
Papa Vino melepaskan headset dan menatap putra nya yang sedang marah. Dia juga tidak menyangka jika Angel bisa memiliki niat jahat seperti itu. "Tetapi bagaimana bisa Reino mengenal Angel??? Apa mereka pernah saling kenal dulu nya???" Tanya Papa Vino.
"Aku tidak tahu Pa.... Tetapi jika pun sebelum nya mereka tidak saling mengenal, pasti Reino mencari tahu tentang keluarga kita serta Angel, jadi dia mendatangi Angel dan membuat perjanjian disana..."
Arindah turun dari kamar dan menghampiri suami serta Papa mertua nya. Dia baru saja menidurkan Naufal sehingga baru bisa turun. Ternyata tamu Vino sudah pergi. karena hanya sua minyak dan mertua nya yang ada disana.
"Ah mereka sudah pergi ya???" Tanya Arindah dan duduk di sebelah Vino.
"Sudah... Naufal sudah tidur???" Tanya Vino balik.
"Sudah...!! Bagaimana??? Apa hasil yang mereka dapat hari ini???"
Papa Vino memberikan alat perekam itu pada Arindah. Dan perempuan itu langsung mendengarkan apa yang terekam di dalam sana. Vino memilih diam dan menatap istrinya. Begitu jahat nya rencana Reino dan Angel yang ingin menghancurkan keluarga nya.
Arindah melirik dan membebaskan mata nya ke arah Vino selama dia mendengar rekaman itu. Sedangkan Vino hanya membalas tatapan nya dalam diam. Tetapi tampak jelas wajah Vino marah. Sampai akhir nya Arindah sudah mendengarkan rekaman itu sampai selesai. Dia hanya bisa terperangah dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Mereka berdua, kenapa bisa sejahat itu merencanakan sesuatu pada keluarga ini???" Gumam Arindah. "Reino ingin membuatku berpisah denganmu, dan meminta bantuan Angel, kemudian Angel membantu nya dengan meminta Reino membalas kan dendam nya pada keluarga ini???? Oh ya Ampun.... Kegilaan macam apa ini???" Arindah tidak mengerti kenapa hal sejahat itu bisa rencanakan.
Vino memeluk istri nya. "Aku akan menangani nya, jangan terlalu di pikirkan... "
"Bagaimana aku tidak memikirkan nya??? Ini sudah gila, kenapa ada manusia jahat seperti mereka, hanya untuk sebuah ambisi, mereka akan menghancurkan banyak orang... Astaga.... "
"Kita sudah tahu rencana mereka, maka inti nya kita sekarang waspada dan hati-hati, jangan sampai kita kecolongan...." Ucap Vino.
"Lalu langkah apa yang ingin kau ambil Vino??? Karena ini sudah cukup jelas, inti nya ada tawar menawar di antara mereka untuk bisa saling bertukar pikiran.... Dan saling membalas jasa... " Timpal Papa Vino.
"Mereka ingin memulai nya dari Papa, setelah itu Rana, tetapi bisa jadi Rana menjadi target lebih dulu... Aku akan mencoba memikirkannya lebih dulu... Dan melihat sejauh apa mereka akan mempersiapkan segala nya...."
"Pikirkan dulu dengan baik, dan kita jangan membebankan hal berat dulu pada kakak mu, dia pasti akan merasa tidak tenang... Jika hal ini bisa kita urus, dan kita cari jalan keluar nya, kita jangan merusak waktu Vitto dan Rana...."
Vino menganggukkan kepala nya. Setuju karena dia tidak ingin merasa Vitto khawatir. Terlebih lagi ancaman ini juga di arahkan ke Papa mereka. Sebenar nya yang paling riskan adalah keselamatan Papa nya dan Rana jika sudah pulang nanti. Mungkin mengenai yang lain, Vino bisa mengatasi nya, karena jikalau membuat dia dan Vitto berselisih karena Arindah itu tidak akan terjadi karena saat ini dia sudah tahu bahwa itu hanyalah akal-akalan saja. Mereka kemudian pergi ke ruang makan, dan makan malam bersama.
