
"Hai Vin.... Apa kabar????" Perempuan itu mengulurkan tangannya pada Vino.
"Aku baik....!!!" Jawab Vino datar dan tidak membalas ukuran tangan perempuan itu.
"Itu terlihat dari kondisi mu saat ini, dan aku dengar kau sudah menikah, apakah ini istrimu???"
Vino masih memasang ekspresi datar dan tidak mengatakan apapun. Tiba-tiba perempuan itu berganti mengulurkan tangannya pada Arindah. "Hai... Aku Clarence... Kau bisa memanggilku Clara... Siapa namamu???" Tanya nya pada Arindah.
"Arindah.... " Jawab Arindah membalas ukuran tangan Clara.
"Ada apa kau kesini??? Bukannya kau sedang ada di luar negeri????" Tanya Vino.
"I'm here.... Berarti aku sudah kembali dong.... Kau dingin sekali... Slow down baby...." Ucap Clara dengan genit sambil mengedipkan matanya pada Vino dengan nakal.
"Ada apa kau kesini??? Aku harus meeting, jadi jika tidak ada hal apapun yang penting, maka pergilah dari tempat ini... "
Clara tersenyum. "Oh C'mon Vin, jangan galak-galak, nanti istrimu takut... Aku datang untuk bertanya tentang Vitto ku yang tercinta.... Ku dengar kau memperkerjakan nya disini??? Karena tadi aku ke rumahnya dan penjaga nya bilang Vitto tidak berada disana jadi aku coba datang kesini untuk menemui nya... Aku sangat merindukannya.."
Arindah terperangah mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Clara. Vitto ku tercinta itu yang baru saja dia katakan. Arindah sempat berpikir bahwa Clara sepertinya punya hubungan dengan Vino, tetapi ternyata justru Vitto yang di cari oleh perempuan ini. Dan tiba-tiba Arindah menjadi teringat sesuatu, dia pernah mendengar nama Clara dari Vitto, dan Clara adalah teman dekat Vitto. Tetapi bagaimana hubungan mereka, Arindah kurang begitu tahu.
"Untuk apa lagi kau mencari nya???? Dia sudah menikah..." Ucap Vino.
__ADS_1
"Ya, I know.... Dia menikah dengan mantan istrimu kan???? Upzzz..... Hahahahaha.... Aku tidak tahu bagaimana bisa kalian berbagi istri... Hahahaha it's so funny, but itulah kenyataannya.. Hahahaha.... Lalu apa menurutmu aku akan peduli dengan statusnya sekarang???? Lagipula lebih cantik aku ke mana-mana di banding istrinya.... And you smart boy... Pilihan yang tepat kau menceraikannya karena istrimu sekarang lebih cantik daripada yang di nikahi oleh Vitto.... Btw kau pintar juga ya mencari istri??? Kau membuang Angel, dan mencari pengganti nya yang sedikit banyak mereka hampir mirip, ummmh hampir mirip sekilas... Kau pasti tidak bisa move on dari Angel ya??? Hahaha... ".
Vino mengernyit dan memasang wajah kesal pada Clara. Inilah yang dia tidak sukai dari Clara dimana Clara sangat tidak bisa menjaga ucapannya. Dan tidak tahu tempat ketika berbicara. "Jika kau datang hanya untuk bergosip atau membahas masalalu seseorang maka pergilah dari sini.. Dan Vitto juga tidak ada disini... Maka sekarang pergilah...!!" Ucap Vino.
"Tidak disini??? Lalu kemana dia???" Tanya Clara seolah tidak puas dengan ucapan Vino.
"Jika aku memberitahumu lalu kau mau apa??? Berhentilah jadi benalu... Dia sudah menikah, jangan usik lagi kehidupannya...."
"Apa iya???? Hahahaha ya untuk saat ini memang dia tidak membutuhkanku, tetapi apa kau yakin bahwa kakakmu akan selama nya bisa terlepas dariku???? Ah Vino... Kau seperti tidak tahu bagaimana kakakmu saja.... Pada akhirnya dia akan selalu kembali padaku.... Itu juga sama sepertimu, mungkin sekarang Angel ada di penjara, akan tetapi bisa saja jika dia keluar nanti kau akan kembali lagi dengannya, kau kan cinta mati sekali dengannya... Hahaha..." Clara kembali tertawa terbahak-bahak, mengabaikan ekspresi Vino yang penuh dengan kemarahan terhadapnya, sementara Arindah memilih diam, walaupun dia kembali di rundung ketakutan dengan apa yang di katakan oleh Clara.
Vino tidak ingin memperpanjang urusan dengan Clara. Tanpa banyak berkata dia menggandeng tangan Arindah dan mengajak Arindah untuk masuk ke dalam kantornya. Akan tetapi karena Clara tidak mau menyerah, dia pun berlari mengejar Vino dan Arindah lalu menghalangi jalan kedua nya hingga membuat mereka berhenti lagi. "Apa lagi????" Tanya Vino dengan kesal.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku, dimana Vitto sekarang??? Aku ingin bertemu dan mengucapkan selamat untuknya... "
"Kau bohong Vin... Jujur Vin dimana Vitto sekarang???" Clara memaksa.
