Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 261


__ADS_3

"Aku malas Ndah, kau pergi saja sendiri, biar Naufal denganku..!" Ucap Vino.


"Ayolah Vin, kau datang kesini untuk memberi ucapan selamat pada mereka, masa tidak jadi??? Nanti bagaimana jika ada yang menggunjing mu dan hanya menurutmu menumpang makan saja disini??? Masa pemiliki Prakarsa Corp. datang ke nikahan cuma ingin makan gratis... Hahaha ayolah Vin...??" Arindah kembali memaksa.


Vino menghela napasnya. "Baiklah...!" Vino akhirnya berdiri, membuat senyum Arindah mengjiasi wajah cantiknya.


Vino berjalan beriringan dengan Arindah, dan Naufal kembali berada di gendongan Vino. Mereka menghampiri pelaminan, dimana Vitto dan Rana berdiri dan sedang bercakap-cakap dengan tamu lainnya. Melihat kedatangan Vino, Rana menyenggol pinggang Vitto, memberi kode agar Vitto melihat ke arah Vino dan Arindah yang sedang berjalan bersama. Vitto pun melihat ke arah Vino yang saat ini sedang berjalan ke arah nya. Tamu yang menyalami Vitto dan Rana pun pergi. Dan kali ini bergantian dengan Vino dan Arindah.


Arindah tersenyum lebar dan naik ke pelaminan, menyalami Vitto terlebih dahulu. "Congrats ya Vit... Ini pesta yang luar biasa meriah... Aku sangat menikmati nya, kau dan Rana juga sangat serasi... Semoga kalian di beri kebahagiaan selalu, dan langgeng selalu...!" Ucap Arindah pada Vitto.


"Thanks Ndah... Senang sekali kau bisa menyempatkan waktu mu untuk hadir disini, dan kau mengajak Naufal..!"


"Maaf dia tidur, sepertinya lelah karena melompat-lomoat saat melihat kembang api tadi hehehe..!" Arindah kemudian bergantian menyalami Rana dan mengucapkan selamat juga serta memberikan doa untuk kebahagiaan Rana dan juga Vitto.


Kali ini Vino berhadapan dengan Vitto. "Selamat.." Ucap Vino singkat tanpa menyalami Vitto. "Naufal tidur, aku tidak ingin membuatnya terbangun, jadi kita tidak perlu bersalaman.. Dan aku berharap kau menikmati sisa ku... Ingatlah yang pertama selalu istimewa, berkesan dan tidak akan pernah mudah di lupakan bahkan selama nya akan selalu di ingat, begitulah yang biasanya terjadi... Rana pasti tidak akan melupakan yang pertama..." Lanjutnya lagi mengejek Vitto.


Vitto hanya diam menatap adiknya. Vino kemudian bergeser dan berhadapan dengan Rana. Ada tatapan ketakutan dari mata Rana, membuat Rana langsung menggenggam tangan Vitto. Vino melempar senyum tipis pada Rana. "Selamat ya Rana... Akhirnya kau menikah juga dengan kakak ku, kau tidak mau kembali denganku dan memilih kakakku... Kau melakukan hal yang bagus Ran..." Ujar Vino kemudian lekas berjalan meninggalkan pelaminan. Arindah tersenyum meminta permakluman dari Vitto dan Rana kemudian berpamitan dan mengejar Vino.

__ADS_1


"Abaikan ucapannya, dia memang selalu saja bertingkah menyebalkan..!" Gumam Vitto pada Rana.


"Tatapannya pada kita berdua di penuhi dengan kebencian... Dia benar-benar membenci kita..!" Timpal Rana.


"Biarkan saja... Abaikan dan tidak perlu kau pikirkan... Lama kelamaan dia akan menyadari bahwa kita berdua sudah memiliki jalan untuk bersama dan dia tidak bisa mengharapkan apapun lagi darimu..!" Vitto memeluk punggung Rana, menenangkan istrinya agar tidak memikirkan ucapan Vino tadi.


