Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 219


__ADS_3

Keesokan hari nya......


Vitto bangun lebih awal, dia melihat Rana masih terlelap nyenyak di sebelahnya. Ini jarang terjadi karena Rana selalu bangun lebih awal daripada diri nya. Vitto memiringkan tubuhnya dan menatap Rana dalam senyumnya. Hanya bayangan kebahagiaan yang di lihat oleh Vitto dari Rana yang ada di depannya. Vitto sama sekali tidak pernah merasa bosan melihat wajah teduh Rana ketika tidur. Dia benar-benar mencintai perempuan ini.


Rana bergerak kemudian perlahan membuka mata nya. Dia mengernyit mendapati Vitto tersenyum manis ke arahnya. Lelaki itu ternyata sudah bangun. "Kau sudah bangun???" Tanya Rana dengan suara serak yang di ikuti oleh mulut yang terbuka karena menguap.


"Sudah sekitar tiga puluh menit yang lalu..." Jawab Vitto.


"Kenapa tidak membangunkanku??" Protes Rana.


"Aku senang melihatmu sedang terlelap, kau sangat cantik sekali..."


"Pagi-pagi jangan keluarkan rayuanmu. Bangun dan mandi lalu ayo sarapan...!''


Rana hendak bangun tetapi Vitto menahannya dan memeluknya. Vitto menciumi leher Rana berkali-kali termasuk pipi Rana juga. "Aku mencintaimu!!" Bisik Vitto.


"Aku tahu karena kau selalu mengatakannya berkali-kali di setiap hari nya...!"


Vitto tersenyum dan mempererat lagi pelukannya pada Rana. "Aku benar-benar menantikan malam nanti, sayang sekali kau tidak akan bisa menyaksikan tontonan yang sangat menarik...!" Ujar Vitto.


"Aku juga ingin melihatnya, tetapi kondisi dan keadaan tidak baik untuk aku berada disana..!"


"Kau benar, tetapi tenang, kau akan melihatnya melalui video...! Doakan semua akan sesuai harapan, dan berakhir semua kejahatan wanita jaalang itu... Beserta dengan Mama nya dan juga Jason...!"


"Yang terbaik untuk nanti malam, aku selalu berharap masalah keluarga kalian yang satj ini segera berakhir, Angel dan keluarga nya juga mendapat hukuman yang setimpal atas segala perbuatan mereka selama ini, terutama Vania, dia harus mendapat keadilan, pengkhianatan Jason dan Angel padanya juga sangat tidak bisa di maafkan...!"


Vitto mengangguk. Apa yang baru saja di katakan Rana memang ada benar nya. Vania juga harus mendapat keadilan. Pengkhianatan Jason dan Angel harus membuatnya memilih jalan yang salah, bahkan Angel adalah alasan di balik Vania memutuskan untuk bunuh diri.


"Aku harus sarapan dan minum obat, jadi biarkan aku bangun dan pergi mandi...!"


Vitto terkekeh dan mendaratkan sebuha ciuman di pipi Rana. "Iya...! Kau harus cepat sembuh dan jangan terlambat meminum obat mu...!"


Rana mengangguk, kemudian bangun dari tempat tidurnya ketika Vitto melepaskan pelukannya.


Sementara di tempat lain, tawa Angel terdengar sangat bahagia sekali. Dia sekarang sedang melakukan video call dengan Jason dan Mama nya. Kemarin dia mendapatkan uang sati tas penuh dari Vino untuk biaya pertunangan mereka yang baru terbayar seperempatnya, itu pengakuan Angel pada Vino walaupun sebenarnya bukan lagi seperempat tetapi sudah setengahnya. Artinya Angel sudah mendapatkan keuntungan 50% dari uang yang di berikan oleh Vino.


"Kau memang sangat cerdas sayang, Mama sangat bangga kepadamu, tinggal selangkah lagi, lalu kita bertiga akan bersenang-senang....!" Ucap Mama Angel.

__ADS_1


"Aku sudah benar-benar muak Ma, dengan semua ini, berpura-pura mencintai Vino sangatlah memuakkan, dia tampan tetapi bodoh dan menyebalkan sekali...!"


"Tenang sayang, semua akan berakhir jadi jangan khawatirkan apapun, terus saja bodohi Vino yang tolol itu.."


