
★★★
Sepulang dari kantor, Reino menepati janji nya untuk mengunjungi Angel di rutan. Tidak lupa, Reino juga membeli pesanan Angel berupa selimut. Reino memilih berkunjung saat sore hari, karena dia seharian ini ada banyak pekerjaan. Selain itu, Reino juga penasaran dengan apa yang ingin di minta oleh Angel. Reino akan melakukan apa yang di minta Angel, sebagai upah karena Angel telah membantu nya untuk memikirkan rencana memisahkan Vino dan Arindah.
Setelah mengisi buku tamu, dan menunjukkan identitas serta memeriksa barang bawaannya. Reino pun di ijinkan masuk ke dalam rutan itu dan akan menunggu di panggilkan Angel. Tanpa Reino sadari, ada anak buah Vino yang juga datang bebarengan dengannya. Mereka juga mengikuti nya sejak dia keluar dari kantornya.
Reino duduk di sebuah bangku panjang, menunggu Angel datang, dan ada juga meja yang ada di tengah, di antara dua bangku kayu. Sementara kedua anak buah Vino juga duduk di sebelah Reino, yang memang bangku itu kosong. Mereka juga sedang menunggu teman mereka yang menghuni rutan ini juga. Mereka berdua duduk berhadap-hadapan.
Diam-diam salah satu anak buah Vino yang duduk berhadapan dengan Reino tetapi tidak berhadapan langsung melainkan sedikit ke sisi kanan. Dia mengeluarkan alat perekam yang di berikan oleh Vino pagi tadi. Dia menggerakkan tangannya di bawah meja, lalu menempelkan alat itu di bawah meja. Dan berharap bisa merekam semua percakapan Reino dan Angel. Dan mereka juga sudah memberitahu Vino, siapa nama panjang Angel yang ingin di temui Reino. Benar saja ternyata itu adalah Angel yang di maksud oleh Vino.
Setelah berhasil menempelkan, tombol nya pun di tekan dan otomatis menyala. Mereka kemudian berpura-pura mengobrol sambil menunggu Angel dan teman mereka datang.
Beberapa saat kemudian, bukan Angel yang datang lebih dulu, melainkan teman anak buah Vino itu.
"Kau.. Astaga kau datang???" Ucapnya terkejut ketika melihat temannya mengunjungi nya.
"Ya... Apa kabar??? Ah kita duduk di sebelah sana saja... Supaya enak mengobrol nya..." Mereka akhirnya pindah duduk di bangku yang lain. Sengaja menjauh dari Reino.
"Jangan keras-keras...!!" Pintar nya pada temannya yang menghuni rutan ini.
"Kenapa??? Aneh sekali... "
Kemudian anak buah Vino itu memberi sebuah surat pada temannya dan meminta temannya untuk membaca nya. Isi di dalam surat itu menjelaskan maksud kedatangannya kesini. Dan dalam tujuan apa. Disaat itulah Angel juga datang. Lalu duduk di hadapan Reino, terlihat mereka bersalaman.
"Sssssttt.... Apa kau kenal perempuan itu???" Tanya anak buah Vino pada temannya.
"Oh itu Angel, aku satu sel dengannya..."
"Baguslah....! Kau sudah membaca tujuanku kesini kan??? Dan aku punya pekerjaan besar untukmu, dan upahnya juga lumayan.. Kau hanya tinggal melaporkan apa saja yang di lakukan Angel di dalam sel, maksudnya adalah mengenai hal-hal tertentu sekira nya mencurigakan... Kau akan di beri upah yang besar, jadi kau akan punya uang saat keluar dari sini, ini tugas mudah dan kau bisa dapat uang yang lumayan..."
"Maksudmu, aku jadi kata-kata Angel???"
"Ya... Hanya itu saja... Jika kau berhasil mendapatkan info apapun tentang Angel, kau bisa dapat bayaranmu.. "
"Berapa bos mu akan membayarku???"
"15 sampai 20 juta... Jika kau berhasil.. "
"Oke... "
**
Sementara itu Angel dan Reino hanya berhadapan dalam diam untuk beberapa saat. "aini pesanan mu... Ada selimut, pakaian dan juga sandal... " Ucap Reino menyodorkan kantung plastik.
