
"Jadi kau benar-benar ingin melamarnya malam ini beib??" Tanya Angel pada Vino.
Saat ini mereka sedang menikmati makan siang bersama. Vino baru saja menceritakan semuanya pada kekasihnya itu tentang rencananya untuk melamar Rana malam nanti dimana disana juga akan dihadiri oleh sahabat baik Rana.
"Ya...! Aku ingin melakukannya lebih cepat, selain agar semua segera kita selesaikan, aku juga memikirkan Vitto, dia bisa kembali kapan saja, kau tahu itu kan???" Ucap Vino.
"Lalu apa yang sudah kau persiapkan??"
"Standart saja, aku sudah membooking restoran tetapi aku harap itu berhasil"
"Lakukan saja apa yang menurutmu baik, si bodoh itu pasti akan langsung menerimamu" Gumam Angel.
Seperti biasa Vino hanya tersenyum tipis, hatinya selalu menolak tetapi dia tidak bisa mundur begitu saja. Vino menyesap espresso dengan wajah datar, membuat Angel melempar senyum kepadanya, dan meyakinkannya agar tidak menyerah karena mereka sudah sampai sejauh ini.
Vino kemudian menunjukkan cincin yang sudah dibelinya dan akan dia gunakan untuk melamar Rana pada Angel. Cincin itu terlihat sangat cantik dengan mata berlian berwarna putih di atasnya. Angel memuji pilihan Vino dan sedikit menertawakannya karena kekasihnya itu belum pernah memberikan cincin seperti itu padanya.
"Kalau kau suka, ambil saja, aku akan membeli lagi yang lain" Gumam Vino yang justru diikuti gelak tawa Angel.
"Haha oh cmon beib, Im just kidd, berikan saja cincin ini pada perempuan bodoh itu, jika aku mau pasti akau akan langsung meminta padamu, oke sudah waktunya aku ke lokasi pemotretan, kau juga harus kembali ke kantor kan, kita pergi sekarang...!"
Vino dan Angel beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan restoran setelah membayar. Sebelum kembali ke kantor, Vino harus mengantar Angel ke lokasi pemotretannya.
__ADS_1
Dalam perjalanan itu, Angel terus memberi dukungannya pada Vino agar tidak menyerah ditengah jalan, karena lamaran ini yang akan membawa mereka semakin dekat dengan tujuan mereka menghancurkan kehidupan Rana.
Menurut Angel, tidak ada kata maaf sama sekali untuk Rana. Keluarga Rana telah menghancurkan banyak hal dalam keluarga Vino. Sehingga Rana harus menanggung semuanya karena Rana sudah tidak memiliki siapapun lagi saat ini.
Kasihan???
Tentu saja itu tidak ada dalam kamus hidup Vino. Semua kesakitan yang akan diterima Rana nanti sudah terjadwal di dalam rencana Vino dan Angel. Kehancuran Rana sebentar lagi akan dimulai dan Vino berharap usaha terakhirnya ini berhsil sehingga Rana benar-benar akan terjebak dalam pesonanya lalu perlhan Vino akan menggilasnya habis, membuat neraka untuk gadis bodoh itu.
★★★★★★
Malam tiba....!
Vino menjemput Rana di rumahnya. Rana terlihat manis dan cantik dengan gaun berwarna hitam yang dipakainya. Vino tidak lupa memuji Rana untuk membuat hati perempuan itu senang walaupun sebenarnya dia mencelanya dan menganggap penampilan Rana sangat kampungan dan norak sekali karena Rana memakai gaun yang terlihat kuno dan murahan. Bagi Vino tidak ada yang lebih baik selain Angel. Kekasihnya itu paling luar baisanya, segala macam pakaian yanv dipakainya pasti selalu terlihat pas karena Angel selalu memakai pakaian dari designer terkenal juga brand ternama, tetapi Rana??? Perempuan itu justru menolak dan mengembakikan pakaian mahal yang sudah Vino beli untuknya. Untuk Vino, Rana adalah perempuan paling payah yang pernah di kenalnya.
Wajah Rana merona mendengar pujian Vino. Dia tersipu malu. "Kau terlalu berlebihan memujiku...!"
Vino tersenyum kemudian membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Rana untuk masuk. Mereka berdua meninggalkan rumah Rana menuju restoran yang sudah dipesan oleh Vino. Dalam perjalanan itu, Rana mengatakan jika Jeany juga sudah dalam perjalanan kesana.
