Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 206


__ADS_3

Vitto dan Rana saling berpandangan. "Itu terlalu cepat Pa??? Masih banyak waktu untuk kita berdua supaya lebih dekat lagi..!" Ucap Vitto.


"Sebenarnya Papa hanya tidak mau masalah baru terjadi, Vino kalian sudah lihat sendiri bagaimana dia bersikap kemarin padamu dan dari ceritamu tadi, dia juga sempat memaksa Rana, setelah dia mengakhiri hubungannya dengan Angel aku takut dia berulah dan merecoki hubungan kalian berdua...!"


"Benar juga sih tetapi kalau langsung menikah ya tentu tidak bisa Pa, Rana juga pasti butuh waktu untuk memikirkan hal itu, Papa tahu sendiri bahwa Rana punya pengalaman yang tidak mengenakan mengenai pernikahan, dan juga bisa menentukan sikap nantinya, dia tidak akan mau kembali jika Vino memintanya...!"


"Ya, tentu saja Rana bisa mengambil sikap, tetapi apa kalian mampu menghadapi keras kepalanya Vino??? Apalagi jika Vino berulah, hubungan kalian pasti akan memburuk lagi...!"


Rana melirik ke arah Vitto. Semua yang di takutkan oleh Papa Vitto memang benar. Tetapi rasanya untuk menikah lagi, Rana belum sepenuhnya siap. Dia memang pasti akan menikah nanti tetapi bukan dalam waktu dekat ini. "Ketakutan Om Andri memang beralasan sekali tetapi bagaimana bisa hal itu di persiapkan dalam waktu dekat, lagipula saya juga masih dalam keadaan yang seperti ini...!" Timpal Rana.


Papa Vitto tersenyum. "Rana sayang... Maksud Om bukan menyuruh kalian buru-buru menikah dalam waktu dekat, tetapi perencanaan hal itu mungkin harus segera di siapkan agar tidak ada hal yang mengganggu hubungan kalian, Om sangat mengerti sekali apa yang kau rasakan kemarin, itu adalah hal yang tidak mudah, Om berbicara seperti ini hanya ingin mengingatkan kalian mengenai sifat Vino, hanya khawatir tetapi keputusan tetap ada di tangan kalian..."


"Semoga saja Vino tidak lagi bersikap seperti sebelumnya, semoga dia berubah dan tidak bersikap egois lagi Pa...!" Ucap Vitto dan Papa nya tersenyum sambil mengangguk.


Vitto sebenarnya sangat menyukai usul Papa nya mengenai menikah dengan Rana. Semakin cepat dia menikah dengan Rana semakin bagus juga untuk menghindarkan Rana dari laki-laki lain. Bahkan jika di minta besok untuk menikahi Rana, Vitto sangatlah siap. Hanya saja dia tidak bisa begitu saja melakukan itu dan memaksa Rana untuk menurutinya. Rana memiliki hak untuk menerima, menolak dan meminta waktu berpikir. Kondisi Rana berbeda dengan perempuan lain, Rana punya rasa trauma sendiri dengan pernikahan, lalu bagaimana bisa Vitto memaksa perempuan itu untuk segera menikah dengannya. Vitto juga tidak ingin Rana berpikir hal yang sama lagi jika meminta perempuan itu menikah dengannya secara buru-buru seperti yang di lakukan Vino dulu, dimana ingin segera menikahi Rana tetapi nyatanya Vino justru menyiksa Rana setiap harinya setelah pernikahan. Vitto tidak mau Rana memiliki pikiran buruk tentangnya seperti yang sebelumnya Rana alami dengan Vino. Saat ini Rana yang paling berhak untuk menerima atau tidak usulan dari Papanya.


Mendengar jawaban Rana tadi, Vitto sebenarnya sudah menduganya bahwa Rana pastilah masih butuh waktu memikirkan hal itu, bahkan mungkin Rana belum pernah memikirkan untuk menikah lagi. Masih ada keraguan di mata nya mengenai hal itu.


"Masih ada waktu untuk memikirkan hal ini... Ini hanya sekedar saran saja...!" Ucap Papa Vitto lagi.

__ADS_1


"Kami mengerti Pa, tetapi butuh waktu untuk kamai mengamvil keputusan dan sekaramg sepertinya lebih baik kita memikirkan rencana untuk menjebloskan Angel ke penjara...!"