"Kau seharusnya tidak perlu membawa ini, aku hanya melakukan apa yang kau minta kemarin, dan permintaan ku hanyalah alasan saja untuk bisa meminjam telepon disini... "
Reino tersenyum. "Tidak masalah, anggap saja ini hadiah kecil dariku... Well, apa alasan mu menerima tawaran ku??? Apa kau satu tujuan dengan ku untuk memisahkan Vino dan Arindah? Hmmmm Atau kau ingin balas dendam???" Tanya Reino.
"Kedua nya..... " Jawab Angel singkat.
Reino terkekeh. "Kedua nya???? Dan kau ingin kembali lagi bersama Vino setelah keluar dari sini???" Tanya Reino lagi.
__ADS_1
Angel menggelengkan kepala nya. "Aku tidak akan bisa kembali dengan nya, karena dia yang justru tidak akan mau kembali dengan ku... Aku hanya ingin merebut kebahagiaan Vino saja...." Ucap Angel dengan ekspresi datar.
"Oke... Masalah kembali dengan si Vino atau tidak, itu bukan urusan ku... Aku hanya ingin memisahkan dia dengan Arindah saja... Lalu apa kau menyuruh ku harus membalas kan dendam mu pada Vino???" Tanya Reino.
Angel mengangguk kan kepala nya. "Tetapi aku tidak hanya ingin Vino, melainkan aku juga ingin balas dendam pada kakak nya, karena dia lah otak dari seluruh permasalahan ku dan keluarga ku, sehingga kami berada di tempat memuakkan ini... "
Reino terkekeh mendengar ucapan Angel yang benar-benar di penuhi oleh amarah yang memuncak. "Kakak Vino???"
"Ya... Kau pasti tahu Vitto Prakarsa!"
"Ahh ya, Vitto si aktor itu...??"
Angel kembali mengangguk. "Aku ingin dia juga menderita... Aku ngin balas dendam dengan nya... Aku ingin dia hancur, dan aku tahu apa yang akan membuat nya hancur, yaitu istri nya, nama nya Rana...!! Dan hal lain yang akan menghancurkan Vitto dan Vino bersamaan adalah Papa mereka, Andri Prakarsa... Jadi target utama mu harus lah si pria tua tidak berguna itu, si Andri... Jika sesuatu terjadi pada Andri, maka Vitto dan Vino akan goyah, di saat itulah, kau bisa menghancurkan mereka berdua dan juga istri mereka..."
"Aku tidak bisa melukai Arindah.. " Ucap Reino.
"Terserah... Kau bisa mengatur sendiri bagaimana agar Arindah tidak kau jadikan korban, tetapi aku ingin Andri, Vitto, Vino dan juga Rana hancur.... "
Reino tersenyum. "Bisa di atur.... Jadi apa kau punya ide bagaimana aku harus menghancurkan mereka???" Tanya Reino.
"Aku ingin si Andri tua bangka itu mati.... Dia selalu check up rutin setiap seminggu sekali, suruh orang mengikuti nya, dan jika bisa aku ingin obat yang di konsumsi setiap hari terkontaminasi dengan obat yang berbahaya, atau jika bisa beri racun, agar dia bisa langsung meninggal... Aku tidak tahu cara nya bagaimana, kau pikirkan sendiri saja, hanya saja aku ingin si tua bangka tidak berguna itu mati karena obat yang di konsumsi nya...."
"Kalau seandainya nya hal itu sulit di lakukan!?? Apa kau ada ide yang lain!??"
"Buat dia mati, aku hanya ingin dia mati, kecelakaan atau apalah... Dia harus mati.. " Ucap Angel.
Reino mengangguk kan kepala nya. Mengerti maksud ucapan Angel. "Lalu bagaimana dengan kedua bersaudara itu???" Tanya Reino lagi pada Angel.
"Rana... Setelah si tua bangka, kau harus berganti target, Rana si perempuan bodoh itu, culik dia, perkoosa dia, hancurkan kehidupannya, sehancur-hancurnya, jangan hanya satu orang, tetapi kirim beberapa laki-laki untuk memperkoosa nya... Maka Vitto juga akan ikut hancur..., baru setelah itu, buatlah Vitto dan Vino berselisih..."
Angel tersenyum miring. "Umpan kan Arindah....!!" Jawab Angel.