"Lalu bagaimana dengan Vita??? Kenapa Jason masih bersama Mama???" Tanya Angel.


"Persetan dengan Vita, dia todak akan oernah kembali, uangnya sudah habis...!" Jawab Shabella.


"Tetapi dia masih memiliki rumah yang di tinggali dengan Jason, bisa saja Shabella datang dan menjualnya gar mendapatkan uang..!"


"Biarkan saja dia datang, Jason tentu akan segera menyusulnya, yang terpenting misi kita sudah berhasol dan tinggal eksekusi akhirnya nanti...!"


"Baiklah Ma, aku harus bersiap untuk nanti malam, aku sangat mencintai Mama dan Jason... Bye...!" Angel kemudian menutup panggilannya.


ΔΔΔΔΔΔ


Satu persatu tamu undangan mulai berdatangan. Vitto dan Papa nya terlihat sibuk menyambut mereka sedangkan Vino masih bersiap-siap. Meskipun hanya pesta pertunangan tetapi dekorasi nya sangat mewah dan terlihat luar biasa. Vino seperti tidak ingin melewatkan hal ini, meskipun sudah tahu bahwa pertunangan ini tidak akan pernah terjadi tetapi menuju hal baik yaiti membongkar kebusukan Angel, dia harus melakukannya secara spesial. Vitto tidak bisa menyembunyikan senyumnya, dia sangat penasaran dengan ekspresi Angel ketika nanti di perlihatkan segala kebohongan dan pengkhianatannya selama ini pada Vino.


Para tamu undangan yang hadir tentu dari berbagai kalangan, seperti teman-teman Angel yang seprofesi dengan perempuan itu juga rekanan bisnis dari Vino. Para pemilik perusahaan juga kolega dan lainnya yang kenal dengan Vino.


"Acara belum di mulai kan??? Kami terjebak macet tadi...!" Ujar Aditya.


"Belum di mulai tetapi sebentar lagi seperti nya...! Btw Ariel jadi datang???" Tanya Vitto.


"Seperti nya jadi, tadi dia memberitahu ku jika akan datang....! Mana Om Andri??? Kebetulan Mama dan Papa ku juga ikut kesini mereka masih ada di belakang...!"


"Om Harry dan tante Dina ikut??? Wah Papa pasti senang sekali, sudah lama ingin bertemu tetapi belum ada waktu, Papa sedang ada disana mengobrol dengan beberapa orang...!"


Orang tua Aditya datang dan Vitto langsung menyalami mereka dengan sopan kemudian mengajak mereka untuk menemui Papa nya yang sedang ada di area pesta. Vitto menepuk pundak Papa nya dan kemudian menoleh mendapati ada Aditya dan Cahya juga kedua orang Aditya yang di kenal oleh Papa Vitto. Karena sudah lama tidak bertemu, mereka oun mengobrol dan terlihat sangat akrab.


Sampai akhirnya, semua orang yang hadir di tempat ini menghentikan aktifitas mereka juga obrolan mereka ketika pasangan yang akan bertunangan malam ini muncul. Angel dengan gaun berwarna biru laut terlihat sangat cantik bergandengan dengan Vino yang memakak jas warna senada dengan kemeja putih yang membuat laki-laki itu semakin terlihat tampan. Semua orang mengagumi kedua pasangan itu yang benar terlihat sangat serasi. Angel melingkarkan lengannya di lengan Vino dan tersenyum cantik menyapa tamu undangan yang di lewati nya. Semua orang bertepuk tangan. Angel dan Vino duduk di kursi yang disediakan untuk mereka dan acara pun di mulai.


Tentu nya ini di awali dengan sambutan dari Papa Vino, kemudian di lanjut oleh Vitto. Kedua nya melakukan sambutan dengan baik, mengucapkanrasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang berkenan hadir juga sedikit menceritakan perjalanancinta Vino dan Angel yang mereka tahu. Papa Vino juga beberapa kali memuji Angel, selain parasnya yang cantik, dia juga memuji bahwa Angel adalah perempuan yang baik dan sangat menyayangi Vino, itulah kenapa mereka bisa bertahan bersama-sama selama bertahun-tahun.


