Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 216


__ADS_3

Vitto memgemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, keluar dari kawasan perumahan tempat tinggal Vino. Dia akan langsung pulang ke rumah Rana karena hari sudah gelap dan Jeany juga pasti akan segera pulang. Baru beberapa kilo meter dia mengemudi, ponselnya berdering dan lekas dia mengambil hansfree nya, itu panggilan dari Mario bodyguard nya dan Rana.


"Ya...!" Jawab Vitto cepat.


"Beberapa menit setelah anda keluar, Tuan Vino juga keluar dengan mobilnya, saya sedang mengikuti nya, sepertinya dugaan anda tadi benar, bahwa tuan Vino mungkin saja akan membuntuti anda, sekarang dia melakukan nya...!" Ucap Mario memberitahu.


Vitto tersenyum sinis. "Baiklah.... Ikuti dia dan lakukan seperti yang aku perintahkan tadi, aku akan pulang ke rumah, tunggu aku di tempat yang ku maksud tadi, kau mengerti kan???"


"Baik Tuan....!" Mario menutup panggilannya.


Vitto menggelengkan kepala nya sambil tersenyum dingin. Sesuai dengan dugaannya tadi bahwa mungkin saja Vino akan mengikuti nya setelah bertemu, itulah kenapa dia mengajak Mario kemudian menyusun rencana sebelum berangkat. Dimana untuk mengantisipasi hal ini. Ketika Vino membuntuti mobilnya, Vitto tentu tidak akan langsung menuju rumah Rana melainkan akan pulang ke rumahnya lebih dulu untuk mengecoh Vino. Setelah nanti sampai di halaman rumahnya, Vitto akan masuk ke dalam rumah kemudian menuju pintu belakang dimana disana langsung terhubung dengan taman kompleks perumahannya, Mario akan menunggu nya disana bersama dengan mobil Rana, baru setelah itu Vitto akan pulng ke rumah Rana. Vino akan mengira jika Vitto pulang ke rumahnya sendiri, padahal tanpa Vino sadari bahwa itu hanyalah tipuan yang di lakukan oleh Vitto.


"Aku terlalu cerdik untukmu Vin...!" Gumam Vitto sambil terkekeh. "Tidak semudah itu kau bisa mengetahui tempat tinggal Rana...! Dan kalaupun kau mengetahui nya, akan ku pastikan kau tidak akan bisa menemukan di blok berapa Rana tinggal...! Keamanan cluster itu terlalu ketat untuk bisa di masuki oleh orang luar sepertimu tanpa ijin dariku...!" Gumam Vitto lagi.


Disaat bersamaan, Papa Vittto juga menghubunginya. Memberitahu Vitto agar berhati-hati karena Vino saat ini juga keluar. Vitto tersenyum dan mengatakan kepada Papa nya bahwa dia sudah tahu jika Vino sedang membuntuti nya sekarang, serta dia juga sudah merencanakan sesuatu agar bisa mengecoh Vino. Vitto pun meminta Papa nya agar tidak khawatir, karena Vino tidak akan dapat menemukan tempat tinggal Rana. Berbagai kemungkinan sudah Vitto siapkan untuk menghindari hal itu terjadi.


Sementara itu Vino terus membuntuti mobil Vitto. Sampai akhirnya mobil Vitto benar-benar memasuki area perumahannya. Tetapi seperti tidak puas, dan Vino berpikir mungkin saja tempat tinggal Rana juga satu komplek dengan Vitto, Vino memutuskan untuk tetap mengikuti kakaknya itu hingga ke rumah. Ternyata Vitto memang benar-benar pulang ke rumahnya sendiri, yang artinya tidak mengunjungi Rana.


★★★


Vitto akhirnya sampai juga di rumah Rana tanpa ada yang membuntuti nya lagi. Vitto naik ke kamar Rana, dan di dalam sana ternyata masih ada Jeany. Cahya seperti nya sudah pulang lebih dulu. Vitto meminta maaf jika dia terlambat karena harus pulang ke rumahnya lebih dulu untuk mengecoh Vino. Dia menceritakan pada Rana dan Jeany jika tadi Vino mengikuti nya. Itu sebabnya dia harus berkeliling dan pulang ke rumahnya sebelum kesini.


"Sorry ya Jean, kau jadi harus disini lebih lama...!" Ucap Vitto.


"Tidak masalah Vit, Edward juga seperti nya tidak jadi menjemputku, aku kan memesan taksi saja untuk pulang...!"


"Ah tidak perlu, biarkan Mario yang mengantarmu dengan mobil Rana, ini sudah malam juga....!"

__ADS_1


"Iya Jean, kau biar di antar Mario, dia juga akan pulang..!" Sahut Rana.


