
Rana dan Vitto sedang berada di ruang baca. Rana sibuk membaca buku, sedangkan Vitto tengah menatap layar laptop dengan serius mengerjakan beberapa pekerjaan kantor. Kegiatan yang rutin mereka lakukan beberapa hari terakhir ini. Dimana Rana selalu menemani Vitto bekerja di rumah. Hal yang bisa membuat Vitto teralihkan dari apa yang terjadi beberapa hari ini.
Apa yang sudah terjadi membuat Rana semakin mengenal Vitto lebih jauh. Dimana Rana bisa melihat cara Vitto bersikap ketika ada masalah berat yang di hadapinya. Vitto memang sangat marah dan kesal di awal masalah itu datang, tetapi setelah itu Vitto mulai terlihat lebih baik serta santai dalam menghadapi permasalahn itu. Padahal Rana tahu, Vitto sangat terganggu juga kesal beberapa kontrak pekerjaan di putuskan secara sepihak. Vitto merasa tidak masalah karena dia tidak pernah melakukan kesalahan, dan orang-orang itu akan menyesal setelah mengetahui segalanya.
"Sayang...!" Panggil Vitto pada Rana. Perempuan itu meletakkan buku yang di baca nya di atas meja.
"Iya.. Ada apa???"
Vitto mematikan dan menutup laptopnya. "Semua sudah di mulai, semoga besok keadaan membaik ya???"
Rana tersenyum. "Amin semoga saja...!"
Vittk beranjak dari kursi tempatnga duduk kenudian menghampiri Rana. "Besok aku akan mulai ke kantor..!"
"Ke kantor??? Kau serius??? Bagaimana jika wartawan mengejarmu???" Tanya Rana.
"Aku akan ke kantor lagi, biarkan saja jika itu yang mereka inginkan, aku tetap akan bersikap sama, kebenaran akan terungkap...!"
"Jika mereka mengikutimu sampai disini???"
Vitto tersenyum. "Kau benar juga... Ya walaupun mereka tidak bisa masuk tetapi jika Vino tahu akan berbahaya juga ya??? Kenapa aku tidak terpikirkan...! Ya sudah aku akan di rumah saja...!"
Rana tersenyum senang. Tiba-tiba saja dia merasa tidak ingin berada jauh dari Vitto dan ingin laki-laki itu selalu berada di dekatnya. Rana dan Vitto kemudian keluar dari ruang baca dan pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
__ADS_1
Keeesokan harinya.
Rana menegtuk pintu kamar Vitto, ada sahutan dari dalam.yang menyuruh Rana untuk masuk. Ternyata Vitto sudah bangun dan sudah segar sekali. Laki-laki itu sedang bermain dengan ponselnya. Rana mendekat dan duduk di sebelah Vitto. "Apa yang sedang kau lakukan??? Sudah bangun bukannya keluar untuk sarapan malah bermain ponsel...!"
Vitto tersenyum, menarik Rana dalam pelukannya kemudian menghujani wajah Rana dengan ciuman-ciuman lembut. "Aku membuka lagi akun sosial media ku... Dan aku sudah mendapat kabar dari manajerku bahwa beberapa foto Mama berpelukan dengan Jason juga video rekaman darj cctv apartemen sudah di kirim ke salah satu fans ku yang menjadi admin di fanpage untukku..!"
Rana tersenyum. "Benarkah....???? Lalu apa mereka sudah memposting video atau foto itu..???" Tanya Rana penasaran.
"Sudah..." Jawab Vitto, kemudian dia menjelaskan jika Baru video di apartemen itu saja yang di upload, untuk sisa lainnya akan menyusul dan manager Vitto juga sudah mendapatkan rekaman suara full yang di tunjukkan Mama Vitto kemarin. Rekaman suara itu sudah diedit untuk di gabungkan dengan video cctv apartemen, sehingga nanti bisa di dapati bahwa itu menyambung, dan tidak ada pendorongan atau pemukulan yang Vitto lakukan pada Mamanya. Semua akan diungkap perlahan, sehingga itu bisa membuat Mama Vitto akan bungkam dengan sendirinya.
Bagi Vitto dan Vino ini sudah keterlaluan sekali, dan sesekali dia harus membuat Mamanya mau menutup mulutnya dan berhenti mengeluarkan statement yang menjurus ke arah fitnah menyebabkan semua semakin kacau. Vitto dan Vino terpaksa memilih jalan seperti ini agar tidak perlu lelah-lelah melawan Mamanya secara langsung. Kebenaran harus di ungkap, tetapi tetap dengan cara yang sehat, perlahan tetapi mematikan. Sehingga bukan hanya Mama mereka saja yang terdiam tetapi orang-orang yang beberapa hari terakhir ini juga sudah berprasangka buruk terhadap Vitto dan Vino.
Sebenarnya ada keuntungan lain juga dengan melakukan hal ini, Vitto bisa memanfaatkannya untuk mengetahui siapa sebenarnya Jason itu. Mungkin ada beberapa orang yang pernah mengenal Jason dan tahu siapa itu Jason sebenarnya. Sehingga informasi minim yang selama ini Vitto tahu tentang Jason bisa menjadi informasi yang lebih banyak dan lebih detail lagi jika ada orang-orang yang pernah mengenal Jason bisa mengungkap siapa Jason sebenarnya. Informasi sekecil apapun tentang Jason tentu sangat berguna sekali untuk Vitto, apalagi jika itu juga bisa mengungkap tentang Angel juga.
"Kau melarangku pergi ke kantor pasti karena kau tidak mau jauh dariku kan???" Tanya Vitto menggoda.
"Kenapa kau berpikir seperti itu??? Bukankah semalam aku sudah memberitahumu bahwa aku hanya tidak ingin ada yang membuntutimu...??"
