Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 100


__ADS_3

Vitto seolah tidak puas dengan jawaban sang Papa yang memintanya menunggu sampai dia pulang. Vitto sangat butuh jawabannya sekarang, tetapi Vitto mengerti bahwa sekarang sedang ada Vino disebelah Papanya, tetapi jika Vino tidak ada seharusnya Papanya bisa memberitahunya. Vitto kemudian membalas pesan Papanya mengatakan bahwa dia tidak mau menunggu, dia meminta sang Papa agar segera memberitahunya ketika Vino tidak ada.


Rana kembali menghampiri Vitto dan mendapati wajah kesal dari lelaki itu. "Kenapa kau cemberut seperti itu???" Tanya Rana.


Vitto melirik Rana yang ada di sebelahnya. "Papa menolak memberitahu sekarang padahal dia tahu sesuatu, alasannya karena ada Vino bersamanya, dan akan memberitahu nanti jika kita sudah kembali...!"


"Kau ini....! Kenapa kesal, jika Papamu meminta seperti itu tunggu saja sampai kau pulang, menurutku itu alasan yang bagus karena Vino sedang bersamanya, berarti ada hal penting yang membuat Papamu harus menghindari Vino lagi...! Sabarlah sedikit besok kita kan pulang....!"


"Iya besok kita pulang tapi kita pulang malam hari, tidak mungkin aku akan langsung menemui Papa, pasti harus menunggu besoknya lagi....!!" Vitto terus menggerutu dan wajahnya semakin terlihat kesal membuat Rana yang melihatnya menjadi tertawa.


"Hahaha kau seperti anak kecil saja!!! Sudah ku katakan bahwa kau harus sabar... Makanan sebentar lagi datang, kau lebih baik mandi lagi saja...!"


Di tempat lain Papa Vitto terlihat tersenyum membaca pesan dari putra pertamanya itu yang memprotesnya. Tetapi kemudian pandangannya beralih ke Vino yang sedang sibuk disebelahnya. Dia masih tidak mengerti kenapa sudah bertahun-tahun Vino bersama Angel tetapi Vino sama sekali tidak mengetahui apapun tentang perempuan itu. Atau sekedar curiga, Vino sepertinya sama sekali tidak pernah merasa seperti itu. Padahal seharusnya hal mencurigakan bisa dia rasakan melihat ketidak beresan Angel selama ini. Atau memang Angel yang pandai bermain peran hingga Vino tidak bisa mencurigainya.


"Vino...!!"


Mendengar panggilan Papanya, Vino langsung menileh dan tersenyum. "Iya Pa...?" Jawabnya.


"Sejak Papa pulang, Angel tidak pernah lagi terlihat, terakhir adalah ketika dia datang ke kantor dan pergi, setelah itu Papa tidak pernah lagi melihatnya? Pelayan bilang sebelumnya Angel selalu datang kesini hampir setiap hari, bahkan terkadang menginap...! Kenapa dengannya???"


Vino tersenyum. "Ah itu?? Hahaha tidak ada apa-apa Pa, Angel hanya merasa canggung saja mungkin, tetapi Vino masih bertemu dengannya di tempat lain...!"


"Besok ajak dia kesini, makan malam bersama dengan kita, dia kan kekasihmu dan mungkin calon istrimu juga jadi kenapa harus canggung....! Ajak dia makan bersama kita besok, terserah mau makan malam atau makan siang...!" Pinta Papa Vino dengan sengaja untuk memancing Vino apakah putranya itu tahu dimana Angel sekarang.


"Yah... Sayangnya sekarang Angel tidak ada disini Pa, dia ada di Singapura dan baru kembali lusa..!" Jawab Vino.


"Ke Singapura? Untuk apa dia kesana???"


"Dia akan menghadiri launching sebuah produk disana...! Tetapi tiba-tiba saja dia harus menambah 3hari lagi karena diminta menjadi bagian promosi juga, jadi dia akan kembali lusa...!"


Papa Vino hanya bisa mengangguk saja karena tahu bahwa putranya sekali lagi sudah dibohongi oleh perempuan bernama Angel itu. Sebenarnya sampai saat ini dia juga tidak tahu, kenapa Angel sebegitu rakus dan tamaknya memanfaatkan keluarganya. Bahkan Angel berani melakukan konspirasi sebesar itu hanya karena uang. Apakah semua itu didasari karena uang saja ataukah ada hal lain yang membuat Angel berani melakukan itu bahkan sejak Angel masih dibangku SMA. Dan semua itu seolah tersusun dengan sangat rapi, bahkan dia juga merencanakan semuanya dengan baik bersama Jason. Jika di nalar itu sungguh tidak akan masuk di akal, seorang anak SMA bisa membuat drama seperti itu.


****

__ADS_1


Vitto menyusul Rana ke meja makan setelah mandi dan berganti pakaian. Makanan yang dipesan juga sudah berada di atas meja. Dan Vitto sangat lapar sekali. Mereka akhirnya menikmati makan malam bersama. Makan malam itu berlalu dalam keheningan sampai selesai. Rana masih melihat kekesalan di wajah Vitto membuatnya berniat untuk menghibur lelaki itu agar tidak kesal lagi.


