Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 132


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Angel datang ke sebuah restoran untuk menemui Vino. Ini hari libur dan Angel sudah mengatur janji untuk makan siang bersama Vino sekaligus mengajak seseorang yang akan menjadi wedding organizer pernikahan mereka. Itu adalah kenalan Angel. Sebelumnya Angel sudah berkonsultasi lebih dulu sebelum akhirnya merasa yakin dan memberi tahu Vino mengenai hal itu.


Angel mengenalkan WO itu pada Vino dan.mereka bertiga mulai membahas konsep dan segala sesuatu yang diinginkan oleh Angel juga Vino. Kebanyakan segalanya yang mengatur adalah Angel. Perempuan itu dengan detail menjelaskan secara rinci konsep pernikahan yang diinyinkannya sisanya Vino hanya menambahi sedikit. Vino akan menuruti semua yang diinginkan oleh Angel dan dia tidak akan banyak memprotes karena tahu bahwa apa yang diinginkan Angel pasti yang terbaik.


Vino hanya memandangi Angel dalam senyuman ketika kekasihnya itu sedang berbicara dengan WO yang terlihat serius. Angel sangat cantik dalam segala hal, ketika sedang serius ataupun sedang dalam keadaan biasa saja. Vino sangat dan selalu mengaguminya tanpa henti. Dia kembali membayangkan betapa cantiknya Angel ketika nanti memakai gaun pengantin dan berdiri disampingnya, itu akan jadi hal yang luar biasa pastinya.


"Hei... Kenapa kau diam saja???" Angel menyentuh tangan Vino yang sejak tadi menatapnya dalam diam.


"Iya... Lanjutkan saja diskusi kalian..!" Ucap Vino.


"Katakan sesuatu, jangan semuanya kau serahkan padaku...!" Angel memprotes.


"Apapun yang kau inginkan aku menurut saja, karena kau pasti meminta yang terbaik...!" Gumam Vino.


"Astaga kau ini....! Tahu akan seperti ini harusnya aku tidak perlu mengajaknya bertemu denganmu....!"


Vino hanya tertawa dan menyuruh Angel kembali melanjutkan diskusinya, dia hanya akan menyimak dan menambahi jika sekiranya perlu sesuatu.

__ADS_1


Karena kesal, akhirnya Angel memberikan katalog pada Vino, katalog berisi aneka contoh dekorasi dan meminta Vino agar melihat dan memilih, setidaknya Vino bisa membantu Angel dalam memilih konsep dan dekorasi yang mereka berdua inginkan. Melihat wajah kesal Angel, Vino pun tersenyum meminta maaf dan membolak balik halaman katalog itu. Meskipun semua yang dilihatnya itu bagus dan cantik.


****


Vitto mengunjungi Papanya di rumah. Hari ini Vitto tahu bahwa Vino sedang pergi dan dia beberapa hari kemarin kesulitan untuk berdiskusi dengan Papanya karena Vino selalu ada di dekat mereka saat di kantor. Bahkan untuk makan siang juga Vino beberapa hari ini bergabung bersama mereka karena Vino mengatakan jika Angel sedang sibuk jadi dia tidak bisa makan siang dengan perempuan itu.


Ternyata berkas pengajuan kerja sama itu sudah di terima oleh perusahaan yang ada di Singapura. Jadwal pertemuan juga sudah diatur dimana beberapa hari lagi, Vino, Vitto dan Papanya harus datang kesana untuk membahas kerjasama itu. Dan sekarang Vitto akan membahas rencana mereka selanjutnya untuk meyakinkan pemilik perusahaan itu agar menerima kerjasama itu kemudian mengundangnya juga untuk datang kesini. Dimana nanti itu adalah waktu yang tepat untuk menjebak Angel, lalu semuanya akan berakhir, kedok Angel akan terbuka.


Dan bersamaan dengan itu, kemarin juga sudah diantar surat panggilan persidangan perceriaan kedua orangtua Vitto dan Vino. Dan surat itu juga pasti sudah diterima oleh Mama mereka. Beruntungnya jadwal itu tidak bentrok dengan kepergian mereka ke Singapura.


"Apa kerjasama itu akan langsung diterima oleh mereka???" Tanya Vitto pada Papanya, karena dia masih belum terlalu mengerti dengan hal seperti itu.


