Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 324


__ADS_3

"Sayang.....!!! Ini jus nya....!" Rana menuruni tangga membawa segelas jus untuk Vitto. Langkahnya terhenti ketika dia tidak mendaoati Vitto ada di ruang keluarga, akan tetapi televisi dalam keadaan menyala.


Rana memutar pandangannya dan menemukan Vitto sedang berdiri di tepi kolam renang sambil memegang ponselnya. Lelaki itu berdiri membelakangi pintu kaca penghubung ruang keluarga dan kolam renang. Rana pun berjalan menghampiri suami nya. "Sayang....!!!" Panggilnya lagi tetapi Vitto tidak menoleh ke belakang.


Rana semakin mendekat dan menyentuh pundak Vitto. "Sayang....!!!" Seru nya jengkel membuat Vitto langsung terlonjak dan ponselnya hampir terjatuh tetapi Vitto berhasil menangkapnya.


"Eeehhh..." Vitto menoleh ke belakang, terlihat terkejut sekali. "Ada apa sayang??? Kau mengejutkan ku saja... "


"Kau kenapa??? Aku sejak tadi memanggilmu dan kau malah melamun disini... "


Vitto tersenyum. "Ah tidak..... Aku tidak kenapa-kenapa... "


"Masa...???? Kau bohong ya??? Wajahmu seperti orang kebingungan.. Jangan pikir aku bodoh, aku bisa tahu kau sedang berbohong... What's wrong???"


Vitto terdiam menatap Rana. "Ah ini....anajer baru saja menghubungiku, memberitahu jika dia mengiyakan syuting iklan tanpa persetujuan ku, aku merasa kesal dan bingung sekali karena waktunya sehari setelah kita kembali nanti, aku kesal karena pasti aku butuh waktu istirahat, tetapi dia malah menyetujui hari itu, padahal lusa nya kan bisa atau hari lain... " Jawab Vitto asal. Dia tidak mungkin memberitahu Rana sekarang mengenai Clara, takut jika itu merusak mood Rana dan honeymoon mereka terganggu nanti nya.


Rana tersenyum. "Oh hanya masalah itu, ku pikir apa.. Ya sudah mau bagaimana lagi itu sudah di setujui, kau tidak punya pilihan lain.... Jus mu ada disana, minumlah... "


Vitto mengangguk dan meminta maaf di dalam hati karena dia terpaksa harus membohongi Rana. Padahal dia sudah berjanji bahwa dia tidak akan menyembunyikan apapun dari istrinya itu, akan tetapi ini hanya untuk dua minggu saja karena setelah kembali dari Swiss nanti, dia akan menceritakan semua nya tentang Clara.


Vitto dan Rana masuk lagi ke ruang keluarga. Mereka duduk di sofa. Rana amemberikan jus yang di buatnya pada suaminya itu. "Thanks... " Ucap Vitto dan mencium kening istrinya.


"Sama-sama....! Hmmmm.... Sekarang kita menikmati masa bebas kita selama lebih dari satu bulan lalu nanti kau akan langsung di sibukkan dengan banyak pekerjaan yang sudah menunggu, dan begitu juga dengan aku yang akhirnya akan kembali lagi memulai aktifitasku di dapur, membuat banyak kue dan bermain dengan telur serta tepung... Rasanya pasti akan sangat menenangkan sekali karena aku bisa kembali lagi mengurus bakery ku... Dan itu berkat dirimu... Terima kasih sayang...!" Rana memeluk Vitto, menenggelampakn kepala nya di dada lelaki itu.


"Kenapa berterima kasih, itu sudah jadi kewajibanku, dan aku tahu kau sudah sangat menunggu Bakery mu selesai di renovasi kan??? Karena kau ingin segera mengisi etalase nya dengan berbagai kue buatanmu..."


Rana mengangguk. "Ya.... Rasanya hampir satu tahun aku kehilangan bakery ku, dan sebentar lagi akan di buka setelah sekian lama... Aku berharap tidak kehilangan pelanggan lama ku dulu, dan akan semakin banyak pelanggan yang baru yang datang kesana...!"


"Itu pasti terjadi sayang... Apalagi nanti ada fotoku yang terpampang disana, pasti akan banyak yang datang... Pesonaku begitu luar biasa... Hahahaha.. "


Rana ikut tertawa. "Ya... Semoga saja... Pesonamu bisa menarik perhatian orang untuk datang...hahahaa.. "


"Itu sudah pasti..."


