Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 214


__ADS_3

"Vitto turunkan aku... Apa kau sudah gila???" Suara Rana tertahan dan mata nya melotot menatap Vitto tetapi lelaki itu malah tersenyum dan terus melenggang menaiki tangga dari lantai satu ke lantai dua dan di lanjutkan ke lantai tiga. Sedangkan di belakang mereka Cahya dan Jeany hanya terkekeh.


Sampai di kamar, Vitto menurunkan dan membaringkan Rana di atas tempat tidur, kemudian menitipkannya pada Cahya dan Jeany. Vitto kemudian keluar dari kamar Rana untuk kembali mengobrol dengan Aditya di bawah.


"Dia memang sudah tidak waras...!" Gumam Rana kesal. Wajahnya memerah menahan malu, terlebih lagi Jeany dan Cahya masih terkekeh.


"Wajar saja Ran, kau baru selesai operasi dan tidak boleh banyak bergerak, hal bagus jika Vitto menggendongmu kesini...!" Ucap Cahya.


"That's right....! Aku juga tadi khawatir apa tidak apa-apa kalau kau naik ke kamarmu, tetapi Vitto melakukannya dengan baik, aku yakin tadi kau turun dia juga menggendongmu...! Iya kan???" Tanya Jeany sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Diamlah Jean...!" Rana menimpali.


Sementara itu, Vitto kembali duduk di sofa bersama Aditya dan Aditya memuji apa yang di lakukan oleh Vitto. Karena hal itu bisa menghindarkan Rana dari rasa nyeri setelah operasi.


"Btw Vit, aku sudah mendengar semua nya dari Cahya mengenai penyebab Rana harus kehilangan bayi nya, dan itu di sebabkan oleh kekasih Vino yang ingin mencelakaimu tetapi malah justru Rana yang mengkonsumsi nya, motif nya apa??? Aku masih bingung dengan apa yang terjadi di keluargamu, untuk apa dia ingin mencelaikaimu??? Atas dasar apa???" Tanya Aditya.


Vitto tersenyum. "Baru kemarin pagi, sebelum aku membawa Rana pulang aku mendapat kabar dari orang ku yang aku tugaskan untuk mengikuti dan mengawasi Angel, mereka sudah tahu alasan di balik Angel melakukan itu."

__ADS_1


"Lalu apa alasannya??" Tanya Aditya lagi.


"Angel ternyata sudah tahu sebelumnya jika Rana hamil anak Vino, entah dia mengetahuinya dari siapa tetapi menurutku itu tidak penting, bisa saja dia melihat Rana di rumah sakit ketika pergi memeriksakan kehamilannya karena Rana keluar rumah hanya disaat itu saja. Angel tahu Rana hamil anak Vino, dan dia juga tahu bahwa aku yang mengurus renovasi bakery milik Rana, lalu Angel memiliki ketakutan jika Aku dan Papa akan memberitahu Vino mengenai hal itu, karena jika itu terjadi Vino bisa saja meninggalkannya dan memilih Rana, itulah kenapa dia ingin membungkamku dan Papa dengan memberikan obat itu agar kami berdua lumpuh."


"Tetapi pada akhirnya dia juga akan meninggalkan Vino sebelum pernikahan kan???"


"Itu benar Dit, tetapi dengan melakukan itu dengan mencelakaiku dan Papa, Angel bisa pergi dengan membawa keuntungan sebelum pernikahannya dengan Vino, dia takut aku atau Papa akan membongkar semuanya, sayangnya saat ini dia justru sedang kami permainkan, aku hanya berharap usaha Vino berhasil dan menyeret si jaalang itu mendekam di penjara..." Ujar Vitto.


"Berapa lama lagi Vit pertunangan mereka?? Aku khawatir Angel justru tahu jika sebenarnya Vino sudah mengetahui segala tentangnya lalu rencana kalian akan gagal dan dia berhasil pergi."


"5 hari lagi, itulah kenapa Vino meminta Edward segera menyelesaikan editingnya, dan sepertinya Vino akan menggabungkannya dengan foto dan video dariku..!"