"Jadi kita masih harus menunggunya???" Tanya Vitto lagi.


"Ya, menunggu tanpa waktu yang pasti, bisa dalam beberapa hari atau minggu mungkin bahkan bulan, karena kita yang menawarkan maka kita harus menunggu jawaban dari mereka...!"


"Hmmmm..... Masih belum pasti juga dong Pa...??? Kalau mereka menolak, apa yang harus kita lakukan? Rencana kita pasti gagal total...!" Gerutu Vitto.


Papa Vitto melempar senyum. "Ya sabar dan berdoa...! Semoga mereka menerimanya, kalaupun mereka menolak kita tidak bisa berbuat apa-apap selain memikirkan lagi langkah apa yang harus kita ambil selanjutnya...."

__ADS_1


"Ya Tuhan setidaknya lancarkanlah rencana kami ini...!" Vitto menadahkan tangannya menghadap ke langit-langit rumah sambil memejamkan mata, berharap Tuhan mau mengabulkan doanya kali ini.


Vitto pun kembali bertanya pada Papanya mengenai sejauh apa perkembangan mengenai orang-orang bayaran Papanya yang mengikuti Angel. Tetapi Vitto tidak menyebut nama Angel secara gamblang mengingat saat ini dia sedang berada di rumah Vino. Tetapi Papanya sudah langsung mengerti apa yang sedang ditanyakan olehnya. Papanya langsung menjelaskan jika sejauh ini masih belum ditemukan gerak-gerik yang mencurigakan dari Angel.


Vitto terlihat kecewa mendengar itu, jika erus seperti ini,dia dan Papanya tidak akan mendapatkan tambahan bukti lagi. Apakah mungkin sebenarnya Angel tahu bahwa dia sedang diawasi sehingga dalam melakukan sesuatu dia berhati-hati. Tetapi itu tidak mungkin, masa iya Angel mengetahui. Kalaupun mengetahui mungkin Angel akan mengatakannya pada Vino dan Vino bisa saja marah kepada Papanya atau kepada Vitto.


Ditengah obrolan dengan Papanya, Vitto dikejutkan oleh penjaga rumah yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu. Pria itu tergopoh menghampiri Vitto dan Papanya. "Maaf tuan... Ada seorang wanita yang memaksa masuk, dan dia berteriak serta membuat keributan di depan???" Ucap pria itu.


"Wanita???? Siapa???" Tanya Vitto keheranan.


Belum sempat menjawab, seseorang lainnya masuk begitu saja ke dalam rumah. Wanita itu ternyata adalah Vita Mama dari Vino dan Vitto. Wajah Vita terlihat begitu marah. "Kebetulan kau ada disini....!" Teriak Mama Vitto sambil mendekati suaminya dan juga Vitto.


Dengan marah Vita melempar sebuah amplop tepat di wajah Papa Vitto. "Kenapa kalian tega melakukan ini, aku sudah mengatakan untuk jangan menceraikanku, aku ingin kembali pada kalian, tetapi kenapa kalian melakukan ini?????"


Vitto dan Papanya hanya saling berpandangan. "Sudahlah Ma, jangan membuat keributan...!" Ucap Vitto.


"Kau ini Vit... Apa kau mau durhaka pada Mama, kau lupa bahwa Mama yang sudah melahirkanmu dan merawatmu saat kecil, kau sudah menolak Mama untuk tinggal beraamamu dan sekarang kau mendukung Papamu untuk menceraikan Mama, kau dan Vino itu sama saja.....!" Vita berteriak dengan penuh kemarahan.


"Papa juga.... Kenapa tega melakukan ini padaku, aku sudah meminta maaf dan menyesali perbuatanku, kenapa Papa tidak mau menerimaku lagi, aku Mamanya anak-anak, aku berhak bersama mereka, Papa pasti sudah mempengaruhi Vino dan Vitto agar mereka durhaka kepada ibunya sendiri.... Papa sudah cacat, lalu kenapa Papa masih bisa berpikir hal seperti itu??? Mencuci otak anak-anak agar melawan ibunya sendiri....! Papa sejak dulu memang tidak pernah berguna.....!" Teriak Vita tepat di hadapan waja Papa Vitto. Sontak teriakan itu membuat Vitto murka dan dia berdiri mendorong Mamanya agar menjauh dari Papanya.

__ADS_1


__ADS_2