
Vino masuk lagi ke dalam rumah Rana, dan langsung memeluk perempuan itu, mengucapkan terima kasih karena Rana mau mempercayainya. "Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu....!!! Aku berjanji aku akan menjagamu dengan baik dan akan terus mencintaimu....!" Ucap Vino dengan penuh keyakinan.
Rana melepaskan pelukan Vino, dan matanya mencoba mencari kebenaran disana. "Aku mempercayaimu dibanding dengan sahabatku sendiri, jangan sampai kau menghancurkan kepercayaanku ini....!"
Vino tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan mantap. "Iya sayang... Aku tidak akan mengecewakanmu, karena aku sangat mencintaimu...!"
"Apa benar Angel itu Veronica???" Tanya Rana lagi.
"Tentu saja tidak, Veronica itu ya Ve...! Itu hanya karangan Jeany saja untuk memisahkan kita....!" Vino kembali memeluk Rana, kali ini pelukannya lebih erat dari sebelumnya.
Vino juga mengusap punggung Rana dengan lembut. Lagi dan lagi Vino tersenyum mengejek, dia merasa bangga sekali dengan kecerdikannya. Rencananya dan Angel sudah berhasil untuk menghancurkan persahabatan Rana dan Jeany. Persahabatan mereka sudah berakhir, dan Rana sudah tidak mempercayai Jeany, tetapi tentu itu tidak akan bergmhenti sampai disini saja, karena Vino yakin Jeany tidak akan menyerah begitu saja. Itu sebabnya Vino sudah mempersiapkan hal yang lebih besar dari apa yang terjadi barusan. Vino tidak akan membiarkan Jeany mengusik lagi rencana besarnya pada Rana.
Vino melepaskan pelukannya, mendongakkan dagu Rana dan mengecupnya. Setelah itu Vino kembali melempar senyum manisnya pada Rana dan menatapnya dalam-dalam. "Bagaimana aku bisa melepaskan dan menyakiti mahluk indah sepertimu??? Hatiku selalu dipenuhi dengam cinta ketika bersamamu, hingga rasanya aku tidak ingin berada jauh darimu...! Kau sangat berbeda dari wanita-wanita yang aku kenal selama ini, mereka hanya menginginkan uangku, ketenaranku saja untuk memuaskan ego mereka, tetapi Rana ku ini sangatlah berbeda, dia manis, baik hati dan apa adanya membuatku sangat mencintainya...!" Vino kembali mencium Rana.
"Bawa masuk lagi kopermu, dan beristirahatlah di kamar, aku akan membereskan bekas sarapan kita tadi...!" Ucap Rana.
"Aku akan membantumu, dan aku ingin kau menemaniku beristirahat, karena seharian kemarin kita tidak bertemu, jadi aku akan menghabiskan waktu bersamamu, kau mau kan???" Tanya Vino.
__ADS_1
"Baiklah tuan Vino jika itu yang kau inginkan...!" Rana tersenyum dan mencubit hidung Vino.
Vino keluar untuk mengambil kopernya dan membawanya masuk kemudian menyusul Rana di dapur. Mereka berdua membereskan meja makan dan mencuci perakatan makan yang tadi mereka gunakan.
Setelah bersih-bersih, Rana dan Vino masuk ke dalam kamar Rana, mereka berbaring berpelukan diatas temlat tidur. Vino pun mulai mengajak Rana membahas tentang pernikahan mereka. Vino ingin mengajak Rana menikah sesegera mungkin yaitu satu minggu lagi. Dan seperti rencana awal sebelumnya bahwa Vino tidak ingin pesta pernikahan yang mewah dan ramai dihadiri banyak orang. Vino hanya ingin menikah secara sederhana saja, tanpa pesta karena dia hanya ingin menjaga privasinya.
Rana mengerti sekali keinginan dari kekasihnya itu, dia pun menyetujuinya. Lagipula Rana juga sudah tidak memiliki siapapun, jadi tidak ada juga yang ingin di undangnya. Sementara Vino juga tidak ingin mengundang siapapun. Pernikahan itu akan di adakan dirumah Vino saja.