"Masa????" Vitto mencium pipi Rana gemas.
"Ya sudah kalau tidak percaya, kau pergi saja sana ke kantor, jika sampai Vino mengetahui leberadaanku disini kau yang akan ku jadikan pelampiasan... Aku akan meninggalkan rumah ini dan juga meninggalkanmu...!"
Vitto terkekeh. "Jadi kau mengancamku??? Aku tidak takut, dan aku putuskan bahwa aku akan pergi ke kantor...!"
__ADS_1
Vitto melepaskan pelukannya pada Rana, kemudian berdiri dari tempat tidur. Berjalan menunu lemari dan mengambil kemeja serta setelan jas. Melemparnya sembrono ke arah tempat tidur. Setelah itu dengan santainya, Vitto melepaskan Tshirt yang di pakainya di depan Rana. Dada bidangnya serta tubuh atletisnya terpampang. Tidak hanya itu, Vitto juga melepaskan celana yang di pakainya dan hanya meninggalkan celana boxer brief di tubuhnya. Celana itu jelas mencetak lekuk paha Vitto hingga ke perutnya, dan bagian itu juga tercetak jelas. Ini pertama kalinya Rana melihat hal itu dari Vitto. Dia hanya sering melihat Vitto tanpa Tshirt saja. Kali ini dia justru di suguhkan pemandangan tubuh Vitto yang begitu jantan, Vitto terlihat semakin jantan.
"Astaga....!! Apa yang aku lakukan...???" Gumam Rana dalam hati, kemudian membuang muka dan tidak lagi menatap tubuh Vitto, terutama di area bawah perut Vitto.
Vitto yang menyadari hal itu pun terkekeh. Dia dengan cepat kembali memakai lagi celananya dan tertawa mendekati Rana. "Hei... kenapa melihat ke arah sana, aku hanya bercanda.... Ayo kita sarapan...!" Ucap Vitto, dan memungut tshirt nya di lantai lalu memakainya lagi.
Rana berdiri dan keluar dari kamar Vitto di susul oleh laki-laki itu.
Vitto menarik kursi dan duduk nyaman menunggu Rana menyiapkan sarapannya. Sedangkan di dapur Rana sama sekali tidak fokus setelah melihat apa yang dilakukan oleh Vitto. Pikirannya menjadi kesana kemari dan dia jadi membayangkan yang tidak-tidak. Rana mengutuk dirinya sendiri yang bisa-bisanya berpikir ke hal semacam itu. Rana bergegas menutup kulkas, membawa pitcher berisi air dingin ke meja makan lalu sarapan bersama dengan Vitto.
★★★★★
Beberapa hari kemudian...
Vita semakin di buat stres oleh pemberitaan yang kini justru seolah menyerangnya balik. Kini bukan lagi simpati yang di dapatnya melainkan justru hinaan dari orang-orang yang sebelumnya mendukungnya. Semua itu terjadi ketika permainannya diungkap oleh beberapa penggemar Vitto. Entah bagaimana orang-orang itu bisa mendapatkan bukti-bukti rekaman ccemtv itu, juga bagaimana bisa ada foto-foto dirinya berpelukan dengan Jason di depan rumah.
Vita sama sekali tidak menyangka jika hal itu bisa terjadi. Jason pun berpikir hal yang sama, bisa-bisa nya hal semacam itu di abadikan oleh seseorang. Karena jika orang yang biasa saja tidak mungkin akan melakukan itu. Jason pun meyakini jika mungkin ada seseorang yang sedang mengawasinya dan Vita kemarin, sehingga ada foto itu yang sekarang tersebar. Pasti Vino dan Vitto menyuruh seseorang untuk mengawasi Vita. Dan sekarang itu seperti jadi senjaata makan tuan untuknya dan Vita.
Kekacauan yang terjadi saat ini tentu saja membuat rencana Vita untuk mendapatkan uang dari Vitto dan Vino gagal tital. Bahkan aib nya justru di bongkar dan di kulik habis-habisan. Sekarang dia justru di hina balik oleh orang-orang. Dan di cemooh karena perbuatannya yang berselingkuh dengan Jason. Satu persatu kebusukannya di ungkap, dan bahkan ada yang mengatakan bahwa dia adalah wanita yang tidak tahu diri dan hanya memikirkan napsu saja. Selain Vita, tentu saja hinaan itu juga di lontarkan untuk Jason yang di anggap benalu.
Tidak hanya Vita, Jason pun merasa kesal dan marah sekali. Ternyata Vitto dan Vino selangkah lebih cerdik darinya. Dia harus lebih berhati-hati sepertinya. Hal bagus jika dia memang lebih baik di dalam rumah ini saja, karena orang itu pasti hanya mengikuti Vita saja. Jason juga berharap saat kemarin dia bertemu dengan Angel, tidak ada yang melihatnya. Mengingat Angel mengatakan padanya jika Vino yang datang ke restoran hotel itu adalah memang untuk meeting, artinya Vino ataupun Vitto pasti tidak mengetahui jika dia bertemu dengan Angel di hotel itu. Jason masih merasa sedikit lega tetapi tentu tidak sepenuhnya lega, masih ada ketakutan di hati Jason yang juga membuatnya tidak tenang karena bisa jadi ada hal besar lagi yang mungkin akan terungkap, Jason takut identitasnya juga diketahui, lebih parahnya lagi jangan sampai ada yang tahu mengenai rahasia besarnya yaitu hubungannya dengan Angel. Jason benar-benar haarus berhati-hati mengenai hal itu. Jason takut sekali sejujurnya hanya saja dia harus terlihat tetap tenang agar Vita juga tidak curiga kepadanya.
"Shiiiiittt....!!!" Geram Jason kesal.
__ADS_1