Ku Temukan PENGGANTINYA

Ku Temukan PENGGANTINYA
Eps 317


__ADS_3

Vino sudah selesai bersiap ke kantor, dan sebelum keluar kamar, dia melihat Arindah sudah selesai memandikan Naufal. Vino menghampiri nya dan tersenyum kepada kedua nya. "Heii... Jagoan Papa sudah mandi??? Bau mu sangat harum..." Puji Vino pada Naufal sambil mengusap rambut Naufal yang basah, kemudian mendaratkan ciuman di kening bocah itu.


"Aku akan mengambil pakaiannya...!" Gumam Arindah dan lekas pergi untuk mengambil pakaian Naufal.


Vino mengangguk, membiarkan istrinya pergi. Dia kemudian mengelap tubuh Naufal dengan handuk. "Hari ini kau di rumah bersama Mama, Papa harus ke kantor dan saat Papa pulang nanti, Papa akan memberikanmu mainan... Apa kau mau???" Tanya Vino pada Naufal.


Naufal mengangguk dengan penuh semangat. "Mau... "


"Naufal ingin mainan apa????" Tanya Vino lagi.


"Koenma... "


Vino mengernyit. "Koenma???? Mainan apa itu???"


"Koenma yang pakai dot... " Jawab Naufal lagi.


Vino pun semakin bingung dan tidak tahu mainan apa itu Koenma. "Pakai Dot??? Papa tidak tahu..."


"Koenma itu salah satu karakter animasi favoritnya, dia kecil dan di mulutnya memakai dot... " Jawab Arindah yang tiba-tiba datang.


"Animasi apa???" Tanya Vino.


"Yu Yu Hakusho.. Dia sangat menyukai nya, padahal menurutku animasi itu cukup menakutkan karena karakternya bentuknya aneh-aneh, tetapi Naufal sangat menyukai nya, dan karakter Koenma favoritnya karena menurutnya itu lucu dan menggemaskan, tidak menyeramkan seperti yang lain..." Jawab Arindah lagi sambil memakaikan diapers dan pakaian di tubuh Naufal.


"Yu Yu Hakusho????? Hmmm Wah sepertinya aku lupa atau mungkin tidak tahu, aku coba melihatnya dulu... " Vino mengambil ponselnya dan mencoba mencari tahu tentang anime itu dan mencari sosok Koenma yang di inginkan oleh Naufal.


Vino pun langsung menemukannya di internet dan dia tiba-tiba ingat dengan animasi itu. Dulu saat kecil dia pernah menontonnya. Dia pun melihat Koenma yang di maksud oleh Naufal.



Vino tersenyum. "Tapi apa ada mainannya disini??? Ini animasi sudah lama sekali... " Gumam Vino.


"Abaikan saja... Disini sangat sulit mencari nya, dan Naufal juga sudah punya berbagai action figure dari para karakter tokohnya, aku pernah menitip pada temanku yang tinggal di Jepang untuk membelikannya dan mengirimnya kesini karena Naufal sangat menginginkannya. Termasuk boneka Koenma, tetapi ada di rumahku, mungkin kapan-kapan aku akan mengambilnya dan membawa nya kesini.. Kau belikan saja mainan yang lain..." Ujar Arindah.

__ADS_1


"Hmmmm... Apa nanti lebih baik kita pergi liburan ke Jepang saja. dan kita borong semua mainan bertema Yu Yu Hakusho itu, agar Naufal merasa senang... Aku akan mengatur jadwalku nanti, dan kita bertiga bisa pergi liburan ke Jepang.."


"Kita bicarakan mengenai liburan nanti saja, kita sekarang harus turun ke bawah dan sarapan, kasihan Papa pasti sudah menunggu, dan bisa saja nanti kau terlambat ke kantor..."


"Kau tadi bilang sedang sakit, kau disini saja dengan Naufal, Aku akan menyuruh pelayan mengantar sarapan kesini..."


Arindah menggelengkan kepala nya. "Hanya pusing, setelah sarapan, Aku bisa istirahat nanti, tidak apa Aku sarapan bersamamu dan Papa...!" Ucap Arindah datar lalu pergi begitu saja meninggalkan Vino yang hendak menggendong Naufal.


Vino merasa sedikit aneh dengan sikap Arindah, yang sepertinya tidak mau lama-lama dekat dengannya karena sejak pagi tadi Arindah seperti terus menghindari nya. Tetapi Vino tidak mau ambil pusing, dan mungkin hal itu terjadi karena Arindah sedang tidak enak badan saja.


****


Beberapa jam kemudian.....


Vitto sampai juga di kantor Vino. Dia keluar dari lift dan berjalan menyusuri koridor, beberapa orang menyapa nya dan mengucapkan selamat juga atas pernikahannya beberapa waktu yang lalu karena tentu mereka belum memberi selmat secara langsung mengingat sebelum menikah, Vitto sudah tidak lagi terlihat datang ke kantor. Sehingga saat ini baru sempat melakukannya.


