Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 328


__ADS_3

Satu hari kemudian.....


Vitto dan Rana saat ini sedang dalam perjalan menuju rumah milik Aditya yang berada di sebuah desa bernama Lungern yang ada di Swiss. Mereka berdua di jemput oleh Roland di airport. Roland adalah supir dari kantor Aditya yang ada disini. Tidak hanya mengendarai mobil saja, Roland juga menjelaskan beberapa hal mengenai desa yang akan menjadi tempat tinggal Vitto dan Rana sementara ini. Roland sangat fasih berbahasa Inggris, karena biasa nya orang disini kebanyakan menggunakan bahasa Jerman atau Perancis sebagai bahasa sehari-hari. Sehingga obrolan itu juga cukup menyenangkan.


Sambil mengobrol dengan Roland, Vitto dan Rana juga melihat kondisi di sekitar yang mereka lewati. Hijau di kanan kiri, rumah penduduk lokal yang khas, lembah-lembah yang tinggi menjulang, serta ada sebuah danau dengan air berwarna biru yang sangat indah. Lungern See Lake, begitulah orang menyebut danau itu. Roland menjelaskan jika sebentar lagi mereka akan sampai.


"Here's the Mr. Sahasya Home Sir....!" Ucap Roland sambil menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah rumah kayu khas masyarakat pedesaan Swiss. Rumah itu terlihat sederhana bagian luar nya tetapi sangat indah dan terlihat nyaman untuk di tinggali.


Roland keluar dari mobil dan membuka pintu untuk Rana. Sedangkan Vitto keluar sendiri. Rumah milik Aditya ini sangat klasik jika di lihat dari depan, serta cukup besar dan terlihat nyaman untuk di huni.



"Thanks for ride Roland...!" Ucap Vitto.


"You are welcome sir....!" Roland kemudian berjalan menuju ke bagasi dan mengeluarkan barang milik Rana dan juga Vitto.


Sementara seorang perempuan keluar dari dalam rumah dan menyambut kedua nya dengan sangat ramah. "Selamat datang, tuan dan nyonya Prakarsa... Perkenalkan saya Novia, saya salah satu staf yang bekerja di perusahaan milik pak Aditya yang ada disini, saya berasal dari Jakarta dan sengaja di kirim untuk bekerja disini... Pak Aditya menghubungi saya agar saya bisa menyiapkan rumah ini untuk anda tinggali dan menyambut anda serta istri..." Novia menyalami Vitto dan juga Rana.


"Saya Vitto, dan ini istri saya Rana... Saya ucapkan Terima kasih atas sambutannya...!" Ucap Vitto.


Novia menganggukkan kepala nya. "Sama-sama Pak, mari silakan masuk, semua nya sudah di bersihkan dan di rapikan kemarin... Dan semoga anda berdua menikmati suasana disini... Mari silakan masuk... "

__ADS_1


Vitto dan Rana mengikuti Novia dari belakang. Saat memasuki rumah itu, yang pertama Vitto dan Rana lihat adalah ruang tamu dengan suasana benar-benar terasa sangat nyaman di sebelah kiri. Dengan dua jendela besar dan sofa panjang berwarna abu-abu. "Ini ruang Tamu... Anda bisa sekedar duduk dan bersantai...!" Ucap Novia.



Sedangkan di sebelah kanan terdapat sebuah ruangan yang seperti nya adalah sebuah kamar. Novia pun membuka kamar itu. "Di rumah ini ada dua kamar, satu kamar utama dan juga satu kamar tamu, dan ini adalah kamar tamu...!" Novia kembali menjelaskan.


Vitto dan Rana tersenyum melihat kamar itu. Memiliki jendela kaca yang besar dan bisa memandang ke luar, dan pemandangan di luar tentu sangatlah cantik, karena rumah ini berada di atas bukit sehingga pemandangan jalanan serta rumah di bawah juga terlihat.



Novia mengajak Vitto dan Rana berkeliling lagi, menunjukkan semua ruangan yang ada di rumah ini. Saat masuk, mereka di hadapkan dengan ruangan yang cukup luas, dan Vitto bisa langsung memastikan jika itu adalah ruang keluarga. Selain sofa, juga ada perapian.





Dan ruangan terakhir adalah kamar utama. Kamar itu sangat luas sekali. Memiliki jendela kaca yang sangat besar berbentuk segitiga. dan dari balik kaca itu, tentu saja pemandangan yang tidak kalah luar biasanya di bandkng kamar tamu. Ada space untuk sekedar duduk di depan jendela atau bahkan berbaring juga bisa. Di dalam kamar itu juga ada kamar mandi yang ornamennya juga 70 persen dari kayu. Termasuk kulkas yang di beri cover dari kayu.


__ADS_1


"Jendela kamarnya bisa di tutup dengan tirai otomatis, ada remot controlnya, jadi anda berdua bisa menentukan yang bagus... " Ucap Novia. "Dan niya, Pak Vitto dan Bu Rana, anda bisa menggunakan kamar mana saja yang ingin anda pakai, boleh kamar ini??? Atau mungkin ingin memakai secara bergantian, juga boleh saja... " Novia tersenyum. "Jadi anda ingin kamar yang mana??? Kamar tamu atau kamar utama.. Silakan di pilih dan agar Roland bisa mmbawa Kopernya ke kamar yang akan anda berdua gunakan.... "


Vitto tersenyum. "Terserah saja... Sama saja mau di kamar utama atau kamar tamu... "


Novia tersenyum dengan sopan, dan setelah mengajak Vitto dan Rana berkeliling di seluruh rumah. Novia pun berpamitan untuk kembali ke kantor, dan Vitto serta Rana mengucapkan. Terima kasih kepada Novia yang sudah menemani nya hari ini.


Setelah mengeluarkan koper Rana dan Vitto, Roland membawa nya masuk dalam bertanya pada Rana serta Vitto akan di simpan dimanakah koper mereka nanti


Dan Vitto meminta agar di bawa ke kamar utama. Setelah itu Roland berpamitan pulang, dan meminta Vitto agar langsung menghubunhinya jika perlu sesuatu. Roland pun pergi, meninggalkan Rana dan juga Vitto.


"Aku lelah sekali, aku mandi dulu ya???" tanya Rana pada Vitto yang duduk melepas sepatunya di sofa.


"Ya.... Aku istirahat sebentar, sambil menunggumu selesai mandi... "


"Oke...!!" Rana berjalan memasuki kamar mandi, sementara Vitto memilih mengambil ponselnya dan mengaktifkannya.


. Banyak sekali pesan masum juga tentu saja ada beberapa panggilan juga yang masuk ke ponsel Vitto itu. Salah satu nya dari Vini yang meminta agar Vitto menghubungi nya jika sudah sampai karena ada urusan mendesak.


"Ada urusan mendesak apa???" gumam Vitto.


Lalu dia kembali membuka ponselnya ada juga dari orang bayarannya yang dia tugasi untuk mengawasi Mama nya. Karena penasaran, akhirnya di buka pesen itu oleh Vitto. dan Vitto terkejut dengan apa yang si lihat dari foto itu. Seorang perempuan menghampiri Mama nya, mereka bersalaman satu sama lain. Vitto bingung dengan apa yang di lihatnya, tetapi sepertinya dia mengenal perempuan itu, dan Vitto juga ingat dengan obrolan nya kemarin jika Clara sudah kembali. Maka Vitto memastikan jika ternyata itu memang benar Clara. "Kenapa dia menemui Mama???" Gumam Vitto. Dia langsung menghubungi Vino untuk membahas hal penting yang entah apa itu.

__ADS_1


__ADS_2