Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 164


__ADS_3

"Vitto... Aku dan Papa akan masih tinggal di rumahmu, tidak apa-apa kan???" Tanya Vino.


Saat ini mereka sedang dalam perjalanan ke rumah. Setelah pagi tadi meeting, mereka langsung ke bandara untuk kembali. Dan saat ini sudah dalam perjalanan ke rumah.


"Ya mengingat besok lusa adalah sidang percerian Papa dan Mama, aku khawatir Mama akan berulah lagi...!" Timpal Vino lagi.


"Terserah kau saja...! Senyamannya Papa juga...!" Jawab Vitto kemudian.


"Vin... Kita pulang saja, Vitto pasti juga ingin istirahat..!" Ucap Papanya.


"Kita juga bisa istirahat di rumah Vitto kan Pa??? Lagipula sama saja..." Ujar Vino lagi.


"Tidak apa-apa Pa, memang lebih baik Papa dirumahku saja...!"


Vitto tahu bahwa Papanya sebenarnya ingin memberinya ruang agar bisa bebas menemui Rana tanpa harus berbohong pada Vino untuk kesekian kalinya. Tetapi Vitto tidak egois, meskipun dia sebenarnya ingin langsung pulang ke rumah Rana, Vitto harus memastikan keamanan dan kenyamanan Papanya juga tidak ingin menimbulkan kecurigaan berlebih dari Vino terhadapnya. Vitto akan menahan dan bersabar, untuk hari ini tidak menemui Rana dulu dan besok saja.


Vitto mengirim pesan kepada Rana bahwa dia akan menemui perempuan itu besok saja karena hari ini dia merasa lelah sekali. Bersamaan dengan itu, Vitto juga mendapat pesan dari managernya bahwa minggu depan ada syuting iklan untuk sebuah produkYang, dan meminta Vitto untuk mengatur waktu mengingat saat ini Vitto juga disibukkan dengan pekerjaan barunya di kantor. Vitto pun mengatakan iya dan tetap akan profesional karena itu sudah menjadi bagian dari kontraknya.


Setelah perjalanan yang melelahkan, akhirnya mereka sampai juga di rumah Vitto. Vitto menyuruh supir agar membawa masuk koper miliknya dan membawanya ke kamar, sementara dia sangat lelah dan ingin segera beristirahat. Vitto bergegas masuk ke dalam rumah lalu ke kamarnya. Tubuhnya lengket dan dia harus segera mandi lalu beristirahat.


★★★★

__ADS_1


Keesokan harinya. Vitto memulai aktifitasnya lagi di kantor. Kemarin dia menghabiskan waktunya untuk beristirahat sepulang dari Singapura. Saat malam di Singapura, dia tidur sangat larut dan hanya beberapa jam saja karena dia sibuk berbicara dengan Rana lewat panggilan video, sehingga besoknya dia sangat kurang tidur. Maka kemarin saat sampai di rumah, Vitto seperti balas dendam dan tidur sejak sore sampai pagi, bahkan dia tidak keluar kamar untuk makan malam. Dan hari ini dia merasa lebih segar lagi untuk kembali bekerja.


"Selamat pagi pak Vitto...!" Sapa Davica, perempuan itu berdiri, kemudian membungkuk memberi salam ketika Vitto berjalan menuju ruangannya.


Vitto hanya sekilas melirik perempuan itu, tidak menjawab sapaannya dan langsung masuk ke ruangannya begitu saja. Vitto baru sadar jika mulai hari ini, setiap hari dia akan sering bertemu dengan Davica. Dan dia tidak ada pilihan lain selain harus bersabar untuk beberapa waktu menghadapi Davica. Bagaimanapun nanti dia harus bisa mendapatkan sekretaris baru, dia benar-benar tidak mau dengan Davica.


Sementara itu, Davica mengernyit karena di cueki oleh Vitto. Berpikir bahwa lelaki itu mungkin masih kesal dan marah dengannya atas apa yang terjadi dulu. Tetapi Davica harus bersabar dan mencari waktu yang tepat untuk meminta maaf. Sedangkan kali ini dia harus bisa membuat Vitto menerimanya lebih dulu. Mulai hari ini dia akan selalu bertemu dengan Vitto, kesempatan yang bagus untuk mendapatkan hatinya.


