Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 213


__ADS_3

"Aku sedang tidak bersama Rana...!" Jawab Vitto berbohong.


"Kalau kau tidak bersama Rana, boleh aku meminta alamatnya??? Aku ingin bertemu dengannya dan melihat kondisi nya..!" Ucap Vino.


"Sudahlah Vin, dia sudah sembuh dan jangan mengganggu nya, bukankah kau sudah berjanji untuk tidak mengusiknya... Jadi biarkan dia hidup dengan nyaman sekarang...!"


"Siapa yang ingin mengganggu atau mengusiknya, aku hanya ingin menjenguknya saja, lagi pula kau ini kenapa, Rana juga pasti tidak masalah, aku kan hanya ingin menjenguknya saja..!"


Vitto mendengus kesal, sikap keras kepala Vino tidak pernah berubah sama sekali. Adiknya itu pasti akan terus saja memaksa jika tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Vino memang sangat keterlaluan sekali. Dan bagaimana Vitto akan memberitahu Vino tentang rumah ini, yang ada Vino justru akan selalu datang jika dia memiliki kesempatan untuk melakukannya. Lalu Rana akan menjadi sangat terganggu dan tidak nyaman dengan hal itu.


"Kau tadi bilang ingin bertemu denganku??? Untuk apa???" Tanya Vitto mengalihkan lagi.


"Aku ingin meminta flashdisk yang berisi foto dan video Angel!" Jawab Vino ketus.


"Untuk apa??? Kau sudah melihatnya kan???"


"Ah aku tidak bisa menjelaskan ditelepon, setidaknya katakan kau dimana karena ini agak sensitif jadi kita perlu bertemu, katakan dimana kau sekarang??? Oke lupakan tentang tempat tinggal Rana, sekarang aku hanya ingin bertemu denganmu dulu, kita tidak bisa bertemu di luar, aku butuh tempat pribadi, misal di apartemenmu, kau pasti ada disana kan???" Tanya Vino.


Vitto melirik ke arah Rana, seolah tahu apa yang sedang di pikirkan oleh lelaki itu, Rana mengangguk sambil memejamkan matanya.


Vitto Mendapat persetujuan Rana. "Aku tidak berada di apartemen..!" Jawab Vitto.


"Lalu kau dimana???" Tanya Vino lagi.


"Nanti ku beri tahu, aku ingin ke toilet..!" Ucap Vitto.


"Jangan lama-lama, 5 menit lagi aku akan menghubungimu...!" Vino menutup teleponnya.

__ADS_1


Sementara Vitto hanya bisa mengernyit ketika meletakkan ponselnya. Kemudian mengela napasnya panjang dan menyandarkan punggungnya di sofa, memandang ke arah Rana. "Dia suka sekali memaksa ... Harus bagaimana sekarang???" Tanya Vitto.


"Kirim saja alamat ini...!" Gumam Rana.


Vitto terlonjak. "Kirim alamat ini??? Yang benar saja??? Tidak... Aku akan mengajaknya bertemu di apartemen saja...!"


"Kalau kau ingin mengajaknya bertemu di apartemen tetapi kenapa tadi bilang bahwa kau sedang tidak berada disana, dia malah akan curiga, sudahlah beri alamat ini, aku akan ke atas nanti jika Vino datang, bukankah kau bilang bahwa masuk kesini juga tidaklah mudah dan harus mendapat ijinmu? Untuk kali ini biarkan saja dia datang, beri tau dia bahwa kau menyewa tempat ini untuk tempat bersantaimu atau alasan apalah terserah kau saja, kurasa Vino benar, membicarakan sesuatu mengenai foto dan video itu sangat sensitif, jadi lebih baik di bicarakan disini...!" Ujar Rana.


"Bagaimana jika dia nanti memaksa untuk menemui mu Ran??" Tanya Jeany meragu.


"Tidak... Tidak.. Aku tidak mau mengambil resiko...!" Ujar Vitto. "Aku akan pulang saja..!"


"Itu lebih baik..." Jeany menimpali.


"Ya sudah terserah kau saja...!" Gumam Rana.


Vitto kembali mengambil ponselnya dan menghubungi adikmya itu, kemudian mengatakan bahwa dia akan datang ke rumah Vino setelah makan siang karena saat ini dia sedang ada kesibukan. Awalnya Vino menolak dan tetap ingin menemui Vitto sekarang tetapi Vitto pun memarahi adiknya itu agar mau mengerti bahwa sekarang dia sibuk sekali untuk urusan pekerjaan. Jika Vino mau flashdisk itu maka Vino harusenunggu kedatangannya, tetapi jika Vino terus memaksa maka Vino tidak akan mendapatkannya. Ancaman memang harus di lakukan oleh Vitto agar Vino tidak bisa semena-mena terhadapnya. Vino akhirnya menyerah dan mengiyakan permintaan Vitto, dia akan menunggu Vitto di rumah sore nanti.