*****
Selesai makan malam, Vino dan Arindah masuk ke kamar. Naufal masih tertidur dengan nyenyak di atas ranjang. Arindah tidak bisa menikmati makan malam kali ini, berbagai pikiran menggelayuti otak nya. Dia merasa bahwa ini terjadi karena dirinya. Pernikahan nya dengan Vino justru membuat masalah nya dengan Reino. Semakin memperkruh keadaan karena saat ini ketenangan keluarga Vino menjadi terancam, bahkan Rana yang tidak tahu masalah nya juga ikut dalam perencanaan yang menakutkan itu.
Vino duduk di sofa, memilih diam dan sedang mencoba untuk memikirkan sesuatu. Arindah duduk di sebelah Vino, dia memegang pundak suami nya dengan lembut, membuat lelaki itu menoleh dan melemparkan senyum padanya. "Aku minta maaf... " Ucap Arindah dengan suara pelan.
"Minta maaf???? Untuk apa???" Tanya Vino.
"Karena pernikahan kita, sekarang kau jadi harus seperti ini, dan keluarga mu juga terkena dampak nya... Harus nya aku menolak mu sana saat itu, dan pasti sekarang kau tidak harus menghadapi hal seperti ini.... "
Vino membelai rambut Arindah. "Sayang.... Kenapa kau berpikir seperti itu??? Walaupun seandainya nya kau tidak menikah dengan ku, Angel pasti suatu saat nanti tetap akan membalaskan dendam nya pada keluarga ku, karena orang seperti Angel tidak akan pernah bisa mengakui kesalahan nya, dan akan selalu merasa benar... Jadi ini tidak ada hubungan nya dengan pernikahan kita... "
"Mereka berdua marah dengan pernikahan kita, itulah alasan nya kenapa seperti ini... Andai kau tidak menikah dengan ku, mungkin Angel tidak akan merencanakan semua ini... " Mata Arindah berkaca-kaca dan tangis nya pecah. Membayangkan semua rencana Reino dengan Angel, membuat nya bergidik ngeri, karena orang yang sudah memiliki niat jahat, akan melupakan hati nurani mereka. Sehingga mereka tidak lagi peduli akan nasib dan kehidupan orang lain.
Vino memeluk Arindah, mengusap punggung istri nya, supaya bisa tenang. "Seperti kata ku tadi, kita menikah atau tidak, Angel pasti tetap akan melakukan nya, dia perempuan licik, jahat dan tidak berperasaan, jika bukan dengan Reino, dia pasti akan mencari orang lain untuk membantu nya... Mungkin ini adalah karma ku.. "
Arindah melepaskan pelukan Vino. "Karma??? Apa maksudmu???"
"Aku memendam dendam selama bertahun-tahun pada Rana, dan aku di butakan oleh kemarahan serta dendam ku itu, hingga aku kehilangan akal sehatku dan menyakiti Rana dengan begitu kejam nya padahal dia dulu mencintai ku... Dan sekarang, aku sendiri menjadi target dari pembalasan dendam orang yang dulu aku cintai.... Dan mungkin ini teguran dari Tuhan, bahwa seharus nya aku tidak boleh bersikap seperti itu, karena dendam tidak akan menyelesaikan masalah... Aku benar-benar menyadari nya sekarang... Dan please jangan khawatirkan apapun, aku pasti akan melakukan sesuatu pada mereka.... Kejahatan mereka tidak bisa di biarkan saja...."
__ADS_1
"Aku takut, mereka nekat dan mencelakai Papa ataupun kita semua... "
"Aku akan pastikan itu tidak terjadi.... Kita akan menghentikan kegilaan mereka... Aku tidak akan membiarkan hal buruk menimpa keluarga kita, aku akan pastikan itu.... Mereka tidak bisa menghancurkan dan merusak keluarga kita.... Saat ini yang terpenting adalah keselamatan Papa... Karena aku pikir Rana masih aman bersama Vitto disana...."
"Bagaimana cara nya???" Tanya Arindah.
"Aku sedang memikirkan sesuatu apa yang bisa aku lakukan untuk melindungi Papa... " Vino memeluk Arindah. Kali ini dia harus ekstra hati-hati.
★★★★
Beberapa hari kemudian.........