Vitto yang sekarang sangat jauh berbeda dengan Vitto yang dulu, dimana sekrang Vitto lebih tampan, dewasa dan sangat cool. Kharisma nya seolah kuat hingga membuat siapa saja yang berada di dekatnya akan merasa bahagia luar bisa. Ada penyesalan dihati Davica saat ini, sikapnya dulu pada Vitto memang sedikit berlebihan. Saat ini Vitto seperti menamparnya karena Vittonjelas sudah bisa membuktikan kepadanya bahwa dia bisa berdiri sendiri, bahkan tidak ada yang menyangka jika ternyata Vitto berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.


Sementara itu, Rana sedang sibuk membersihkan kamarnya. Dia baru sempat melakukannya setelah tadi dia harus menghadapi morning sicknessnya yang selalu rutin setiap pagi. Rana merasa lemas setelah itu, dan akan memilih untuk menghistirahatkan sebentar tubuhnya sekitar 30 menit baru dia bisa memulai lagi kegiatannya. Ponselnya berbunyi, Rana lekas mengambilnya dan sudah diduga bahwa itu adalah Vitto.


"Pagi sayang....! Aku sudah sampai di kantor, dan maaf mungkin malam atau sore nanti aku baru akan kesana, ada beberpaa hal mengenai pekerjaan yang harus aku selesaikan...!" Gumam Vitto sedih.


"It's okay....! Berfokuslah pada pekerjaanmu, dan jangan sampai menimbulkan kecurigaan Vino, meskipun aku juga sangat merindukanmu...!"


Vitto terkekeh. "Kau merindukanku??? Benarkah??? Hmmmm aku juga merindukanmu dan yang paling aku rindukan sebenarnya adalah masakanmu, nanti malam siapkan makanan yang enak ketika aku pulang, oke???"


"Kenapa harus menunggu malam? Aku akan membuatkan makan siang untukmu, biar nanti Tania atau Marco yang mengantarnya ke kantor? Kau ingin makan apa???"


"Itu ide bagus, masaklah apa saja, aku akan memakannya, thanks ya sayang...!"

__ADS_1


"Iya sama-sama, aku belum saraoan jadi sudah dulu ya? Fokuslah bekerja...!"


"Oke, jaga diri baik-baik, minum vitaminmu dan jaga bayi kita dengan baik...! Aku mencintaimu...!" Vitto kemudian menutup panggilan videonya dengan Rana.


★★★★


Davica merapikan kertas-kertas yang baru saja di cetaknya, kemudian memasukkannya ke dalam stofmap. Dia berdiri dan beranjak dari meja kerjanya, berjalan menuju ruangan Vitto yang berada tepat di depannya. Davica sempat mengecek jam tangannya, ini sudah hampir memasuki jam makan siang. Baginya ini waktu yang tepat untuk berbicara dengan Vitto, meminta maaf atau mungkin mengajak lelaki itu untuk makan siang bersama.


Davica tersenyum kemudian mengetuk pintu ruangan Vitto. Dari dalam Vitto menyahut menyuruhnya masuk.


Davica melempar senyumnya pada Vitto kemudian menyodorkan berkas itu pada Vitto.


"Thanks...!" Gumam Vitto singkat.


"Sama-sama...!" Jawab Davica. Dia tidak beranjak dari tempatnya berdiri dan menatap Vitto sambil tersenyum, lelaki itu sibuk dengan berkas yang baru saja di berikannya.


Vitto mengangkat kepalanya dan menatap Davica. "Kenapa masih berdiri disitu??? Apa ada yang ingin kau sampaikan lagi???"


Davica menggeleng. "Tidak pak....! Eh saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada anda atas apa yang terjadi diantara kita dulu, masalalu kita sangatlah tidak baik, dan saya melakukan kesalahan besar pada anda, sekali lagi saya minta maaf...!" Ujar Davica.


Vitto menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya, dia melipat kedua tangannya dan menatap Davica datar. "Ini kantor, hanya untuk membahas pekerjaan, bisnis dan bukan tempat untuk membahas hal pribadi, kau baru bekerja disini beberapa hari jadi bersikaplah profesional dan tidak perlu sok mengenalku, aku tidak peduli dengan masalalu dan apa yang pernah kau lakukan dulu...! Jadi bisakah kau pergi dari ruanganku sekarang juga? Jika tidak ada hal yang penting mengenai pekerjaan?? Pergilah dan jangan menggangguku...!" Vitto mengibaskan telapak tangan kanannya menandakan bahwa dia menginginkan Davica agar keluar dari ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2