Vitto dan Rana kembali berfokus dengan menyalami para tamu undangan yang memberikan selamat kepada mereka berdua. Sebenarnya ingin sekali Vitto menampar mulut Vino, saat adiknya itu membahas mengenai mendapatkan sisa. Vitto tahu apa yang di maksud sisa Vino, yaitu tentu mahkota Rana yang sudah lebih dulu di nikmati oleh Vino. Hanya saja Vino tidak tahu bahwa ketika dia sudah memutuskan untuk menikahi Rana, tentu nya dia sudah menerima segala kekurangan Rana tanpa perlu mengingat apa yang sudah terjadi di masa lalu Rana. Cinta Vitto pada Rana sangat besar dan Vitto tidak akan pernah mempermasalahkan masa lalu Rana, apalagi di masa lalu itu Rana sudah melewati berbagai hal yang menyakitkan dan meninggalkan trauma yang begitu dalam. Rana sudah kehilangan banyak hal dalam hidupnya, dan ini saatnya Vitto untuk berjuang mengembalikan apa yang selama ini sudah hilang dari Rana akibat ulah Vino.


"Vino...!" Teriak Arindah memanggil Vino sambil mengejar Vino.


"Aku kesal saja..!"


"Astaga Vino... Sampai kapan kau akan seperti ini?? Mereka sudah menikah, setidaknya biarkan mereka bahagia... Kau juga bisa mendapatkan kebahagiaanmu lagi nanti, kau bisa mendapatkan perempuan manapun untuk jadi kekasihmu, lalu kenapa kau seolah masih mengharapkan Rana???"


"Ahhh sudahlah... Jangan membahas mereka lagi, aku lelah, dan kita kembali ke hotel, kasihan juga Naufal, dia lelap sekali tidurnya...!"


Arindah tersenyum. Vino memang terlihat sedang kesal saat ini. Mungkin benar, lebih baik tidak memperpanjang masalah Vino dengan Vitto, jika tidak, Vino pasti akan lebih marah lagi. Mereka pun menuju area depan Villa dan akan langsung menuju hotel untuk beristirahat.

__ADS_1


Di dalam mobil, Vino hanya diam saja selama perjalanan, tetapi tidak melepaskan Naufal dari gendongannya. Sementara Arindah juga memilih diam, dan tidak ingin mengganggu Vino. Arindah tahu Vino pasti kesal sekali melihat Rana yang masih di cintai oleh lelaki itu justru menikah dengan kakaknya sendiri. Wajar saja, tetapi Vino suatu saat nanti juga akan bisa mengikhlaskan semua nya.


Akhirnya, Vino dan Arindah sampai juga di hotel. Mereka keluar dari mobil, dan Vino masih menggendong Naufal, akan membawa bocah itu sampai ke kamar Arindah. Vino tidak tega jika menyerahkan Naufal sekarang pada Arindah mengingat Arindah memakai heels dan pasti akan lelah nanti harus menggendong Naufal, jadi alangkah lebih baiknya Naufal dia yang menggendongnya dan mengantarnya sampai ke kamar Arindah.


Mereka berjalan memasuki lobi hotel menuju pintu lift. Sampai di depan pintu lift, Vino dan Arindah berdiri menunggu pintu terbuka untuk naik ke kamar masing-masing. Arindah melirik ke arah Naufal yang tertidur begitu lelapnya di pundak Vino. Naufal memang senang sekali jika di gendong dan menyandarkan kepala nya di pundak, itu seperti sebuah kenyamanan bagi Naufal.


Pintu lift pun terbuka, dan ada beberapa orang di dalamnya yang keluar dari situ. "Arindah....! Kau...???" Ucap salah seorang yang baru saja keluar dari dalam lift.


Dan Arindah di kejutkan dengan seseorang yang sangat di kenalnya. Vino memandang ke orang yang memanggil nama Arindah, tetapi kemudian beralih melihat ke arah Arindah yang terlihat terkejut sekali. Detik itu juga Arindah lekas berbalik badan dan mengajak Vino pergi. Arindah menarik pergelangan tangan kiri Vino. Vino yang masih bingung, hanya mengikuti Arindah saja.


"Arindah... Tunggu.." Teriak lelaki itu membuat Vino menoleh ke belakang. Dan laki-laki itu mengejar Arindah. Lalu dengan cepat menghalangi jalan Arindah dan Vino. "Tunggu kau mau kemana Ndah???" Tanya lelaki itu.


"Bukan urusanmu..!" Jawab Arindah ketus.


"Ini siapa??? Kenapa dia menggendong Naufal??? " Tanya lelaki itu lagi.


Arindah terdiam sesaat seolah sedang berpikir tetapi kemudian dia menjawab pertanyaan lelaki itu. "Oh ini, dia adalah calon ayah tiri Naufal, yang artinya adalah dia calon suamiku!" Celetuk Arindah pada lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2