"Untuk urusan gaun pernikahan, nanti kau urus saja dengan Ve, kau bisa menghubunginya nanti..!" Ucap Vino.
"Iya...!"
"Terserah....! Kemanapun asal denganmu, aku akan bahagia...!" Jawab Rana.
Vino tersenyum dan mempererat pelukannya pada Rana. Vino mengecup puncak kepala Rana. Vino kemudian berpura-pura menguap dan mengatakan bahwa dia mengantuk sekali. Rana kemudian menyuruhnya untuk tidur dulu, masih ada waktu beberapa jam sebelum nanti dia pergi ke Bakery.
Cukup lama Rana terdiam dalam pelukan Vino hingga akhirnya dia mulai mendengar napas teratur dari Vino yang menandakan bahwa tidur lelaki itu sudah mulai nyenyak. Rana pun perlahan melepaskan pelukan Vino untuk segera melakukan pekerjaannya selanjutnya yaitu mencuci pakaian. Rana perlahan bangkit dari tempat tidurnya dan tersenyum memandangi Vino. Rana tersenyum menatap wajah damai lelaki itu, Vino semakin tampan saat tidur, wajahnya terlihat damai. Sebantar laki laki-laki yang terbaring di depannya itu akan menjadi suaminya. Rana masih enggan mempercayainya tetapi mereka akan benar-benar menikah nantinya. Rana sangat yakin bahwa Vino pasti akan membahagiakannya nanti.
__ADS_1
Rana membungkukkan punggungnya, mencium kening Vino, sebelum akhirnya keluar dari kamarnya, meninggalkan lelaki yang dicintainya itu tidur.
Klik...!
Pintu kamar ditutup oleh Rana. Detik itu juga Vino membuka matanya dan mengernyit. Dia kembali merasa jijik dengan apa yang baru saja dilakukannya pada Rana tadi, memeluk perempuan itu membuatnya merasa kotor dan ingin mandi saja tetapi tentu Vino tidak boleh melakukannya.
Vino mengambil ponselnya dari saku dan membuka pesan dari orang bayarannya.
..."Tugas sudah saya lakukan sesuai perintah bapak, dan saya sedang mengikuti mobil perempuan itu untuk memastikannya, nanti saya akan mengabari bapak lagi jika rencana ini berhasil"...
Vino tersenyum setelah membaca pesan itu. Tinggal selangkah lagi untuk membalas apa yang sudah dilakukan oleh Jeany. Bagi Vino, ini adalah pembalasan yang cocok untuk Jeany, agar tidak lagi berusaha melawannya.
Vino kemudian berganti mengirim pesan kepada Angel, dan memveritahu segalanya pada kekasihnya itu tentang apa yang terjadi tadi. Vino mengungkapkan kebahagiaannya karena mereka berdua sudah berhasil menjebak Rana semakin dalam, dan Jeany juga sebentar lagi akan mendapatkan hadiah istimewa darinya.
★★★
Jeany mengemudikan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi saat memasuki area tol. Dia masih diselimuti dengan perasaan sedih, kecewa dan masih tidak menyangka dengan sikap yang diambil oleh Rana. Meskipun dia berusaha menerima semuanya tetapi Jeany tidak bisa untuk tidak menyembunyikan kesedihan yang dirasakannya saat ini. Rana adalah orang yang baik dan Jeany sangat takut jika Rana mengalami hal yang buruk yang dilakukan oleh Vino. Jeany mencoba percaya dan tidak berhenti berharap agar apa yang ditakutkannya itu tidak terjadi pada Rana.
__ADS_1
Jeany sibuk melamun, dia baru tersadar jika kecepatan mobilnya terlalu tinggi dan di depan mobilnya ada mobil lain. Di sebelah kanan ada sebuah truk juga bus yang beriringan. Jeany menginjak rem nya tetapi rem nya ternyata tidak berfungsi. Jeany panik sekali karena bingung harus kemana di menghindar.
Jeany pun mengarahkan mobilnya ke kiri dimana ada pembatas tol disana. Karena kecepatannya terlalu tinggi, mobil Jeany langsung terlempar dan jatuh ke bawah tol. Detik ini juga Jeany berteriak kemudian semuanya terlihat gelap.