★★★★★


Sementara itu, Edward tampak sibuk sekali di kantornya. Dia memeriksa foto-foto hasil jepretannya di komputer. Hari ini dia sibuk melakukan pemotretan sehingga tidak bisa bertemu Jeany dan juga menjenguk Rana lagi. Hanya saja Edward sudah janji pada Jeany bahwa besok dia akan menjemput perempuan itu dan mengantarnya ke rumah sakit untuk menemani Rana.


Edward tadi di hubungi oleh Angel dan di minta untuk memotret acara pernikahan Angel dan Vino. Walaupun sempat kesal xmdengan mereka mengenai masalah yang dulu, Edward tetap berusaha profesional dalam bekerja. Iya tidak banyak berpikir dan menerima tawaran pekerjaan itu, meskioun dia sangat tidak menyukai Angel dan Vino. Bahkan Edward merasa kesal sekali, Angel selama ini berbkhong pada Vino,dan Vino seperti sedang menuai karma nya sekarang karena sudah mengetahui kebohongan Angel. Vino pastilah sangat menyesal saat ini dan tetap harus berusaha tenang di depan Angel seolah tidak mengetahui apapun.


Di tengah kesibukkannya, ponsel Edward berbunyi, dia melihat dan tidak menemukan nama siapapun yang artinya itu panggilan dari nomor tidak di kenal. Edward mengangkatnya. "Ya... Edward Photography ..." Sapa Edward.


"Hai Ed... Ini aku Vino, Vino Prakarsa...! Kita bertemu semalam di rumah sakit...!" Jawab Vino.


"Kau sudah di hubungi oleh Angel ya untuk memotret pertunangan kami nanti???"


.


"Iya... Angel sudah menghubungiku, memangnya ada apa Vib???"


Di ujung telepon Vino tersenyum. "Aku ingin meminta bantuanmu tetapi jangan katakan ini pada Angel..."

__ADS_1


"Bantuan???? Bantuan apa Vi????" Tanya Edward.


"Ini mengenai acara kami beberapa hari lagi, aku ingin meminta sesuatu padamu....!"


"Iya.. Tetapi meminta bantuan apa???" Tanya Edward lagi.


Aku ingin membuat sebuah video dokumenter perjalanan cintaku bersama Angel, kapan kau ada jadwal kosong??? Kalau bisa secepatnya, aku ingin itu di tayangkan saat pertunangan kami. Apa kau bisa???" Tanya Vino.


"Membuat video Dokumenter ya??? Aku ada jadwal kosong dua hari lagi tapi bagaimana bisa menyiapkan semuanya dalam dua hari??? Jika untuk pernikahanmu sih mungkin bisa tetapi kalau pertunanganmu kan tinggal beberapa hari lagi.... Mendadak sekali...!" Protes Edward.


"Tolong Ed, atur saja yang terbaik untuk MUA nya juga pakaiannya, hubungi kenalan terbaikmu untuk menyiapkan semuanya... Yang jadi langganan Angel juga tidak masalah kau pasti tahu karena kau sering bekerja sama dengannya.... Aku benar-benar perlu bantuanmu.... Please Ed..... Please.... Tanpa bantuanmu rencanaku tidak akan berhasil...."


"Kau kenapa tidak mengatakan ini jauh-jauh hari???"


"Rencana awalnya adalah saat pernikahan tetapi kau pasti tahu bahwa kondisinya saat ini berbeda, aku sudah mengetahui siapa Angel sebenarnya... Jadi aku benar-benar tidak bisa menunggu lebih lama lagi...! Please Ed, please bantu aku ya???" Pinta Vino dengan suara memohon.


Edward terdiam cukup lama, dia tidak tahu apa yang ingin di lakukan Vino. Sudah tahu kebusukan Angel, tetapi Vino justru memintanya untuk membuat video dokumentasi perjalanan cintanya dengan Angel. "Aku tidak bisa janji, tapi akan aku coba usahakan....!"


"Aku benar-benar berharap padamu Ed...!" Gumam Vino. Dia sangat berharap Edward bersedia membantu nya karena inj demi membongkar kebohongan Angel selama ini di depan banyak orang.

__ADS_1


__ADS_2