"Vitto....!!!" Panggil Rana.


Vitto mengambil gelas dan meminum champagne yang ada di dalamnya. Kemudian menatap Rana sambil mengangkat matanya tanpa menjawab panggilan Rana.


Rana tersenyum. "Aku tiba-tiba ingin berdansa, tapi aku tidak pernah berdansa sebelumnya, pernah sih saat itu bersama Vino, dia mengajariku tapi aku lupa, dan sekrang tiba-tiba aku ingin melakukannya, kau mau tidak berdansa denganku dan mengajariku lagi???"


"Rana...! Disaat seperti ini kau malah meminta yang aneh-aneh... Tidak...! Kapan-kapan saja....!"


Rana memasang wajah cemberut. "Mungkin ini bawaan bayi, tapi kalau kau tidak mau melakukannya ya sudah....!" Rana beranjak dari kursinya lalu pergi meninggalkan Vitto.


Melihat Rana oergi, tiba-tiba ada perasaan bersalah di hati Vitto. Dia bergegas menyusul Rana. Vitto menarik pergelangan tangan Rana. "Oke oke.... Kita berdansa....! Aku tidak mau keponakanku nanti hobi ngeces....!" Gumamnya.


Ran berbalik badan dan tersenyum. "Kau memang om yang baik...!"


"Bukan Om...!" Protes Vitto.


Vitto tersenyum kemudian menggelengkan kepala. "Not Om or Uncle, but..... Daddy....!" Vitto mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum, dan mendengar itu Rana langsung tertawa terpingkal-pingkal sampai memukul vmbahu Vitto berkali-kali.


"Hahaha terserah kau saja, apapun itu asal membuatmu senang....!" Ujar Rana.


"Your Mommy, I'm Daddy....!"


Keduanya pun tertawa. Vitto mengambil ponselnya dan memutar lagu. Vitto mulai memegang pinggang Rana, dan dia meminta Rana agar meleingkarkan tangannya ke lehernya. Rana pun melakukannya dan melingkarkan tangannya ke leher Vitto. Rana sedikit berjinjit karena Vitto memang cukup tinggi, dan dia mendongak menatap wajah tampan Vitto. Rana senang karena dia berhasil membuat Vitto tidak lagi merasa kesal.


Rana bergerak mengikuti Vitto dan alunan musik yang diputar. Vitto menatap Rana begitu dalam dan senyumnya tidak luntur dari wajah tampannya, dan Rana juga membalas senyuman Vitto dengan manisnya. Mereka berdua terlihat serasi.


Vitto bisa puas memandangi wajah Rana kali ini. Perempuan ini sudah membuat banyak perubahan di hidupnya. Dia yan awalnya tidak terbiasa untuk berdiam diri dirumah sekarang lebih suka menghabiskan waktunya seharian bersama dengan Rana. Bahkan Vitto juga memutuskan untuk rehat sejenak dari hobinya yang suka travelling dan mendaki gunung, hanya untuk menemani Rana, menjaganya dan tidak ingin jauh dari Rana. Harinya terasa lebih menyenangkan bersama dengan Rana.


Sementara itu, Rana juga menatap Vitto dalam-dalam. Laki-laki yang awalnya hanya bisa dilihatnya dari layar televisi itu sekarang bisa dilihatnya secara langsung setiap hari. Kesan angkuh dan dingin yang selama ini ditunjukkan oleh Vitto nyatanya itu hanya topeng Vitto untuk menghindari orang-orang yang ingin dekat dengannya. Tetapi kenyataannya Vitto adalah orang yang sangat menyenangkan, baik dan juga tidak angkuh seperti tampilannya selama ini. Sesibuk apapun, Vitto selalu menyempatkan waktunya untuk sekedar menanyakan hal-hal kecil pada Rana. Itu juga pernah dilakukan oleh Vino dulu, tetapi entah kenapa ada lerasaan berbeda serta ketulusan yang Rana temukan di diri Vitto.


"Rana...! Sudah banyak sekali hal yang terjadi padamu akhir-akhir ini membuatmu harus jatuh, tertatih, terluka serta trauma! Apakah mungkin masih ada kesempatan untuk orang lain masuk ke dalam hatimu???" Tanya Vitto.

__ADS_1


"Jalan Tuhan siapa yang tahu...! Untuk sekarang aku hanya ingin memperbaiki hidupku saja, mengembalikan diriku yang sempat hilang, aku ingin bahagia lagi seperti sebelumnya, aku ingin dikelilingi oleh orang-orang yang sayang padaku, seperti Jeany, dia sejak dulu selalu ada untukku disaat aku membutuhkan tempat untuk berkeluh kesah...! Aku sekarang juga senang karena aku menemukan sahabat baru sepertimu, kau ada disaat Jeany tidak bersamaku, dan aku lebih bahagia karena Jeany kembali, aku pikir kita bertiga bisa jadi teman dan sahabat yang baik....!"


