
Sebuah ketukan pintu mengalihkan Vitto dan Davica. "Masuk...!" Ucap Vitto kemudian.
Seorang laki-laki masuk ke ruangan Vitto membawa paperbag. "Maaf pak Vitto, saya diperintahkan untuk mengantar ini, tadi seseorang mengirimkan ini untuk bapak...!" Laki-laki itu yang adalah seorang staf yang di suruh oleh resepsionis yang ada di lobi.
"Oh iya, berikan padaku... Aku sudah menunggu ini sejak tadi... Terima kasih...!" Ucap Vitto.
"Sama-sama pak... Saya permisi...!" Laki-laki itupun keluar meninggalkan ruangan Vitto.
Vitto langsung membuka paperbag itu, dan ada box makanan di dalamnya. Vitto mengeluarkannya dan ada sebuah kertas kecil tertempel disana. Vitto tersenyum membacanya pesan manis yang di tulis disana.
^^^"Aku berdoa agar siang harimu dipenuhi dengan berkah dan cinta..!"^^^
^^^K.A^^^
"Manis sekali.... Itulah kenapa aku begitu mencintainya...!" Gumam Vitto.
Sambil terus tersenyum. Rana menulis pesan manis dan menyematkan inisial namanya di pesan itu, K A adalah Kirana Aurellie. Vitto membuka box makan itu dan ternyata Rana membuat makanan yang terbuat dari sosis, daun bawang, dan kentang. Kentang yang telah direbus dicampur dengan daun bawang yang ditumbuk, dan ditambahkan sosis dan bawang merah di atasnya. Makan siang yang sangat lezat dan bisa terciym aromanya yang sangat menggoda. Ada juga sebotol jus buah delima, Rana sangat tahu bahwa jus delima adalah kesukaan Vitto.
Viitto melirik kedepan, dimana Davica masih berdiri disana. Vitto mengangkat kepalanya dan menatap Davica. "Kenapa kau masih berdiri disitu??? Apa kau mau ini??? Sayangnya aku tidak berniat untuk membaginya dengan siapapun, ini terlalu enak jadi aku tidak mau membaginya.... Aku juga sudah menyuruhmu pergi dari ruanganku sejak tadi kenapa kau masih disini???"
Davica terdiam tetapi dia lekas mengucap permisi kepada Vitto dan meninggalkan ruangan itu. Davica mengurungkan niatnya untuk mengajak Vitto makan siang mengingat lelaki itu sudah mendapatkan kiriman makanan yang entah dari siapa. Senyumnya begitu bahagia bahkan setelah membaca memo yang tertempel disana. Itu pasti dari seseorang yang istimewa di hati Vitto, atau mungkin dari fans nya. Davica tidak akan menyerah, mungkin saat ini Vitto masih marah kepadanya tetapi nanti lama-lama laki-laki itu akan mulai menerimanya dan akan memaafkannya.
Dengan semangat 45 Vitto bersiap untuk manyantap makan siang spesial buatan Rana. Tetapi sebelum itu, Vitto mengambil ponselnya dan menghubungi Rana untuk memberitahu jika makanannya sudah sampai dan siap untuk dia santap.
"Hai sayang...! Makanannya sudah aku terima.... Thanks ya??" Ucap Vitto.
Rana tersenyum. "Iya, jangan lupa dihabiskan...! Bagaimana harimu???"
__ADS_1
"Seperti biasa saja, bau makanannya sangat harum rasanya pazti enak karena kau selalu memasak makanan yang enak...!" Puji Vitto.
"Jangan memujiku terus... Apa kau nanti jadi kesini???" Tanya Rana.
"Kenapa?? Kau merindukanku???" Vitto menggoda Rana dan berkedip nakal.
"Iya iya biar kau puas, sekalian aku juga bisa menyiapkan makanan untukmu...!"
Vitto tersenyum manis. "Iya tentu saja aku akan kesana, aku sangat merindukanmu... Buatkan sesuatu yang spesial seperti ini lagi, oke???"
"Iya... Ya sudah, habiskan makan siangmu, aku juga ingin beristirahat, sejak hamil aku selalu saja merasa mengantuk ketika siang...!"
"Baiklah..." Vitto menutup panggilannya.
