
"Hai tante Vita....!!!" Sapa Clara mendekati Vita yang sedang meminum teh hijau. Clara mengulurkan tangannya.
Vita mendongak menatap perempuan yang ada di depannya itu. Perempuan itu tahu nama nya dan sepertinya mengenalnya, tetapi Vita sama sekali tidak tahu siapa perempuan itu. Dia juga tidak pernah bertemu dengan nya. "Anda siapa????" Tanya Vita.
Clara tersenyum mengulurkan tangannya untuk menyalami Vita. "Aku Clara tante, aku teman dekatnya Vitto... Kita memang tidak pernah bertemu sebelumnya, tetapi Vitto sering bercerita tentang tante kepada ku.. Eh apa aku boleh duduk disini???" Tanya Clara.
"Silakan.... " Ucap Vita.
Clara pun duduk di depan Vita dan terus melempar senyumnya. "Tante sendirian???" Tanya Clara lagi.
"Iya aku sendirian... Kau tidak memesan makanan atau minuman??? Aku panggilkan waiters ya???"
"Ah tidak perlu tante, aku sudah memesan makanan ku tadi, nanti juga akan di antar kesini...!"
"Baiklah jika seperti itu... "
Clara kembali tersenyum. "Bagaimana kabar Vitto dan Vino Tan??? Maaf jika aku bertanya seperti ini, aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka karena aku sudah lebih dari satu tahun tinggal di luar negeri...! Dan baru kembali kemarin!"
"Mereka baik seperti nya... Tetapi tante juga tidak tahu, tante tidak tinggal dengan mereka, dan kalau kau teman dekat Vitto kenapa kau tidak menghubunginya dan menanyakan secara langsung saja kepada orangnya...!"
"Sejak aku ke luar negeri dan tinggal disana, aku sudah lost contact dengan Vitto, dan aku juga sudah mendengar bahwa dia baru saja menikah..." Gumam Clara sedih. "Aku bersalah sudah meninggalkan nya begitu saja, tetapi aku ada pekerjaan di luar, dan hubungan kami berakhir tidak baik, tetapi sebenarnya jauh di lubuk hatiku, aku masih sangat mencintai nya, ya kami memang dulu berhubungan diam-diam, tetapi itu berlangsung selama bertahun-tahun..."
Vita menatap Clara. "Kalau kau masih mencintai nya kenapa tidak mempertahankannya, sekarang dia sudah menikah kan???"
Clara menganggukkan kepala nya dan terlihat pura-pura bersedih di depan Vita. Ini kesempatannya untuk bisa mengambil hati Vita, sehingga nanti dia bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan akses bertemu dengan Vitto, meskipun saat ini Vita tidak tinggal bersama Vino ataupun Vitto.
__ADS_1
Waiters datang mengantarkan pesanan makanan dan minuman Clara. Dia terlihat bingung ketika mendapati meja itu kosong. Menyadari hal itu, Clara lekas memanggilnya. Clara lapar sekali dan setelah dia menghabiskan makan siangnya dia akan mulai mengatur rencana nya selanjutnya. Dan akan mengajak Vita untuk mengobrol empat mata.
***
Vino dan Arindah duduk di kursi minimal bar yang ada di ruang Vino untuk makan siang. Mereka baru saja selesai melakukan ibadah bersama. Tadi Vino meminta kepada sekretarisnya agar memesankan makanan kesukaannya dan mengirim ke ruangannya agar bisa di siapkan oleh Arindah.
"Kau suka tidak makanannya??" Tanya Vino pada istrinya.
Arindah tersenyum. "Aku tidak pernah pilah-pilih makanan, aku bisa makan semua nya..." Jawab Arindah.
"Syukurlah....!!! Besok kau akan kembali bekerja, dan aku tidak bisa lagi menikmati makan siang seperti ini denganmu."
"Bisa... Jika aku tidak sedang ada praktek.. Atau saat tidak ada keperluan mendesak...!" Arindah memberikan piring berisi nasi, ayam bakar dan sambal. "Kau sejak dulu sangat menyukai ayam bakar bahkan sampai sekarang... Kau masih Vino yang sama... "
"Tentu saja kau harus mengajakku, aku sangat suka sekali makan... Hehehe...!"
"Dulu wajahmu sangat bulat, tetapi sekarang kau sangat cantik, walaupun makanmu banyak... Hahaha... "
"Kenapa kau sekarang selalu memujiku cantik??? Dulu tidak pernah... Kau dulu sering sekali memuji Angel di depan ku, dan kau pasti bahagia sekali akhirnya mendapatkannya..."
Vino tersenyum. "Itu dulu, tetapi sekarang kau adalah istriku jadi aku wajib untuk memuji mu..."
Arindah tersipu lalu mengajak Vino untuk menghabiskan makan siang mereka, dan beristirahat sebentar sebelum nanti Vino kembali melanjutkan pekerjaannya.
****
__ADS_1
Clara mengendarai mobilnya dan Vita duduk di sebelahnya. Dia akan mengantar Vita pulang karena Vita tidak membawa mobil saat ke restoran. Tadi Clara juga membayar makanan Vita. Itu adalah salah satu cara Clara untuk mendekati Vita.
Clara pun mengajak Vita mengobrol berbagai hal, hingga kemudian dengan penuh kesedihan Clara menceritakan mengenai hubungannya dengan Vitto dengan sedikit dia bumbu hidup agar lebih terdengar penuh dramatisasi.
