
Beberapa hari kemudian....
Jeany seperti orang yang kehilangan akal, dia merasa sangat yakin jika sesuatu yang besar akan terjadi. Entah kenapa Jeany merasa bahwa Vino memiliki sesuatu yang aneh dan mencurigakan, sehingga membuatnya semakin penasaran dengan lelaki itu, hal yang sama juga dirasakannya pada Angel yang mengaku bernama Veronica pada Rana. Aneh sekali dan untuk apa harus berbohong perihal nama. Priviasi memang tetaplah privasi, tetapi menyembunyikan sesuatu yang berlebihan juga tidak baik.
Untuk menjawab semua rasa penasarannya, Heany pun terpaksa memakai mobil Papanya dan sejak pagi sudah stay di depan kantor Edward, dia akan mengikuti kemana Edward pergi melakukan pemotretan bersama dengan Angel.
Ini konyol tapi Jeany harus melakukannya. Dia merasa seperti seorang pengintai saja. Bahkan Jeany sudah berniat untuk tidak datang ke restorannya jika memang pengintaiannya hari ini harus berakhir sampai malam hari. Jeany sudah membulatkan tekadnya untuk melakukan ini, daripada dia harus terus memikirkan berbagai hal mengganjal dari Vino ataupun Angel.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan Edward ke kantornya. Tetapi Jeany tetap sabar menunggu, karena jika orang yang sudah memiliki tempat usaha sendiri dia akan datang sesuka hatinya tanpa perlu memikirkan normalnya jam kerja. Dan terlihat juga orang-orang berlalu lalang membawa berbagai barang, yang sepertinya itu adalah properti untuk keperluan foto.
Jeany masih menunggu, hingga akhirnya ketika jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, mobil Edward datang. Edward turun dari mobilnya dan terlihat tampan, Jeany tersenyum menyadari bahwa sejak dulu Edward memang selalu tampan, semakin bertambah ketika dewasa. Edward terlihat berbincang dengan seseorang tak lama dia masuk ke studionya yang juga jadi kantornya.
Masih menunggu, Jeany benar-benar sabar meskipun dia merasa bosan. Sampai siang tidak ada tanda-tanda bahwa Edward akan keluar. Karena lapar, Jeany mengambil cokelat yang ada di tasnya dan memakannya sambul menunggu. Jeany berpikir apakah pemotretan Angel ditunda atau bagaimana, karena dia sendiri tidak tahu pastinya dan tidak mungkin juga dia bertanya pada Edward.
Sementara itu, Vino dan Angel sudah dalam perjalanan ke studio Edward, fotografer yang akan memotret mereka. Dan mereka akan melakukan pemotretan disan, mengingat studio itu cukup luas, juga memiliki beberapa spot bagus di taman belakangnya. Rencana ini sebenarnya sudah cukup lama sekali, hanya saja Vino terlalu sibuk dan ini terus saja ditunda. Sementara Angel sangat ingin memiliki moment special dengan Vino dengan melakukan foto bersama formal dan dikemas menarik, karena sebelum-sebelumnya hanya foto yang mereka ambil sendiri dengan ponsel. Dan Angel juga meminta secara khusus pada fotografer kenalannya agar ini bisa dipersiapkan dengan sangat baik, serta benar-benar menjaga privasinya, crew yang terlibat dalam pemotretan ini harus dipastikan tidak menyebarkan fotonya atau foto dibalik layar juga tidak boleh menyebarkan informasi apapun terkait ini pada pihak luar.
Mobil mereka berhenti tepat di depan studio milik Edward. Angel memakai masker dan memberikannya juga pada Vino. Semua itu dilakukan untuk menjaga ada yang melihat mereka.
__ADS_1
"First time...! Aku berharap semua berjalan lancar...!" Ujar Vino
"Tentu saja...! Aku sudah mendeskripsikan secara detail tema apa yang akan kita ambil, MUA dan kostumnya juga sudah sampai sejak tadi....! Pakai maskermu dan ayo kita masuk...!"
Vino tersenyum lalu meraih kedua bahu Angel dan menciumnya. Seperti biasa, mereka berdua menikmati ciumannya selama beberapa menit, sebelum akhirnya mereka memasang masker dan keluar dari mobil.