Vitto tersenyum. "Semoga saja Dit... Hanya saja masalah baru akan datang setelah ini...!" Gumam Vitto.


Aditya mengernyit. "Masalah baru??? Masalah apa lagi???" Tanya Aditya bingung.


Vitto menjelaskan jika masalah baru itu adalah tentangnya dan Vino. Seperti yang dia takutkan sebelumnya bahwa setelah Vino mengetahui kehamilan Rana, Vino akan menjadi duri dalam hubungannya dengan Rana. Pada akhirnya fakta bahwa Rana kehilangan bayi nya seperti nya tidak membuat Vino untuk tidak merecoki nya, seperti yang sedang terjadi di rumah sakit tempo hari juga yang tadi baru saja terjadi. Vino seperti biasa nya suka memaksa kehendaknya. Dan Vitto yakin Vino akan terus mamaksa untuk mengetahui keberadaan Rana sebenarnya. Vitto sebenarnya tidak yakin jika Vino akan menyerah tetapi setidaknya dia akan terus berusaha menghindarkan Rana dari Vino.

__ADS_1


"Vit..! Kau katakan saja pada Vino mengenai hubunganmu dan Rana, bahwa kalian saat ini sedang berpacaran, dari cerita mu tadi sepertinya kau belum memberitahu Vino mengenai hal ini...!"


"Memang belum Dit, untuk saat ini belum karena aku sendiri tahu bahwa Vino pasti sedang mengalami kesulitan mengenai hubungannya dengan Angel, dan aku berencana memberitahu nya nanti ketika keadaan sudah membaik...!"


Aditya mengangguk. "Kau benar, tetapi jangan menunda terlalu lama, jangan sampai malah menimbulkan masalah baru, kau dan Rana bisa tenang dengan hubungan kalian dan Vino bisa memulai lagi hidupnya dengan baik tanpa merecoki kalian."


"Aku akan melamar Rana, dan aku ingin segera menikahi nya, aku tidak ingin menunggu lama lagi....!" Gumam Vitto.


"Serius??? Kapan???" Tanya Aditya.


"Sebenarnya aku ingin melamar Rana saat nanti kami pergi liburan di villa mu, aku tiba-tiba saja berpikir akan luar biasa melamarnya ketika matahari terbenam di pantai...!"


Aditya tertawa. "Gila... Itu ide yang bagus sekali Vit, kau harus melakukannya, andai saja waktu bisa di putar aku juga ingin melakukan itu pada Cahya, pernikahan kami begitu mendadak hingga aku tidak bisa berpikir bagaimana cara melamarnya dengan romantis, hahaha lakukan saja disana, kalian bisa memakai semua fasilitas disana semau kalian, dan Cahya pasti akan senang mendengar ini...!"


"Aku selalu merepotkanmu, sekali lagi thanks untuk segala bantuanmu, aku ingin membuat kejutan untuk Rana, melamarnya dan kemudian menikahi nya, aku ingin membahagiakan nya, menunjukkan kepada nya bahwa pernikahan itu indah dan tidak semenakutkan seperti apa yang sebelum nya dia alami, aku ingin membina keluarga bahagia yang saling melengkapi kemudian memiliki anak-anak lucu seperti Kyra, Kyros, Gienka dan Louis, mereka anak-anak yang menggemaskan sekali...!" Ujar Vitto dengan wajah berbinar penuh dengan kebahagiaan.


"Niat baik pasti akan di dukung oleh semesta... Aku akan jadi salah satu orang yang berbahagia jika kau dan Rana bersatu, sudah terlalu banyak hal menyesakkan yang di alami Rana, dia pasti sangat merindukan kebahagiaan, dan kau akan bisa membahagiakannya...!"

__ADS_1


"Itu juga yang aku harapkan, rasa nya sudah cukup aku bersenang-senang sendirian dengan hidupku, sekranag aku ingin membangun sesuatu yang baru dan berkomitmen, Rana sudah seperti magnet tersendiri untukku sejak pertama kali aku bertemu dengannya, dia memang tidak secantik mantan mantanku, dia sangat sederhana, apa adanya, tetapi mampu membuatku nyaman, aku sangat mencintainya...!"


__ADS_2