Seperti biasa, Vino menyibukkan dirinya dengan aktifitas di kantor. Vino memutuskan untuk melarang Papa nya ke kantor, dan menyuruh nya agar di rumah saja. Vino tidak ingin mengambil resiko sampai dia mendapatkan informasi lebih jauh lagi tentang Reino. Dia juga masih meminta anak buah nya untuk terus mengawasi pergerakan dari Reino. Vino juga masih menahan diri tidak memberitahu Vitto. Masih sekitar satu minggu lagi kakak nya itu baru akan pulang. Selain itu, Vino juga tidak mau mengambil resiko mengenai Arindah. Tidak hanya satu bodyguard, Vino memberi istrinya satu lagi, sehingga ada dua bodyguard yang akan menjaga Arindah saat berada di tempat kerja nya. Sebelum nya bodyguard perempuan kali ini tambahan nya seorang laki-laki. Bukan dengan penampilan menakutkan, Vino meminta agar kedua bodyguard istri nya itu berpenampilan biasa saja, bukan layak nya bodyguard. Vino juga menambah satu lagi bodyguard yang menjaga keluarga Arindah, sehingga menjadi dua. Dan untuk pengamanan rumah nya, Vino kali ini menggunakan jasa security untuk berjaga di depan rumah.
Dan tidak hanya itu saja, Vino juga menambah beberapa CCTV di sekitar rumah nya. Semua itu Vino lakukan untuk memastikan keamanan keluarga nya.
Sebenar nya Vitto sempat menanyakan perkembangan dari pertemuan Reino dan Angel, karena sebelum nya Vitto lah emang mengusulkan ide mengirim orang lain menjenguk di rutan itu, akan tetapi Vino terpaksa berbohong mengenai hasil nya. Dia memberitahu Vitto jika yang Reino temui bukan Angel mantan kekasih nya, melainkan Angel yang lain. Untung nya Vitto percaya. Tetapi Vino akan memberitahu Vitto nanti nya ketika Vitto sudah pulang.
Dan mengenai Mama nya dan Clara, Vino juga belum mendapatkan informasi yang mencurigakan, karena kedua nya melakukan aktifitas normal pada umum nya. Tetapi Vino yakin, tidak menutup kemungkinan mereka akan bertemu lagi nanti nya. Kalaupun tidak bertemu dan mereka berdua berkomunikasi by phone, setidak nya jika ada yang mengawasi mereka atau memata-matai mereka berdua lalu ketika ada sesuatu yang mencurigakan, kemungkinan besar itu bisa di minimalisir.
Suara ketukan pintu ruangan nya, membuat Vino terlonjak dan sadar dari lamunan nya. "Masuk.... " Ucap nya.
Sekretaris nya membuka pintu dan masuk. "Selamat sore Pak Vino...."
. "Ya... Ada apa???" Tanya Vino.
"Eh ada yang mencari anda, orang nya pernah kesini, tetapi mereka bilang bahwa mereka tidak mengatur pertemuan dengan anda hari ini... Karena ponsel Anda tidak bisa di hubungi... "
"Beberapa waktu yang lalu pernah kesini, dan datang lagi... Mereka bilang anak buah bapak... Nama nya Rico... "
Vino melihat ponsel nya yang ternyata dalam keadaan mati, dia lupa mengisi baterai ponsel nya dan mati karena kehabisan data. "Oh astaga... Ponsel ku memang mati.. Rico??? Anak buahku??? Ah ya... Suruh saja masuk kalau begitu... "
"Baik Pak.. Mereka masih ada di lobi... Saya permisi... " Sekretaris Vino pun keluar.
Beberapa menit kemudian, sekretaris Vino mengetuk pintu lagi dan menyuruh tamu Vino itu untuk masuk. Pria bernama Rico itu menyapa Vino dan meminta maaf karena kedatangan nya kesini dan tidak memberitahu Vino, karena sejak tadi dia menghubungi Vino tidak bisa.
"Aku yang minta maaf, karena tidak sadar ponsel ku mati.. Kau duduk lah.... Ada perkembangan apa??? Sampai kau datang menemui ku???" Tanya Vino.
"Jadi begini bos, semalam yang mengenai Reino mendatangi sebuah rumah di pinggiran kota, foto nya pasti sudah di kirim ke anda... Kami mendapatkan informasi jika rumah itu ternyata adalah rumah dari seseorang yang bernama Jack, dan Jack adalah seseorang yang memiliki jaringan sebagai pembunuh bayaran..."
