
"Hai guys....!" Sapa Vitto yang baru saja datang dan membuyarkan obrolan Vino dan Arindah.
Arindah menoleh ke belakang dan melempar senyumnya. "Hai pengantin baru... Duduklah... " Titah Arindah.
Vitto menarik kursi untuk Rana, dan dia sendiri mengambil kursi di meja sebelah karena kursi hanya ada empat di setiap meja, kemudian duduk melingkar bersama Vino dan Arindah. Sementara Vino memilih diam saja seolah tidak peduli dengan kedua orang yang barusaja datang itu.
"Aku lapar, tadi hanya makan roti di villa, aku pesan makanan dulu ya???" Ucap Vitto. "Sayang..??? Kau mau makan tidak???" Tanya Vitto pada Rana.
Rana menggeleng. "Aku ingin es krim saja, melihat Naufal memakannya, aku ikut menginginkannya...!"
Vitto tersenyum. "Oke...!" Vitto mengangkat tangannya. "Mas...!" Panggilnya pada pelayan.
Pelayan menghampiri Vitto, dan memberikan buku menu. "Kau ingin es krim apa???" Tanya Vitto pada Rana dan memberikan buku menu pada istrinya.
Rana membaca nya dan bingung dengan mana yang ingin di pilih. "Ehhh watermelon ice cream satu, yang large ya???" Pintar Rana, kemudian pelayan menulis pesanan Rana dan mengembalikan buku menu pada Vitto.
"Ahhh aku yang ini saja, Ayam betutu dan jangan lupa nasi nya...! Minumnya watermelon juice saja..!"
"Ayamnya mau yang satu ekor atau setengah ekor atau mau yang untuk satu porsi saja???"
"Yang untuk satu porsi saja hanya aku yang ingin makan, karena sepertinya mereka masih kenyang.."
"Apa ada yang lain lagi???"
__ADS_1
Vitto menggelengkan kepalanya, dan pelayan meminta agar Vitto dan Rana menunggu.
"Kau memesan makanan yang berat di jam segini???" Tanya Arindah.
Vitto terkekeh. "Aku lapar sekali, tadi hanya sarapan roti, dan sejak pagi banyak sekali aktifitas yang aku lakukan dengan Rana, jalan-jalan di pantai dan kegiatan seru lainnya..." Vitto senyum-senyum dan mengangkat kedua alisnya bergantian seolah mengisyaratkan hal yang lain pada Arindah dan Vitto juga melirik ke arah Vino yang ada di sebelahnya. Terlihat Vino masih memasang wajah masam tidak bersahabat. "Ah kau ini Ndah, harusnya kau mengerti kegiatan menyenangkan apa yang akan di lakukan oleh pengantin baru, kegiatan itu akan membakar banyak kalori, jadi jika hanya 2 lembar roti saja kurasa itu kurang dan perutku akan bergolak karena lapar...!" Timpal Vitto lagi.
Arindah ikut terkekeh. "Oke.... Oke... Hahahaha, btw di Maldives kalian akan menginap dimana??? Four seasons, Soneva atau Joali???" Tanya Arindah. "Atau yang lainnya??? Hehe karena menurutku ketiga nya bagus dan cantik...!"
"Kau benar.. Itu sebelumnya ada di list tujuan kami, dan aku sih sebenarnya ingin di four season saja, tetapi Rana sepertinya lebih tertarik dengan perosotan yang bisa membuatnya tercebur ke laut, jadi aku mengalah dan menuruti keinginannya untuk memilih Soneva..! Rana sudah bisa berenang, dan aku tidak khawatir dia akan tenggelam saat bermain perosotan disana, beda dengan dulu, dia terjatuh dari balkon dan hampir mati tenggelam...!" Vitto tersenyum melirik Vino. Dia sengaja mengatakan semua itu untuk menyindir adiknya.
"Soneva adalah pilihan yang bagus.. " Ucap Arindah.
Gini masih memilih diam dan tidak mengatakan atau menanggapi apapun. Sampai kemudian es krim pesanan Rana di antar dan Rana menikmati nya.
"Apa tidak lebih baik kau extend sehari saja saja Ndah, dan besok baru kembali lagi ke Jakarta, kau bisa menikmati waktumu dengan Naufal, dan aku akan membayar biaya nya sekaligus transport nya.. Kau juga boleh Vin, kalau ingin berjalan-jalan disini..."
"Ah tidak Vit, senin aku harus kembali bekerja, sebenarnya aku tidak mengajukan cuti di rumah sakit mengingat acara mu kan hari sabtu dan minggu juga sudah kembali, jadi senin aku bisa kembali bekerja..." Ujar Arindah.
"Wah sayang sekali...." Gumam Vitto sambil mengarahkan pandangannya ke Rana. Karena Rencana nya untuk mendekatkan Arindah dan Vino gagal. "Eh iya Ndah, bukankah sebelumnya aku sudah memintamu mengajak kedua orang tua mu kesini??? Tetapi kenapa kau tidak mengajaknya???" Tanya Vitto.
