
"Hei.....!!! Melamun, bukannya membongkar barang-barang kita???" Vitto mengejutkan Rana yang sedang duduk di depan jendela. Vitto baru saja selesai mandi setelah tadi bergantian dengan Rana.
Rana menoleh dan tersenyum, mendongak menatap suami nya. "Aku ingin jalan-jalan sore... Kau mau mengantarku keliling sebentar???" Tanya Rana.
"Kita baru sampai, seharusnya beristirahat dulu, besok baru kita jalan-jalan..."
"Di sekitar sini saja... Mumpung masih belum sore... Lagipula apa arti nya lelah kalau suasana disini menyenangkan dan menenangkan... Rasa lelahnya pasti tidak akan terasa..."
"Kau pandai sekali untuk membujukku... Baiklah kita jalan-jalan sekaligus mencari makan di sekitar sini... Tetapi mobil ya di bawa oleh Roland, apa aku hubungi dia agar kesini lagi???"
"Tidak.... Tidak... Yang benar saja kau mau menyuruhnya kesini lagi, dia pergi belum ada satu jam yang lalu.. Lagipula aku tadi bilang ingin jalan-jalan tentu saja jalan kaki. Kita jalan kaki, melihat sapi, kambing atau yang lainnya... Atau kita ke danau saja bagaimana???"
"Sayang.. Ke danau nya besok saja, aku lelah sekali, kita jalan-jalan di sekitar rumah saja oke???."
Rana tersenyum, mengerti bahwa Vitto pasti lelah sekali setelah perjalanan hampir 24 jam. Mungkin jalan-jalan sebentar di sekitar rumah akan cukup membuat lelah mereka hilang. Danau juga cukup jauh dari sini, dan lebih cocok jika jalan pagi atau jogging saat ingin ke Danau. "Ya... Kita jalan-jalan di sekitar sini saja, oh iya, Novia tadi mengatakan jika kulkas sudah di isi dengan bahan makanan, jadi kita bisa memanfaatkannya, aku akan membuatkan mu jus lemon, semoga ada lemon... " Ucap Rana.
"Kenapa tidak dari tadi membuatnya saat aku mandi...???"
__ADS_1
Rana tertawa. "Maaf, aku tadi terlalu sibuk melihat pemandangan di luar, hanya sebentar saja, kau bersiaplah dan ganti pakaianmu... Aku ke dapur dulu... " Rana keluar dari kamar dan menuju dapur untuk membuat jus lemon untuknya sendiri juga untuk Vitto.
Rana membuka kulkas dan benar saja di dalam kulkas itu penuh, berisi berbagai bahan makanan, seperti sayur dan buah, juga ada berbagai protein seperti daging dan ikan. Rana mengambil sebuah lemon dan juga daun mint yang ada di rak kulkas. Dia kemudian menutup kembali kulkas itu dan mulai memeraas sari lemon untuk kemudian dia larutkan dengan air dan sedikit gula dan di beri air dingin dan es batu. Jus lemon dingin adalah kesukaan Vitto, sedangkan Rana sendiri menyukai jus lemon hangat.
Rana tidak habis pikir bahwa liburannya dengan Vitto kali ini di fasilitasi dengan baik oleh Aditya yang adalah teman baik Vitto. Dari transportasi hingga tempat tinggal yang luar biasa cantik ini, serta segala persiapan yang di lakukan di rumah ini sebelum dia dan Vitto datang. Tetapi Vitto berniat sepulang dari sini akan mengirim sejumlah uang untuk mengganti segala biaya transportasi yang di fasilitasi Aditya. Vitto merasa tidak enak jika semuanya jadi merepotkan Aditya, karena transportasi saat pulang dan pergi ke Maldives juga di bebaskan oleh Aditya. Dan itu sebenarnya lebih dari cukup. Tetapi Aditya sangat baik sekali, entah sudah berapa puluh kali Aditya sudah memberikan berbagai kebaikan yangsemua. nya nilai nya tidaklah sedikit.
Vitto menepuk pundak Rana membuat istrinya itu terlonjak. "Heii... Melamun lagi...!!" Ucap Vitto.
"Kau ini mengejutkan saja....! Ini jus nya... " Rana menyodorkan gelas berisi jus lemon untuk suami nya.
"Melamun terus... Ada apa???" Tanya Vitto.