"Jadi katakan bagaimana sahabatmu itu??? Apa dia secantik dirimu???"
Rana tertawa. "Kenapa??? Tentu saja dia cantik, dia lebih cantik dariku, dan mungkin saja nanti mau bisa berpaling darikubsetelah melihatnya!"
__ADS_1
"Benarkah??? Kalau begitu harusnya kau tidak perlu mempertemukanku dengannya....!" Gumam Vino yang dilanjutkan dengan suara tertawanya begitu juga dengan Rana.
Vino kemudian mengatakan bahwa baginya Rana adalah yang terbaik. Perempuan lain memang cantik tetapi tentu cantiknya akan berbeda dengan Rana yang sangat istimewa.
Mereka berdua pun berangkat. Vino mengendarai mobilnya dengan pelan. Dalam hatinya dia terus berharap bahwa Rana nanti akan menerima lamarannya. Dia sudah menyiapkan semuanya dengan baik. Jika berhasil tentu saja Vino tidak ingin berlama-lama lagi dan akan langsung menodong Rana dengan pernikahan. Sudah melangkah sejauh ini, Vino tidak ingin melihat Vitto tiba-tiba hadir dan merusak segalanya. Vitto tidak pernah mau mengerti tentang hal ini dan selalu menolak untuk bekerja sama dengannya, yang akhirnya membuat Vino enggan melibatkan Vitto dalam rencana pembalasan dendam ini.
Dalam perjalanan itu seperti biasa Vino tidak melepaskan pegangannya pada tangan Rana. Keduanya terlihat bahagia walaupun sebenarnya Vino enggan sekali, dan merasa muak tetapi sekali lagi dia harus melakukannya
★★★★
Hingga akhirnya mereka sampai di restoran itu, Vino bergegas turun dari mobil dan membuka pintu untuk Rana. Kemudian melangkah pelan memasuki restoran itu. Suasana restoran sangat nyaman dan tampak beberapa orang sedang menikmati makan malam mereka. Tanpa diketahui oleh Rana ternyata Vino sudah membooking restoran itu dan membayar orang-orang yang ada di dalamnya untuk membantunya nanti ketika dia melamar Rana.
Vino dan Rana memesan makanan, sambil menunggu kedatangan Jeany yang sebentar lagi tiba. Setelah memesan makanan, Vino dan Rana terlihat berbincang-bincang membahas pekerjaan mereka. Rana mengungkapkan jika saat ini dia sedang menabung untuk membuat bakery dengan cafe didalamnya, itu impiannya sejak lama. Vino tersenyum menatapnya dan dia mengatakan bahwa dia bisa membantu Rana mengenai hal itu, baginya itu mudah sekali, tetapi Rana dengan cepat menolaknya dan ingin semuanya
dilakukan oleh hasil jerih payahnya sendiri.
Akhirnya Jeany datang, dia menoleh ke berbagai arah mencoba mencari Rana, dan dia menemukannya. Bergegas Jeany menghampiri sahabatnya itu yang terlihat sedang asyik mengobrol dengan seorang laki-laki. Jeany yakin bahwa itu pastilah Vino kekasih dari Rana. Laki-laki yang selama ini selalu dibicarakan oleh Rana. Dan betapa Rana sangat mencintainya karena Vino selalu memberikan perhatian yang luar biasa kepadanya.
Jeany berdehem membuat Rana langsung melihat ke arahnya, begitu juga dengan Vino yang menoleh ke belakang lalu menemukan seorang perempuan berdiri sambil tersenyum.
Rana berdiri dan memeluk Jeany. "Ah sorry sorry ... Aku terlambat tadi terjebak macet...! Kalian pasti sudah menunggu lama ya???" Ucap Jeany.
__ADS_1
"Ah tidak... Kami baru saja tiba, oh iya kenalkan ini Vino yang sering aku ceritakan padamu !"
Vino berdiri sambil tersenyum kemudian mengulurkan tangannya untuk menyalami Jeany. Akan tetapi Jeany terdiam karena dia merasa pernah melihat Vino tetapi dia lupa dimana pernah melihatnya. Melihat Jeany terdiam, Rana menyenggol pinggang sahabatnya itu, dan Jeany pun membalas uluran tangan Vino lalu sama-sama perkenalkan diri.