"Vino memintamu untuk kembali ke kantor kan??? Apa kemarin kau menyetujui nya???" Tanya Rana.


"Yupz... Aku setuju untuk kembali, and then Vino butuh bantuan untuk mengurus beberapa hal, ya aku akan kembali tetapi tetap dengan syarat bahwa aku tidak akan bisa sepenuhnya karena aku juga harus menyelesaikan beberapa kontrak pekerjaan... Aku juga meminta agar di berikan sekretaris yang baru, karena aku sama sekali tidak menyukai nya, dan akan lebih baik jika dia di pindahkan ke tim lainnya atau menjadi sekretaris siapa kek yang penting bukan sekretaris ku... "

__ADS_1


Rana melepaskan pelukannya dan menatap Vitto. "Sebegitu benci nya kau dengan Daviela???? Bukankah kau bilang sudah melupakan apa yang terjadi di masalalu.. Lalu kenapa kau tidak bisa menerima nya.. Maksudku jika dia sudah di Terima di perusahaan Vino artinya dia sudah mumpuni, dan pengalamannya juga pasti banyak... Harusnya kau kesampingkan egomu.. Tidak baik seperti itu... "


"Sehebat apapun keahliannya jika aku tidak nyaman untuk apa??? Aku bekerja untuk mengisi waktu luang ku, aku butuh kenyamanan dan juga ketenangan saat bekerja... So jika ada orang yang membuatku tidak nyaman ada di dekatmu, bagaimana aku bisa menyelesaikan pekerjaanku..."


"Lalu Vino setuju???"


Vitto kembali menghela Rana dalam pelukannya. "Tentu saja... Jika tidak mau menuruti keinginanku ya aku juga akan menolak permintaannya... Beres kan???"


"Ya... Ya... Ya.... Kau memang ahli sekali dalam memaksakan kehendakmu...."


"Maksudmu memaksakan kehendakmu seperti ini????" Vitto melepaskan pelukannya lagi dan memegang bahu Rana dengan kencang. Kemudian mendongakkan wajah Rana dan langsung mencium bibir istrinya itu dengan penuh gaiirah. Menelusup kan lidahnya ke dalam mulut Rana untuk kemudian bermain di dalamnya. Vitto mendorong secara perlahan tubuh Rana ke sofa hingga perempuan itu terbari, dan Vitto tengkurap diatasnya. Dan mereka berdua masih berciuman dengan menggebu-gebu. Kehendak Vitto yang satu ini tentu tidak bisa Rana tolak karena dia juga sangat menyukai nya.


Setelah puas dengan mencium bibir Rana, Vitto beralih menjelajah seluruh wajah istrinya dengan kecupan-kecupan lembut, menandakan kepemilikinnya. Jemari Vitto juga tidak berhenti menggeraayai kedua gundukan kembar milik Rana, membuat perempuan itu mengerrang penuh kenikmatan.


Vitto mengangkat wajahnya dan memberi kan senyumnya. "Duduk di atasku.....!!!" Perintah Vitto dan dia mengangkat tubuhnya agar Rana bisa bangun.


Rana bangkit dari sofa, sedangkan Vitto duduk dan bersandar di sofa. Rana berjongkok di lantai mengeluarkan pen*s Vitto dari dalam celana. Mengusapnya secara perlahan naik dan turun menggunakan kedua tangannya. Gerakan itu membuat Vitto membuka dan memejamkan matanya menikmati sentuhan halus jemari istri nya. Tanpa arahan dari Vitto, Rana mencium kepala pen*s milik suami nya itu, lalu membuka mulutnya dan mulai memainkannya dengan mulutnya. Hal yang menjadi favorit Vitto saat Rana melakukannya. "Ohhhh gosh....!!! I love it.... Oh...!!!" Vitto meracau dan menekan kepala Rana beberapa detik lalu melepaskannya membuat Rana terbatuk-batuk, tetapi Ran justru tersenyum dan kembali menenggelamkan milik suaminya yang sudah menegang itu ke dalam mulutnya.


"Oke stop....!!! Aku bisa meledak nanti, naiklah ke atas ku... Kita lakukan dengan santai saja... " Pintar Vitto.


