Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 310


__ADS_3

Setelah menikmati sarapan di kamar. Vino dan Arindah memilih menghabiskan waktu mereka untuk berenang di kolam renang yang ada di luar kamar mereka, sebelum siang check out dari hotel. Lalu pulang menjemput Naufal serta barang-barang milik Arindah di rumah kedua orang tua nya. Tadi Arindah dan Vino sengaja memposting foto di sosial media masing-masing untuk mengungkapkan kebahagiaan mereka setelah menikah.


Setelah berenang bersama, Arindah naik dari dalam kolam renang, dan membungkus tubuh nya dengan handuk kimono dan masuk ke dalam kamar lagi sedangkan Vino masih melanjutkan berenangnya. Arindah akan membersihkan diri lebih dulu baru nanti Vino, dan mereka akan bersiap untuk pulang.


Arindah langsung ke kamar mandi, melepas handuk kimono nya serta singlet dan celana pendek yang di pakai nya. Arindah tidak membawa bikini ataupun baju renang, sehingga saat Vino mengajaknya berenang, dia hanya memakai pakaian seadanya nya. Setelah tidak mengenakan apapun, Arindah masuk ke dalam shower box dan menyalakan shower, yang airnya langsung mengguyur tubuh nya.


Arindah memejamkan matanya. menikmati kesegaran air yang keluar dari shower. Hingga tak lama kemudian tiba-tiba saja sebuah tangan kekar melingkar ke perut Arindah. Membuat Arindah sedikit terkejut, dan membuka matanya, menoleh ke samping, mendapati Vino yang memeluknya. Vino memeluknya dengan manja, mendaratkan kecupan di lehernya. Membuat Arindah merasa geli tetapi dia menikmati kecupan-kecupan Vino. Lelaki itu lalu menyandarkan dagu nya di pundak sebelah kanan Arindah.


"May I join you???" Bisik Vino.


"Of course... Because you my husband..." Ucap Arindah.


"Tentu kita tidak hanya sekedar mandi kan??? Apa aku boleh melakukan hal yang lain??? Misalnya memijat ini????" Kedua jemari Vino perlahan naik ke atas dan berhenti tepat di atas dua gundukan dada Arindah kemudian menekannya dengan lembut.


"Mmmmmmm...." Gumam Arindah sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


"Apa kau menyukai nya???" Vino semakin berani menggerakkan jemari nya. Memijat lembut pay*dara Arindah, memutar put*ng nya, dan menjepit dengan kedua jari nya. Gerakan itu membuat Arindah menggeliat karena sensasi nya. Tangan kiri Vino kali ini turun ke area V Arindah, sedangkan tangan kanannya masih bermain di dada Arindah. Menggunakan jari tengah tangan kiri nya, Vino mengusapkannya ke kIitoris Arindah, bergerak naik turun, sehingga Arindah semakin mengerrang karena kenikmatan yang dia rasakan.


Arindah menoleh ke belakang. dan Vino langsung mencium bibir istrinya dengan penuh nafsu. Bibir mereka saling berpaguutan dan lidah mereka saling beradu. Dalam posisi seperti itu, Vino beralih memasukkan jari tengaahnya ke dalamolik Arindah, perempuan itu terus meracau dan mengeraang. "Pleaseee please.... Don't stop please....???" Ucap Arindah, dan Vino semakin mempercepat gerakannya.


"Aaahhhhh .... Ahhhhh.... Hmmmmppp... Please... Please.... Don't stop....." Pintar Arindah lagi. Dia kemudian berbalik badan dan kali in berhadapan dengan Vino. Arindah melingkarkan kedua lengannya di leher Vino. dan mereka kembali berciuman, tetapi Vino tidak melemparkan jari tengaahnya yang sedang bermain di dalam milk Arindah. Vino semakin mempercepat gerakannya hingga akhirnya tubuh Arindah menegang dan Arindah mencapai puncaknya. Arindah mengerrang panjang dan memeluk Vino dengan sangat kencang sambil mengatur napasnya.