"Umpan kan Arindah??? Bagaimana cara nya???" Tanya Reino lagi.
"Vitto adalah sahabat Arindah, mereka bersahabat sejak lama dan sering curhat satu sama lain... Aku yakin ada peran Vitto dalam hubungan Vino dan Arindah.... Buat Vitto dan Vino berselisih, ciptakan tuduhan Vitto dan Arindah berselingkuh, dan mereka memiliki hubungan di masa lalu... Terserah bagaimana caranya, aku ingin Vitto dan Vino bertengkar hebat, termasuk Arindah... Maka itu akan membuat hubungan mereka renggang.... Bisa saja Vino menceraikan Arindah, lalu Vino akan bermusuhan dengan Vitto...."
Reino tertawa. "Hahaha ya ya ya aku mengerti... Oke aku akan mengatur semua nya dengan baik, hanya saja, aku tetap butuh bantuan mu nanti untuk diskusi langkah yang akan aku ambil, karena pasti kau punya ide ide tambahan nanti nya, dan aku akan datang kesini menemui mu jika aku butuh saran, atau pun kritikan dan solusi darimu... Bagaimana???"
"Baik lah... Datang saja jika kau butuh sesuatu dariku... Jika kau berhasil melakukan semua ini, dan mendapat kan apa yang kau inginkan, aku juga akan senang dan berhutang budi padamu.... Aku akan memberimu sesuatu yang bagus... Jangan pikir bahwa aku disini sedang bangkrut, sebagian uang Vino masih tersimpan secara rahasia, sehingga aku masih bisa menikmati nya setelah keluar dari tempat tidak berguna ini... Jangan khawatir, aku akan mengingat jasa mu jika kau berhasil melakukan semua nya dengan baik.. Dan berhati-hati lah, karena Vitto dan Vino sangat cerdik... Jangan sampai menjadi boomerang untuk dirimu sendiri... " Ujar Angel.
"Oke.. Aku mengerti... Hubungi aku jika kau butuh sesuatu atau memiliki usulan ide yang lain, karena aku tetap membutuhkan mu.. Baik lah aku harus pergi, dan akan memikirkan semua nya, mencari ide untuk melakukan semua itu... " Reino pun menjabat tangan Angel, kemudian pergi dari tempat itu, dan Angel juga kembali ke sel nya.
Setelah kedua orang itu pergi. Anak buah Vino langsung kembali ke bangku tempat Reino dan Angel duduk. Mereka mengambil alat perekam suara nya dan mematikannya. "Jangan lupa ingat pesan ku tadi, kalau kau setuju aku akan memberitahu Bos Vino, dan kau bisa meminta apapun yang kau mau, dan kau juga akan mendapatkan uang nya, terserah kau ingin tunai, atau di kirim ke rekening mu supaya lebih aman... Kau bisa mengatakannya padaku nanti, intinya dapatkan informasi apapun yang mencurigakan dari Angel, tetapi hati-hati, jangan sampai dia curiga, bekerja lah dengan rapi dan hati-hati.. Itu pesan bos Vino.. "
"Oke tenang saja... Kalau kau kesini lagi, bawakan aku makanan yang enak.. Dan apapun terserah kau saja, ajak anak dan ibuku kesini... Jika bisa kalian ingin memberiku sesuatu, aku minta untuk di berikan kepada keluarga ku saja.."
"Baiklah... Kalau begitu, kami pergi dulu... "
Mereka pun pergi dari rutan. Kemudian menghubungi Vino, melaporkan jika mereka sudah berhasil mendapatkan rekaman Angel dan Reino. Dan akan pergi menemui Vino.
Sampai di mobil, mereka langsung menelepon Vino. Panggilan itu langsung di angkat oleh Vino. "Ya... Bagaimana???" Tanya Vino langsung.
__ADS_1
"Beres bos... Rekamannya dapat dan hasilnya bagus, karena tidak terlalu berisik, di karenakan tidak terlalu banyak yang berkunjung, berbeda dengan siang hari... "
"Oke bagus... Datang ke rumahku jam 7, karena aku sekarang sudah pulang dari kantor... Aku juga sudah menerima foto dari kalian, hanya tinggal mendengarkan rekamannya saja..."
"Siap bos... Kami akan ke rumah anda jam 7 nanti.. Kalau begitu saya tutup... "
"Oke... " Panggilan pun di akhiri.