Vino teroerangah. "Apaaaa....!!!???"
"Iya bos, Jack punya anak buah yang terlatih untuk melakukan misi yang berbahaya, yaitu membunuh orang-orang yang menjadi target mereka, mereka menawarkan harga kepada orang yang ingin menyewa mereka..."
"Jadi maksud mu, Reino datang kesana untuk meminta bantuan mereka???" Tanya Vino.
"Ya, bisa jadi bos.... Itu dugaan kami..."
"Shiiittt... " Vino mengernyit. "Bagaimana cara kerja mereka???"
"Mereka bekerja dengan sangat rapi, dan bisa di bilang 90% akan sulit di kenali bahwa itu sebenarnya adalah pembunuhan, dan kebanyakan korban nya akan di identifikasi meninggal karena kelalaian mereka atapun karena hal yang normal, seperti karena sakit, atau bahkan bunuh diri... Dan mereka bisa di bilang juga tidak pernah tersentuh masalah hukum, terlalu rapi juga mereka bekerja sama dengan oknum penegak hukum... Sehingga jikalau ada sesuatu, mereka di pastikan akan bebas tanpa ada masalah yang berarti, begitu rapi dan tersusun dengan sangat baik.. Mereka akan melakukan nya sesuai dengan permintaan dari klien mereka"
__ADS_1
"Brengseeekkkk....!!!! Berani sekali si Reino menemui mereka.... Apa yang ingin dia lakukan...???"
"Reino seperti nya akan benar-benar melaksanakan apa yang jadi rencana nya dengan Angel kemarin... Tetapi kita tidak tahu siapa yang akan jadi target pertama nya... Bisa nona Rana ataupun Papa anda... Saya hanya ingin anda berhati-hati... Orang-orang Jack tidak bisa kita duga, mereka bisa jadi apapun untuk melaksanakan aksi nya, bahkan bisa memanfaatkan orang terdekat anda sendiri.... Begitulah biasa nya yang terjadi.... Informasi ini kami dapatkan dari beberapa orang yang dulu pernah bekerja dengan Jack.."
"Lalu apa menurutmu Reino sudah sepakat dengan mereka???"
"Entahlah Bos.. Tetapi Reino hanya sebentar disana, seperti nya mereka hanya bernegosiasi mengenai harga, biasa nya hanya orang-orang tertentu yang berani membayar Jack aman anak buah nya, mereka memasang harga yang tentu tidak murah, karena konsekuensi nya juga besar... Mereka akan memasang tarif 500 juta hingga milyaran sekali kerja, tergantung siapa dan bagaimana akan membunuh orang itu... "
"Aku tidak yakin Reino mau kehilangan uang sebanyak itu hanya untuk membantu Angel, karena target nya adalah istriku... "
"Apa bos ingat di percakapan mereka, bahwa Angel masih punya uang atau simpanan rahasia yang masih dia miliki... Jika Reino berani mendatangi mereka tentu Reino sudah memperhitungkan nya, dan dia bisa saja meminta uang dari Angel, dia hanya mengeksekusi tetapi semua pasti Angel yang akan menanggung keperluan nya... "
"Kau benar juga... " Gumam Vino. "Bagaimana dengan temanmu yang satu sel dengan Angel??"
"Dia masih mencoba untuk mencari sesuatu yang mencurigakan dari Angel, tetapi memang belum mendapatkan informasi apapun... Dan aku tadi di hubungi oleh temanku yang sekarang mengawasi Reino, jika Reino pagi tadi datang menemui Angel, aku rasa sesuatu sedang mereka bicarakan dan pasti ini mengenai pertemuan Reino dengan Jack tadi malam... Aku sedang menunggu ka..... " Belum selesai berbicara, ponsel Rico berbunyi. "Mita bos.. Dia tadi mengatakan padaku akan ke rutan karena Maria menghubungi nya dan meminta nya datang...." Ucap nya. Mita adalah perempuan yang memiliki teman di rutan yang sama dengan Angel.
"Angkat dan nyalakan loudspeaker nya, mungkin dia punya informasi.. " Pinta Vino.
"Oke bos... " Rico pun mengangkat panggilan dari teman nya itu. "Hallo....!!"
