Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 252


__ADS_3

Setelah acara akad selesai, Vitto dan Rana akan beristirahat di kamar mereka sebelum siang nanti melanjutkan acara selanjutnya, dimana acara itu adalah family time sekaligus makan siang bersama dengan seluruh anggota keluarga terdekat dan sahabat terdekatnya. Baru setelah itu, sore harinya mereka akan berpindah ke villa untuk melakukan acara resepsi pernikahan. Disana akan hadir seluruh tamu undangan, baik itu keluarga, sahabat, hingga teman-teman Vitto dan juga Rana. Puncak acara nya adalah nanti sore hingga malam.


Vitto sudah mengganti pakaiannya demgan pakaian santai. Dia akan beristirahat sebentar, sementara Rana juga sudah berganti pakaian, Rana juga akan istirahat sebentar sebelum nanti dia harus kembali menata rambutnya lagi untuk acara nanti siang.


Vitto menghampiri Rana yang sedang duduk di depan meja rias. Vitto membungkuk dan mencium pipi Rana. "Bagaimana perasaanmu???" Tanya Vitto.


"Menurut mu??" Rana balik bertanya.


"Menurutku, kau sangat bahagia....!" Bisik Vitto di telinga Rana. Vitto kemudian mengulurkan tangannya dan mengajak Rana duduk di sofa.


Rana duduk di atas paha Vitto, lelaki itu memeluknya dari belakang. Vitto menciumi pipi Rana dengan gemas. "Berhentilah menciumku, nanti malem up ku luntur, kau tahu kan kita masih banyak acara hari ini, sebentar lagi hari stylish juga akan datang...!"


"Biarkan saja make up mu hilang, nanti kau bisa di make up lagi.. Aku hanya ingin mencium istriku..."

__ADS_1


Rana mencubit lengan Vitto. "Kau ini... Dasar...!"


Vitto menumpu kan dagu nya dari pundak Rana. Melirik genit ke arah perempuan yang beberapa jam yang lalu sudah menjadi istrinya. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan kebahagiaan Vitto saat ini selain rasa syukur kepada Tuhan karena Tuhan sudah melancarkan acara pernikahannya dengan Rana hari ini. Vitto berharap semua akan terus berjalan lancar sampai acara nanti malam selesai.


"Sayang...!" Pangg Rana dengan suara lirih.


"Ya...?? Ada apa??? Apa kau ingin kita malam pertama sekarang???" Tanya Vitto menggoda.


Rana kembali mencubit lengan Vitto yang melingkar di perutnya. "Kau ini....! Apa hanya itu saja yang ada di pikiranmu???" Protes Rana.


"Diamlah....! Kita akan melakukannya tapi bukan sekarang..!"


"Lalu??? Kapan???"

__ADS_1


"Kapan-kapan...! Hahahaha...!" Rana ikut tergelak dan kali ini Vitto yang bergantian mencubit pipi nya dengan gemas.


"Katakan??? Ada apa???" Tanya Vitto.


Rana merubah posisi duduknya dan kali ini berhadapan dengan Vitto. Rana membelai wajah Vitto, dan tersenyum manis mengagumi ketampanan lelaki itu. "Vino...! Apakah kau benar-benar tidak berharap dia datang ke acara kita??? Maksudku, dia adalah adikmu dan seharusnya dia menjadi yang terpenting di acara pernikahan kita, kau sudah menolak mengundang Mama mu, dan kau juga tidak berusaha meredam kemarahan Vino. Aku rasa acara ini seperti ada yang kurang saja...!"


Vitto terdiam sesaat. Apa yang baru saja di katakan oleh Rana itu ada benarnya. Dan jika boleh jujur, Vitto sendiri merasa ada yang kurang di hari yang seharusnya membahagiakan ini. Keluarganya berkumpul dalam formasi lengkap, akan tetapi yang hadir hanya Papa nya saja serta kerabat dekatnya. Sedangkan Vitto juga enggan mengundang Mama nya karena takut Mama nya berulah lagi. Sementara untuk Vino, Vitto juga tidak mau berharap adiknya datang dan dia juga memiliki kekhawatiran jika Vino akan berulah. Meskipun Papa nya sudah memberitahu nya agar dia bisa menemui Vino dan berbicara dari hati ke hati, tetapi Vitto menolak bertemu Vino. Membiarkan saja, karena jika Vino mau datang ya silakan, jika tidak datang pun, Vitto tidak akan mempermasalahkannya.


"Kau pasti tahu alasanku tidak mengundang Mama, dia masih bersikap sama dan tidak mau berubah, daripada terjadi masalah, lebih baik aku tidak mengundangnya...! Sedangkan Vino, aku juga sudah mengatakan pada Papa bahwa aku tidak ingin terlalu memaksa nya, mau datang ya silakan, tidak, juga tidak masalah, lagipula apa kau yakin dia akan mau memberikan doa baiknya untuk kita??? Kalau membuat keributan bagaimana???" Vitto tersenyum menatap Rana. "Jika kau bertanya apakah aku sedih??? Tentu saja aku sedih, tetapi keadaan dan situasi yang membuat jadi seperti ini...!" Ujar Vitto dengan sedih.


"Andai saja yang kau nikahi bukan aku, pasti semua nya tidak akan seperti ini...!"


"Kau ini berkata apa??? Takdir, jodoh, maut itu sudah di atur oleh Tuhan, jika kita memang sudah di takdirkan seperti ini ya mau bagaimana??? Yakin, semua ini akan baik-baik saja, Vino juga pasti butuh waktu untuk menerima semua ini, wajar jika dia masih marah kepada kita...! Kita doakan saja semoga suatu saat nanti, Vino bisa menerima semua ini lalu mendapatkan perempuan yang baik yang bisa mengerti dirinya, dan mencintainya, sehingga Vino juga bisa mendapatkan kebahagiaannya seperti kita...!"

__ADS_1


Rana tersenyum. "Amin....!"


__ADS_2