Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 353


__ADS_3

"Apa.....!!!!?" Seru Vitto. "Kau ingin mengirim Papa ke Paris lagi??? Kenapa???" Tanya Vitto.


"Pengobatan Papa seperti nya lebih baik disana saja.... Dan Papa juga biar bisa berfokus pada dirinya saja, pekerjaan disini biar jadi urusan ku saja.... Boleh kan???"


"Memang nya kapan kau akan menyuruh Papa kembali?!! Tiba-tiba saja kau bicara seperti ini... "


"Rencana nya lusa.... " Ucap Vino.


"Apa......????!!!! Lusa... Kau sudah gila???? Kenapa baru bilang sekarang???? Kau ini kenapa Vin???"


"Aku rasa lebih cepat lebih baik... " Gumam Vino.


"Ya kenapa harus lusa??? Kau bilang pekerjaan sedang banyak di kantor, Papa bisa membantu mu, kenapa malah ingin menyuruhnya ke Paris lagi???? Tunggu saja lah sampai semua nya beres, tunggu juga sampai aku pulang..."


"Tidak Vit... Aku tetap akan mengantar Papa ke Paris lusa nanti, pekerjaan disini bisa menunggu... Aku sendiri yang akan mengantar Papa kesana..."


"Lalu Papa sudah setuju????" Tanya Vitto.


"Papa pasti akan setuju.. "


"Kau ini kenapa??? Ada apa??? Atau sedang terjadi sesuatu pada Papa!?? Semua baik-baik saja kan??? Sikapmu seperti ini pasti telah terjadi sesuatu disana... Katakan ada apa??? Jangan membuatku tidak tenang..."


"Papa baik-baik saja, kau tenang saja... Aku hanya ingin Papa kembali berobat di Paris lagi, dan Tante Anne akan mengurus Papa lagi... "


"Ya kalau memang Papa baik-baik saja, kenapa sikapmu tiba-tiba seperti ini... Jujur saja Vin, ada apa??? Hmmm jangan-jangan ini ada hubungannya dengan Mama... Iya kan???"


Vino menghela napasnya panjang. Vitto tidak akan berhenti bertanya jika dia tidak segera menjelaskan kondisi nya. "Tidak... Ini tidak ada hubungan nya dengan Mama... Cerita nya sangat panjang, dan aku akan ceritakan padamu, bagaimana kalau nanti kau ke Paris saja, jangan langsung pulang kesini, kita bertemu disana, dan aku akan jelaskan semua nya... Aku hanya ingin bilang, sesuatu yang cukup berbahaya bisa mengancam Papa, aku hanya ingin menjauhkan nya dari kekacauan ini.. Aku rasa Paris jadi tempat yang aman untuk nya... Kita bertemu disana saja nanti bagaimana???"


"Situasi bahaya??? Maksudnya???" Tanya Vitto.

__ADS_1


"Aku bilang kita bertemu nanti, aku akan ceritakan disana, Papa juga sudah tahu kondisi nya... Dan mungkin aku juga akan membawa Arindah dan Naufal, aku tidak bisa meninggalkan mereka disini.. Aku akan urus segala nya hari ini... Sehingga bisa bersiaplah dan langsung berangkat.... Aku harap kau tidak terlalu memikirkannya, semua akan aman disini sampai kami sampai di Paris... Jangan khawatirkan apapun, tetapi aku minta ini jadi rahasia kita saja, aku tidak ingin orang luar tahu... Kau menyusul ke Paris ya???"


Vitto terdiam sesaat. "Bawa Papa ke Swiss saja, kita bertemu disini baru setelah itu kita pergi ke Paris... Kau mengajak Arindah dan Naufal kan??? Tidak ada salahnya mengajak mereka jalan-jalan disini... Refreshing sebentar, baru setelah itu kita ke Paris dan mengurus segala nya disana... Istri dan Anakmu pasti merasa senang... "


"Ehhhh bagaimana ya??? Apa tidak apa-apa??? Maksudku kau sedang berbulan madu, aku takut mengganggu... "


"Aaiiihhh Jangan pikirkan itu, bawa saja mereka kesini, kita tinggal bersama di rumah ini, tempatnya bagus dan bisa membuat kita merasa lebih baik..."


"Oke baiklah.. Carikan saja hotel di dekat tempat mu, pasti ada kan... "


"Tidak perlu cari hotel, kita tinggal disini, aku bisa berbicara dengan Aditya nanti, jangan khawatirkan apapun... Aditya juga pasti mengerti, dia seperti keluarga bagi kita... Atur saja penerbangan kalian ke Zurich, nanti aku jemput.. "


"Baiklah... Aku akan siapkan semua nya... Kalau begitu enjoy your time, aku tutup dulu.. Bye... " Vino mengakhiri panggilan nya. Ya, tidak ada salahnya dia menyusul Vitto. Sekaligus dia mengajak Arindah dan Naufal berlibur sebentar.


★★★


Vino sampai di rumah nya, dan dia langsung mencari Papa nya. Papa nya ternyata sedang berada di ruang kerja yang ada di belakang Tangga. "Hai Pa....!!" Vino menurunkan Naufal dari gendongan nya. Tadi dia sempat menjemput Naufal lebih dulu di rumah mertua nya. Dan saat ini Bocah itu sedang memegang ponsel nya, sedang menonton video anak-anak, sehingga Naufal terlihat tenang duduk di sofa.


"Ya.... Pekerjaan sudah selesai... Apa yang Papa lakukan disini???" Vino duduk di depan Papa nya yang sedang membaca buku di meja kerja nya.