Dan kedatangan Vitto saat ini bukanlah untuk kembali bekerja melainkan untuk menemui Vino dan membicarakan beberapa hal dengan adiknya itu. Vitto melewati ruangan kerja nya dulu dan di depan ruangan itu ada meja sekretarisnya. Dan Daviela masih duduk disana, ketika melihatnya perempuan itu langsung berdiri dan menyapa nya, Vitto masih bersikap sama dan tidak membalas sapaan sekretarisnya itu. Vitto melanjutkan perjalanannya menuju ruangan Vino.


Melihat kedatangan Vitto, sekretaris Vino berdiri dan menyapa Vitto sekaligus mengucapkan selamat pada Vitto. Vitto menerima ukuran tangan sekretaris Vino itu. "Thanks... Oh iya Vino dan Papa ada di dalam kan??? Aku ada janji dengan mereka..."


Sebuah ketukan pintu mengalihkan Vino dari kesibukannya menatap monitor komputernya. "Hei Vit.... Masuk dan duduklah... " Titah Vino pada sangat Kakak.


"Kau sendirian???" Tanya Vitto sambil duduk di sofa panjang yang ada di ruangan adiknya.


"Iya... Papa sedang meeting, Aku meminta Papa memimpin meeting pagi ini karena Aku harus mengecek dan mengoreksi berkas mengenai proyek pembangunan Mall.. Dan siang nanti aku harus bertemu dengan pihak pengembang..." Jawab Vino dan memundurkan kursi kerja nya lalu berdiri dan mengambilkan minuman di chiller yang ada di ruangannya.


Vino lalu menyodorkan minuman kaleng pada Vitto dan duduk di depan kakaknya. "Kau besok jadi terbang ke Swiss???" Tanya Vino.


"Ya... besok siang..." Jawab Vitto. "Kau sendiri kapan akan memutuskan untuk pergi bulan madu???"


Vino tersenyum tipis. "Belum tahu... Tadi aku sempat membahas mengenai liburan dengan Arindah tetapi Arindah menolak membahasnya saat ini, dan dia juga sepertinya sedang tidak mood karena kepala nya sakit, Aku jadi tidak melanjutkannya..."


"Arindah sakit???"

__ADS_1


"Dia bilang kepala nya sakit, sejak tadi pagi tingkahnya sedikit aneh, dia banyak diam dan seperti menghindariku, mungkin karena sakitnya itu.."


Vitto terdiam menatap adiknya yang sedang meminum kopi kaleng. Dia tersenyum, menyadari bahwa Vino belum mengerti kenapa Arindah bersikap seperti itu, karena Vitto sudah hafal dengan watak seorang perempuan jika sedang marah dan merasa kesal dengan pasangan nya pasti akan bersikap cuek dan memilih menghindar. "Apa kau yakin dia hanya sakit kepala bukan sakit yang lain???" Tanya Vitto.


"Sakit yang lain???? Apa Arindah punya penyakit berat??? Katakan penyakit apa???" Vino terlihat panik.


Vitto tertawa. "Tidak bukan penyakit seperti itu... Well Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu, dan cerita ini Aku dapatkan dari Rana.. Aku tidak tahu apa yang terjadi setelah persidangan itu antara kau dan Angel, tetapi selepas itu, Rana mendapatkan wajah Arindah murung setelah keluar dari ruang sidang... Rana sempat bertanya pada Arindah, dan Arindah pun menjawab pertanyaan Rana, ya intinya jawaban Arindah adalah dia merasa takut jika kau hanya memanfaatkannya seperti yang Angel katakan kemarin dan juga Arindah khawatir jika kau masih mencintai Angel..."


Vino tersenyum dan memalingkan wajahnya. "Aku masih mencintai Angel??? Yang benar saja Vit.. Perasaanku sudah ati kepada nya, dan Aku juga tidak memanfaatkan Arindah, kau pasti tahu itu kan??? Astaga Arindah... Padahal aku sudah pernah mengatakan itu kepada nya... Kenapa dia jadi terpengaruh dengan ucapan nenek sihir itu..."


Vitto kembali tergelak. "Well, Angel adalah orang yang oandai mengintimidasi lawannya, dan dia tahu caranya mengingat betapa liciknya dia, sehingga dia dengan berani mengatakan itu padamu di depan Arindah yang mungkin dia pikir akan terpengaruh dengan ucapan, lalu kau bisa simpulkan sendiri kan hasilnya apa??? Arindah benar-benar terpengaruh... Hahaha kau sudah bertahun-tahun bersama Angel, kenapa tidak juga mengerti hahahaha..." Vitto kembali tertawa lalu meraih lagi kaleng kopi miliknya dan meminumnya.


