Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 59


__ADS_3

Sambil terisak Rana keluar kamar, dan dia langsung di serang oleh rasa ketidaknyamanan di antara pahanya tetapi Rana mencoba untuk menahannya. Rana akan menenangkan dirinya di halaman belakang, hanya tempat itu yang bisa membuatnya merasa nyaman karena masih ada udara segar untuknya yang merasa sesak.


Sampai disana, Rana memilih duduk di bangku kayu dibawah pohon palem. Rana masih terisak mengingat apa yang baru saja dialaminya. Ini pengalaman pertama yang sangat menyakitkan, tidak hanya meninggalkan kesakitan di tubuh Rana tetapi juga di hati dan bathinnya. Vino benar-benar keterlaluan, jika saja dia mau bersikap lembut, tentu Rana akan berusaha menerimanya. Selain pemaksaan Vino juga seperti orang yang kehilangan akalnya.


Rana benar-benar trauma dan dia harus bisa pergi dari tempat ini sebelum Vino melakukannya lagi. Rana sangat takut dan tidak ingin hal itu terjadi lagi. Cukup ini jadi yang pertama dan terakhir. Sayangnya Rana sampai sekarang masih tidak bisa menemukan cara untuk pergi dari tempat ini. Rana juga sangat mengharapkan Vitto bisa datang lagi lalu dia bisa mengatakan semuanya kepada lelaki itu tentang perlakuan Vino kepadanya, mengingat Vino sepertinya ketakutan terhadap Vitto, dan Rana ingin memanfaatkan hal itu. Rumah ini benar-benar seperti penjara, tembok menjulang mengelilinginya.


Tana berdiri dari bangku kayu itu kemudian beralih duduk bersimpuh diatas rumput dan memeletakkan kepalanya di atas bangku. Rana terus saja menangis sambil terisak.


"Aku tidak bisa jika harus seperti ini, sampai kapan semua ini berakhir.... Ya Tuhan... Kapan kau mau menolongku???" Isakan Rana terdengar begitu pilu dan menyesakkan dada. Matanya juga mulai sembab karena sejak tadi tidak berhenti menangis.


Tangisan Rana itu membuatnya akhirnya tertidur. Rana selalu saja tertidur ketika dia sedang menangis.


Sementara itu Vino akhirnya membuka matanya, dia mengernyit karena tidak berada di kamarnya dan Vino mencoba mengingat apa yang terjadi. Ya, dia langsung ingat bahwa dia tadi memperk*sa Rana. Memperlakukan buruk perempuan itu dengan sangat kasar dan kejam layaknya Rana ada seoarang pel*cur. Vino merasa tidak bersalah sama sekali sudah melakukan itu, bahkan dia merasa sangat puas mengingat Rana masih virgin. Hal yang sudah lama tidak Vino rasakan.


Vino menoleh ke belakang dan tidak menemukan Rana disebelahnya. Entah kemana perginya perempuan itu. Vino tahu Rana saat ini pasti sedang menangis. Vino terkekeh mengingat apa yang dilakukannya tadi, tetapi dia harus mengancam Rana agar tidak mengatan hal itu pada Angel karena bisa membuat perempuan itu marah besar.

__ADS_1


Vino beranjak dari tempat tidur, dia langsung berjalan menuju kamar mandi. Menyegarkan badannya setelah bercinta dengan Rana. Bukan bercinta melainkan memaksa perempuan itu.


Vino memejamkan matanya membiarkan tubuhnya diguyur oleh air dari shower. Pada akhirnya Vino menyadari bahwa dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Rana. Sejak kepergian Angel ke luar negeri, dia tidak bisa menyalurkanlp hasratnya yang biasa dia lakukan dengan kekasihnya itu setiap bertemu. Mereka bisa melakukan itu di manapun jika situasi memungkinkan. Tetapi sudah hampir satu Minggu Angel berpamitan pergi ke New Zealand. Itu yang diketahui Vino, tetapi sebenarnya Angel saat ini berada di Thailand.


Setelah selesai mandi, Vino memunguti pakaiannya lalu memakainya dan keluar dari kamar Rana. Vino tidak ingin mencari dimana keberadaan Rana lagi, membiarkan perempuan itu menenangkan dirinya. Vino kembali ke kamarnya dan menghubungi Angel lagi, masih sama, tidak ada jawaban dari perempuan itu. Vino sangat kesal sekali.


