Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 327


__ADS_3

"Clara bertemu Mama????" Tanya Arindah.


Vino mengangguk menunjukkan foto yang ada di ponselnya. "Aku coba hubungi dia dulu???" Vino pun menghubungi orang yang mengirimi nya foto itu.


"Hallo....!!!" Sapa Vino setelah panggilannya di terima dan dia mengaktifkan loudspeaker nya. "Kau dimana sekarang???" Tanya Vino langsung.


"Saya sedang di tempat biasa bos, Mama anda pulang di antar oleh perempuan yang tadi, setelah mengantar, perempuan itu langsung pergi lagi... "


"Tadi kau melihat mereka dimana???" Tanya Vitto.


"Mama Anda sedang makan siang di Ozora Resto, dan tiba-tiba perempuan itu datang dan menghampiri nya... Mereka mengobrol cukup lama dan di antar lah Mama anda pulang... Saya tidak terlalu mendekat, jadi tidak tahu apa yang di obrolkan.... Dan saya tadi sudah coba menghubungi bos Vitto, tetapi tidak aktif, sepertinya beliau sudah berangkat.. "


Vino melihat jam tangannya. "Ah ya, Vitto sudah terbang seperti nya... Baiklah, kau dan anak buahmu terus pantau dan awasi Mama ku kemana pun dia pergi, dan bertemu dengan siapapun segera laporkan padaku saja... Tidak perlu Vitto, aku tidak ingin dia mengkhawatirkan apapun apalagi dia sedang pergi berbulan madu, biar nanti aku saja yang memberitahu nya... "


"Baik bos... "


"Oke, jika seperti itu, bekerja lah lagi, laporkan hal sekecil apapun yang kau lihat.. Sudah dulu...!" Vino mengakhiri panggilannya.


"Kau dapat foto ini dari siapa?? Maksudku orang yang kau hubungi barusan itu siapa???" Tanya Arindah.

__ADS_1


"Vitto selama ini membayar seseorang untuk mengawasi Mama, kemana pun Mama pergi, dia akan mengikuti dan melaporkannya pada Vitto, dan Vitto memberikan kontak ku pada orang bayarannya itu, jadi tadi dia melaporkan padaku. Vitto sepertinya sudah berangkat sehingga dia tidak bisa di hubungi....!"


"Kalian menyuruh seseorang untuk mengawasi Mama??? Apa karena kalian mengkhawatirkan nya??? Sikap kalian begitu dingin di depannya tetapi aku tahu kalian tetaplah jadi anak yang berbakti..." Arindah tersenyum.


"Kami tidak mengkhawatirkan nya dalm konotasi yang peduli terhadapnya, tetapi kami lebih khawatir tentang kelicikan apalagi yang sedang Mama rencana kan... Dia penuh dengan drama, dan selalu menyusahkan... "


"Apa....???? jadi kalian menaruh curiga terhadap Mama kalian sendiri???? Itu tidaklah baik....! Mungkin Mama memang benar-benar sudah berubah... " Ujar Arindah.


Vino tersenyum miring, memalingkan wajahnya. "Inilah yang aku dan Vitto khawatirkan, kau dan Rana adalah perempuan yang suka bermain dengan hati dan rasa iba, kalian akan sulit untuk bisa membedakan mana orang yang benar-benar tulus dan mana orang yang munafik....!! Dan jujur, sebagai seorang laki-laki aku sangat membenci perempuan yang bersikap seperti itu, ya memang baik jika selalu mengutamakan orasangka baik, tetapi kalian terkadang lupa untuk waspada dan menganggap semua orang itu baik.... Itu kenapa kalian sangat mudah di tipu...!"


"Seperti yang kau lakukan pada Rana dulu???" Celetuk Arindah.


"Itu sudah jadi bawaan dari perempuan, jadi ya wajar...!" Gumam Arindah.


"Itulah kenapa, terkadang perempuan itu juga harus juga bisa menilai sesuatu dari dua sisi, sehingga mereka bisa menghindari hal yang mungkin saja buruk... "


Arindah tersenyum. "Memang benar juga sih.... Tetapi itu kenapa Clara bisa bertemu dengan Mama, sengaja janjian atau bagaimana???"