Disisi lain, Jeany yang sejak tadi memantau sambil makan cokelat pandangannya teralihkan pada sebuah mercy berwarna putih yang baru saja berhenti di area parkir tepat di depan studio Edward. Studio dan kantor Edward itu tidak memiliki pembatas di area depannya, hanya saja di sisi kana dan kiri memang ada tembok tinggi yang mengelilinginya hingga belakang. Area depan dibiarkan terbuka, dan didalam ada security yang menjaga dan memeriksa tamu yang masuk. Jadi tentu hal ini membuat Jeany bisa sedikit leluasa melihat siapa saja yang berlalu lalang di depan studio Edward.
Jeany terus memperhatikan mobil itu, cukup lama tidak ada yang keluar dari sana, tetapi dia kemudian melihat gerakan pintu mobil sebelah kanan bagian kemudi terbuka. Seorang pria keluar, dan Jeany langsung mengernyit karena dia sangat tahu perawakan dari pria itu, meskipun wajahnya ditutupi oleh masker. Ya, tidak salah lagi, itu adalah Vino.
"Itu Vino kan??? Mau apa dia kesini?" Jeany bergumam sendirian.
"Angel.... Vino....! Mereka berdua ada disini??" Gumam Jeany lagi, tetapi kemudian dia berpikir mungkin saja Vino sedang mengantar Angel, dan kekasih Angel yang akan melakukan pemotretan belum datang.
Setelah Angel keluar dari mobil, mereka terlihat sedikit berbincang dan tidak lama Vino merangkul pinggang Angel dan mereka berjalan bersamaan masuk ke dalam studio itu. Angel juga terlihat menyandarkan kepalanya di dada Vino.
"Melihat mereka seperti itu, kenapa aku semakin meragukan jika mereka adalah saudara sepupu ya, mereka benar-benar seperti sepasang kekasih....! Tapi...??? Aku harus menunggu lagi, dan tidak boleh mengambil kesimpulan dulu...!" Gumam Jeany lagi, dan dia masih terus melihat Vino dan Angel masuk ke dalam.
__ADS_1
Jeany mencoba menunggu lagi, dan berharap mendapat petunjuk lain atau melihat orang-orang yang datang lagi.
Angel dan Vino langsung menuju ruangan Edward tanpa bertanya pada resepsionis karena tadi sebelum sampai dia sudah menghubungi Edward, dan Edward memintanya untuk langsung masuk saja. Sampai disana, Edward langsung menyambut mereka dan mempersilahkan mereka untuk duduk.
Vino dan Angel membuka masker mereka, dan menyalami Edward. "Hai Ed...! Kenalkan inilah kekasih tercintaku, Vino...!" Ucap Angel.
Vino tersenyum dan menyalami Edward. "Vino...!"
"Senang bisa bertemu dengan anda...!" Ujar Edward yang kemudian menoleh ke arah Angel. "Jadi ini alasanmu selama ini merahasiakan kekasihmu, karena dia tampan dan kau takut dia akan diambil orang hahaha...!"
Vino dan Angel tertawa. "Ya, itu salah satunya Ed...! Bagaimana semua sudah siap???" Tanya Angel.
"Ya, semua siap, kalau kalian ingin segera memulai, sekarang bisa juga, MUA nya juga siap, dan aku pikir kita bisa memulai dari outdoor di balkon lebih dulu mengingat ada sesi dimana kau ingin suasana yang natural...!"
Angel menoleh ke Vino. "Ah iya, boleh juga, kita bisa memulai sekarang...!"
Edward mengangguk dan mengajak keduanya untuk turun ke tempat pemotretan yang ada di balkon belakang.
__ADS_1
Diluar, Jeany terus saja memikirkan kedekatan Vino dan Angel. Semua sangat aneh sekali. "Jika memang tidak ada tanda-tanda ada yang datang lagi, mungkin aku harus mengambil foto mereka dari sini setidaknya aku memiliki satu bukti lagi tentang Vino...! Aku harus menunggu mereka keluar...!" Gumam Jeany lagi.