Sementara Vitto memuji keberanian adiknya untuk melangkahi diri nya yang lebih tua. Tetapi Vitto mengungkapkan rasa syukur nya jika Vino sudah menemukan kebahagiaan nya sekarang karena bagaimana pun Vino adalah adiknya dan tentu hal baik yang di lakukan adiknya harus di dukung.


"Adikku selalu terbaik meskipun terkadang dia sangat menyebalkan dan keras kepala, tetapi meski begitu sejak dulu aku sangat menyayangi Vino juga adikku yang satu nya lagi yaiti Vania yang saat ini sudah tenang di surga, jika dia masih ada mungkin dia juga akan merasa bahagia sekali melihat Vino dan Angel akhirnya bisa seperti sekarang, terlebih lagi Angel adalah sahabat baik Vania, mereka du seperti tidak bisa di pisahkan begitu saja...!" Vitto mendongak ke atas melihat langit dengan mata berkaca-kaca seolah dia berharap Vania bisa melihat apa yag terjadi saat ini.

__ADS_1


Vitto kemudian memutar badannya menghadao ke kanan dimana Angel dan Vino sedang duduk. Vitto melempar senyumnya. "Jika boleh jujur, sebenarnya selama ini aku sangat tidak menyukai Angel, entah kenapa tetapi mungkin karena dia sedikit terlalu angkuh atau mungkin dia galak, tetapi karena dia akan menjadi istri Vino, maka aku akan berusaha menjadi kakak ipar yang baik...! Jadi kau jangan khawatir Ngel..!" Ucap Vitto kemudian mengundang gelak tawa para tamu undangan.


"Sekarang aku hanya ingin mendoakan agar Vino dan Angel bahagia, dijauhkan dari segala keburukan...!" Ujar Vitto.


"Setelah ini aku yang ingin melihatmu segera menyusul Vino Vit...!" Teriak salah seorang tamu.


Vitto tersenyum. "Tentu saja, itu tidak akan lama lagi, aku sedang mencari tanggal yang cocok, dan kalian akan jadi saksi nya juga, btw maybe pesta pertunangannya akan lebih meriah dari pesta ini, lihat saja... Sorry ya Vin???" Vitto mengedipkan matanya ke arah Vino dan ucapannya itu kembali mengundang gelak tawa dari para tamu termasuk Vino dan Angel. Mungkin bagi mereka ini adalah candaan dari Vitto tetapi bagi Vitto sendiri ini bukan candaan melainkan akan benar-benar terjadi, karena dia juga akan segera melamar Rana kemudian menikah, tidak akan lama lagi, hanya tinggal menunggu Rana kembali sehat seperti sebelumnya.


Vitto kemudian mengakhiri sambutannya dan mengucaokan selamat kepada Vino dan Angel. Di saat yang bersamaan, Vitto mendapati Jeany sudah duduk di belakang, Jeany datang tepat waktu karena sebentar lagi kejutan ini akan di mulai.


Pembawa acara kemudian meminta agar Angel lebih dulu memberi sambutannya setelah itu bari Vino dan acara pertunangan akan di lakukan setelahnya.


Angel berdiri dan memegang microfon dia mulai berbicara dan mengucaokan terima kasih kepada semua orang yang hadir disini, terutama kepada Vino dan keluarga nya. Angel mengungkapkan kebahagiaannya karena selama bertahun-tahun bisa mengenal Vino dan dekat dengan Vino, laki-laki yang baik dan pengertian serta selalu mencintainya tanpa syarat. Vino selalu membahagiakannya dengan limpahan kasih sayang yang begitu luar biasa kepadanya. Dia selalu diperlakukan seperti Ratu oleh Vino, dan semakin hari rasa cintanya terhadap Vino juga semakin dalam. Angel juga mengucapkan terima kasih kepada Papa Vino yang sudah baik kepada nya selama ini. Angel terus memuji berbagai kebaikan Vino dan keluaraga nya. Vitto yang sedang duduk bersama Papa nya hanya mengangguk-angguk saja serat mencoba tersenyum, enggan mempercayai segala ucapan dari Angel. Vitto memegang ponselnya dan ternyata dia sedang video call dengan Rana. Vitto tidak ingin membuat Rana melewatkan moment luar biasa ini jadi dia menghubungi Rana dan akan merekamkan semua yang terjadi disini.