"Hanya membaca buku saja, kau melarang Papa ke kantor jadi Papa sejak seharian ini disini... "


Vino tersenyum. "Lusa kita pergi ya???? Vino akan mengantar Papa ke rumah yang ada di Paris... Vino sudah berdiskusi dengan Vitto tadi, dan Vitto setuju... Keputusan ini juga sudah Vino pikirkan dengan matang... Bukan karena Vino tidak mau merawat Papa, tetapi ini demi kebaikan dan keamanan Papa... Dan Papa bisa melanjutkan pengobatan disana juga... "


"Kenapa Vin??? Apa ada sesuatu yang terjadi???"


"Reino tadi malam mendatangi pimpinan pembunuh bayaran yang sudah terkenal dengan kejahatan mereka yang rapi... Dan Informasi yang Vino dapat, Angel menginginkan Papa yang jadi korban pertama nya... Vino tidak mah ambil resiko Pa... Mereka sangat cerdik dan bisa melakukan apa saja yang tidak kita duga sebelum nya... Dan lebih baik Vino membawa Papa pergi dari sini.."


"Apa harus secepat itu???"

__ADS_1


Vino menganggukkan kepala nya. "Iya Pa, kita pergi lusa, akun juga akan membawa Arindah dan Naufal, aku tidak bisa meninggalkan mereka disini.. Vitto akan menemui kita disana nanti..."


"Berarti kau memberitahu kakakmu???"


Vino kembali menggelengkan kepala nya. "Aku hanya meminta persetujuannya untuk bisa membawa Papa kembali ke Paris, tetapi belum mengatakan yang terjadi disini, tetapi aku berjanji akan menceritakan kepada nya nanti saat bertemu..."


"Papa menurut saja pada kalian....!!!"


"Tidak perlu membawa banyak barang, kita akan pergi diam-diam... Bahkan aku juga tidak akan memberitahu orang yang ada di rumah ini... Aku minta Papa bersiap saja.. Bawa surat-surat rekam medis Papa dan hal penting lainnya... Setelah ini akau akan menjemput Arindah dan meminta nya bersiap juga..."


"Lalu bagaimana kau akan menyelesaikan nini semua Vin??? Tidak mungkin kita akan kabur-kaburan seperti ini..."


"Yang penting Papa aman dulu, aku dan Vitto akan cari jalan keluar nya nanti... Aku sudah berpikir mengenai simpanan rahasia Angel, aku akan coba cari tahu dan sebisa mungkin untuk di bekukan, jika tidak ada uang itu, mereka tidak akan bisa berbuat apapun... Dan jika hanya mengenai rencana mereka untuk membuat aku dan Vitto bersitegang, itu mudah untuk di atasi..... Papa tenang saja.... Kita akan bergerilya, sehingga mereka tidak akan dapatkan apapun yang mereka inginkan.... "


★★★


Vitto duduk di kursi kayu yang ada di belakang rumah. Dia menikmati siang nya dengan Rana hanya duduk-duduk saja. Meskipun Vino meminta nya tidak memikirkan apa yang terjadi disana, tetap saja Vitto tidak bisa tenang. Penasaran dengan apa yang terjadi. Apa ini ada hubungannya dengan Reino ataukah Mama nya dan Clara sebelum nya.


"Kau coba hubungi saja orang-orang mu yang kau suruh mengawasi Mama dan Clara, apakah mereka tahu sesuatu... Daripada kau terus penasaran dengan apa yang terjadi di rumah... " Ujar Rana mencoba untuk membantu Vitto mengatasi kecemasan nya.


"Ah iya, kenapa aku tidak terpikirkan..."


"Coba tanyakan pada mereka....! Mungkin alasan Vino tidak memberitahu mu agar kau tidak khawatir...."


"mungkin saja... Aku akan hubungi mereka.. " Vitto membuka ponsel nya dan mencoba menghubungi anak buah nya.


Vitto pun langsung berbicara dan menanyakan perihal Mama nya dan juga Clara. Sayang nya ternyata mereka tidak dan belum menemukan yang berarti atau sesuatu yang mencurigakan mengenai kedua nya. Kegiatan mereka seperti biasa nya. Dan Mama Vitto juga lebih s3ring menghabiskan waktu nya di dalam rumah. Akhirnya Vitto mengakhiri panggilan nya. Dia menatap Rana sambil menggelengkan kepala nya. "Tidak ada perkembangan apapun, tetapi aku tidak tahu mereka bicara jujur atau tidak, bisa saja kan Vino juga meminta mereka untuk tidak memberitahu ku... " Ujar Vitto.


"ya kalau memang seperti itu kau harus sabar sambil menunggu Papa dan Vino datang kesini... Aku yakin Vino bisa memastikan semua nya aman sampai mereka sampai disini.... Oh iya, kau juga harus memberitahu Aditya, jika mungkin kita akan menambah beberapa hari disini.. Tidak enak juga jika kita tidak memberitahu pemilik rumah nya.... Juga memberitahu Vino akan kesini bersama Papa... Vino memang melarang kita bicara dengan siapapun mengenai kedatangan mereka, tetapi aku sangat yakin Aditya orang yang bijak, dan dia juga seperti saudara bagimu, aku rasa tidak apa-apa kita memberitahu nya mengenai apa yang terjadi saat ini... " Ujar Rana

__ADS_1


Vitto mengangguk. "ya, kau benar sekali sayang...! Aku akan menghubungi nya sekarang..."


__ADS_2