Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 115


__ADS_3

Para laki-laki akhirnya datang bersamaan ke ruang makan yang ada di area bagian belakang villa. Dan lucunya, mereka bertiga menggendong salah satu dari ketiga anak-anak. Dimana Aditya menggendong Kyra, Ariel menggendong Gienka dan Vitto menggendong Kyros. Makan malam sudah siap diatas meja makan, Rana meletakkan piring diatas meja satu persatu, dan Cahya mengeluarkan steak dari oven membawanya ke meja makan.


"Kalian keluar tepat waktu....!" Gumam Cahya, kemudian meletakkan steak disetiap piring.


Sementara Rana mengambilkan salad buah untuk anak-anak dan menaruhnya di mangkuk mereka. Sebelum makan, ketiga bocah itu membaca doa sebelum makan secara bersamaan. Dan moment itu terlihat sangat menggemaskan. Setelah itu mereka kemudian makan bersama-sama.


"Nikmati saja liburan kalian disini sesuka yang kalian mau, Rana pasti bisan sekali harus berlama-lama di apartemen!" Ujar Aditya.


"Thanks Dit... Aku sebenarnya tahu jika Rana merasa bosan hanya saja dia sepertinya tidak berani mengatakannya padaku....! Hahaha"


Semuanya pun tertawa mendengar ucapan Vitto. Aditya kemudian menjelaskan jika Vitto dan Rana ingin keluar, mereka bisa jalan-jalan di perkebunan teh miliknya, disana udaranya sangat segar. Atu jika mereka tidak ingin keluar, bisa di villa saja, ada pemandangan bagus juga dibelakang villa. Atau sekedar berkeliling juga bisa. Aditya dan keluarganya akan ada disini sampai lusa. Kemudian meminta Vitto dan Rana agar tinggal juga lalu kembali bersama-sama.


Vitto melihat ke arah Rana untuk mencari persetujuan dari perempuan itu. Rana mengangguk setuju karena dia juga merasa senang sekali berada disini karena punye teman mengobrol yang menyenangkan seperti Cahya, juga sangat senang melihat tingkah dari bocah-bocah itu yang membuatnya merasa gemas.


"Aku tergantung Rana, tetapi dia setuju maka aku juga akan setuju, tetapi sekali lagi aku minta maaf Dit karena merepotkanmu lagi untuk kesekian kalinya...!"


"Kau ini Vit, terlalu banyak meminta maaf, ini bukan lebaran kali.... Haha...!"


Semua tertawa. Dan Vitto kemudian mengatakan jika besok dia dan Rana akan ada di Villa saja, pemandangan disini sepertinya sudah cukup untuk menghilangkan rasa bosan Rana. Jika jalan-jalan diluar, Vitto takut terjadi apa-apa dan ingin memastikan keamanan Rana. Aditya mengangguk mengerti sekali dengan alasan Vitto. Dan itu juga adalah hak Vitto dan Rana. Sebagai teman, Aditya ingin menghargai keputusan Vitto, selagi temannya itu merasa nyaman.


****

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, suasana villa mulai sepi, semua orang sepertinya sudah tidur karena ini sudah jam 10 malam. Vitto beranjak dari tempat tidurnya setelah sejak tadi fokus dengan ponselnya karena bermain game. Dia akan mengambil air minum di dapur sebelum tidur. Vitto pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju tangga untuk turun. Sampai di depan kamar Rana, Vitto melihat pintunya setengah terbuka dan terdengar ada suara lirih dari dalam. Vitto mendekat dan mengintip, ternyata Rana sedang duduk bersandar di tempat tidur menonton televisi.


Vitto masuk. "Rana...! Kau belum tidur???? Apa lau baik-baik saja???" Tanya Vitto.


Rana menoleh. "Hai.... Kenapa? Aku baik-baik saja kok, hanyaingin menonton televisi saja, kau sendiri kenapa belum tidur??? Duduklah...!"


"Aku akan mengambil air minum tapi mekihat kamar ini terbuka aku jadi mengintipmu dan ternyata kau belum tidur, apa kau tidak bisa tidur atau ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiranmu??? Atau kau tidak nyaman berada disini???" Tanya Vitto.


