Angel kemudian mempercayakannya untuk membuat rancangan gaun pengantinnya kepada temannya itu. Vino tahu bahwa itu adalah salah satu kebohongan Angel kepadanya, Vino bahkan sudah menanyakan itu kepada kenalannya dan meminta bantuan untuk mengetahui tentang orang itu apakah benar pernah pbekerja di salah satu butik ternama. Dan jawabannya tentu saja tidak. Yang artinya Angel memang berbohong.


Tetapi untuk gaun pertunangan, Angel sama sekali tidak berbohong dan yang mendesain gaun pertunangannya adalah desaigner kenamaan yang sudah terkenal. Untuk pertunangan ini memang Angel tidak ada berbohong karena memang pertunangan ini akan terjadi. Berbeda dengan pernikahan yang hanya di susun tanpa ada niatan untuk melakukannya. Saat ini Vino sudah tidak lagi mempercayai perkataan Angel apapun itu bentuknya kecuali mengenai pertunangan ini.


"Sayang... Aku tidak enak dengan temanku itu jika aku tidak memakai jasa nya untuk membuat gaun pernikahanku, mengingat pernah sekali aku keceplosan untuk memakai jasa nya ketika aku menikah nanti, jadi aku harus memenuhi janji ku kan??? Dan untuk gaun pertunanganku besok, aku menyukai gaun dari designer ini, aku pernah melihatnya di salah satu acara fashion show jadi itulah kenapa aku memilih designer yang ini untuk pertunangan kita...!" Jawab Angel berbohong.


"Owh begiti!" Gumam Angel.


"Kenapa sayang?? Apa kau tidak menyukai nya??? Kemarin kau bilang jika kau menyerahkan semuanya padaku jadi aku ya melakukannya sesuai dengan yang aku inginkan... Aku salah ya???" Tanya Angel dengan wajah sedih.

__ADS_1


Vino terzenyum."Ah tidak.. Bukan begitu, aku hanya ingin tahu saja, ayo kita harus pergi ke bitik untuk fitting gaun mu kan??? Sebelum mereka tutup nanti..." Vino membawa Angel pergi.


__ADS_2