Mereka duduk berhadap-hadapan di kursi itu. Vitto meminum jus buatan Rana, sementara Rana membiarkan jus nya sedikit lebih dingin sebelum meminumnya.
"Bagaimana??? Kau menyukai nya???" tanya Vitto tiba-tiba.
"Tentu saja aku sangat menyukai nya... Ini salah satu negara impian yang ingin aku kunjungi, yang dulu aku sangat tidak yakin akan bisa datang kesini, kalaupun bisa itu pasti butuh waktu yang sangat lama untuk mengumpulkan uang agar bisa kesini, apalagi biaya hidup disini begitu mahal... Selain itu aku juga tidak pernah berpikir akan benar-benar bisa kesini, apalagi aku dulu hanya berfokus untuk menabung dan membesarkan tempat usahaku.. Hanya itu saja..."
__ADS_1
Vitto tersenyum, meraih memainkan Rana dan menciumnya. "Impian itu adalah sebuah doa, hingga tidak bisa kita duga akan seperti apa akhirnya, bisa terwujud atau tidak, Tuhan yang menentukan dan juga karena usaha dari kita..."
"Ya, Tuhan sangat baik kepadaku, setelah badai aku di berikan pelangi.... Kadang aku berpikir bahwa aku masih enggan mempercayai akan menikah dengan seseorang seperti mu, kau sangat di kenal banyak orang, dan dikelilingi oleh perempuan-perempuan cantik baik itu lawan mainmu ataupun teman-teman mu.. Tetapi kau malah menikahi perempuan seperti ku... Perempuan biasa saja, dan aku juga kalah jauh sekali di banding teman perempuanmu, mereka sangat cantik danl ujar biasa... Entah alasan besar apa yang melatarbelakangi kau memilih menikah denganku... Aku masih tidak mengerti... "
"Terkadang tidak perlu sebuah alasan untuk mencintai seseorang karena Cinta itu soal hati dan perasaan, dan jika sudah melibatkan hati serta perasaan, otak pun tidak akan mampu untuk di ajak berpikir... Dan untuk mencintaimu, aku tidak butuh alasan, karena hatiku merasa yakin bahwa kau adalah sumber kehidupanku saat ini dan selama nya..." Ujar Vitto.
"Thanks untuk dunia Baru yang indah ini, thanks untuk semua cintamu kepadaku, aku tidak tahu bagaimana harus mengungkapkan kebahagiaanku karena mu... Ini sangat luar biasa sekali, dan jangan lupa ucapkan Terima kasih juga pada Aditya yang sudah menyuruh kita tinggal di rumah yang begitu luar biasa ini..."
Vitto tersenyum. "Bukan hanya kau saja, aku juga akan banyak berterima kasih kepada Aditya untuk tempat yang begitu indah ini.. Hei, itu ada domba, kita kesana... " Ajak Vitto.
Rana mengangguk dan berdiri. Mereka berdua kemudian menuju sisi rumah untuk mendekati kawanan domba yang sedang makan rumput. Mereka berdua duduk beralaskan rumput dan tersenyum menatap domba-domba. Tempat ini sangat luar biasa, baik Vitto dan Rana merasa senang sekali. Vitto sebenarnya juga pernah ke Swiss untuk liburan, tetapi dia tidak pernah ke desa ini, dan hanya di kota Zurich dan juga ke Zerrmat saja, karena saat itu ada pekerjaan. Sehingga dia juga sempat berpikir untuk mencari waktu yang tepat dan berkeliling Swiss, untuk sekedar jalan-jalan atau memenuhi hobi nya mendaki gunung.
Dan benar kata Rana, mereka harus mengucapkan banyak Terima kasih kepada Aditya yang sangat baik sudah mau memberikan tempat tinggal yang sangat bagus dan juga nyaman. Rumah ini meski terlihat sederhana dan klasik, tetapi dalam nya sangat luar biasa dan pemandangan di luar juga sangat bagus dan cantik. Dan besok dia serta Rana akan pergi ke Interlaken untuk mengunjungi Danau yang terkenal disana juga beberapa tempat yang indah yang berada disana.
Senyum Rana mengembang di wajah nya. Dia mengambil ponsel danengamvil gambar dari domba-domba yang ada di depannya. Sangat lucu dan menggemaskan serta di dukung oleh pemandangan desa yang juga sangat luar biasa.
__ADS_1