"Vin, perempuan yang sedang cemburu biasa nya akan bersikap cuek, tidak jelas dan akan menghindar dari kita para lelaki, apa kau tidak menyadari sikap Arindah sejak kemarin??? Aku sendiri sempat tersadar bahwa sejak kemarin Arindah lebih banyak diam dan tidak seperti biasanya, akan tetapi Aku tidak terlalu memperdulikannya berpikir mungkin dia lelah saja, tetapi saat pulang Rana bercerita jika Arindah sepertinya terpengaruh dengan perkataan Angel, dari situ Aku menyimpulkan jika Arindah sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.. Kenapa kau tidak merasakan perubahan istrimu itu??? Seharusnya kau mengerti hal itu Vin..." Lanjut Vitto lagi.


Vino menyandarkan punggungnya di sofa, terdiam untuk beberapa saat. "Jika itu benar, wajar saja sejak semalam dia seperti menghindariku... Di tidur lebih cepat dari biasa nya, dan bangun juga lebih cepat, dan tidak membangunkanku untuk subuh bersama.. "


"Nah... Jika kau menyadari nya sejak semalam kenapa kau tidak coba menanyakan kepada nya ada apa dan kenapa??? Harusnya kau lebih peka... Aku berpikir mungkin kenapa kau tidak peka adalah karena dulu jika Angel marah kepadamu, kau selalu menghujani nya dengan materi tanpa mau tahu kenapa dia bersikap marah... Tetapi ku ingatkan sekali lagi, sikap memanjakan perempuan seperti itu sangatlah tidak baik, ya boleh memanjakan istri dengan materi tetapi jangan berlebihan dan ku pikir Arindah juga tidak rakus seperti Angel.. "


"Lalu Aku harus bagaimana agar Arindah tidak marah padaku???" Tanya Vino.


"Ya kau jelaskan saja bahwa kau tidak lagi mencintai Angel, dan tidak memanfaatkannya.. Bicara dari hati ke hati.. Perempuan akan mudah di luluhkan dengan kelembutan.. Oh iya aku hampir lupa, karena hubunganmu dan Arindah sudah berhasil, aku dan Rana akan memberi kalian berdua hadiah pernikahan yaitu pergi honeymoon ke Maldives selama satu minggu."


"Ke Maldives???" Tanya Vino.


"Yupz.... di resort tpat ku dan Rana berbulan madu kemarin, atau mungkin kau ingin resort yang lain?? Boleh saja... Kau diskusikan saja dengan Arindah, seluruh biaya aku akan menanggungnya, jadi aku harap kau dan Arindah mencari waktu yang tepat dan kalian bisa pergi untuk bersenang-senang.. Beritahu aku jika kau sudah mendapatkan hari yang tepat dan dimana ingin kalian menginap.. Ada banyak tempat luar biasa yang bisa kalian jadikan penginapan.."


"Kau tidak bercanda??? Kau pikir aku tidak punya uang untuk pergi honeymoon sendiri???"


Vitto tertawa terbahak-bahak. "Aku hilang ini hadiah dariku dan Rana untuk kalian, siapa yang bilang kau tidak punya uang??? Uangmu sangat lebih dari cukup untuk membuat resort dan Villa di Maldives, te tapi butuh waktu lama kan untuk membangunnya, dan aku memberikan hadiah ini agar kalian bisa segera bersenang-senang menikmati keindahan disana, dan aku yakin kau tidak akan bisa membiarkan Arindah keluar dari resort seharian karena kalian hanya akan menghabiskan waktu kalian dengan bercinta dan itu luar biasa sekali.... " Vitto mengedipkan sebelah matanya dengan nakal.


Vino kembali terdiam lalu menatap Vitto. "Baiklah aku akan membicarakan nya dengan Arindah nanti... "


"Oke... Good... Kabari aku jika kalian sudah menentukan hari nya..."

__ADS_1


Kedua saudara itu akhirnya membahas tentang pekerjaan dan Vino meminta agar Vitto nanti setelah kembali dari Swiss mau untuk kembali bekerja di perusahaan ini dan membantunya. Karena banyak sekali projek yang akan di lakukan oleh perusahaan, dan Vino merasa cukup keteteran mengingat setiap tahun perusahaan terus saja bertambah dan semakin luas. Vino juga merasa senang sekali karena Vitto akan memberikannya hadiah pernikahan berupa liburan honeymoon bersama Arindah. Vino akan mencoba berbicara dengan Arindah dan mencari waktu yang pas yang tidak mengganggu pekerjaannya dan juga pekerjaan Arindah. Vino berharap liburan itu bisa semakin mempererat hubungan kedekatannya dengan Arindah danereka bisa mengenal lebih jauh lagi. Vino juga senang, Vitto tetap menjadi kakak yang selalu menyayanginya dan mendukungnya di setiap kesempatan, serta menasehati nya jika dia melakukan kesalahan, walaupun Vino sendiri merasa malu kepada Vitto karena sikapnya yang egois dan terkadang membuat Kakaknya kesal. Tetapi Vitto tetap selalu bisa menempatkan diri dan bersikap bijak layaknya seorang kakak pada umumnya.


__ADS_2