Rana berdiri, dan dengan masih mengenakan gaunnya Rana duduk di atas kedua paha Vitto. Dia coba menggeser sedikit caIana daIam nya, tidak melepasnya, dan perlahan dia menggesek-gesekkan kIitorisnya di milik Vitto, lalu menenggekamkan dirinya. Suara errangan keluar dari mulut kedua nya.


Rana menganggukkan kepala nya dan perlahan dia bergerak maju mundur sambil melingkarkan kedua lengannya di leher Vitto. "Do you like it???" Tanya Ranad engan suara tersenggal di ikuti dengan dessahan yang semakin membuat Vitto semakin menggila.


"Tentu saja sayang.... Ohhh God.... So good... Oohhh bergeraklah memutar, itu akan luar biasa... " Perintah Vitto lagi dan Rana langsung melakukannya.


Rana bergerak memutar, dan sensasi nya menjadi semakin luar biasa. Rana menenggelamkan kepala nya di pundak Vitto. Mereka saling beradu suara menikmati setiap gerakan yang di lakukan oleh Rana. "Astaga..... Kau melakukannya dengan baik sayang.... Ohhh shiiitt..... Nikmat sekali....!" Bisik Vitto di telinga Rana.


Rana semakin menggila, dia bergerak naik turun, maju mundur hingga memutar sesuka hati nya. Suara kulit mereka beradu terdengar begitu keras di iringi juga dengan suara dessahan mereka, membuat suasana yang awalnya tenangm menjadi panas menggeleyar. Begitu nikmat dan sangat luar biasa. Entah sudah berapa kali tubuh Rana menegang dan mencapai klimaksnya, yang jelas hal itu semakin membuat Rana tidak bisa mengendalikan dirinya.


Kali ini Vitto yang bergantian bergerak naik dan turun. Vitto bergerak sangat cepat hingga membuat Rana setengah berteriak. "Auuwwwhhh aaahhh astaga..... Ohhh aaahhhhh... "


"Aku akan datang sayang.... " Vitto semakin cepet dan bergerak, hinggaakh ignya dia memeluk Rana dengan sangat erat, berteriak untuk menandai jika dia sudah mencapai kIimaksnya. Keduanya saling memeluk, sama-sama terengah. Vitto dan Rana terkulai lemas, tetapi mereka sangat puas dengan apa yang baru saja mereka lakukan. Bercinta dengan pakaian yang masih melekat tetapi rasanya begitu nikmat.


★★★★★★


Siang harinya....

__ADS_1


Vino keluar dari ruang meeting nya bersama dengan sekretarisnya. Mereka meeting sejak pagi dan baru saja selesai. "Apa Maya sudah memesankan makan siang untukku dan juga istri serta anakku??? Dan bagaimana juga dengan mainan yang aku pesan tadi???" Tanya Vino sambil berjalan menuju ruangannya.


"Oh sudah pak... Sepertinya sudah datang sejak tadi, karena saya bilang pada Maya bahwa makan siang bapak dan ibu Arindah harus datang sebelum meeting selesai... Dan mainan untuk Naufal juga sudah datang sejak tadi, dan sudah di letakkan di ruangan bapak...!"


"Oke baguslah...!!! Seperti biasa, aku dan keluarga ku ingin menikmati makan siang dengan tenang di ruang kerja ku, jadi jangan sampai ada yang mengganggu ku..."


"Baik Pak....!!!"


Vino menganggukkan kepala nya. "Oke... Jika kau dan Maya ingin makan siang di kantin atau di luar silakan pergi... Aku tidak akan mengganggu kalian juga... Aku ingin ishoma dengan keluargaku di ruangan ku.. Mereka pasti sudah menungguku...!"


"Baik Pak... Terima kasih...!!"


Mereka berjakan dan ketika sampai di ruangannya, Vino langsung masuk.


"Heii... Sudah selesai meetingnya????" Tanya Arindah yang sedang sibuk menyiapkan makan siang untuk Vino.


. "Kau sedang apa??? Oh hei, jagianku ternyata sedang tidur ya???" Vino menghampiri Naufal yang sedang berbaring di sofa. Bocah itu terlelap dengan botol susu di mulutnya. Vino mendaratkan kecupan manis di dahi Naufal lalu berakih menghampiri Arindah di minimal bar mayang ada di ruangannya.


"Makan siang yang aku pesan sudah datang jadi aku menyiapkannya... Dan dia baru saja tidur, dia terlalu senang dengan banyaknya mainan yang kau belikan, setelah merasa lelah dia meminta susu lalu naik ke sofa dan tidur dengan sendiri nya... "


Vino tersenyum. "Smart boy... Apa dia rewel selama aku pergi???" Tanya Vino seraya mendaratkan kecupan juga di kening Arindah.