"Hallo Co... Aku baru saja keluar dari rutan, dan berbicara dengan Maria, dia mendapatkan informasi yang bagus, dia mendengar obrolan Angel dengan Mama nya yang membahas tentang Reino... "
"Obrolan apa???" Tanya Rico. "Kebetulan sekarang ada pak Vino di depan ku... "
Mita pun menjelaskan jika Maria tadi berpura-pura tidur ketika Angel sedang mengobrol dengan Mama nya. Dari obrolan itu, Angel membahas mengenai Reino yang mendatangi bos dari pembunuh bayaran. Reino menjelaskan tujuan datang serta rencana pembunuuhan seperti apa yang di inginkan dan menanyakan harga untuk tugas itu. Bos pembunuh bayaran itu meminta 750 juta dari Reino. Dan intinya Angel menyetujui nya dan akan memberikan uang itu pada Reino. Target yang di incar adalah Andri Prakarsa atau Papa Vino. Dan seperti awal, bahwa Angel ingin Andri meninggal, entah dengan cara apapun yang penting harus meninggal. Jika uang itu sudah di Terima oleh Pembunuh bayaran itu, maka mereka akan langsung melaksanakan tugas nya.
"Apa itu saja yang di ceritakan Maria???" Tanya Rico.
"Ya, sejauh itu saja yang di dengar Maria, dan Angel berjanji akan menyiapkan uang itu dalam beberapa hari hingga satu minggu, entah bagaimana cara Angel akan melakukan nya, tetapi Angel punya orang-orang kepercayaan di luar sana sehingga itu bukanlah hal yang sulit... "
"Oke... Pak Vino sudah mendengar semua nya, thanks Mit.. Aku akan menghubungi mu lagi nanti... " Panggilan itu pun berakhir.
"Oke, kerja yang sangat bagus... Kalian akan mendapatkan bonus lagi dariku, termasuk Maria... Aku akan menemui keluarga nya nanti jika aku tidak sibuk, aku punya janji yang harus aku lakukan dan aku juga tidak ingin mereka berpikir uang pemberianku adalah uang haram, jadi aku perlu menemui mereka sendiri, suruh Mita mengantarku nanti.. "
"Baik bos... Apa ada yang bisa saya bantu lagi.??"
"Untuk hari ini cukup, bekerja lah seperti biasa, lakukan tugasmu dengan baik dan awasi terus Reino, beritahu yang lain juga... Kirimi aku nomer rekening kalian berempat, aku akan transfer nanti, aku sedang tidak ada uang cash..Sekarang kau bisa pergi dan beristirahat... "
"Oke bos... Kalau begitu saya permisi.... " Rico pun pergi meninggalkan ruangan Vino.
Sementara itu, Vino hanya terdiam, menatap nya langsung ke langit-langit ruangan nya. Ini adalah hal yang sama sekali tidak dia duga. Dan Papa nya dalam keadaan yang tidak aman juga. Jika sudah berurusan dengan pembunuh bayaran, artinya itu adalah hal yang berbahaya. Serta tidak akan mudah untuk di tebak. Anak buah Jack bisa melakukan apapun, dan memanfaatkan berbagai keadaan. Bahkan yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Vino tidak bisa membiarkan hal ini terjadi dan harus mengamankan Papa nya dalam waktu dekat, sebelum Angel memberikan uang itu pada Reino.
Vino mengambil ponsel nya yang tadi dia isi daya, kemudian menyalakan nya. Dia mencari kontak Vitto dan langsung menghubungi kakak nya itu. Dia sudah memutuskan sesuatu untuk keselamatan Papa nya. Dalam beberapa kali deringan, panggilan itu di angkat oleh Vitto.
. "Hai Vin... " Sapa Vitto di ujung telepon.
"Hai Vit.... Apa aku mengganggu mu???"
"Tidak sama sekali.. Aku baru selesai sarapan, dan hari ini sampai seminggu ke depan aku hanya akan jalan-jakan di sekitar rumah saja... Kami sudah selesai berkeliling... Ada apa???"
"Aku berniat mengirim Papa ke Perancis lagi... Aku rasa pengobatan disana lebih maksimal... Tidak apa-apa kan???" Tanya Vino. Dia harus melakukan ini, setidak nya luar negeri menjadi tempat yang aman untuk Papa nya.
__ADS_1