Jeany mengangguk. "Iya... Aku bersiap dulu...!"


"Baiklah bersiaplah, aku akan turun dan berbicara dengannya agar dia menunggu mu...!" Vitto kemudian keluar dari kamar Rana.


***


Setelah Jeany pulang, Vitto kbali lagi ke kamar Rana. Perempuan itu sedang berbaring dan bermain ponsel. Ketika melihat Vitto masuk, Rana tersenyum kemudian meletakkan ponselnya di meja. "Kau sudah makan???" Tanya Vitto.


"Sudah, kau sendiri???"


"Aku belum lapar, bagaimana keadaanmu?? Apa masih merasa nyeri???"


"Masih, tetapi lebih sakit yang kemarin...!" Jawab Rana. "Oh iya, dokter Arindah tadi menghubungiku, dia menanyakan kenapa hari ini aku tidak datang untuk pemeriksaan, dan aku menjelaskan semua kepada nya, dia sangat terkejut, besok dia akan datang kesini..!"


Dahi Rana berkerut. "Membahas sesuatu??? Membahas apa???" Rana balik bertanya.


Vitto tersenyum, meraih jemari Rana kemudian mengecupnya. "Membahas tentang pernikahan kita...!"


"Pernikahan kita???"


Vitto mengangguk. "Kau kan sudah mengatakan mau menikah denganku, jadi aku ingin membahas nya. .!" Gumam Vitto.


Rana terkekeh dan mengangguk. Dia memang mengatakan itu pada Vitto dan sebenarnya pernikahan itu di rencanakan setelah dia melahirkan tetapi kondisi saat ini berbeda. Wajar jika Vitto ingin membahasnya sekarang. "Bahas saja... Apa yang kau inginkan???" Tanya Rana.


"Pernikahan seperti apa yang kau inginkan???" Tanya Vitto.

__ADS_1


"Maksudmu???"


"Konsepnya sayang??? Kau ingin yang bagaimana???"


"Dalam sebuah pernikahan yang terpenting adalah kekhidmatan nya, mau mewah ataupun yang sederhana sama saja!" Ujar Rana.


"Itu memang benar, tetapi setiap perempuan pasti memiliki bayangan untuk pernikahannya nanti seperti apa? Jadi apa yang dulu kau pelikirkan tentang konsep untuk pernikahanamu???"


"Aku dulu memimpikan bisa menikah di tepi pantai, kau tahu bahwa itu sangatlah indah apalagi saat matahari terbenam hingga malam dan di hiasi oleh bintang di langit, serta suara deburan ombak di laut... Aku memakai gaun putih begitu juga dengan suamiku, hahaha itulah bayanganku tentang pernikahanku kelak, tetapi sebuah keinginan dan impian kadang tidak pernah selalu sesuai dengan ekspektasi, aku justru menikah dengan sangat sederhana..!"


Vitto tersenyum membuat ketampanannya semakin bertambah. "Aku pun sama, ingin jika menikah juga di tepi pantai, bagaimana kalau nanti kita menikah di tepi pantai??? Aku akan cari tempat yang bagus, dimana kita akan sangat bahagia sekali nanti nya...!"


Rana terkekeh. "Amin...!"


"Bagaimana jika kita menikah sekitar 3 bulan lagi??? Aku benar-benar ingin segera menikahi mu, aku tidak mau mengambil resiko kehilanganmu atau kau di rebut oleh orang lain, jadi aku ingin segera menikahimu, kita berbahagia dan memiliki anak-anak yang lucu dan menggemaskan seperti Kyra dan Kyros...!"


"3 bulan???"


"Ya... Bagaimana??? Kau mau???"


"Tapi??? Bukankah dokter bilang bahwa untuk sementara waktu aku tidak boleh hamil dulu...!??"


"Sayang....! Memangnya kenapa kalau setelah kita menikah kita tidak langsung memiliki bayi??? Tidak masalah kan?? Kita bisa menunda nya sampai rahim mu benar-benar siap, kita bisa berpacaran di dalam pernikahan, bukankah bagus jika kita bisa melakukannya setiap waktu tanpa tangisan bayi sementara waktu...??? Kita bisa honeymoon ke berbagai tempat, kita juga bisa travelling bersama, pasti menyenangkan jika kau bisa ikut aku menjelajah alam, aku rasa menikah adalah cara terbaik untuk hubungan kita, tidak masalah kita tidak langsung memiliki bayi, kita bisa menikmati quality time yang menyenangkan berdua..!" Vitto mengedipkan matanya.


"Kau mau kan???" Tanya Vitto.


"Iya! Aku mau..!" Jawab Rana.

__ADS_1


__ADS_2