Sore menjelang, Rana akhirnya bangun ketika air hujan tiba-tiba jatuh. Rana terperanjat dan langsung berlari masuk. Ketika di dalam rumah, dia bingung kemanakah dia harus pergi saat ini. Dia sangat takut jika Vino masih herada di kamarnya, tetapi ketika dia ingin ke ruang kerja lelaki itu, Rana kembali takut akan bertemu dengan Vino disana juga. Rana bimbang, dan dia hanya mondar mandir saja di sekitar dapur.


"Sedang apa mondar mandir disitu???"


Suara pelayan ketus itu membuat Rana terlonjak. "Kau mengagetkanku saja...!" Gerutu Rana.


"Dia sedang beristirahat di kamarnya...! Kenapa kau bertanya? Apa kau ingin melihatnya marah lagi???"


Rana tersenyum. "Tidak... Aku hanya bertanya karena aku tidak melihatnya.... Baiklah aku pergi dulu....!" Rana kemudian meninggalkan Area dapur dan langung naik ke lantai dua untuk ke kamarnya. Rana tidak berhenti berdoa agar dia tidak bertemu dengan Vino untuk saat ini.

__ADS_1


Masih ada ketidaknyamanan yang dirasakan oleh Rana. Tubuhnya sakit, terutama di area V nya. Rana membuka pintu kamarnya pelan, dan benar saja, Vino sudah tidak berada disana. Rana masuk dan langsung menguncinya dari dalam takut tiba-tiba Vino datang. Sampai di kamar, Rana memandangi tempat tidur itu dalam diam hingga beberapa detik kemudian dia menangis tersedu-sedu mengingat kejadian tadi lagi. Rasanya Rana ingin sekali menolak tidur disana.


Rana melangkah pelan menuju lemari untuk mengambil pakaiannya dan mandi agar tubuhnya segar dan terasa lebih baik lagi. Ini bukan aib, Rana tahu itu karena dia istri Vino hanya saja semua ini tidak dia harapkan sama sekali. Sikap kasar, pemaksaan dan Vino selalu semena-mena jika melakukan sesuatu padanya. Itu sangat tidak manusiawi.


Waktu makan malam tiba, pelayan mengetuk pintu kamar Rana menyuruh perempuan itu agar keluar dan makan malam. Rana membukanya dan langsung menolak untuk makan malam ke bawah dengan alasan dia sedang sakit kepala, jika berkenan Rana meminta agar pelayan itu mengantakan makanan saja kesini. Bukan karena sakit kepala tetapi Rana tidak mau bertemu dengan Vino.


Mengingat Rana kemarin sakit, pelayan itu mengiyakan permintaan Rana itu. Mengingat Vino juga sempat menyuruhnya agar memastikan kebutuhan Rana terpenuhi selama perempuan itu sakit. Pelayan kemudian meninggalkan kamar Rana dan mengambilkan Rana makan malam.


Sampai di ruang makan, Vino sudah duduk disana dan oelayan itu langsung menyampaikan kepada majikannya itu bahwa Rana meminta makanannya agar diantar ke kamarnya saja karena kepala Rana sedang pusing.


"Berikan saja apa yang diinginkannya, ingatkan juga agar dia meminum obatnya...!" Ucap Vino.


"Baik Tuan..." Jawab pelayan itu kemudian dia mengambil piring, mangkuk tempat untuk makanan Rana.


"Oh iya, besok aku memanggil tukan untuk mengecat tembok luar villa ini, jadi buat beberapa camilan untuk mereka...! Dan ya, awasi Rana jangan sampai dia keluar kamarnya, kunci pintunya dari luar saat pagi sampai sore dan jangan biarkan dia berbicara dengan orang luar selain kalian berempat yang ada di rumah ini, aku tidak ingin Rana mengatakan semua yang terjadi disini, juga aku tidak ingin Rana meminta bantuan orang untuk membawanya pergi dari sini, mengerti???" Gumam Vino.

__ADS_1


"Iya tuan mengerti... Saya juga akan siapkan camilan untuk tukang cat itu...!"


Vino, ingin mengganti warna cat bagian luar villa ini untuk suasana baru ssekaligus di beberapa sudut ada cat yang terkelupas. Vino juga harus bisa memastikan Rana tidak bisa keluar dari kamarnya. Vino tidak ingin mengambil resiko dengan hal satu itu.


__ADS_2