Vino menggelengkan kepala, dia tidak tahu apakah itu pertemuan yang di sengaja atau tidak. Dan sejauh ini yang dia tahu, Clara tidak pernah bertemu Mama nya sebelumnya karena Mama nya juga tinggal di luar negeri. Vitto juga tidak pernah mengajak Clara bertemu dengan Mama nya. Tetapi Vino yakin bahwa Clara pasti tahu wajah dari Mama nya, apalagi berbagai permasalahan yang terjadi sebelumnya, sehingga sangat di mungkinkan banyak orang yang tahu.

__ADS_1


"Terlihat akrab...!" Gumam Arindah.


"Ya, itu dia... Aku juga sangat penasaran, apa yang mereka obrolkan... Mereka berdua sama-sama seperti ular, sama-sama pandai merangkai cerita, hingga aku sangat mengkhawatirkan mereka mungkin membahas sesuatu yang bisa membuat dampak buruk... " Ujar Vino. "Ah bukan bermaksud suudzon, tetapi waspada sangat di perlukan jika melihat kedua ular ini... " Imbuhnya lagi.


"Karena Clara sesuai mencari Vitto, aku rasa kau harus mengatakan hal ini pada Vitto, dan sebisa mungkin kau bantu Vitto untuk bersiaplah jika sesuatu mungkin sedang direncanakan oleh Clara... Ya entah itu apa, tetapi kau tadi mengatakan bahwa harus berhati-hati... "


"Ya, aku mengkhawatirkan itu, dan mungkin besok jika Vitto sudah sampai disana, sekarang dia sedang tidak bisa di hubungi... " Vino merangkul Arindah. Ada perasaan kesal dan juga penasaran di hati Vino melihat apa yang baru saja terjadi antara Mama nya dan juga Clara. Kedua nya sangat tidak bisa di tebak. Dan Clara uang tidak bisa menjaga mulutnya, membuat Vino khawatir.


"Aku ke kamar mandi dulu... Kau juga dapatkan pakaian mu, lihatlah kau berantakan sekali...!" Ucap Arindah pada Vino yang sedang diam dan melamun. Arindah membelai wajah Vino lalu mengecup bibir lelaki itu. "Jangan khawatirkan apapun, aku yakin kau dan Vitto pasti bisa mengatasi segala nya dengan baik... "


Vino tersenyum. "Ya.. Semoga saja mereka berdua tidak merencanakan sesuatu, agar Vitto dan Aku tidak di repotkan... "


Arindah membalas senyuman Vino, mengangguk lalu meninggalkan lelaki itu ke kamar mandi. Vino juga beranjak dari sofa, merapikan pakaiannya dan rambutnya yang acak-acakan setelah bercinta dengan Arindah tadi.


****


Sementara itu, Clara mengemudikan mobilnya dengan perasaan yang luar biasa bahagia, meskipun dia tidak mendapatkan informasi dimana Vitto saat ini berada, entah lelaki itu sudah pergi honeymoon atau entah tinggal dimana. Karena Vita tidak begitu banyak mengetahui mengenai Vitto dan Rana, mereka ber mm gitu tertutup bahkan hubungan mereka juga tidak di ketahui oleh banyak orang, sehingga ketika tiba-tiba ada kabar Vitto akan menikah, membuat semua orang terkejut karena sama sekali tidak terendus apapun mengenai mereka kecuali beberapa saat seblum mereka menikah dimana Vino yang membongkar hubungan itu dan rencana pernikahan mereka.


Tetapi bagi Clara itu tidak masalah untuk saat ini dia belum bisa bertemu dengan Vitto karena dia akan berusaha lagi nantinya mencari keberadaan lelaki itu, karena Vitto pasti akan tetap pulang ke rumahnya sendiri nanti. Clara juga sudah mempengaruhi Vita agar wanita tua itu membantunya untuk melancarkan aksi menghancurkan rumah tangga Vitto. Sebagai orang yang pernah berhubungan dengan Vitto, Clara masih tidak Terima jika Vitto harus menikah dengan wanita seperti Rana, yang di nilainya sangat kurang dalam banyak hal. Rana juga terlalu biasa untuk pria yang begitu sempurna seperti Vitto. Dan Clara sangat ingin jika hubungannya dengan Vitto seperti dulu lagi. Saling datang mengunjungi jika merasa rindu. Dan Vitto selalu luar biasa jika berurusan dengan masalah hubungan badan. Clara sangat merindukan hal itu. Dia sudah menyusun segala nya , dan tinggal mengeksekusinya saja nanti ketika mereka sudah kembali.

__ADS_1


__ADS_2