Angel kemudian mengakhiri sambutannya dan memberikan microfon pada Vino. "Thanks sayang..." Ucap Vino pada Angel sambil tersenyum.


Vino berdiri dan berjalan beberapa langkah ke depan. "Angel memang selalu luar biasa!" Ucap Vino sambil tersenyum.


"Sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anda yang sudah bermenan hadir disini untuk mendatangi acara yang sangat luar biasa ini, dan akhir-akhir ini sudah saya tunggu..!" Ucap Vino lagi dengan wajah sumringah semakin menambah ketampanan wajahnya.


Vino kemudian mulai lagi bercerita tentang oerjalanan cinta nya dengan Angel yang sudah di jalin sejak mereka masih berada di bangku sekolah menengah atas. Hal itu yang membuat Vino sangat mengenal Angel dengan baik sampai saat ini. Sudah lama sekali dia ingin mengajak Angel untuk menikah tetapi Angel mengatakan bahwa belum siap dan juga Vino harus menunggu Vitto agar menikah lebih dulu dan tidak melangkahi kakaknya. Tetapi sampai saat ini Vitto tidak kunjung mendapatkan kekasih yang cocok, mungkin hal itu juga yang akhirnya membuat Angel menyerah dan mengiyakan untuk menikah dengan Vino tanpa harus menunggu Vitto menikah lebih dulu.


Bertahun-tahun menjalin hubungan, Vino dan Angel telah melewati banyak hal bersama, suka, duka dan kebahagiaan sudah mereka lewati. Vino mengatakan jika Angel adalah perempuan yang luar biasa, cantik dan sangat cerdas dalam berbagai hal, hingga terkadang selalu membuatnya speechless ketika Angel sedang melakukan hal yang tidak di duga nya sebelumnya.


"Itulah alasanku kenapa aku sangat mencintai nya dan sangat mempercayai nya setiap waktu...! Bagiku tidak ada waktu untuk tidak mencintai nya, aku selalu bersyukur karena Tuhan mengirimkannya kepadaku untuk membuat hidupku semakin berwarna...! Terima kasih Angel sayang, kau sudah hadir di hidupku dan mencintaiku...!" Vino melempar senyumnya pada Angel. "Aku sangat bahagia dengannya dan aku selalu berharap dia bisa menjadi wanita yang akan menemaniku sepanjang hidupku, aku selalu mencintainya...!"


Semua orang bertepuk tangan seolah turut berbahagia atas Angel dan Vino. Kedua nya terlihat sangat serasi. Angel yang sangat cantik, dan Vino yang begitu tampan sekali. Mereka seperti raja dan ratu yang saling mencintai.


"Sayang... Kemarilah...!" Panggil Vino pada Angel.


Angel tersenyum dan berdiri menghampiri Vino. Senyum Vino benar-benar tidak lepas dari wajahnya, tampak dia sangat mencintai Angel. "Baiklah para hadirin yang saya hormati, saya akan menampilkan video pendek yang menceritakan tentang perjalanan cinta kami sejak masa sekolah, agar anda bisa turut menikmati kebahagiaan kami, video ini akan membuat anda semua masuk ke dalam kisah cinta kami, serta kesetiaan yang selama ini selalu kami jaga, kami sangat berharap anda semua menikmatinya, terutama kau sayang..!" Ucap Vino sambil tersemyum menatap Angel dalam-dalam.


Vino kemudian meminta para tamu agar mengarahkan pandangannya ke layar besar yang tersedia. Kemudian dia kembali tersenyum pada Angel. "Aku sangat mencintaimu dan aku juga memiliki kejutan kecil di video ini untukmu, aku berharap kau menyukai nya juga...!" Ujarnya.


Dahi Angel berkerut. "Kejutan kecil??? Apa kau meminta aktor idolaku untuk membuat video ucapan untuk kita???" Tanya Angel penasaran.


Vino terkekeh. "Kau lihat saja nanti... Operator...! Mainkan video nya!" Pinta Vino. Semua orang terlihat tidak sabar terutama Angel. Wajahnya begitu bahagia sekali menanti kejutan yang akan di berikan Vino kepada nya.

__ADS_1


__ADS_2