Setelah melakukan panggilan Video dengan Rana, Vitto langsung menghabiskan makan siangnya. Vitto ingin waktu segera berlalu dan nanti sore bisa pulang dan menemui Rana yang sudah sangat dia rindukan. Rana seolah menjadi obsesi tersendiri bagi Vitto. Dia selalu ingin berada di dekat perempuan itu, mencurahkan segala perasaan dan cintanya.Mendapatkan kesempatan dari Rana adalah hal yang membahagiakan bagi Vitto dan dia tidak ingin melewatkan kesempatan itu begitu saja. Membuat Rana mau menerima cintanya adalah tujuan utamanya sekarang. Membahagiakan Rana juga hal yang harus Vitto lakukan agar Rana bisa benar-benar melepaskan bayang-bayang masalalu Vino yang masih menggelayuti hati dan pikiran Rana karena Rana belum sepenuhnya bisa lepas dari hal itu.
"Hai Vit...." Vino tiba-tiba masuk begitu saja ke ruangan Vitto. "Loh... Kau sudah makan siang???" Tanya Vino heran.
"Ini kantorku, terserah saja aku mau bersikap bagaimana, ngomong-ngomong apa yang kau makan itu???" Tanya Vino.
"Papet vaudois" Jawab Vitto.
"Papet vaudois???? Beli dimana???" Vino mendekati Vitto dan langsung merebut sendok Vitto kemudian menyendok makanan itu tanpa permisi.
"Apaan sih Vin???" Gerutu Vitto.
"Enak juga... Beli dimana??" Tanya Vino dan dia kembali menyendok makanan itu. "Eits tapi kurasa ini bukan beli di restoran tetapi ini buatan rumahan karena ini box makanan rumahan???"
__ADS_1
Vitto tertegun. Mengumpat dalam hati karena Vino berada disini dan justru membahas mengenai makanan yang dibuat Rana untuknya. " Berikan... Kau ini, tidak sopan sekali ini milikku...!"
"Siapa yang mengirimnya??? Fansmu ya???"
"Bukan urusanmu...!"
Vino tertawa. "Besok-besok suruh dia membawa 2 porsi, aku juga mau yang gratisan...!"
"Taaai....!" Gerutu Vitto lagi, sebagai ungkapan kekesalannya.
"Aku sebenarnya ingin mengajakmu makan siang, tetapi ternyata sudah ada yang mengirimimu makanan...! Eh bagi lagi dong.... Enak.. Siapa sebenarnya yang mengirimnya??? Penasaran...!" Vino kembali merebut sendok Vitto dan mengambil kotak makanan itu lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan Vitto.
Tentu saja Vitto berteriak kesal dan marah serta mengumpat adiknya itu. Dia benar-benar kesal karena masih lapar dan baru menyendok beberapa suapan saja tetapi Vino memang brengs*k, makanan miliknya direbut begitu saja.
Vino membawa makanan itu ke ruangannya dan dia langsung duduk di mini bar yang ada diruang kerjanya.
"Apa yang kau bawa Vin???" Tanya Papanya.
Vino terkekeh. "Aku mengambilnya dari Vitto, seseorang mengirim makanan ini padanya, sepertinya ini dari fans nya, dan saat mencicipinya rasanya enak sekali Pa, oh iya aku sudah menyuruh Monica memesan makanan untuk kita, Vitto sudah makan siang jadj kita batal makan diluar, tidak apa-apa ka Pa???"
"Tidak masalah, sama saja mau makan disini atau di luar"
"Papa mau tidak??? Ini enak sekali, Vitto adalah baj*ngan yang sangat beruntung, fans nya begitu baik mau mengirim makanan ini...!" Gumam Vino lagi.
Paapa Vitto terdiam dan tahu bahwa itu pasti bukan dari fans Vitto melainkan dari Rana.
"Tidak.. Kau makan saja sendiri.... Tetapi seharusnya kau tidak mengambilnya dari kakakmu, itu kan untuknya, kau malah mengambilnya...!" Ujar Papanya.
__ADS_1
"Sekali-kali membuatnya jengkel itu sangat menyenangkan Pa...!" Timpal Vino kemudian membawa kotak makanan itu ke mini bar yang ada di ruangan kerjanya dan mulai menyantapnya dengan penuh kegembiraan.
Makanan ini sederhana tetapi sangat enak, Vitto beruntung sekali karena dikirimi makanan yang begitu enak seperti ini. Entah siapa yang memasak ini, pasti orang itu sangat jago dalam hal kuliner sehingga bisa membuat ini begitu lezat, bahkan ini lebih lezat dari yang ada di restoran yang pernah Vino datangi saat dia berada disalah satu di restoran makanan eropa. Vitto sangatlah beruntung karena banyak yang perhatian terhadapnya bahkan rela mengirim makan siang untuknya. Vino sebenarnya juga ingin mendapatkan makanan dari seseorang atau bahkan dari Angel, sayangnya Angel tidak bisa memasak dan selalu saja membeli makanan. Padahal akan sangat membahagiakan jika memiliki orang tersayang yang bisa memasak dan membuatkan makanan istimewa.