Clara bercerita jika dia dan Vitto sudah lebih dari empat tahun saling mengenal, dan mereka menjalani hubungan tetapi merahasiakan karena saat itu Vitto sedang memulai kariernya, dan Clara tidak ingin merusak karir Vitto. Mereka saling mencintai dan selalu mencari satu sama lain ketika tidak lama bertemu. Meskipun Vitto sering di gosip kan dengan teman-teman seprofesi nya tetapi hubungan itu sebenarnya hanyalah gimmick karena Vitto sama sekali tidak mencintai mereka dan hanya untuk kepentingan pekerjaan. Hingga akhirnya ada masa dimana terjadi pertengkaran yang membuat mereka berdua memilih menjauh tetapi tidak pernah ada kata putus. Lalu tiba-tiba saja dia mendengar bahwa Vitto menikah dengan seseorang, Clara merasa sangat terkejut sekaligus sedih.
"Aku tidak menyangka Vitto bisa begitu tega melupakanku, padahal aku selalu menunggu nya, karena aku tahu dia dulu sangat mencintaiku....!!" Ucap Clara sambil menyeka airmata nya. Dan tentu saja apa yang baru saja Clara ceritakan adalah kebohongan, karena berpisahnya dia dan Vitto adalah karena dia ingin tinggal bersama sugar daddy nya yang adalah seorang pengusaha dari negeri seberang yaitu Filipina. Dan dia kembali kesini tentu saja karena dia sudah bosan dengan pria tua itu, serta sudah mendapatkan semua yang di inginkan nya. Lalu sekarang tentu dia i gin kembali dengan Vitto, dengan melayani Vitto, dia juga mendapatkan kesenangan sekaligus bayaran atas jasa nya memuaskan lelaki itu. Dan terhadap Vitto, Clara tidak bersikap matrealis, dia di bayar secara suka rela karena jasa nya. Begitulah Vitto memperlakukannya, dan secara kasar dia bisa di bilang adalah perempuan simpanan Vitto.
"Kalau kau masih saling mencintai kenapa kau tidak menghubungi nya???" tanya Vita.
"Mungkin karena aku gengsi tante, atau bisa juga Vitto juga gengsi dan dia enggan untuk menghubungiku karena sudah terpengaruh oleh Rana.... Akan tetapi hal yang sangat mengejutkanmu adalah Vitto memilih menikah dengan perempuan yang pernah menjadi istri Vino.. Aku bingung karena Vino yang aku tahu memiliki kekasih bernama Angel, lalu kenapa justru menikah dengan perempuan bernama Rana itu... Entah kenapa aku tiba-tiba berpikir bahwa sepertinya Rana sudah menjebak Vino dan Vitto, untuk menguras kekayaan mereka... Dia hanya gadis biasa, dan tidak terlalu cantik tetapi entah dengan shiri apa dia bisa membuat kedua anak tante bisa bertekuk lutut padanya... Apa tante tidak pernah berpikir seperti itu.??? Karena ini sangatlah aneh..." Ujar Clara sambil melirik penuh kelicikan ke arah Vita tetapi Vita tidak melihat itu karena fokus melihat ke depan.
Cukup lama Vita terdiam hingga akhirnya dia terdengar bergumam. "Ya... Sebenarnya tante juga berpikir seperti itu, tetapi Rana berpisah dengan Vino adalah karena Vino menyiksa nya..."
"Pasti ada alasan kenapa Vino menyiksa nya, atau mungkin itu hanya akal-akalan Rana... Dan aku rasa alasan nya tidak hanya karena salah paham, pasti karena Vino tahu jika dia di manfaatkan oleh Rana... Setelah di ceraikan Vino, dia langsung merencanakan sesuatu dan menjebak Vitto hingga akhirnya berhasil menikahi Vitto... " Clara menimpali.
"Vitto terlihat sangat bahagia dengan Rana... Bahkan mereka baru kembali dari bulan madu mereka di Maldives selama dua minggu, lalu kembali untuk menghadiri pernikahan Vino... Dan yang tante tahu lagi, Vitto akan melanjutkan lagi bulan madu nya ke salah satu negara di Eropa selama dua minggu juga, tetapi tidak tahu dimana, dan juga entah kapan mereka akan berangkat..." Ujar Vita.
Clara menoleh ke arah Vita. "Nah itu dia tante, jika dia tidak matrealis untuk apa mengajak bulan madu ke luar negeri selama satu bulan penuh... Itu sudah terlihat sekali jika si Rana itu hanya ingin uang nya Vitto... Apa tante tidak mengkhawatirkan hal itu???? Bagaimana jika setelah mendapatkan semua harta Vitto, dia meninggalkan Vitto??? Menghancurkan hati Vitto... Orang akan buta mata dan hati nya jika sudah mencintai seseorang.. Vitto pasti akan terluka sekali nanti nya... Tante harus hati-hati dengan Rana... Dia bukan perempuan baik-baik... "
"Apa yang kau ucapkan itu memang benar... Bagaimana jika Vitto hanya di tipu oleh Rana???" Gumam Vita.
"Ya sebelum terlalu jauh, Tante harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Vitto dari kelicikan Rana... Tante harus berpikir bagaimana harus memisahkan mereka.... " Ucap Clara.
"Bagaimana caranya???" Tanya Vita.
__ADS_1