"Tidak sama sekali, aku senang sekali berada disini, aku hanya belum mengantuk saja kok.. Btw kau benar sekali, Cahya ternyata orang yang sangat baik dan menyenangkan, aku sangat senang bisa mengobrol dengannya...!"


"Mereka memang orang baik, dan syukurlah kau bisa akrab dengan Cahya....!"


Rana tersenyum. "Dia luar biasa, pantas saja suaminya terlihat sangat menyayanginya, btw apa yang sebenarnya kau bahas dengan Aditya dan Ariel? Kau kan tidak suka bisnis lalu kenapa kau tampak serius sekali ketika ingin mengobrol dengan mereka, apa yang sebenarnya kalian bahas...???" Tanya Rana penasaran.


Melihat wajah kesal Rana, Vitto semakin tertawa. Dia sengaja tidak ingin memberitahu Rana tentang rencananya membangun rumah, takut Rana akan menolak. Itu nanti akan jadi kejutan untuk Rana. Ketika pembangunannya selesai baru dia akan mengajak Rana pindah kesana. Setelah dari sini, nanti dia akan bertemu dengan Ariel lagi untuk mengecek beberapa lokasi yang sudah di katakan oleh Ariel. Dan Vitto juga sudah membahas itu dengan Papanya tadi, Papanya tentu setuju-setuju saja karena dia merasa bertanggung jawab terhadap Rana, kemanan Rana dan calon cucunya. Papa Vitto sangat senang sekali mendengar Rana hamil, itu akan jadi moment mengharukan nanti ketika bayi itu sudah lahir dan tentu akan menjadi pewaris dari Prakarsa's corporate nantinya.


"Kau ini memang menyebalkan sekali...!" Protes Rana. "Oh iya, kau tahu aku senang sekali bertemu dengan Kyra, Kyros dan Gienka, mereka bertiga sangat menggemaskan, bahagia sekali punya anak-anak selucu mereka" Rana mengelus-elus perutnya. "Semoga bayiku nanti juga seperti mereka, cantik atau tampan deman gemoy...! Oh iya, tadi aku memotret Kyra dan Kyros saat mereka sedang bermain, mereka sweet sekali dan seperti tidak bisa dipisahkan... Kau harus melihatnya...!"


Rana meraih ponselnya yang ada di atas meja dan menunjukkannya pada Vitto foto Kyra dan Kyros yang diambilnya tadi ketika berada di kamar Cahya.


__ADS_1









"Lucu kan??? Kyros selalu mengejar Kyra kemudian memeluknya dan dia sangat sayang sekali dengan adiknya, padahal Kyra selalu berusaha kabur ketika di kejar...! Hahaha...!" Rana tersenyum lebar, senyum yang jarang sekali terlihat di wajahnya.


Vitto menatap Rana yang tersenyum ke arahnya. Inilah yang selama ini di tunggu oleh Vitto dimana dia bisa melihat Rana tersenyum bahagia, sejenak melupakan bebannya. Rana memang sering tersenyum tetapi senyumnya senyum tipis, berbeda dengan senyumnya saat ini. Vitto merasa bahagia dan berharao senyum Rana yang seperti ini bisa selalu menghiasi wajah manisnya.


"Aku sebelumnya sudah mengatakan padamu bahwa kau pasti akan senang bertemu dengan si kembar itu....!" Ucap Vitto.


"Kau benar sekali, Cahya dan Aditya pasti bahagia sekali punya mereka berdua, dan ya, Gienka juga sangat menggemaskan, pipinya chubby sekali...!" Timpal Rana lagi.

__ADS_1


"Semoga bayimu nanti juga seperti ketiga bocah itu, dan kau pasti akan lebih bahagia lagi bisa memilikinya...!" Gumam Vitto.


"Amin....!" Rana tiba-tiba saja memeluk Vitto dari samping dan menyandarkan kepalanya di dada lelaki itu. Rasanya nyaman sekali karena Vitto selalu ada bersamanya dan mendukungnya.


__ADS_2