"Maaf Vit, Papa ada acara dan itu sudah jauh-jauh hari, jadi dia tidak bisa datang dan menitip salam serta mengucapkan selamat untukmu dan juga Rana...!"
"Baiklah sampaikan ucapan terima kasih kami pada mereka, kapan-kapan aku akan mampir ke Grand Andromeda untuk bertemu dengan orang tua mu, sudah lama juga tidak bertemu mereka..." Ujar Vitto. "Vin... Kau juga pasti sudah lama tidak ke rumah Arindah kan??? Terakhir saat kita masih sekolah dulu, rumah Arindah masih di tempat yang sama, dan tidak pindah.. Dan di dekat sana ada kantor cabang mu juga kan??? Kalau kau berkunjung kesana harus mampir.. Iya kan Ndah???"
__ADS_1
Arindah tersenyum. "Iya.. Boleh saja... Vini memang tidak pernah lagi datang ke rumah, kalau Vitto beberapa kali pernah... Mungkin beberapa bulan terakhir tidak kesana..!"
"Rumahmu tidak pindah???" tanya Vino kemudian.
"Sebenarnya aku punya rumah sendiri, hanya saja untuk sekarang aku tinggal di rumah lama karena Naufal kan harus ada yang mengurus saat aku kerja...!" Jawab Arindah. "Kau mampir ya kapan-kapan... Mama Papa pasti terkejut melihatmu.. "
"Baiklah aku akan mampir jika tidak sibuk... Aku pikir kau sudah pindah bersama orang tua mu, kalau tahu begitu kan aku bisa sering mampir...!"
"Masa iya kau akan sering mampir??? Kau begitu bucin dengan Angel, hingga kau melupakan segala nya bahkan setelah kau berpacaran dengannya kau tidak pernah mau lagi ke rumahku, aku dulu mengundangmu ke pesta ulang tahunku juga kau tidak mau datang dan lebih memilih pergi dengan Angel...." Timpal Arindah. Masih membekas betul ingatannya di hari itu, dimana Vino tidak mau menghadiri acara ulang tahunnya, padahal seluruh teman sekelas mereka datang, dan hanya Vino saja yang tidak hadir. Bahkan saat itu Vitto yang baru saja berkuliah di luar negeri menyempatkan pulang untuk menghadiri acara itu, karena Vitto sangat menghargai nya ddan menganggapnya sebagai teman sekaligus saudara.
"Kau masih mengingatnya???" Tanya Vino tidak percaya.
"Tentu saja.... Aku sangat mengingatnya, dan sejak saat itu aku kecewa padamu, kau bilang kita sahabat tetapi di ulang tahunku kau tidak berkenan datang... Setelah itu aku tidak mau lagi berteman denganmu... Jika di ingat itu lucu tetapi tentu cara berpikir kita tidak lagi seperti dulu, dan semakin dewasa setiap harinya..!"
"Astaga.... Sorry sorry... Aku benar-benar malu padamu... Kau masih ingat saja dengan hal itu..."
Arindah terkekeh. "Kau begitu bucin dengan Angel, dan selalu menghabiskan waktu dengannya.. Mungkin jika saat ini kau belum putus dengannya, kau pasti tidak mengenalku lagi ataupun sekedar menyapa ku... Dunia mu hanya Angel Angel dan Angel...!"
"Aku rasa tidak seperti itu juga Ndah...! Sekali lagi sorry untuk semua kesalahan yang aku perbuat dulu...!"
"Ya... Dunia nya memang hanya di hiasi Angel Angel dan Angel.... Namanya begitu luar biasa artinya tetapi perempuan itu bukan Angel, tetapi Devil... Hahaha bahkan saking tergila-gila nya dengan Angel, kau tidak pernah menyadari Vin, bahwa Arindah dulu sangat menyukai mu... Gara-gara kau dengan Angel, dia jadi patah hati... Kau memang keterlaluan Vin.... Coba tanya saja padanya.. Iya kan Ndah??? Dulu kau naksir berat dengan Vino, tetapi menyerah dan menjauh karena Angel??? Hahaha" Ucap Vitto yang langsung mendapatkan pelototan dari Arindah dan juga tatapan terkejut dari Vino.
"Apa....???!!!" Seru Vino.
__ADS_1
Vitto langsung menutup mulutnya dan tersenyum. "Ah tidak-tidak.... Aku bercanda Vin.. Aku bercanda Ndah... Hehehe" Vitto berpura-pura merasa bersalah padahal sebenarnya dia memang sengaja mengatakan itu agar Vino tahu.
Vino mengalihkan pandangannya ke Arindah dan mendapati wajah perempuan itu memerah. "Kau dulu menyukaiku???' Tanya Vino pada Arindah.