★★★
Beberapa jam kemudian....
Vino dan Arindah masuk ke rumah. Vino baru saja menjemput Arindah, dan mereka sudah di tunggu oleh dua anak buah Vino yang tadi sudah mengikuti Reino ke rutan. Vino meminta maaf kepada kedua nya karena baru pulang, tadi dia terjebak macet di jalan sehingga terlambat. Vino mempersilah kan kedua nya duduk lagi. "Ini bos... " Salah seorang dari mereka menyerahkan alat perekam nya kepada Vino.
"Semua berjalan baik kan???" Tanya Vino.
"Lancar dan mulus bos... Mereka cukup lama berbicara, dan ekspresi Angel datar tetapi tersirat jelas di mata nya dia sedang marah... Dan obrolan mereka juga terlihat sangat serius... "
"Lalu???"
"Reino membawa beberapa barang yang ada di kantong plastik, itu berisi pakaian dan juga selimut, kami melihatnya saat petugas memeriksa barang bawaan Reino sebelum masuk.... "
"Hanya itu saja???"
"Iya bos... Dan mengenai orang yang kami jenguk tadi, dia mengenakan Angel karena mereka satu sel.. Aku sudah memberitahu nya agar dia mau membantu bos dan akan mendapatkan imbalan jika berhasil mendapatkan informasi penting serta mencurigakan dari Angel.. "
. "Lalu teman mu setuju???" Tanya Vino lagi.
"Dia setuju bos.. Dan Untuk rekaman nya, anda bisa mendengarkan sendiri, tetapi karena suara mereka tidak terlalu keras dan terkesan seperti berbisik, saya sarankan anda menggunakan headset... "
"Oke baiklah.... Kalian tetap disini selagi aku mendengarkan nya.. Karena mungkin nanti aku akan menyuruh kalian melakukan sesuatu lagi... "
"Baik...!!"
Vino pun berdiri dan pergi ke ruang kamar nya untuk mengambil headset. Tak butuh waktu lama dia kembali turun lagi, dan mulai mendengarkan rekaman itu degan seksama.
**
"Brengseeeekkkkk....!!!" Vino mengumpat dan wajahnya memerah karena marah mendengar rekaman itu. "Berani sekali mereka merencanakan kan kegilaan seperti itu...."
"Kenapa Vin???" Tanya Papa nya. "Apa yang mereka obrolan???"
"Papa dengarkan saja sendiri.... Mereka pikir mereka siapa??? Berani sekali menabuh genderang perangkat denganku.... " Vino memberikan alat perekam itu pada Papa nya dan meminta Papa nya mendengarkannya sendiri.
"Bilang pada teman kalian yang di sel itu, suruh mengawasi gerak-gerik Angel, dan berhati-hati.... Aku akan memberikan apa yang dia mau, jika dia berhasil melakukan tugasnya dengan baik.... Dan aku akan memberi hadiah awal untuknya sebagai tanda kerja sama..."
"Dia meminta hadiah nya di berikan kepada keluarga nya bos... "
"Oke... Aku akan menjamin kehidupan keluarga nya selama tugas ini berlangsung, selain itu aku akan masih memberi bayaran untuk nya.. Katakan itu padanya.. Dan untuk kalian, aku tetap butuh bantuan kalian mengawasi Reino seperti sebelum nya... Kerja bagus, aku pasti akan membayar kalian dengan baik... Aku sangat loyal kepada mereka yang bekerja padaku dengan baik.. Laporkan apapun itu padaku mengenai Reino, dan aku akan memikirkan cara untuk menghindari kegilaan mereka... Jika perlu aku bisa menghabisi mereka... Kalian mengerti???"
"Mengerti bos... "
__ADS_1
"Hadiah kecil untuk kalian, bagi juga dengan dua teman kalian yang lainnya... Kalian bisa pulang san beristirahat.. " Vino menyodorkan amplop cokelat berisi uang lagi pada anak buah nya yang sudah bekerja dengan sangat baik hari ini.
"Aku tidak akan mengampuni kalian.... Sudah cukup aku membiarkan kalian bebas.... Aku akan lebih menghancurkan kehidupan kalian ke depan nya.. " Gumam Vino dengan penuh amarah.