"Tidak... Tadi aku bilang jika dia sangat senang sekali dengan mainan darimu, sehingga dia sibuk bermain saja... Kau ingin makan sekarang???" Tanya Arindah.


Vino menggelengkan kepala nya. "Nanti saja, lebih baik kita sholat dulu, baru setelah itu makan...!"


Arindah mengangguk. "Baiklah....!"


*****


Clara memasuki sebuah restoran Jepang untuk makan siang. Dia merasa lelah sekali setelah mendatangi 3 apartemen milik Vitto dan tidak menemukan lelaki itu. Bahkan dia bertanya pada resepsionis mengenai Vitto apakah sering datang ke apartemen itu, dan jawabannya tidak, dan jawaban mereka ada yang tidak tahu juga ada yang tidak pernah melihat Vitto datang. Hal itu membuat Clara merasa sangat kesal dan marah sekali, dia begitu merindukan Vitto akan tetapi lelaki itu justru tidak dia temukan di mana-mana. Entah dimana saat ini, tetapi dari info yang di daoatnya sebelumnya bahwa Vitto sudah kembali dari bukan madu nya dan terlihat menghadiri pernikahan Vino beberapa hari yang lalu sehingga menandakan bahwa kelakinitu ada di kota ini. Hanya saja lebih tepatnya dimana, Clara tidak tahu sama sekali. Dan saat tadi pagi ke rumah Vitto, dia memang tidak mendapati ada mobil Vitto ada di rumah. Sehingga sepertinya memang Vitto tidak lah berada di rumah.


Clara duduk di kursi dan memanggil waiters untuk membantu makanan. Setelah walters menghampiri dan mencacatkan pesanannya, Clara duduk dan hendak mengambil ponselnya di dalam tas, akan tetapi terhenti ketika pandangannya tertuju pada seorang wanita yang sedang duduk sendirian dan menikmati minumannya. Clara tersenyum, dan dia tahu siapa wanita itu, karena dia pernah melihatnya beberapa kali meskipun tidak secara langsung tetapi dia pernah melihatnya. Wanita yang disebut sebagai The queen of drama dari keluarga Prakarsa.


Ya, siapa lagi jika bukan Vita. Ibu dari Vitto dan Vino Prakarsa, mantan istri Andri Prakarsa yang kabur meninggalkan keluarga nyaembawa kabur uang keluarga nya karena terjerat dengan pria berondong, yang saat ini sudah di penjara karena telah menipu. Sebuah drama yang luar biasa yang terjadi di keluarga Prakarsa hingga membuat semua orang menggelengkan kepala mereka ketika tahu betapa dramatis nya kisah keluarga itu. Apalagi keluarga Prakarsa cukup terkenal dengan bisnis mereka serta Vitto adalah seorang aktor terkenal, membuat nama keluarga mereka begitu tersohor, hingga masalah keluarga mereka juga menjadi sorotan banyak orang. Dan Vita juga menjadi bulan-bulanan orang banyak beberapa waktu yang lalu.


Meskipun tinggal di luar negeri, Clara tentu tidak ketinggalan dengan kehebohan yang terjadi di keluarga Vitto. Teman-teman nya disini juga sering membahasnya sehingga Clara juga cukup update mengenai berita itu. Termasuk kehebohan pernikahan Vino dan perempuan bernama Rana yang saat ini justru menjadi istri dari Vitto. Semua nya itu, Clara mengetahui segalanya. Bahkan beberapa waktu yang lalu, Vita juga datang sebagai saksi di persidangan bersama dengan Vitto, Vino serta mantan suami nya.

__ADS_1


Clara tersenyum penuh kemenangan, dia harus mendekati Vita untuk bisa mendapatkan informasi detail mengenai keberadaan Vitto sekarang. Dan Clara tahu, Vita sangat licik serta mudah di pengaruhi. Jika dia berhasil mendekati Vita tentu akan banyak keuntungan yang akan di dapatkannya, termasuk masuk ke rumah tangga Vitto, sehingga nantinya Vitto akan kembali lagi dengannya.


Clara berdiri dari tempat dia duduk dan berjalan untuk menghampiri Vita dan melaksanakan rencana nya denga


__ADS_2