"Oke... Oke.... Aku akan menunggumu di rumah... Tetapi sekarang beri aku alamat Rana, aku ingin menjenguk dan melihat keadaannya setelah dari rumah sakit kemarin??" Pinta Vino lagi.


"Astaga.... Untuk apa lagi???? Sudah aku bilang jangan lagi mengganggu Rana, Vin... Biarkan dia dengan hidupnya, kau sudah tahu bagaimana keadaannya kan kemarin jadi tidak perlu lagi kau tahu dimana dia tinggal sekarang...!"


"Tadi aku sudah menjelaskan aku hanya ingin bertu dan melihat kondisi nya saja, tidak ada maksud lain...!" Pinta Vino.


Vitto lamgsung memutus panggilannya pada Vino dan tidak menanggapi permintaan adiknya itu. Vitto kesal dan enggan berdebat panjang dengan Vino. Ponsel Vitto berdering lagi dan itu dari Vino, adiknya masih belum mau menyerah sepertinya. Vitto pun langsung menonaktifkan teleponnya agar tidak lagi di hubungi Vino.


"Pemaksa sekali...!" Gumam Jeany.

__ADS_1


"Biarkan saja....! Dia tidak akan bisa menemui Rana...!" Ucap Vitto.


Edward melirik jam tangannya, dia harus segera ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya disana. Edward pun berpamitan kepada semua nya karena dia harus pergi lebih dulu. Malam nanti dia akan menejmput Jeany disini. Edward pun meninggalkan rumah Rana.


"Apa kau yakin bisa menghadapi Vino jika melihatnya seperti ink??? Maksudku bagaimana jika dia terus menanyakan hal yang sama kepadamu tentang Rana, sampai kapan kau akan menyembunyikan Rana??? Terlihat jelas Vino bukan orang yang mudah menyerah dan keras kepala juga...!" Ungkap Jeany.


"Aku tidak akan menyembunyikan Rana lagi Jean, tetapi bukan hal yang benar jika aku memberitahu alamat ini, jikalau nanti Vino akhirnya tahu Rana tinggal di kawasan ini itu bukan masalah karena Vino tidak akan bisa masuk dengan mudah tanpa ijinku atau ijin Rana.. Aku sudah menduga ini sebelumnya jadi aku sudah mempersiapkannya...!"


"Semoga saja dia mau menyerah... Dia sangat menyebalkan sekali...!" Gerutu Jeany.


"Kita ke atas, biarkan kedua lelaki ini mengobrol, kau masih akan lama kan Dit???" Tanya Rana.


Aditya tersenyum. "Masih beberapa jam lagi, aku pergi ketika jam makan siang tiba...!"


"Baiklah... Kami ke atas dulu...!" Ucap Rana kemudian mengajak Cahya dan Jeany tetapi Vitto berdiri. "Kau mau kemana???" Tanya Rana heran.


"Mau menggendongmu ke atas...!" Jawab Vitto dengan santai nya.


"Apa...????" Seru Rana sambil mendekati Vitto lalu berbisik. "Apa kau sudah gila, disini banyak orang kenapa kau mengatakan hal itu di depan mereka, astaga kauembuat malu saja...!" Bisik Rana.


"Memangnya kenapa??? Mereka juga tahu kalau kita sepasang kekasih...!" Ucap Vitto dengan suara lantang dan tiba-tiba saja dia langsung menggendong Rana dan membawanya ke atas.


"Aaargghh Vitto turunkan aku...!" Ucapnya tetapi Vitto tidak memperdulikannya.


"Ca, Jean.... Ayo ke atas dan temani Rana mengobrol... Dit tunggu sebentar ya?? Aku mengantar Rana dulu...!"


Aditya terkekeh. "Ya ya ya bawa dia ke atas, Rana tidak boleh terlalu lelah untuk menaiki tangga, apalagi kamarnya di lantai tiga...!"

__ADS_1


Jeany dan Cahya juga terkekeh melihat sikap blak-bkakan Vitto yang tidak merasa canggung sekali menunjukkan perhatiannya pada Rana di deoan semua orang.


__ADS_2