Vino mengangkat tubuh Arindah, membawa nya keluar dari shower box. Lalu mendudukkan nya di atas meja wastafel. Vino lalu duduk berjongkik tepat di depan milik Arindah. Untuk beberapa detik dia memandangi keingindahan Area **** * Arindah, seolah ingin lebih mengenalnya. Vino kemudian mendongak dan tersenyum menatap wajah istrinya. "Kau ingin aku bermain dengan jariku lagi atau kau ingin aku bermain dengan lidahku??? Kau belum mencoba nya kan???" Tanya Vino.


"Aku ingin mencoba lidahmu..." Jawab Arindah dan di balas senyuman oleh Vino.


"As you wish... " Gumam Vino yang langsung menenggelamkan kepala nya di depan milik Arindah.


Arindah menggeliat, meracau, hingga setengah nerteriak karena Vino. Sangat luar biasa, hingga Arindah tidak tahu harus mengatakan apa, rasanya sangat nikmat dan luar biasa. Tubuh Arindah kembali menegang, dan Vino merasakan jika Arindah mencapai puncaknya lagi. Napas Arindah tersenggal, Vino menjiIati miliknya. Setelah merasa puas, Vino berdiri, tersenyum menatap wajah cantik istrinya.


"Semalam kau sudah bermain dengan mulutku, jadi sekarangkita bergantian... Tetapi aku rasa ini sudah cukup, kita harus bermain untuk saling memenuhi kewajiban kita... Tetapi aku akan bertanya padamu, kau mau atau tidak, jika tidak, ya cukup sampai disini saja..." Ucap Vino.

__ADS_1


"Sudah sejauh ini, bagaimana aku akan menolak.... Kau juga kenapa harus meminta ijinkan, kau butuh aku akan langsung memberikannya..."


. Vino tersenyum. "Good girl... Sekarang turun, dan kita akan mulai bermain.." Vino mendaraykan kecupan di bibir Arindah. Dia kemudian menurunkan ceIana nya hingga tidak mengenakan apapun lagi. Vino menegang Mr. P nya dan mengusapnya lembut untuk memastikan bahwa dia benar-benar siap. Vino lalu mendekatkan diri nya pada Arindah yang sedang duduk di atas meja wastafel. Meja itu pas sepinggang Vino tinggi nya.


Vino semakin mendekat, menggesekkan miliknya yang sudah tegang seratus persen. Lalu perlahan menenggelamkan tubuhnyaa, menyatukan dengan milik Arindah. Vino mengawalinya dengan gerakan pelan. Dia dan Arindah mendessah kita milik mereka berdua sudah menyatu. Vino bergerak perlahan.


"Ohhhhh..... Sshhhhiiittt.... Your pu$sy so good baby.... Oohhhh... What do you thing about my Pen*s..??? Ooohh.. " Tanya Vino sambil semakin mempercepat gerakan.


"Hmmmpppptt.... Ahhh ahhh ahhh So good... It's so deep..." Jawab Arindah yang semakin keenakan karena gerakan Vino.


"Apa kau akan sampai lagi??? Ooohhhh" Tanya Vino.


"Aaahhhh ya...."


"Lepaskan saja..." Titah Vino.

__ADS_1


Vino semakin mempercepat gerakannya dan Arindah menegang kedua lengan Vino, tubuhnya kembali menegang, errangan panjang Arindah menandai bahwa dia kembali mencapai puncaknya. Vino lalu melepaskan dirinya. dan membantu Arindah turun dari meja wastafel. "Membungkuklah, kita akan bermain dari belakang, ini biasanya jadi favorit perempuan... Kau mau???" Tanya Vino memastikan persetujuan istrinya dan Arindah langsung melakukannya.


Vino pun kembali mendekatkan Mr. P nya dan memasukkannya ke dalam **** * Arindah secara perlahan dari belakang. Dan bergerak dengan cepat. Mereka kembali nercinta dengan sangat panas. Suara erangan keduanya seolah menjadi musik dan nyanyian yang merdu. Hingga akhirnya mereka berdua sama-sama meraih puncak keouasan secara bersamaan. Errangan panjang menjadi salah satu tanda nya. Vino meledak di dalam tubuh Arindah, lalu memeluk perempuan itu dari belakang. Mengatur napas dan baru setelah itu, mandi berdua.


__ADS_2