"Aku akan menjadi sahabat yang baik untukmu, dan aku tidak akan pernah mengkhianatimu.. Kau bisa memegang itu dengan baik....! Kau juga bisa memanfaatku sebagai sehabatmu dan aku akan senang membantumu... Sudah terlalu banyak kesakitan yang kau rasakan karena ulah Vino, aku ingin bertanggung jawab mengenai hal itu....! Asal kau jangan mencoba untuk menipuku atau menguras uangku seperti Angel...!" Ucap Vitto sambil terkekeh.


Rana pun tertawa mendengarnya. "Apa kau melihat bahwa aku adalah perempuan matre??? Oke aku memang miskin tapi mengenai hal seperti itu aku tidak ahli sama sekali...! Kau bilang aku boleh memanfaatkanmu kan??? Aku tidak akan memanfaatkanmu untuk memberiku uang, tapi aku akan memanfaatkan jasamu saja, mungkin nanti ketika perutku sudah semakin membesar dan juga biasanya orang hamil itu sering ngidam, maka kau harus bersiap 24jam untuk menuruti keinginanku, kau bilang bahwa kau Daddy dari bayi ini kan? Artinya kau harus siaga...!"


"No problem....! Memanfaatkan jasaku dengan baik, dan aku akan selalu membuatmu senang...! Aku akan siaga, aku janji padamu...!" Jawab Vitto.


Mereka kembali tertawa tetapi melanjutkan dansa mereka.


★★★★


Keesokan harinya.....


Vitto dan Rana sudah sampai di airport sekitar pukul 9 malam. Sebelum pulang, sperti yang sudah dijanjikan oleh Vitto sebelumnya bahwa dia akan mengajak Rana jalan-jalan ke salah satu tempat wisata yang sangat terkenal di negara itu. Mereka pergi dan menghabiskan waktu untuk menikmati liburan singkat itu. Vitto tidak ingin Rana kelelahan hingga membuat Vitto menyiapkan kursi roda. Dan seperti janjinya, Vitto menyumbangkan jasanya untuk Rana. Mereka hanya berjalan-jalan, belanja dan menikmati makanan saja, karena Rana dalam keadaan hamil sehingga tidak bisa mencoba wahana permainan ekstrim yang ada disana. Tetapi itu sudah cukup membuat Rana bahagia.


Setelah puas jalan-jalan dan belanja, sore harinya mereka ke rumah sakit untuk menjenguk Jeany sekaligus berpamitan untuk pulang. Rana dan Vitto mendoakan Jeany agar bisa segera sembuh dan bisa pulang sehingga bisa bertemu dengan mereka lagi. Tidak lupa Jeany memberi pesan pada Vitto agar menjaga Rana dengan baik.


Kemudian dari rumah sakit, mereka kembali ke hotel dan bersiap checkout. Pukul 8 malam private jet milik Aditya membawa mereka kembali pulang dan sampailah mereka akhirnya disini. Sebekllum turun, Vitto dan Rana kembali bersiap menutup wajah mereka. Vitto memegang tangan Rana dan melangkah pelan menuruni tangga pesawat.


Sampai di dalam Airport, Vitto meminta Rana agar keluar lebih dulu karena di depan Tania dan Mario bodyguard Rana sudah menunggunya. Sementara Vitto akan mengurus barang-barang mereka lalu menyusul keluar. Rana pun pergi lebih dulu dan Vitto mengawasinya sampai Rana keluar dari pintu kedatangan. Benar saja, Tania dan Mario memang sudah menunggu disana. Tania langsung mengajak Rana menuju mobil sementara Mario akan menunggu Vitto.


Akhirmya Vitto sudah mendapatkan kopernya serta milik Rana. Vitto kemudian membawanya keluar dan mengaktifkan lagi ponselnya lalu kembali berjalan menuju pintu kedatangan. Ponselnya berbunyi dan itu oanggilan dari Papanya. Vitto menurunkan masker yang dipakainya ke dagu dan mengangkat teleponnya. Dia berhenti untuk berbicara sebentar dengan Papanya.


"Ya Pa.....! Vitto baru akan keluar....!" Jawab Vitto.


"Baguslah kalau kau dan Rana sudah mendarat... Sampai di apartemen kalian langsung beristirahat, besok Papa akan mencari alasan untuk pergi menemui kalian disana. ..!"


"Oke Pa...! Vitto akan tunggu...!" Vitto menutup panggilan dari Papanya dan hendak melanjutkan lagi langkahnya ke pintu kedatangan.


"Vitto sayang....!" Panggil seorang perempuan sambil menepuk pundak kanan Vitto.


Langkah Vitto terhenti dan dia bisa mengenal jelas suara siapa itu. Tetapi untuk memastikannya, Vitto pun menoleh ke belakang. Benar saja seperti dugaannya, dia mendapati seseorang yang sangat dikenalnya berdiri tersenyum menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2