"Aku sudah bilang aku tidak tahu.... Dia punya banyak rumah dan apartemen, dia bisa tinggal sesuka nya dimana pun dia inginkan... Pergilah....!" Vino pun sedikit mendorong Clara ke samping agar tidak menghalangi jalannya. Vino dan Arondha masuk ke dalam kantor dan memberitahu security disana agar tidak menginginkan Calra untuk masuk.
Dengan kesal, Clara pun meninggalkan kantor Vino. Dan dia tidak mendapatkan hasil apapun, akan tetapi Clara ingat jika Vitto memiliki beberapa apartemen. Benar kata Vino, mungkin lebih baik dia pergi apartemen milik Vitto untuk mencari lelaki itu. Clara sampai saat ini masih tidak bisa menerima jika Vitto sudah menikah.
Vino dan Arondha masuk ke dalam lift bersama Naufal. Wajah Vino murung dan dia benar-benar marah sekali. Hari masih pagi tetapi mood nya sudah rusak karena kehadiran dari Clara. Vino melirik ke arah istrinya yang sejak tadi hanya diam saja, tetapi ada sesuatu yang sepertinya mengganjal di hati Arindah. "Abaikan saja ucapan perempuan gila itu... Dia memang seperti itu, dan itulah salah satu alasanku kenapa aku sangat tidak menyukai nya... Dia sangat menyebalkan sekali... " Ucap Vino.
__ADS_1
"Ada hubungan apa dia dengan Vitto?? Aku pernah dengar dulu Vitto pernah menyebut nama Clara dan mengatakan jika Clara adalah teman dekatnya... Akan tetapi aku tidak tahu, sejauh apa hubungan mereka... Ya, karena selama ini Clara tidak masuk dalam berita mengenai kedekatakan Vitto dengan banyak perempuan..." Tanya Arindah.
"Aku akan menceritakannya di dalam...!" Ucap Vino. Pintu lift terbuka dan Vino serta Arindah keluar dari lift. Mereka berjalan menuju ruangan Vino. Beberapa staf terlihat menyapa mereka. Dua Sekretaris Vino juga langsung berdiri ketika atasannya itu datang.
"Pagi pak... " Sapa kedua nya. "Pagi Bu Arindah dan Naufal... " Lanjut mereka lagi.
"Pagi...! " Jawab Vino dan Arindah bersamaan.
"Oh iya, untuk kalian berdua, bisakah satu dari kalian pergi keluar dan membelikan putraku mainan??? Supaya dia merasa tenang dan tidak rewel disini, pergilah ke toko mainan, dan belilah berbagai mainan yang bagus untuknya, apapun itu, dan jika bisa belikan juga action figure anime Jepang, karena dia sangat menyukai nya... Beli yang banyak... Aku ingin membuat minimal playground di pojokan ruangan ku untuk Naufal, sehingga dia bisa merasa senang dan juga nyaman ketika di sini... Belilah apa saja..!"
"Baik Pak.... Akan kami carikan nanti... "
"aya, secepatnya, cari toko mainan yang sekarang sudah buka... Aku masuk dulu..." Vino pun mengajak Arindah dan Naufal masuk ke ruangannya.
Vino menurunkan Naufal dan mereka duduk di sofa. Arindah memberikan ponselnya pada Naufal agar Naufal bisa diam sambil menunggu mainannya nanti datang. "Well... Bisakah kau sekarang menjawab pertanyaanku... " Ucap Arindah memecah keheningan.
Vino tersenyum. "Cerita nya panjang....!! Aku juga bingung harus menyebut Clara itu apa, karena jika di bilang dia kekasih Vitto, itu juga tidak benar, tetapi jika mengenai hubungan, ya abu-abu... Yang aku tahu, Vitto dan Clara pernah menjalin hubungan tanpa status, hanya untuk bersenang-senang saja dan mereka saling membutuhkan..." Vino melepaskan jas nya dan duduk di depan Arindah.
"Vitto sejak dulu tidak ingin memiliki komitmen dengan perempuan manapun, hanya untuk bersenang-senang jika si perempuan mau, hanya sekedar itu... Tetapi si Clara ini memang yang paling lama, dan mereka memutuskan untuk tidak terikat dalam hubungan apapun, Clara perempuan bebas, hal itu juga berlaku pada Vitto... Jadi ya justru for fun saja, siapa yang sedang butuh, mereka akan saling mengunjungi lalu melakukannya... Hanya sekedar itu..."
"Lalu???" Tanya Arindah lagi.
__ADS_1
Vino tersenyum masam. "Aku merasa khawatir karena Clara sudah kembali... Dia perempuan yang licik, aku rasa sama hal nya dengan Angel... Mereka sejenis... Jika Vitto tidak pernah menyukai Angel, akupun tidak pernah menyukai Clara sejak dulu... Yang aku khawatirkan Clara akan berusaha merusak hubungan Vitto dan Rana... Dia ular, yang bisa mematuk kapan saja...."